Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Foto prewedding


__ADS_3

''Ck, kali ini aku harus meminta kompensasi yang benar-benar sebanding dengan pekerjaan ku.'' Gerutu Febi.


''Yah kau benar!'' Ucap Aldo merasakan hal yang sama.


''Bisa-bisa nya mereka bersenang-senang di atas penderitaan kita. Farrel mengambil cutinya dan berbulan madu. Justin juga ikut-ikutan, apaan katanya mau foto prewedding dan semua pekerjaan kita yang kerjakan.'' Tidak henti-hentinya Febi mengomel karena kesal.


Putri menepuk-nepuk pundak nya,


''Tenang, itu artinya Bos kalian percaya dengan kinerja dan kemampuan kalian. Mungkin nanti kalian akan mendapatkan bonus.'' Hibur Putri.


''Piuhh, untung aku memiliki mu di sisiku jadi kekesalan ku dan rasa lelah ini terobati.'' Ujar Febi membelai rambut kekasih tersayang nya.


Raut wajah Aldo yang malang, lagi-lagi jomblo yang hanya menjadi obat nyamuk.


Dia pergi meninggalkan mereka dan segera melanjutkan pekerjaannya.


''Aku pergi menyelesaikan pekerjaan ku dulu ya, kamu baik-baik jaga kesehatan.'' Ujar Febi memperhatikan kekasihnya.


''Iya iya, kamu juga jaga kesehatan.'' Ucapnya tersenyum.


Mereka berdua berpisah dan saling melambaikan tangan.


Di sisi lain, Justin dan Calysta sedang melaksanakan foto prewedding dengan bermacam tema.


Calysta dengan gaunnya yang sangat indah juga riasan wajah yang begitu sempurna membuat dirinya semakin memukau, di padukan dengan Justin yang memakai jas yang serasi dengan gaun yang di kenakan Calysta.


Mereka menuruti gaya foto yang berbeda-beda yang di arahkan oleh seorang fotografer.


Gaya yang begitu mesra dengan pelukan hangat dari Justin, juga tatapan matanya yang lembut kepada Calysta. Membuat jantung kedua insan itu berdegup kencang.


Dunia memang serasa milik berdua.


Dua pasangan kekasih yang sangat serasi dan terlihat sangat sempurna sehingga tidak sulit untuk melakukan gaya berfoto mereka.


''Kalian benar-benar pasangan dari surga, pangeran tampan dan putri yang sangat cantik.'' Ujar seorang fotografer itu.


''Terimakasih sudah bekerja keras.'' Ucap Justin.


''Yo, ini memang tugas ku, bukan masalah.'' Jawabnya santai.


Dan foto prewedding nya berjalan dengan lancar dan hasil yang sangat bagus dan memuaskan.


''Piuhh, akhirnya selesai juga.'' Calysta menghela nafas lega.


''Kamu pasti lelah! Ayo kita makan dulu setelah itu kita pulang.'' Ujarnya dengan membelai rambut Calysta.


Kemudian mereka makan di sebuah restoran yang berada di dekat sana.


Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Justin benar-benar membuat Calysta seperti seorang putri yang di layani dengan baik.


Memastikan bahwa Calysta makan dengan benar dan makan-makanan yang sehat dan bergizi.


Selesai makan, Justin kemudian mengantarkan Calysta untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


Tin.. tin..


Suara klakson mobil Justin tiba di depan gerbang rumah Calysta. Kemudian Satpam membukakan gerbang nya.


''Non, tadi tuan dan nyonya titip pesan, katanya ada temannya yang tiba-tiba kecelakaan jadi mereka bergegas untuk melihatnya. Jadi non Calysta malam ini harus menginap di rumah tuan Justin karena-.'' Ucap pak Satpam namun belum sampai selesai berbicara Calysta memotong nya.


''APA? memangnya kenapa harus menginap.'' Calysta kaget dengan apa yang di katakan oleh pak satpam.


''Karena kalau non Calysta tidur sendirian di rumah, Nyonya khawatir. Juga kalau membiarkan tuan Justin menginap disini untuk menemani, itu tidak baik.'' Pak satpam melanjutkan pesan dari Mami dan Papinya Calysta.


''Sudah kamu ikut ke rumah aku saja, masih ada kamar kosong. juga Mami pasti senang ada teman mengobrol.'' Ujar Justin yang sebenarnya dalam hatinya senang.


''Hmm. Baiklah.'' Calysta setuju meskipun canggung.


''Aku juga khawatir kalau kamu sendirian di rumah.'' Jelas Justin.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke rumah Justin. Dan telah sampai hanya beberapa menit


Begitu Justin menyalakan klakson mobilnya di depan gerbang rumahnya. Sesegera mungkin satpam membukakan gerbang.


Juga banyak penjaga ( bodyguard ) di depan pintu rumahnya. Melihat tuannya datang, mereka setengah membungkuk memberi salam.


Di perlakukan seperti itu Calysta tidak terbiasa dan sedikit terkejut.


