Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Perjodohan 2


__ADS_3

''Nanti malam kamu harus bersiap-siap, aku akan kenalin kamu sama orang tua aku. karena rencananya malam ini aku akan di pertemukan dengan cowok itu.'' Jelas Calysta.


''Okay.'' Justin setuju.


Di tengah kesepakatan itu tiba-tiba ponsel Justin berdering, Justin mengambil ponselnya dan ternyata itu telepon dari Farrel.


''Hallo,''


''Hallo Pak, ada yang mau saya sampaikan.''


''Hmm, langsung saja katakan.'' Tegas Justin.


''Kepulangan Tuan dan Nyonya besar malam ini katanya akan langsung mengajak anda bertemu dengan wanita yang akan di jodohkan dengan anda, dalam acara makan malam'' Jelas Farrel.


''Apa?.'' Justin kaget mendengar kabar dari Farrel.


''Iya, dan sekarang saya sedang menunggu Nyonya berbelanja untuk persiapan nanti malam, sedangkan Tuan sudah pulang duluan untuk beristirahat.'' Farrel yang berada di posisi yang serba salah.


''Hmm, baiklah aku akan mengurusnya sendiri.'' Menjawab dengan nada yang lesu.


Justin langsung menutup ponselnya.


Dengan wajah yang terlihat bingung dan agak kesal karena kelakuan kedua orang tuanya itu, akhirnya Justin memberi tahu Calysta dengan nada suara yang rendah seperti orang yang kebingungan.


''Ada apa?.'' Tanya Calysta.


''Orang tuaku katanya akan memperkenalkan aku dengan wanita itu malam ini juga.'' Ungkap Justin.


''Ah, ko bisa kebetulan sekali sih?'' Jawab Calysta yang ikut kebingungan.


''Jadi bagaimana?'' Justin bertanya.


''Atau harus cari orang lain lagi sebagai pacar pura-pura?'' Ucap Calysta sedikit berpikir.


''Nggak, gak bisa...,


Aku gak bisa dekat-dekat dengan wanita lain aku alergi.'' Justin yang keberatan dengan usul Calysta.


Sejenak Calysta berpikir karena memang Iya yang dia tahu Justin memang sangat gila kebersihan, termasuk dekat-dekat dengan wanita.


Namun Calysta juga merasa aneh mengapa dengan dirinya Justin tidak berefek apapun dan juga tidak menolak untuk berdekatan dengan dirinya.


''Haishh... lalu bagaimana? Apakah kamu bisa mengulurkan waktunya? lagi pula orang tuamu baru saja kembali dari luar negeri jadi apakah tidak sebaiknya beristirahat saja dulu.'' Jelas Calysta.


''Ah, itu benar, aku akan membujuk orang tuaku untuk mengulur waktunya dengan alasan itu.'' Justin yang menemukan titik terang.


''Baik, berusahalah, nanti hubungi aku kalau sudah mendapatkan jawabannya.''


"Ok."


Tetapi seketika Justin terbengong mendengar perkataan Calysta, Karena dia memang tidak mempunyai nomor sekertaris nya sendiri.


Justin terlalu gengsi untuk menanyakannya jadi dia berpikir dia hanya akan mencari nomor ponselnya di data diri Calysta.


''Oh, baiklah.'' Ucap Justin lagi.


Lalu Justin bergegas pulang dan meninggalkan pekerjaannya untuk cepat-cepat menemui orang tuanya.


Tidak lupa dia juga menghubungi Farrel untuk secepatnya membawa Mami nya pulang.


Akhirnya mobil mewah berwarna biru itupun melaju dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Sampai di rumah besar, Mami dan Papi nya sudah berada di dalam menunggu kedatangan Justin.


Tentu saja penampilan Mami seperti biasanya cantik dan cetar membahana, begitu juga Papi walaupun seorang pria paruh baya tapi Style nya bagus dan kewibawaannya tetap terpancar.


''Justin, Mami tahu Farrel sudah menghubungimu, jadi sekarang bersiaplah karena kita akan segera berangkat.'' Ujar Mami Justin.


''Mmm... Mi, Pi sebenarnya aku sudah punya pilihanku sendiri, jadi kalian tidak perlu menjodohkan aku lagi.'' Jelasnya sedikit ragu.


''Ohh bagus, tapi Mami harus tahu dulu wanita seperti apa pilihanmu itu.'' Tegas Mami nya.


''Aihh, baiklah aku akan menghubungi temanku untuk memberi tahu dan membahas perjodohan nya.'' Ujar Papi, setelah mendengar pernyataan anak nya.


''Segeralah kamu kenalkan wanita Mu sama kami.'' Kata Mami nya.


''Iya Mi, nanti aku akan mengajaknya kesini untuk bertemu Mami sama Papi.''


Mendengar ucapan anak semata wayangnya itu, Mami dan Papi Justin sangat gembira bercampur Lega.


Melihat anaknya ternyata mempunyai gadis pujaan hatinya sendiri.


Alasan mereka mau menjodohkannya karena khawatir kalau anaknya itu tidak tertarik dengan wanita.


Apalagi dengan penyakitnya yang gila kebersihan itu, dan selalu menolak jika berdekatan dengan wanita kecuali Maminya.


