Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Justin Salah Tingkah


__ADS_3

Calysta berjalan menuju meja makan dan kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Justin.


Justin semakin menjadi salah tingkah dan membuat hatinya berdegup kencang.


Mereka semua mulai menikmati makanannya hingga selesai.


Berlanjut dengan mengobrol di ruang tamu.


''Sebaiknya kita langsung mulai saja pada intinya.'' Ucap Papi Justin membuka pembicaraan.


''Iya.'' Semua orang mengangguk.


''Menentukan hari pernikahan anak kita menurut saya bagaimana kalau dilaksanakan tiga bulan yang akan datang pada tanggal 16,'' Usulan Papi Justin.


Papi dan Mami Calysta merundingkannya dan pada akhirnya merekapun setuju.


''Baik kami setuju, itu hari yang tepat.'' Ujar Papi Calysta.


Justin pun merasa sangat bahagia, terpancar senyum di wajahnya yang tampan itu.


''Baik, karena sudah sepakat, sekarang Justin silahkan pasangkan cincinnya ke jari manis Calysta untuk mengikat janji kalian.'' Perintah Papi Justin.


Justin mengambil cincin yang ada di saku jasnya, terpancar cahaya berlian yang menempel di cincin itu, terlihat sangat indah dan mewah.


Justin memegang tangan Calysta untuk memasangkan cincinnya, kemudian memasukkan cincinnya itu di jari manis Calysta, memang sangat pas di jarinya. Ternyata cincin itu memang di buat khusus untuk Calysta.


Cincin dengan permata berlian itu terlihat cocok di jarinya, membuat Calysta semakin Cantik dan mempesona.


Cup...


Justin mengambil kesempatan dan mencium keningnya, sontak membuat Calysta agak kaget, namun apa daya dia tidak bisa menolaknya dan hanya bergumam di dalam hatinya.


'' Apa-apaan mencuri kesempatan dalam kesempitan.''


Melihat anaknya yang akan segera menikah itu Orang tua mereka merasa sangat bahagia.


'' Justin mulai sekarang kamu harus benar-benar jagain Calysta dan jangan sampai membuatnya sedih.'' Nasihat dari Maminya Justin.


''Iya Mi pasti.'' Jawab Justin dengan tegas dan penuh percaya diri.


''Sekarang Papi merasa lega, karena sudah ada Justin yang gantikan Papi menjaga Calysta.'' Ucap Papinya Calysta dengan senyum di wajahnya.


Lama keasyikan mengobrol tidak terasa waktu sudah larut, keluarga Justin pun berpamitan untuk pulang.


Calysta juga pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


''Piuhh... akhirnya selesai juga, semoga keputusan aku untuk menikah dengan Justin adalah keputusan yang tepat.'' Gumamnya sendiri di dalam kamar.


Esok harinya seperti biasa mereka menjalankan aktivitasnya, Calysta juga pergi bekerja seperti biasa.


Pagi itu Justin bangun tidur sangat pagi tidak seperti biasanya,


''Pagi Mi Pi.'' Salam Justin kepada Mami Papinya sambil menuju meja makan untuk sarapan.


Wajah tampan itu terlihat berseri-seri.


''Tumben kamu bangun pagi sekali, nggak seperti biasanya.'' Tanya si Papi.

__ADS_1


''Iya, ya Pi , tumben banget wajahnya juga sangat berseri.'' Sambung Maminya memuji Justin.


Justin tidak menjawab pertanyaan kedua orang tuanya, dia hanya tersenyum bahagia.


Selesai sarapan, Justin langsung pergi ke kantor.


Tiba di kantor,


''Selamat pagi.''


Justin menyalami setiap karyawan yang di lalui nya, dengan wajah tersenyum ramah.


''Ada apa dengan orang itu, pagi-pagi pasang wajah ramah kayak gitu, tidak seperti biasanya?.'' Ucap Danu yang melihat Justin menyapa salah satu karyawan yang di lalui nya.


''Iya, ke sambet setan apa dia?'' Celetuk Febi.


''Coba nanti tanya Farrel deh, apa yang terjadi.'' Usul Beni.


''Nah itu si Farrel,'' Ucap Aldo sambil menunjuk ke arah Farrel yang baru datang.


Mereka berempat menghadang Farrel dan langsung menanyakan apa yang terjadi kepada Justin hingga menjadi ramah seperti tadi.


''Aku kurang tahu, kemarin waktu meeting penting Bos tiba-tiba pergi setelah menerima panggilan, sampai malam pun semua pekerjaan aku yang urus, Huh, lelah sekali rasanya.'' Jawaban Farrel kepada mereka dengan keluhannya.


''Panggilan? panggilan dari siapa?.'' Tanya Aldo penasaran.


''Mmm... dari sikapnya mungkin panggilan telepon dari Calysta.'' Jawab Farrel.


''Nyonya CEO!?' Mereka berempat serentak menyebut itu.


''Sudah aku duluan ya.'' Ucap Farrel dengan lesu sambil pergi meninggalkan mereka.