Dibukakan nya pintu oleh salah satu penjaga, dan ketika melangkah masuk kedalam rumah, Calysta di buatnya terkejut lagi dengan banyak pelayan yang berbaris dan memberi hormat.


''Selamat datang tuan, nyonya.''


Begitulah ucapan salam mereka sambil setengah membungkuk.


''Kamu bilang apa?.'' Tanya Justin.


''Mmm, itu perasaan waktu pertama kali aku kesini tidak banyak penjaga dan para pelayan?.'' Calysta mencoba bertanya.


''Ah! sebenarnya waktu itu, Mami bilang dia tidak ingin membuat mu terkejut jadi khusus di hari itu semua pekerja di liburkan.'' Justin menjelaskan nya.


''Oh astaga! kali ini aku benar-benar terkejut di buatnya.'' Ujarnya.


''Sudah, nanti juga akan terbiasa.'' Ucap Justin.


Tiba-tiba terdengar suara orang berlari di dalam rumah.


''Ahh! ya ampun, Mami kira ada apa ribut-ribut di bawah, ternyata Angel sayang datang berkunjung.'' Wajah yang sumringah karena merasa senang.


''Selamat malam Mi, maaf kita mengganggu Mami istirahat.'' Ucap Calysta.


''Tidak apa-apa, Mami juga sebenarnya tidak bisa tidur.'' Mami menggandeng tangan Calysta.


''Mi sebenarnya Calysta akan menginap di sini.'' Justin mengatakan nya.


''APA? kamu serius! kyaaaaa... Mami senang banget Calysta akan menginap.'' Ucapnya kegirangan.


''Sudah kuduga.'' Gumam Justin.

__ADS_1


''Ayo ayo, Mami antar ke kamar tamu. Kamu sudah mandi?.'' Tanya Maminya.


Calysta menggelengkan kepalanya.


''Jangan-jangan kamu juga tidak membawa baju ganti? Ahh tidak apa-apa Mami punya banyak baju baru yang bermodel.'' Benar-benar merasa senang Calysta menginap di rumahnya.


''Iya, tadi aku lupa untuk mengambil pakaian terlebih dahulu. Maaf sudah merepotkan Mami.'' Ujar Calysta.


''Jangan sungkan begitu, sebentar lagi kamu juga akan tinggal di sini. Sekarang ayo cepat pergi sana mandi.'' Tegas Mami Justin.


Calysta mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar tamu.


''Calysta, Mami simpan bajunya di atas kasur ya!'' Teriak Mami Justin sambil meletakkan pakaian di atas kasur.


''Iya.'' Suara samar dari dalam kamar mandi.


Selesai mandi Calysta hendak memakai baju yang di berikan oleh Maminya Justin.


Towew...


Baju tidur yang tipis dan menerawang satu set dengan bra dan ****** ********. Bajunya masih baru dan bersegel.


''Haishh.. pakaian apa ini! nggak gak boleh memakai nya.'' Gumam Calysta menggelengkan kepalanya.


Calysta memfoto baju yang di berikan oleh Maminya dan di kirimkan kepada Justin melalui chat Whats*App nya.


''Aku tidak mungkin memakai ini, pinjamkan aku switer.'' Kata dalam chat.


Justin melihat pesannya, dan bergegas mengantarkan switer miliknya ke kamar Calysta.


''Lagi-lagi aku melihat Calysta hanya dengan sebuah handuk saja.'' Gumamnya dalam hati Justin setelah masuk kedalam kamar Calysta.


''Ini switer nya.'' Memberikan.


''Makasih, setidaknya ini tidak akan menerawang.'' Ujar Calysta.


''Baiklah, kamu ganti baju dulu. Aku tunggu di meja makan.'' Ucap Justin sambil keluar dari kamarnya.


''Jangan terlalu lama melihatnya seperti itu, kalau tidak aku takut aku tidak sadarkan diri,'' Gumamnya Justin dengan wajah memerah entah apa yang di bayangkan nya.


Tidak lama kemudian, Calysta telah selesai berganti pakaian dan pergi menghampiri Justin dan Maminya di meja makan.


Meski switer itu tebal dan tidak menerawang, namun switer itu pendek hanya menutupi di atas lututnya saja.


Justin melihatnya, terpukau dan bengong di buatnya.


''Ehem.. Calysta kenapa tidak memakai baju yang di berikan Mami?'' Tanya Maminya.


''Calysta agak tidak enak badan Mi, jadi dia tidak bisa memakai baju yang terlalu tipis.'' Justin membantu menjawab pertanyaan Maminya.


''Astaga, kamu sakit Calysta. Kalau seperti itu kamu harus istirahat dan minum obat.'' Ucapnya panik.


''Tapi sebelum itu kamu harus makan dulu.'' Lanjutnya memberi perhatian.

__ADS_1


''Aku sudah makan tadi sama Justin.'' Jelas Calysta.


''Kalau begitu istirahat lah, meskipun Mami tadinya ingin berbincang dengan Calysta, tapi kesehatan lebih penting. Justin antar Calysta ke kamarnya.'' Ujar Maminya.


__ADS_2