Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
part 61


__ADS_3

"Cyara tenang ya, aunty akan bantu Cyara. Sekarang kita pergi ke sumber informasi saja ya! Pasti Daddy juga sedang panik mencari Cyara." Arumi membelai rambut Cyara dengan lembut.


"Baik aunty," Cyara mengangguk "Tapi Cyara ingin ice crime."


"Ice crime? Baiklah ayo kita beli ice crime dulu." Arumi menuruti keinginan Cyara, mereka pergi untuk membeli ice crime dengan 3 rasa.


Sementara itu di sisi lain, Daffa yang sudah bingung dan kelelahan karena tidak juga menemukan adiknya, ia putuskan untuk pergi ke sumber informasi. Tidak lama Daffa telah sampai di sumber informasi "Cyara!," terlihat Cyara tengah berdiri di depannya sedang asyik memakan ice crime sampai pipinya yang gemoy itu belepotan.


Hampir saja Arumi hendak menginfokan kehilangannya Cyara, beruntung Daddy Cyara sudah menemukan mereka lebih dulu.


"Daddy..."


Cyara berlari merentangkan kedua tangannya memeluk Daddy Daffa. Tentu saja Daffa juga memeluknya. "Cyara baik-baik saja?" khawatir Daffa.


"Cyara baik-baik saja Daddy!" Cyara mengangguk dan tersenyum dengan imutnya.


"Lain kali jangan jauh-jauh dari kakak ya, mengerti?"


"Em..." Cyara mengangguk. "Daddy, aunty cantik itu yang menolongku," Cyara menunjuk ke arah Arumi.


Saat bertatapan langsung, keduanya hanya bengong tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Aunty," Cyara menepuk pundak Arumi.


"Iya sayang?"


"Aunty terpesona dengan Daddy?"


"Hah! Apa? tidak Cyara, hanya saja aunty kenal dengan Daddy." Jelas Arumi yang terlihat bingung "Astaga, iya benar Cyara. Cyara kan nama adiknya Daffa anak dari uncle Justin." Gumam Arumi namun dalam hatinya, setelah ia mengingat sesuatu "Tapi, kenapa dia memanggilnya Daddy?"


"Aunty sudah kenal?"


"Ya Cyara, tetapi bukankah dia kakakmu, mengapa Cyara memanggilnya Daddy?"


Daffa hanya diam melihat interaksi kedua gadis itu, dengan wajah datar tanpa ekspresi. Setelah tadi sempat merasa panik karena kehilangan Cyara, tetapi kini Daffa kembali berubah ke ekspresi seperti biasanya.


"Cyara sengaja memanggil kak Daffa dengan sebutan Daddy, agar para aunty yang seperti debus itu tidak mengganggunya." Jelas Cyara dengan ekspresi yang selalu menggemaskan.


"Aunty debus?" Arumi melihat kearah Daffa dan lalu melihat Cyara kembali.

__ADS_1


"Maksudnya para wanita yang bermake-up tebal dengan lipstik merah merekah." Daffa membantu menjelaskan nya.


"Astaga Cyara," Arumi tertawa "Kamu mengatai mereka dengan sebutan aunty debus." Sungguh membuat Arumi tidak bisa menahan tawanya.


"Sekarang kita pulang ya," Daffa memegang tangan Cyara.


"No... kakak sudah janji akan membawaku ke taman hiburan." Sanggah Cyara sembari menggelengkan kepala.


Daffa menghela nafasnya panjang "Baiklah," ia hendak berjalan dengan menarik tangan Cyara, tetapi langkahnya terhenti ketika Cyara menarik tangannya kembali. "Ada apa?"


"Aunty ikut Cyara ya..." Rengeknya kepada Arumi.


"Cyara, aunty sedang ada urusan. Cyara jangan mengganggunya." Bujuk Daffa sembari berjongkok untuk menyeimbangkan tinggi mereka, meski tetap saja lebih tinggi kakaknya.


Cyara mengerucutkan bibirnya dengan tatapan puppy eyes.


"Baiklah, aunty ikut Cyara ya..." akhirnya Arumi mengalah, karena sudah lama juga ia tidak bertemu dengan Cyara. Mungkin terakhir kali melihatnya sejak Cyara baru bisa berjalan, makanya Arumi tidak mengenali wajah Cyara yang sudah berumur 5 tahun ini.


"Asyik..." Cyara melompat dengan gembira. "Kakak gendong, tadi Cyara sangat kelelahan saat mencari kakak," rengeknya dengan manja dan tangan yang merentang keatas.


Daffa tersenyum dan lalu menggendongnya dengan sebelah tangan, karena yang sebelahnya lagi ia selalu menenteng belanjaan yang di beli adiknya itu.


