
Beberapa saat kemudian seorang pembantu rumah tangga telah kembali dengan membawa Belut yang di pesan Justin.
Saat masuk ke dalam rumah nampak Mami Justin sedang mengambil minum dan melihat pelayan nya itu.
"Bi apa yang kamu bawa itu?" Tanyanya penasaran.
"Oh ini nyonya, Tuan Justin menyuruh untuk membelikan nya Belut dengan bumbu kencur yang sangat pedas!" Jawab
pelayan itu.
"Huftt," Mami Justin tersedak saat mendengarnya.
"Apa kamu bilang? Justin kan tidak terlalu suka pedas?" Tanyanya kembali dengan kedua alisnya yang bertautan.
"Katanya ini kemauan Nona Calysta."
"Ah? Setahuku Calysta juga tidak terlalu suka pedas." Mami Justin bergumam sendiri.
Sedikit terdiam dan termenung,
"Jangan-jangan, Kyaaaaaaaa...." Mami Justin tiba-tiba menjerit kegirangan, entah apa yang di pikirkan nya.
"Ya sudah cepat sana berikan, jangan sampai menantu ku menunggu terlalu lama."
Pelayan itu kemudian bergegas pergi ke kamar tidur yang ada di lantai atas untuk mengantarkannya.
Calysta memakannya dengan sangat lahap.
Justin yang melihatnya masih terheran-heran dengan tingkah istrinya itu.
"Sayang aku mau minum!" Ujar Calysta.
"Jus jeruk lagi?" Tanyanya dengan penuh perhatian.
Calysta mengangguk,
"Mau bikinan kamu lagi." Lanjutnya meminta dengan manja.
Justin tidak banyak berkata-kata dan langsung menurutinya pergi ke dapur untuk membuat Jus.
Mami Justin yang dari tadi belum kembali ke kamarnya, melihat Justin yang pergi ke dapur.
Lalu dia mengikutinya diam-diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh anaknya.
Selesai membuat Jus, Justin hendak kembali.
"Apa yang kamu buat?" Tanya Mami menghentikan langkahnya.
"Jus Jeruk" Jawabnya singkat.
"Tengah malam begini?"
"Iya, Calysta yang menginginkan nya." Jawab Justin.
Meski dalam hati Mami nya ingin berteriak lagi, namun dia mencoba menahannya.
"Oh, kenapa kamu yang bikin? kenapa nggak suruh pelayan aja?"
"Calysta maunya aku yang bikinin. Udah ah Mami banyak nanya nanti Calysta nungguin." Ujar Justin sambil pergi meninggalkan Mami nya.
"Gak salah lagi, gak salah lagi." Mami Justin tambah kegirangan.
...***...
Pagi itu semua orang telah berkumpul dimeja makan untuk sarapan bersama. Menu makanan yang seperti biasanya sangat komplit dan enak.
Calysta mengambilkan makanan untuk suaminya, dan sebaliknya Justin akan mengambilkan makanan untuk Calysta.
Tetapi saat Justin hendak menaruh sesendok nasi di piringnya, Calysta menolak sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh? apa yang ingin kamu makan, biar aku ambilkan?" Ujar Justin.
Calysta menggelengkan kepalanya.
"Masa gak mau? kamu harus sarapan dong." Ucap Justin khawatir.
"Nggak mau! aku lagi gak nafsu makan." Calysta menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberitahukan bahwa Dokter Fill sudah datang.
"Apa? Siapa yang manggil Filliansyah kesini?" Tanya Justin.
(Dokter Fill adalah teman lamanya Justin yang menjadi seorang Dokter, ia pun juga di jadikan Dokter pribadi untuk keluarganya)
"Mami yang panggil." Ujar Mami menyahut.
"Kamu sakit apa sayang?" Tanya suaminya (Papi Justin) khawatir.
"Nggak bukan aku, Itu untuk memeriksa menantu kita." Jawabnya tenang.
"Aku gak sakit kok Mi." Jawab Calysta sedikit heran.
"Gak apa-apa, cuma ingin memastikan saja." Ujarnya.
"Baiklah, tidak ada salahnya juga untuk memeriksa kesehatan." Semuanya setuju.
Kemudian Justin membawa istrinya ke ruang tamu, Dokter Fill pun mengikutinya.
Begitu juga Mami nya tidak mau ketinggalan, ia mengikuti mereka untuk mendengarkan apa hasilnya.
Lalu kemudian memeriksa Calysta juga di sertai beberapa pertanyaan dari Dr.Fill.
Selesai memeriksanya Dr.Fill tersenyum.
"Kenapa Lo senyum-senyum gitu?" Tanya Justin sudah tidak canggung lagi memanggilnya.
"Selamat bro, bentar lagi Lo akan jadi Ayah." Ucapnya menyelamati Justin.
"Maksudnya, istri gua!" Ujar Justin terlihat bahagia.
"Istri Lo hamil." Dr.Fill memberikan tangannya untuk memberi selamat.
"Pi... Papi kita akan segera punya cucu." Teriak Mami Justin dengan sangat bahagia.
