Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
part 52


__ADS_3

Daffa bangkit dari duduknya dan beranjak pergi dari sana.


Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, mencengkram erat stir mobil yang tidak bersalah itu. Raut wajahnya yang terlihat sangat suram dan mengetatkan rahangnya karena amarah. "Sahabat ya..." Gumam Daffa dengan senyum pahit.


*


Alex yang juga takut terkena amukan seorang Daffa.


Setelah berpamitan, ia mengikuti Daffa untuk segera pulang. Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar tidak tertinggal terlalu jauh dari Daffa


Sampai di rumah megah keluarga Justin. Daffa tengah duduk di sofa seolah sengaja menunggu kepulangan seseorang.


Benar saja apa yang di takutkan oleh Alex. Hawa dingin terasa mencekam ketika melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, tidak salah lagi sorot mata itu yang membuat bulu kuduk berdiri. Sorot mata Daffa sangat menusuk, Alex bergidik ngeri saat melihatnya.


Alex berjalan mengendap-endap, berharap tidak akan mengusik macan itu. Tapi harapannya itu percuma saja, saat sang macan membuka mulutnya lebih dulu bertanya.


"Kenapa kau tidak memberi tahuku?" Daffa langsung to the point dengan suaranya yang berat dan penuh penekanan. "Kenapa kau tidak memberi tahuku kalau akan pergi berkumpul bersama Arumi?" Daffa mengulang kembali pertanyaannya, karena masih melihat Alex yang berdiri kaku dan tidak menjawab pertanyaannya.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Daffa, Alex mengambil nafasnya dalam-dalam dan di hembuskan nya perlahan.


"Pertama itu bukan salah ku, karena dari awal aku sudah mengajakmu untuk pergi bersama. Kedua, aku juga tidak tau kalau di sana bakalan ada Arumi,"


Daffa sudah membuka mulutnya untuk menyanggah perkataan Alex. Tetapi tidak bisa, karena Alex terus berbicara tiada henti.


"Yang aku tahu. Aku hanya di ajak oleh Sarah untuk pergi ke party kecil-kecilan bersama dengan teman-temannya." Selesai Alex berdalih dengan panjang lebar.


Sepertinya Daffa bisa menerima alasan yang di ucapkan Alex.


"Lalu, apa ketika kau pulang pestanya sudah bubar?" Tanya Daffa datar.


"Sudah." Jawab Alex singkat.


"Arumi, apakah menginap di hotel itu?" Selidik Daffa.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, karena yang memesan kamar adalah Robi. Kalaupun ada wanita yang menginap di sana, paling kedua orang wanita bodoh itu." Tukas Alex.


"Aku lihat Arumi juga sudah beranjak pulang bersama dengan Reza." Lanjut Alex memberi info.


"Apa? Apa maksudmu Arumi di antar pulang oleh Reza? hanya berdua saja?" Daffa terkejut mengetahui itu, banyak deretan pertanyaan yang dilontarkan olehnya.


Alex menjawab dengan anggukan.


"Stupid. kenapa kau biarkan mereka berduaan?" Geram Daffa memaki Alex.


"You stupid. kalau kau peduli padanya kenapa pergi begitu saja membuka celah untuk orang lain masuk ke kehidupan Arumi." Sanggah Alex sembari pergi ke kamarnya.


Harusnya Daffa pun begitu, pergi ke kamarnya dan lalu beristirahat. Tetapi itu tidak mungkin karena pikirannya sangat kacau, mana bisa tidur dengan nyenyak.


*


Hari berikutnya seperti biasa mereka melakukan aktivitas dan bekerja. Tampak wajah Daffa yang lebih baik hari ini, tidak seperti semalam.


Alex tengah berada di ruang kerja yang sama dengan Bos nya. Sungguh merasa lega saat melihat suasana hati Bos nya yang tidak marah-marah lagi.


Hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi, Alex tidak berani bertanya. Kini Daffa berulang kali melihat jam di pergelangan tangannya. "Semoga saja ini tidak ada hubungannya denganku." Harap Alex dalam hati. Ia juga tidak bisa menebak dan menduga-duga, hanya bisa menunggu dan melihat ada apa di balik tingkah Daffa saat ini.