Tidak lama kemudian Justin langsung menghubungi Calysta dan telah mendapatkan nomor ponselnya dari 'Melisa' ( Resepsionis )


''Hallo, dengan siapa ini?'' Jawab telepon Calysta.


''Ini aku, kamu tidak menyimpan nomor Bos mu sendiri?.'' Suara Justin yang agak kesal.


''Oh, ada apa?.''


''Nanti malam kita sudah bisa mulai berakting, kamu tentukan saja waktunya.'' Ucap Justin.


Tut...Tut... Calysta begitu saja mengakhiri percakapan nya tanpa banyak basa-basi.


''Wanita ini berani sekali menutup teleponnya sebelum aku selesai bicara.'' gerutu Justin.


Matahari sudah terbenam dan langit pun mulai gelap.


Calysta yang sudah sampai di rumahnya, langsung menghampiri kedua orang tuanya.


''Mi, Pi nanti malam pacar aku mau main kesini sekalian aku kenalin sama kalian, jadi Mami sama Papi nggak usah jodoh-jodohkan aku lagi.'' Calysta yang berbicara tanpa basa-basi.


''Baiklah, kebetulan sekali, teman Papi barusan mengubungi, katanya tidak jadi main kesini mungkin bisa di lain hari karena mereka katanya kelelahan baru pulang dari luar negeri.'' Jelas Papi Calysta.


''Aah baiklah kalau begitu, Angel ku sayang malam ini kamu ajak pacar Mu kesini dan kenalkan sama kita.'' Ucap Mami Calysta sambil tersenyum dan sedikit tidak sabar.


''Baiklah, aku akan bersiap dulu.'' Terpancar senyum licik di wajahnya.


Calysta menaiki tangga menuju ke kamarnya, dan langsung menghubungi Justin agar bersiap untuk kerumahnya, tidak lupa dia juga memberikan alamat rumahnya kepada Justin.


Malam pun tiba, Justin telah bersiap untuk pergi ke rumah Calysta.


Dengan pakaian santainya rambut yang tertata seperti model serta harum di badannya membuat lelaki itu terlihat sangat rupawan nan sempurna.


Mobil mewah itu melaju menuju tempat tujuannya dengan tepat waktu.


Mendengar suara klakson mobil didepan rumahnya, Calysta langsung membuka pintu untuk menyambut nya.


Melihat orang yang di tunggu tengah turun dari mobil mewah itu, dan menghampirinya dengan gaya yang Elegan, seketika membuat Calysta terbengong.

__ADS_1


''Pi lihat Pi, itu sepertinya pacarnya Angel,


wah... bagus juga pilihannya cocok dengan selera aku, tidak salah dia memang darah daging ku.'' Celetuk Mami Calysta saat melihat Justin yang turun dari mobil nya.


''Papi juga nggak kalah keren dari dia.'' Papi Calysta yang tidak mau kalah karena istrinya memuji Justin.


Dengan senyum yang memancar dan satu tangan dibelakang punggung yang menggenggam setangkai bunga mawar, Justin berjalan ke arah Calysta.


''Bunga yang Cantik untuk wanitaku yang paling Cantik.'' Ungkap Justin sembari memberikan bunganya kepada Calysta.


'' Terimakasih.... '' Menerima bunganya dengan senyum manis terpancar di wajah.


Dalam hati Calysta bergumam ''Astaga, apa benar ini orang yang tidak pernah dekat dengan wanita, kenapa sikap dan ucapannya seperti orang yang sudah hatam.''


Orang tua Calysta yang sedari tadi melihat dan menunggu mereka di depan pintu,


''Mari sini masuk.'' Ajak Mami Calysta.


''Terimakasih tante,''


''Jangan sungkan.'' ucap nya.


''Oh ya, siapa namamu?'' Tanya Mami Calysta,


setelah mereka duduk di depan meja makan.


''Justin, tante.''


''Nama yang bagus, mari kita makan malam bersama dulu.'' ujar nya sambil mengambilkan nasi ke piring suaminya.


Mereka semua berkumpul di meja makan dan menikmati hidangan yang telah di siapkan, makanan enak dan mahal semua tersaji di sana.


Mengobrol ke sana kemari dengan senyuman di wajah mereka.


''Ehem, Justin kamu bekerja dimana?'' Tanya Papi Calysta.


''Di perusahaan yang sama dengan Calysta Om, saya sebagai atasannya.'' Jelas Justin.


''Oh bagus, apa kamu benar-benar mencintai putri saya?''


''Uhuk... uhuk," Justin tersedak mendengar pertanyaan itu.


Tetapi Papi Calysta masih menanti jawaban Justin.


"Saya sungguh mencintainya, dan akan selalu menjaganya, saya akan membuat nya bahagia dan selalu tersenyum.'' Jawaban Justin dengan sangat meyakinkan.


''Ok bagus, saya akan pegang janji kamu.''


Sambil melirik ke arah Justin, Calysta bergumam dalam hatinya "Akting yang bagus Bos bicaranya pun sangat lancar dan meyakinkan.''


Justin hanya tersenyum melihat Calysta.


Malam itu pun berjalan dengan lancar.


Justin juga meninggalkan kesan yang bagus terhadap kedua orang tuanya Calysta.


Salam manis dan


Terimakasih sudah mampir,


mohon dukungannya ya..

__ADS_1


jangan lupa like & komentarnya


sampai jumpa di next episode....


__ADS_2