Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Bab 2 (Season 2)


__ADS_3

Pagi itu Daffa mulai pergi ke perusahaannya bersama dengan Alex.


Banyak karyawan yang membicarakan nya,


terutama karyawan perempuan.


"Eh katanya mulai hari ini yang menjadi direktur kita di ganti sama putra sulungnya pak direktur, yang baru pulang dari luar negeri." Ujar N ( karyawati).


"Dengar-dengar katanya wajahnya juga tampan mirip Papi nya." Ujar P (Karyawan).


"Iya katanya begitu, jadi penasaran?."


Ujar R (karyawati).


Semuanya saling berbisik dan membicarakan akan kedatangan Daffa sebagai direktur baru pengganti Papi nya.


Kala itu Daffa dan Alex beriringan memasuki lobi dan menuju ruangannya, tetapi sebelum itu mereka ke ruangan karyawannya terlebih dahulu untuk menyapa dan memperkenalkan diri.


Keduanya memakai Jas bermerk yang mungkin hanya orang tertentu yang sanggup membelinya, di kenakan begitu rapi dan terlihat sangat menawan.


Wajah tampan rupawan sangat terpancar dari kedua laki-laki itu.


Salah satu Manager telah menunjukkan arah dan mengantar Daffa ke ruang dimana karyawan bekerja.


"Perhatian semuanya." Ucap Manager itu kepada seluruh karyawan.


Para karyawan yang sedang bekerja pun berhenti sejenak dan beralih padanya.


"Ini adalah CEO baru kita namanya Daffa, direktur baru di perusahaan ini, beliau putra pertama direktur terdahulu." Manager memperkenalkan kepada seluruh pegawai.


"Dan ini asistennya, Tuan Alex, kalian bisa berdiskusi dengannya kalau Pak Direktur tidak ada di tempat.'' Ujar Manager itu memperkenalkan nya.


Semua mata seperti tersihir oleh kedua lelaki tampan itu, termasuk juga karyawan laki-laki yang terpesona dengan bentuk tubuh mereka yang gagah juga wajah yang rupawan.


"Sempurna.'' Gumam N, sambil matanya tidak berkedip.


"Aku akan lebih giat lagi untuk bekerja, dan tidak akan terlambat lagi.'' Ujar P.


"Hello semuanya, tetaplah semangat dan berusahalah lebih baik lagi.'' Ucapan salam yang di utarakan Daffa.


"Kerjasama Team lebih baik lagi.'' Sambung salam dari Alex.


"Kyyaaaa...." Karyawan perempuan berteriak histeris mendengar suara mereka.


"Selamat bekerja.'' Ucap Daffa dan melambaikan tangannya untuk berpamitan,


di ikuti Alex di belakangnya.


Masuk keruangan pribadi Direktur dan Asisten pribadinya.


"Piuhh..." Daffa menghela nafas dan melonggarkan dasinya, bersiap untuk memulai pekerjaannya.


"Kenapa wajah mu itu, tiba-tiba seperti hilang semangat?.'' Tanya Daffa kepada Alex.


"Semuanya standar, belum ada yang menarik, dan tidak ada yang bisa membuatku semangat untuk pergi ke kantor.'' Jawabnya mengeluh.


"Apa? aku kira ada apa, haha...." Daffa tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Jangan tertawa, pokoknya nanti aku akan membuka lowongan pekerjaan khusus untuk wanita dan aku sendiri yang akan interview mereka.'' Tegas Alex.


"Ya baiklah, terserah kamu saja.''


Seorang sekertaris wanita mengetuk pintu untuk memberikan laporan.


"Permisi Pak saya sekertaris disini, Ini jadwal anda hari ini.'' Kata Sekertaris itu sambil memberikan berkas.


"Hm, baik terimakasih.'' Jawab Daffa dingin.


Sekertaris itu merasa canggung dan kemudian keluar dari ruangan.


"Wow lihat ini, kita ada 3 pertemuan di luar Kantor hari ini.'' Kata Daffa kepada Alex sambil memberikan laporan yang diterimanya tadi.


"Bagus, ayo kita berangkat sekarang.'' Alex bersemangat.


"Apa aku bilang, kamu langsung


bersemangat kan!.''


Daffa beranjak dari tempat duduknya dan bersiap.


"Ya, lumayan kan sambil cuci mata diluar sana.'' Ungkapnya.


"Ayo."


Mereka langsung pergi setelah melihat jadwalnya. Menuju sebuah Cafe, karena belum sampai waktu yang di jadwalkan, mereka menunggu beberapa saat di sana sambil menikmati secangkir kopi.


"Menurut ku yang itu lumayan.'' Ujar Daffa sambil melihat ke arah samping mereka ada seorang wanita.


"Tidak tertarik." Langsung jawab tanpa menoleh.


"Iya, aku tahu, aku sudah melihatnya tadi.'' Ujar Alex terkekeh.


