Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Pacar Pura-pura


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya semua orang menjalankan aktivitas mereka, mulai dari bekerja dan sebagainya.


Pagi itu Justin tampak lesu saat pergi ke kantor, wajahnya redup dan lingkaran matanya seperti mata panda.


Di sana nampak Aldo dan kawan-kawannya sudah tiba di kantor lebih dulu.


''Oitt... kenapa si Bos mukanya jadi seperti Panda?.'' Celetuk Aldo keheranan.


''Hah? mungkin kebanyakan yang nagih hutang kali.'' Timpal Febi.


Danu dan Beni tertawa terbahak melihat teman-temannya yang konyol itu.


Sedangkan Justin tidak menanggapi candaan kawan-kawannya itu dan dia terus berjalan menuju ruangannya dengan memasang wajah yang muram.


Aldo dan kawan-kawannya semakin kebingungan dengan sikap Bos nya itu, akhirnya mereka mengikuti Justin ke ruang kerjanya untuk mendapatkan jawaban apa yang telah terjadi.


Sementara Justin duduk di kursi kerjanya dengan perasaan yang tidak karuan, pada saat itu Calysta pun belum tampak di ruang kerjanya.


''Arrghh...'' Sambil mengacak-acak rambutnya Justin tampak kesal.


''Kenapa sih gue, sehabis pulang dari rumahnya Calysta semalam langsung gak bisa tidur dan malahan mikirin dia terus.'' Justin bicara sendiri.


Sejak semalam Justin pulang dari rumahnya Calysta dia tidak bisa berhenti memikirkan Calysta, entah kenapa selalu tersirat di pikirannya bayang-bayang wajah Calysta dan senyum manisnya.


Calysta yang semalam memakai dress berwarna merah muda dan rambut ikalnya yang tertata dengan indah, senyum manis di wajahnya membuat gadis itu semakin mempesona.


Juga sikap Justin yang lembut terhadap Calysta semalam, ia selalu mengingat dan bayangan itu selalu terlintas di pikiran nya.


Pada saat Justin berbicara sendiri di ruangannya, ternyata empat kawannya itu telah sampai di depan pintu dan mendengar ucapan Justin tadi.


Brukk...


Danu yang mendorong pintu setelah mendengar ucapan Justin,


''Apa? apa... apa gue nggak salah dengar kan!?.'' Ucap Danu kaget karena mendengar langsung kata-kata itu dari mulut Justin.


''Serius Bos? pulang-pulang nanti gue bikin hajatan tumpeng deh, karena Bos gue akhirnya dekat sama cewek dan punya pacar.'' Celetuk Febi girang.


''Hahaa... meleleh juga tuh kutub es.'' Beni menimpali.


Justin kaget dan terbelalak melihat teman-temannya yang tiba-tiba masuk dan mendengar semua perkataan nya tadi.


''Bisa ketuk pintu dulu nggak sebelum masuk.'' Justin yang terlihat kesal sekaligus malu.


''Sorry-sorry Bos gue terlalu senang tadi.'' Danu yang menjawab sembari tersenyum.


''Jadi, apa yang sebenarnya terjadi tadi malam?,'' goda Aldo mencari tahu kebenaran.


''Sudah-sudah kalian semua keluar, sebentar lagi waktunya bekerja.'' Perintah Justin dengan tegasnya.


''Ciee... malu nihh,'' goda Beni.


''Cepat KELUAR.'' Sambil tangannya menunjuk ke arah pintu Justin yang semakin kesal membuat teman-temannya merasa ketakutan.

__ADS_1


Saat mereka hendak keluar, tiba-tiba pintunya terbuka dan ternyata itu Calysta yang baru datang.


''Selamat pagi nyonya CEO.'' Ucap Febi sembari tersenyum dan setengah membungkuk.


Begitupun Danu , Aldo , dan Beni juga ikut membungkuk memberi salam.


''Pagi.'' Jawab Calysta dengan wajah yang kebingungan karena tingkah dan perkataan mereka.


Justin juga terbelalak mendengar sapaan salam mereka kepada Calysta.


''Kalian kenapa sih, dan lagi kamu tadi panggil aku apa?.'' Lanjut Calysta bertanya sembari duduk ke kursi kerjanya.


tiba-tiba,


''Kalian keluar atau saya kirim kalian ke tempat terpencil.'' Tegas Justin dengan matanya yang tajam dan semakin kesal karena tidak ingin mereka sampai memberi tahukan nya kepada Calysta.


''Iya... iya kita pergi, galak banget sih.''


Akhirnya mereka berempat pergi keluar meninggalkan ruangan itu.