Saat itu Calysta kebetulan baru datang dan melewati mereka berempat.


''Selamat pagi Nyonya CEO,'' Mereka berempat kompak memberi salam kepada Calysta sambil setengah membungkuk.


Calysta hanya tersenyum canggung dengan rasa heran dengan sikap mereka semua.


Melihat Calysta yang baru datang dan seperti orang kebingungan, Rossa menyapanya.


''Hei, kenapa kamu pagi-pagi pasang wajah kayak gitu?.'' Tanya Rossa kepada Calysta.


''Hah, Itu loh Aldo Geng masa manggil aku nyonya CEO.'' Jawab Calysta.


''Oh... bukannya memang benar ya yang mereka panggil?'' Canda nya.


''Iihh... kamu kok sama saja sih kayak mereka.'' Ujar Calysta.


''Eh, tahu nggak direktur datangnya pagi banget loh hari ini, sepertinya dia juga dalam keadaan suasana hati yang baik, semua orang di sapa olehnya dengan ramah tadi.'' Ujar Rossa.


''Masa sih, ada apa dengan nya?.'' Tanya Calysta.


''Nggak tahu, belum dengar gosip.'' Jawabnya Rossa.


''Huh dasar tukang gosip.'' Celoteh Calysta.


''Hehe... mau gimana lagi, gosip itu kecepatannya melebihi pesawat terbang tahu.'' Ucap Rossa.

__ADS_1


Tiba-tiba Justin menghampiri Calysta dan Rossa yang sedang mengobrol itu.


''Pagi sayang,'' Justin menyapa Calysta.


Rossa yang mendengar itu melongo dan tidak mengerti, sedangkan Calysta hanya tersenyum canggung.


''Kamu sudah sarapan belum, kalau belum nanti aku beliin.'' Tanya Justin berusaha perhatian. wkwk


''Sudah.'' Jawab Calysta.


''Baiklah, aku kedepan dulu ya ada urusan sebentar.'' Ucap Justin sambil pergi meninggalkan mereka.


''Ciee... ada apa nih!'' Rossa menggoda Calysta, yang dia pikir Justin hanya bercanda dengan kata-katanya tadi.


''Aku akan ceritakan, tapi kamu jangan ketawa.'' Ucap Calysta.


''Serius amat, cerita apaan sih?.'' Rossa yang penasaran.


''Kamu ingat, kalau aku di jodohkan sama anak temannya Papi?.'' Kata Calysta.


''Iya aku tahu, terus kamu nggak mau kan di jodohkan sama orang itu.'' Jawab Rossa.


''Hmm... terus kamu tahu nggak siapa orang yang mau di jodohkan sama aku itu.'' Lanjut Calysta.


''Memang siapa? kamu waktu itu juga nggak tahu kan.'' Tanya Rossa lagi.


''Orang nya itu Justin.'' Jawab Calysta agak berbisik.


''What? kamu serius?.'' Rossa yang kaget sekaligus sambil menertawakan nya.


Calysta hanya mengangguk.


''HAHAA... masih nggak bisa percaya aku, terus sekarang gimana, kamu setuju di jodohkan sama Justin?'' Tanya Rossa masih menertawakannya.


''Hmm... mau bagaimana lagi, aku juga nggak ada alasan untuk menolak apalagi orang tua aku sangat merestui kami.'' Jawab Calysta.


''Iya lah, di luar sana tuh banyak yang mengantri mau menjadi Nyonya Justin, tapi satupun nggak ada yang di terima, tapi kamu satu-satunya yang beruntung tahu.'' Jelas Rossa.


''Huh... sudah kuduga kamu pasti bicara seperti itu.'' Ujar Calysta.


''Hihi... memang dari awal tuh kalian sudah berjodoh.'' Lagi-lagi tertawa.


Tanpa di sadari ternyata dari tadi Aldo Geng mendengarkan pembicaraan mereka berdua dan tiba-tiba Aldo Geng muncul di hadapan mereka,


''Tuh kan, pantas dari tadi Boss tingkah lakunya beda dari biasanya, ternyata eh ternyata...'' Febi yang langsung bicara sambil kegirangan senang.


''KALIAN.'' Rossa kaget dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.


''Hai, Rossa nanti aku juga mau melamar kamu ya.'' Celetuk Aldo menggoda Rossa sambil cengengesan.


''Iih... Ogah.'' Jawab Rossa judesnya.


''Tenang saja Rossa aku akan berguru kepada Bos, dan akan membuat kamu klepek-klepek seperti Calysta.'' Ucap Aldo percaya diri dengan omongan nya.


Calysta dan teman-temannya hanya tersenyum melihat tingkah laku Aldo.


Kini semua karyawan di kantor sudah tahu kalau Justin dan Calysta akan segera menikah. Bahkan hampir semua karyawan memanggil Calysta dengan sebutan 'Nyonya CEO'.

__ADS_1


Justin merasa sangat bahagia karena hubungannya dengan Calysta sudah di ketahui banyak orang.


__ADS_2