"Ck, selama bersama mu ternyata aku baru tahu kalau kamu bisa melihat tanpa menoleh dan menunjukkan sikap yang seperti tidak ada sesuatu, luar biasa.'' Celoteh Daffa.


"Ya itulah keahlian ku, jangan sampai mereka menebak apa yang sedang aku lihat dan apa yang sedang aku pikirkan.'' Ujar Alex dengan bangga.


Daffa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat sifat sahabatnya itu.


Tidak lama partner kerjasama mereka telah datang. Tidak banyak bertele-tele mereka langsung kepada intinya, dan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.


Sehingga tidak ada pihak yang merasa di rugikan, kontrak telah di tandatangani dan kerjasama pun terjalin dengan perusahaan itu.


"Haaahh... tak ku sangka akan begitu sangat mudah dan lancar.'' Kata Alex sambil meregangkan badannya.


"Benar, kita jadi bisa menghemat waktu, ayo kembali ke Kantor.'' Ajak Daffa dan hendak berdiri dari duduknya.


"Apa? bukan kah kita masih ada pertemuan di luar? mendingan kita lanjutkan ke tempat berikutnya.'' Ujar Alex.


"Iya, tapi itu masih ada satu setengah jam lagi.'' Kata Daffa.


"Maka dari itu kita gunakan untuk sedikit istirahat sambil cuci mata, untuk proposal dan semuanya yang berkaitan itu sudah ada dalam kepalaku, kau jangan khawatir.'' Ujarnya bangga.


"Iya aku tahu, kalau tidak, tidak ada gunanya aku membawamu pulang.'' Celetuk Daffa.


"tsk.''

__ADS_1


Mereka akhirnya pergi lagi untuk melanjutkan pertemuan ke duanya. Kali ini pertemuan mereka di sebuah bar.


"Memang suasana yang berbeda.'' Gumam Alex.


"Hei, dari tadi kau memainkan ponsel terus ada apa?.'' Lanjut Alex bertanya.


"Aku sedang mempercepat pertemuannya.'' Jawab Daffa.


"Ahh kenapa buru-buru seperti itu?.'' Tanya Alex lemas.


"Aku tidak suka tempat seperti ini dan ingin segera menyelesaikan nya lalu pergi dari sini.'' Jawabnya.


"Haish... padahal disini banyak wanita-wanita cantik, kau juga bisa menenangkan pikiran dengan minum-minum sedikit.''


"Yaa... meski aku tahu kamu tidak suka minuman beralkohol." Ujar Alex kepada Daffa.


"Maka dari itu diam lah, dan kita segera selesaikan urusannya.'' Tegas Daffa.


"Hmm... kadang aku berpikir apakah kamu benar-benar pria sejati? belum pernah melihat mu tertarik dengan perempuan, apalagi mempunyai pacar.'' Tanya Alex heran.


Takk!


Daffa menjitak kepalanya Alex.


"Kalau ngomong tuh jangan sembarang."


"Lalu bagaimana, apakah kamu punya pacar?." Alex menantangnya.


"Lihat saja nanti.'' Daffa tersenyum.


Karena klien nya belum juga datang, akhirnya Alex menunggu sambil minum-minum, tetapi tidak dengan Daffa dia hanya memesan jus buah biasa.


"Akhirnya aku menemukannya,'' Gumam Alex dan matanya hanya tertuju pada satu arah.


Saat Alex bangkit dari duduknya dan hendak pergi untuk menghampiri seorang gadis yang ia lihat itu.


Namun tiba-tiba ada seorang lelaki paruh baya yang menghampirinya dan menyapa mereka,


"Maaf lama menunggu.'' Ujarnya.


Ternyata itu adalah klien yang akan mereka temui.


Saat itu juga Daffa menarik tangan Alex agar tidak jadi pergi.


Lagi-lagi itu adalah pekerjaan yang mudah bagi Alex dan Daffa untuk bekerja sama dan segera menyelesaikan pekerjaannya. Tidak menunggu lama untuk mencapai kesepakatan dengan Klien.


"Tadi kau hendak pergi kemana?.'' Tanya Daffa.


"Ah hampir saja lupa." Alex menepuk jidatnya sendiri.


Kemudian Alex pergi "kemana perginya gadis tadi?," Alex celingukan, dan sempat mengelilingi bar itu karena tidak juga menemukan nya.


"Argh sialan, kehilangan jejak.'' Gerutu Alex.


"Ada apa, sepertinya kali ini ada yang menarik perhatianmu?." Tanya Daffa yang melihatnya bertingkah seperti itu.


"Ya, tapi aku kehilangan jejaknya.'' Mengeluh.

__ADS_1


"Benarkah? aku jadi penasaran seperti apa orangnya, yang mampu menarik perhatianmu." Ucap Daffa.


"Pilihan ku tidak akan salah.'' Alex dengan yakin penuh percaya diri dan meyakinkan dirinya sendiri.


__ADS_2