"Iya Mi, sebenar lagi kita di panggil Opa sama Oma." Sambung suaminya yang juga ikut terlihat senang.
"Iya. ah aku akan menelpon besan untuk memberitahu kan kabar bahagia ini."
Mami Justin pergi untuk menelpon orang tua Calysta.
"Hmm.. Jangan terlalu capek dan yang terpenting jaga suasana hatinya jangan sampai membuatnya kesal apalagi stres." Ungkapnya.
"Itu pasti." Jawab Justin.
"Ya sudah, tugas gua udah selesai, gua pergi dulu."
"Thanks you bro."
"Ayo sayang kamu harus istirahat." Ajak Justin kepada istrinya.
"Tapi aku mau jalan-jalan mencari udara segar." Ujarnya membujuk.
"Baiklah. tapi ingat kamu jangan terlalu kecapekan."
"Iya."
"Ehh. eh kalian mau kemana, Calysta kan lagi hamil jadi harus jaga kesehatan." Ujar Mami Justin menghadangnya.
"Calysta katanya mau jalan-jalan Mi, aku bakalan jagain dia kok." Kata Justin.
"Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati. Calysta jangan sampai terlalu capek ya!" Khawatir dengan menantunya.
"Iya Mi."
Justin dan Calysta pergi berjalan-jalan di antar oleh supirnya.
"Jangan terlalu ngebut, pelan aja nyetirnya." Perintah Justin kepada Pak Supir.
"Baik Tuan."
"Kamu ingin pergi kemana sayang?" Tanya Justin.
"Kita ke taman aja."
"Kamu dengar itu?" Ujar Justin kepada Pak Supir dengan nada dingin.
__ADS_1
"Siap Tuan."
'Hanya terhadap Nona Calysta saja bicara dengan sangat lembut, kalau dengan orang lain seperti harimau yang menemukan musuhnya' Gerutu Pak Supir dalam hatinya.
Mereka menuju ke tempat yang di inginkan oleh Calysta.
"Kita sudah sampai." Ujar Pak Supir memberhentikan mobilnya.
Mereka melihat keluar dari jendela.
"Oh? Ramai sekali." Ujar Calysta.
"Hm. Mungkin sedang ada acara." Justin menambahkan.
Kemudian mereka turun dari mobil.
"Aaahh... Udara disini benar-benar bersih." Ujar Calysta saat menghirup udara sambil meregangkan kedua tangannya.
"Ayo kita berkeliling." Ajak Justin.
Mereka berjalan-jalan di taman itu,
sesekali ikut bermain dengan anak-anak yang ada di sana membelikan mereka es krim dan memakannya bersama.
Calysta duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Istirahat dulu, jangan sampai kecapean." Ujar Justin.
"Iya, makanya aku duduk." Jawabnya.
"Sayang aku mau itu?" Pintanya lagi sambil menunjuk kearah penjual bakso.
"Bakso?" Kata Justin
"Iya. cepetan beli sana."
"i, iya aku pergi membeli."
'Mungkin nggak apa-apa lah, disini udaranya juga bersih' Pikir Justin yang khawatir makanannya tidak sehat.
"Bakso nya pedas ya, sekalian beli es Jeruk juga." Permintaan Calysta yang manja.
"Iya. Kamu tunggu disini jangan kemana-mana ya!" Ujar Justin.
Calysta mengangguk.
"Piuhh. Mungkin ini yang di katakan orang kemauan bayi, sekarang Calysta suka makan-makanan pedas sama yang asam." Gumam Justin sambil berjalan.
Bakso dan es jeruk nya telah tiba di hadapan Calysta, tinggal menyantapnya.
"Mm... baunya enak." Ucap Calysta seakan ngiler ingin segera melahapnya.
"Pelan-pelan makannya, nanti tersedak." Suami yang sangat perhatian.
Melihat Calysta yang makan dengan lahapnya dan di wajahnya yang cantik terpancar kebahagiaan, Justin ikut tersenyum bahagia.
Terlihat pancaran sinar matanya penuh cinta dan kasih kepada istrinya.
Beberapa saat kemudian,
"Baiklah, saat nya kita pulang." Ajak Justin.
"Hm.. sebenarnya aku masih ingin disini." Celetuk Calysta.
"Sayang... kita sudah bermain seharian kamu jangan sampai lelah. Nanti kita bermain kesini lagi ya?" Bujuk Justin.
Calysta tersenyum dan mengangguk, mengiyakan perkataan Justin.
Saat hendak memasuki mobil.
"Sayang beli itu dulu." Lagi-lagi Calysta menunjuk ke arah penjualan rujak.
"Itu rujak? Sayang dari tadi kamu makan-makanan pedas terus nggak baik buat perut kamu." Ujar Justin khawatir.
Calysta tidak berkata-kata dan malah cemberut. Keadaan membuat Justin bingung.
"Belikan saja Tuan, itu mungkin kemauan bayi jangan sampai nanti ngiler." Ujar Pak Supir yang mendengar keinginan Calysta.
__ADS_1
"Piuhh.. Baiklah." Justin menghela nafas dan menuruti keinginan Calysta untuk membelikan rujak.