''Ada apa sih?.'' Tanya Calysta kepada Justin.


''Nggak ada apa-apa.'' Jawabnya singkat namun wajahnya sedikit memerah.


''Hmm... Oh iya makasih tadi malam untuk aktingnya oke banget lah udah kaya aktor profesional.'' Ujar Calysta sembari tersenyum dan mengacungkan jempol.


''Sama-sama, jangan lupa nanti kamu juga harus berakting yang bagus.'' Tukas Justin.


''Oke.'' Calysta mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.


''Imut banget sih tingkahnya bikin gemas saja, Astaga ngomong apa sih gue, sadar Justin sadar.'' Sedang berdebat dengan perasaan sendiri.


Justin semakin tidak mengerti dengan perasaannya yang tiba-tiba bercampur aduk itu terhadap Calysta.


dring... dring...


Suara ponsel Justin berdering. Ternyata Maminya yang menelpon.


Dalam percakapan itu Mami Justin menyuruhnya untuk membawa pacar nya besok di hari libur dan memperkenalkan nya kepada mereka, Justin menyetujui itu.


''Calysta,'' Panggil Justin.


''Iya?,'' Calysta yang sedang bekerja menoleh kepadanya.


''Besok kamu mulai berpura-pura menjadi pacar aku.''


''Oh oke.'' Calysta mengangguk.


''Besok jam 9 pagi aku jemput.'' Kata Justin.


''Pagi sekali?'' Ujar Calysta kembali bertanya.


''Iya , Mami aku bilang sekalian menikmati hari libur nya.'' Jelas Justin.

__ADS_1


''Baiklah.''


Esok hari di pagi yang cerah, Calysta yang sudah bersiap dan berdandan tipis-tipis mengenakan dress berwarna biru cerah secerah hatinya saat ini, dengan rambut ikal di hiasi jepitan lucu membuat dirinya semakin terlihat imut.


Memakai sandal yang tidak terlalu tinggi tapi terlihat sangat cocok di kakinya.


''Wahh..., pagi-pagi Angel Mami sudah cantik mau kemana nih?.'' Tanya Mami.


Dengan wajahnya yang berseri, Calysta menjawab ''Jalan-jalan Mi sekalian weekend!''


''Ohh, sama Justin?,''


''Iya!''


''Oooh... manisnya pasangan muda ini,'' Menggoda anaknya sembari tersenyum.


''Justin mau jemput kesini?,''


''Iya, sebentar lagi dia pasti sampai.'' Jawab Calysta.


Beberapa saat kemudian terdengar suara bunyi klakson mobil berhenti di depan rumahnya, segera Calysta membuka pintu rumah dan keluar melihatnya.


Nampak seorang lelaki tampan turun dari mobil itu siapa lagi kalau bukan Justin orang yang sedang di tunggunya.


''Selamat pagi Angel ku!,'' Sapa Justin.


''Ko Angel?,'' Calysta bukan menjawab sapaan nya malah berbalik bertanya.


''Ikutan Mami sama Papi kamu manggilnya Angel,'' Tersirat senyuman di wajah Justin.


''Apaan sih, ayo berangkat.'' Calysta tersipu malu.


Mami yang dari tadi mengikuti Calysta dari belakang, melihat apa yang di lakukan oleh mereka.


''Tante aku ijin main dulu ya sama Calysta.'' Justin meminta ijin kepada Mami nya Calysta sambil memberi salam mencium tangannya.


"Eh, ada Mami, kirain Mami masih di dalam." Calysta tersenyum malu.


"Gitu ya kalau udah ketemu Justin, Mami jadi di lupakan." Mami sedikit cemberut menggoda anaknya.


"Iih, nggak dong Mami jangan cemberut gitu." Bujuk Calysta.


"Iya nggak, gih kalian cepat berangkat mumpung belum terlalu panas cuaca nya!"


''Ya udah, kita berangkat ya Mi,'' Calysta mencium tangan Maminya.


Justin kemudian ikut berpamitan memberi salam mencium tangan Mami Calysta yang kedua kalinya.


''Iya hati-hati di jalan, jagain Angel Mami yaa!'' Seru Mami Calysta sambil melambaikan tangannya.


''Jangan khawatir.'' Justin menjawab dengan penuh keyakinan.


Justin menggandeng tangan Calysta menuju ke mobil dan membukakan pintu mobilnya mempersilahkan tuan putrinya untuk masuk.

__ADS_1


Mami nya tersenyum dan merasa bahagia melihat mereka berdua pasangan muda yang serasi, dan juga Justin yang dapat di percaya omongannya untuk menjaga putri semata wayangnya.


Next


__ADS_2