Mereka berjalan berdampingan, dengan Cyara yang di gendong dengan tangan kanannya, Arumi yang berada di samping kirinya.


"Nama aunty Arumi." Daffa yang menjawab dengan datar.


"Aunty sangat cantik. Apa aunty mau menjadi pacar kak Daffa!"


Arumi terkejut dengan pertanyaan itu, begitu juga dengan Daffa yang sama terkejutnya hingga ia menghentikan langkahnya "Cyara jangan bercanda seperti itu," ujar Daffa.


"Kenapa?"


"Nanti kamu bisa membuat aunty tidak nyaman." Daffa melanjutkan langkahnya.


"Apa aunty tidak suka dengan kakak?" tetap saja Cyara mencoba bertanya kepada Arumi.


Arumi hanya menatapnya bingung.


"Kenapa? padahal selama ini para aunty lah yang selalu mengejar kak Daffa. Apa kak Daffa jelek dimana aunty Arumi?" Deretan pertanyaan keluar dari mulut Cyara, dengan nada bicara yang sedikit kecewa.

__ADS_1


"Cyara udah ya... sekarang kita masuk kedalam mobil," dengan lembut Daffa berbicara sembari membuka pintu mobilnya dengan susah payah, karena Cyara yang masih berada didalam gendongannya. Tentu saja Arumi tidak diam saja melihat Daffa yang kesusahan, ia membantu membuka pintu mobilnya.


"Cyara duduk di belakang, biar aunty yang duduk di depan." Sanggah Cyara sembari pindah ke kursi belakang.


Daffa sempat bimbang dan merasa tidak enak, ia hendak berbicara namun tidak jadi karena Arumi mendahuluinya.


"Baiklah," Arumi tersenyum sembari duduk di kursinya.


Daffa mengendarai mobil dengan kecepatan standar, berjaga-jaga agar kedua gadisnya tetap merasa nyaman dan aman.


"Aunty.. kenapa aunty tidak menyukai kak Daffa? Padahal Cyara sangat menyukai aunty." Cyara masih penasaran dengan alasan Arumi.


"Em..." Arumi menoleh kearah Daffa yang sedang fokus menyetir. Sebenarnya Daffa tidak sefokus itu, ia hanya berpura-pura untuk tidak ikut campur dalam obrolan mereka. "Aunty suka kok sama kak Daffa."


Mendengar jawaban dari Arumi, membuat Daffa sedikit salah fokus tetapi ia tetap mencoba menyembunyikan nya.


"Benarkah? kalau begitu aunty mau menjadi pacar kak Daffa!"


"Ah.. maksud aunty bukan suka yang seperti itu, tapi... tapi..." Arumi bingung untuk menjelaskannya.


"Cyara sudah ya, itu adalah urusan orang dewasa. Cyara gak boleh mencampuri urusan orang lain," Daffa mencoba melerainya.


Cyara menunduk dengan perasaan kecewa, tidak sengaja terlihat tas belanjaan yang ia beli tadi. Seolah terlintas sesuatu di pikirannya, tiba-tiba raut wajahnya seketika berubah menjadi tak terbaca.


"Padahal..." Cyara bersuara lagi "Tadi kak Daffa sudah membelikan sesuatu untuk aunty."


Daffa menoleh ke belakang, entah apa yang di pikirkan adiknya itu. Ia merasa sedikit tertekan oleh kelakuannya.


"Memangnya apa yang di beli kak Daffa untuk aunty?" Arumi yang juga menoleh ke belakang.


Cyara meraih tas belanjaan nya, lalu mengambil sebuah kotak yang berukuran sedang "Ini..." Cyara memberikan kotak itu.


Arumi membukanya, yang ternyata di dalamnya adalah sepasang boneka pria dan wanita yang saling bergandengan tangan. Boneka yang bagus dan juga sangat lucu, tidak mungkin orang tidak menyukainya.


"Kakak bilang, ia ingin memberikan nya kepada aunty yang sangat cantik. Dan Cyara tau kalau itu untuk aunty." Jelas Cyara sebelum Arumi bertanya.


Arumi kini menoleh kearah Daffa "Benarkah?" selidiknya tanpa berpaling dari tatapannya.


"Ah? i-iya benar," tidak mungkin Daffa menyangkalnya dan harus menggagalkan usaha adik kesayangannya "Agak kekanakan ya, maaf kalau tidak suka."

__ADS_1


"Aku suka kok, Makasih!" ucap Arumi dengan senyum di bibirnya.


"Yes," pekik Cyara pelan dengan tangan yang mengepal.


__ADS_2