Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Ngidam asam pedas


__ADS_3

Justin mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dr.Fill


Panggilan terhubung,


"Hallo,"


"Hallo bro. istri gua hari ini banyak makan-makanan pedas, itu nggak akan ganggu kesehatan nya sama bayinya kan?" Justin menanyakan tentang bagaimana keadaan istrinya yang akhir-akhir ini banyak makan pedas.


"Oh. gak apa-apa, asalkan asupan yang dia makan seimbang dengan gizi nya. Pastikan juga istri Lo makan buah-buahan dan sayuran." Jawab dr.Fill


"Udah ya gua masih ada pasien ni."


Dr.Fill menutup panggilannya.


Khawatir dengan istrinya yang seharian ini makan-makanan pedas terus. Justin tidak pernah meninggalkan nya terlalu lama.


Sampai di rumah.


"Sayang sudah kembali." Mami Justin seperti telah menunggu kedatangan menantunya.


"Iya Mi."


"Eh, Mami sama Papi juga disini?" Tanya Calysta saat melihat kedua orang tuanya tengah berada di sana.


"Iya, Mendengar kabar gembira ini mana mungkin kami gak datang." Ujar Mami Calysta.


Mereka kemudian menyalami dan mencium tangan orang tua mereka.


"Sayang, kami berencana untuk merayakan kehamilan kamu. Bagaimana?" Ungkap Mami Justin kepada Calysta.


"ah? bukankah nanti juga ada syukuran kehamilan yang ke 7 bulan?" Calysta balik bertanya.


"Iya. Tapi ini hanya sebatas rasa syukur dan kita ingin berbagi kebahagiaan juga dengan orang lain." Ujar Mami Justin.


"Iya Angel, kita juga akan berbagi dengan anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Do'a mereka akan sangat membantu untuk kehamilan kamu." Sambung Mami Calysta menambahkan.


Calysta mengangguk.


"Terimakasih Mi Pi." Ucap Calysta.


"Ya sudah kamu istirahat sana, biar kami yang mengurus semuanya." Ujar Papi Calysta.


Calysta dan Justin pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


"Sayang. Apa gak apa-apa hari ini kita mendadak gak masuk kerja?" Tanya Calysta sambil rebahan.


"Gak apa-apa, aku kan Bosnya." Jawab Justin datar dan santai.


"Ck. Sombong"


"Itu fakta sayang." Justin tersenyum.


"Aku mandi dulu ya." Sambungnya sambil mengelus rambut Calysta.


Di sisi lain.


"Tsk. semuanya jadi sesibuk ini. Meeting jadi aku yang menanggung nya, belum lagi transaksi kerja sama malah sebagian kerjasama ada yang diundur jadwal." Gerutu sekertaris Farrel.


"Seenaknya saja libur mendadak seperti ini."


"Hei jangan menggerutu terus, itu memang sudah sifat Bos mu yang selalu berlaku seenaknya seperti itu. Apalagi sekarang yang menjadi prioritasnya adalah istrinya, kita harus meminta kompensasi yang banyak." Ujar Aldo yang sama sibuknya dengan Farrel.


Rumah Justin.


Justin keluar dari kamar mandi. Air menetes dari rambutnya yang basah menyusuri pipi, jakun, dadanya yang lebar hingga ke perutnya yang berotot.


Calysta tengah memejamkan matanya


namun tidak tertidur. Ketika Justin mendekat, bau harum di badannya tercium dan Calysta membuka matanya.


Cup


Tiba-tiba Justin mencium bibir istrinya.

__ADS_1


Justin hendak menimpa tubuhnya Calysta,


"Stop," Calysta mencegahnya.


"??" Justin.


"Kamu gak boleh melakukan itu dulu." Ujarnya kepada Justin.


"Sekarang aku juga mau mandi." Timpal Calysta sebelum Justin bertanya kenapa tidak boleh melakukan itu.


Mendadak raut mukanya menjadi galau.


langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Dr.Fill


"Apa lagi?" Sontak dr.Fill menjawabnya.


"Melakukan hubungan intim apakah boleh?" Bertanya tanpa basa-basi dan blak-blakan.


"Bwahahahaha..." Dr.Fill tidak bisa menahan tawanya.


"Jangan tertawa." Terbayang wajah Dr.Fill menertawakan nya, Justin menjadi sangat kesal.


"Sorry, sorry gua benar-benar kelepasan. Hmftt," Masih menahan tawa.


"Cepat jawab." Nada yang semakin kesal dan menekan.


"Boleh saja melakukannya, asal Lo melakukannya jangan terlalu kasar." Jawab dr.Fill setelah berusaha untuk tidak tertawa.


Tuttt.


Justin langsung mematikan panggilannya.


"Habis manis sepah di buang," Celoteh Dr.Fill saat melihat panggilan nya tengah terputus.