Daffa melihat jam di pergelangan tangannya yang ke sekian kali, "Sebentar lagi." Gumam Daffa dengan seringai di bibirnya.


Mendengar itu, dengan harap-harap cemas Alex menunggu apa yang akan terjadi.


tok.. tok.. terdengar suara yang mengetuk pintu ruangannya. "Masuk." Sahut Daffa dari dalam.


Tentu saja Alex tengah berdebar menantikan apa yang akan terjadi.


Seorang wanita berjalan masuk kedalam ruang kerja Daffa, rok span dengan panjang selutut, kemeja berwarna merah muda yang ngepas di badan langsing itu, rambutnya yang berwarna brown terurai sedikit bergelombang. Wajahnya? tentu saja sangat cantik.


"Arumi?" gumam Alex saat melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Kala itu, seketika raut wajah Daffa berubah menjadi datar dan serius. "Ck. kemana perginya seringai jahat itu? dasar rubah." gerutu Alex dalam hati. Kini ia tahu apa di balik seringai Daffa.


"Kau datang tepat waktu." Ujar Daffa datar.


"Tentu saja, aku adalah orang yang paling gesit dalam bekerja." Arumi membanggakan dirinya sendiri. "Tapi kau tau, aku sangat kerepotan untuk pergi kesini, karena jaraknya yang sangat jauh dari apartemenku." Gerutu Arumi dengan bibirnya yang mengerucut.


Apa yang membuat Arumi harus pergi ke perusahaan milik Daffa?


flashback on


Malam itu Daffa yang tidak bisa tertidur karena memikirkan Arumi. Ia berpikir keras agar bisa sering bertemu dengannya.


Kemudian ia mendapatkan ide itu. Daffa tahu kalau Arumi sedang merintis usahanya sendiri di bidang cosmetics. Meskipun orang tuanya memiliki banyak saham di perusahaan Justin, tetapi ia tidak mau bekerja di perusahaan Papi nya.


Usaha yang sedang di kembangkan nya, saat ini sedang membutuhkan investor. Tentu saja sebenarnya banyak investor yang berminat untuk bergabung dengan perusahaan Beauty Cosmetic, karena perusahaan itu berkembang dengan pesat. Di lihat dari seberapa lama perusahaannya yang baru di kelola oleh Arumi, itu sudah sangat bagus.


Tetapi bagaimana kali ini Daffa memanipulasi nya? Tentu saja ia bisa melakukan apa saja yang di inginkan nya.


Daffa memblokir semua perusahaan yang ingin bergabung dengan Beauty Cosmetic. Bahkan investor yang hanya tinggal satu langkah lagi untuk mencapai kesepakatan, ia menggagalkan dan mengancamnya untuk membatalkan niat mereka.


Bagaimana bisa mereka semua tunduk kepada Daffa, tentu saja karena perusahaan-perusahaan itu bergantung kepada perusahaan Justin.


Tidak lupa dengan syarat agar Arumi tidak mengetahui tentang hal itu.


Arumi kelabakan, karena hanya dalam waktu satu malam, semua investor yang sudah membuat janji pun membatalkan nya. Sedangkan waktu peluncuran produk terbaru nya sebentar lagi akan segera tiba.


Arumi tidak tinggal diam untuk mencari investor, meski keadaan sudah malam ia terpaksa menghubungi beberapa perusahaan untuk di mintanya bekerjasama. Namun hasilnya nihil.


Tadinya Arumi berpikir hanya tinggal perusahaan papi Farrel yang tersisa, ia enggan untuk meminta bantuan orang tuanya. Untung nya Arumi teringat memiliki seorang sahabat yang berstatus CEO.


Di situlah, awal mula Arumi pergi ke perusahaan Daffa untuk meminta kerjasama.


flashback off

__ADS_1


"Kau kerepotan untuk datang kesini?" Ujar Daffa mengulangi ucapan Arumi. "Ya aku kerepotan." Tegas Arumi.


"Tapi kau tetap datang kesini!" tukas Daffa datar. "Karena aku butuh," Jawab Arumi terus terang dengan suara lantangnya.


__ADS_2