Beberapa saat kemudian Calysta selesai mandi.


"Telepon dari siapa?" Tanya Calysta saat melihat Justin memegang ponselnya.


"Aku baru saja menelpon Filliansyah, dia bilang BOLEH." Ujar Justin kepada Calysta dengan menekankan kata boleh.


"Apa? kamu nanya hal yang kaya gituan sama dr.Fill" Wajah memerah karena malu tersirat di wajah Calysta.


Tanpa menjawab lagi, Justin langsung menggendong Calysta ke atas tempat tidur.


Cup


mencium bibir Calysta.


Kemudian mencium lehernya,


"Harum." Bisiknya


Justin kemudian menarik tali handuk yang masih melekat di tubuh Calysta.


Terbukalah dan nampak seluruh tubuh Calysta yang putih dan mulus.


Kemudian Justin melakukan itu..........


Menjadi malam yang panjang bagi Justin dan Calysta.


...***...


Pagi yang cerah, Justin dan Calysta akan kembali masuk ke kantornya.


"Kamu beneran mau masuk kerja? lebih baik istirahat saja di rumah." Ujar Justin kepada Calysta dengan rasa khawatir.


"Iya aku nggak apa-apa, di rumah juga gak ngapa-ngapain nanti aku bosan." Jawabnya.


"Ya sudah, tapi jangan terlalu capek ya!" Justin masih dengan tatapan khawatir.


Kemudian mereka berangkat ke perusahaan.


Wajah bahagia tersirat dari wajah mereka berdua ketika mulai memasuki kantor.

__ADS_1


"Selamat pagi." Ucap para karyawan sembari membungkukkan setengah badan mereka.


"Pagi" Jawab Calysta ramah dan tersenyum.


Sebelum memulai aktivitas nya. Justin segera mengumpulkan seluruh karyawan, karena ada sesuatu yang akan dia umumkan.


"Ada apa ini?"


"Ada apa?"


"Tidak seperti biasanya"


"Aku juga tidak tahu,"


Semua karyawan penasaran dan saling bertanya apa yang akan di sampaikan oleh Justin hingga mengumpulkan semua orang.


"Perhatian semuanya, saya tidak akan berbasa-basi dan akan langsung ke intinya.


Saya akan menyampaikan berita bahagia ini. Alhamdulillah Istri saya sedang mengandung."


Belum Justin menyelesaikan omongan nya, semua orang tengah bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.


"Terimakasih untuk semuanya. Dan untuk berbagi rasa bahagia kami. Kita akan mengadakan acara Barbeque, bagaimana? apakah kalian setuju?" Ujar Justin.


"SETUJU...." Semuanya serempak mengatakan itu.


"Baik, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian." Justin menutup pembicaraan nya.


Baru saja memasuki ruangannya, Justin langsung memanggil Farrel.


"Haish," Farrel mendesah.


"Ada apa?" Tanya Aldo yang berada di sebelahnya.


"Panggilan mendesak." Raut wajah Farrel mulai menyusut pasrah dan lelah.


"Hahaha... Selamat bro kamu akan mendapatkan tugas baru lagi." Aldo menertawakan Farrel.


Tok. tok.


Farrel mengetuk pintu


"Masuk." Suara Justin dari dalam.


"Ada apa?" Tanya Farrel ketus.


"Hei, apa-apaan wajah kamu itu melihat ku seperti itu." Ujar Justin sedikit menekan.


"Cepat katakan, apalagi tugas ku!" Farrel tidak menjawabnya dan malah mempertanyakan kembali apa yang di inginkan Bos nya itu.


"Si, siapa yang akan memberikan mu tugas. Aku, aku cuma mau bilang bonus mu akan segera di transfer." Ujar Justin gelagapan.


"Bagus kalau begitu segera transfer lah." Farrel kembali dan masih dalam keadaan lelah.


"Tadinya iya, aku ingin menyuruhnya untuk mengurus pembagian keperluan apa yang panti asuhan butuhkan, Tapi ya sudahlah Mami juga pasti bisa mengurusi nya.


Kemarin Mami sudah bilang juga dia yang akan mengurus semuanya." Gumam Justin setelah Farrel berlalu.


"Ada apa?" Tanya Aldo penasaran setelah Farrel kembali.


"Katanya dia akan mentransfer bonus


untuk ku." Jawab Farrel.


"Hah? tidak mungkin." Aldo tidak percaya.


"Iya memang, aku juga berpikir seperti itu. Tetapi mungkin saja kalau aku tidak memasang wajah letih, dia akan benar-benar memberi ku pekerjaan lagi." Ujarnya.


"Apa? Hahaa... apakah itu benar-benar berhasil?" Aldo tertawa.


"Ya begitulah." Farrel tersenyum.


"Harus gue coba!"

__ADS_1


__ADS_2