Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Mengejar Arumi


__ADS_3

Daffa pergi ke perusahaan Beauty Cosmetic, dimana Arumi juga tengah berada di sana. Karena sebelumnya ia juga telah memantau keberadaan Arumi saat ini sehingga Daffa tahu keberadaannya.


Setelah masuk kedalam perusahaan, Daffa menanyakan dimana ruangan atasan mereka, ya maksudnya ruangan Arumi. Daffa berjalan menuju pintu lift, ia tidak mempedulikan tatapan orang lain yang sedari tadi di setiap langkahnya selalu saja ada yang meliriknya bahkan hingga tak berkedip.


Tanpa permisi dan mengetuk pintu, Daffa masuk begitu saja ke dalam ruang kerja Arumi. Bahkan tanpa di persilahkan pun Daffa juga kini tengah duduk di sofa dengan kaki yang menyilang.


"Apa-apaan orang itu? selalu saja seenaknya, setelah beberapa hari tidak bertemu dan bahkan dia juga tidak datang ke acara peluncuran ku, ucapan selamat pun tidak ada." Gerutu Arumi namun hanya dalam hatinya.


Ia berpura-pura tidak menghiraukan keberadaan Daffa, hanya fokus ke depan melihat layar laptopnya. Menunggu apa yang akan di katakan oleh Daffa karena tidak seperti biasanya ia datang ke perusahaannya.


Setelah beberapa lama, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Daffa.


"Sebenarnya ada urusan apa datang kemari?" Setelah sekian lama Arumi menahan apa yang ingin di tanyakan nya.


"Aku ingin mengajakmu makan siang bersama." Jawabnya dengan wajah datar, namun tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun.


"Apa?" Arumi bergidik tak mengerti. Tapi sepertinya apa yang di katakan olehnya bukan bercanda ataupun sekedar menggoda. "Kalau begitu kita lihat seberapa sungguh-sungguh nya anda ingin pergi makan siang bersama ku." Arumi bergumam dalam hatinya dengan seringai di bibirnya yang sedikit tebal itu atau lebih tepatnya Arumi memiliki bibir yang seksi.


Lama ia mengacuhkan Daffa, dan berharap orang itu akan putus asa lalu pergi atau setidaknya dia akan marah-marah tidak jelas. Namun apa yang di harapkan sia-sia saja, justru malah kebalikannya, saat ini Daffa masih setia menunggu dengan santainya.


Bahkan waktu makan siang pun hampir terlewat. Arumi beranjak dari duduknya dan berjalan pergi keluar ruangan, Daffa tidak diam saja ia mengekor di belakangnya.


Sampai di restauran yang ada di sekitar sana, berjalan kaki saja hanya butuh waktu lima menit untuk sampai.


Kini mereka berdua berhadapan di meja yang sama setalah memesan makanan nya. Arumi yang dengan hikmat memakan makanannya tidak mempedulikan tatapan Daffa yang sejak tadi tidak lepas memandangnya. Sungguh ia tidak mengerti dan merasa risih dengan sikapnya yang absurd itu.


Sesekali Daffa memberikan makanan miliknya kepada Arumi, memberikan minum ketika Arumi tersedak, juga membantu Arumi membersihkan mulutnya yang belepotan karena makanan.


"Sebenarnya kau mau apa?" Pertanyaan yang dari tadi ingin di tanyakan nya, kini setelah makanan nya habis ia leluasa bertanya.


"Mulai sekarang kau bersiaplah, karena aku akan mengejar mu!" Senyum penuh arti di tunjukan olehnya.

__ADS_1


Arumi mengernyitkan keningnya, "Maksudmu?"


"Akan ku pastikan kau tergila-gila padaku!" Lagi-lagi senyuman yang tak terbaca.


"Dengar Daffa Alfarizi. Aku tidak tau apa tujuanmu, tetapi asal kau tau aku tidak akan pernah tergila-gila padamu karena aku sudah menganggapmu sebagai seorang sahabat, sejak dulu dan hingga nanti." Tegasnya panjang lebar.


"Dan satu hal lagi, kau juga tau kalau aku sudah memiliki kekasih."


"Aku tau itu. Akan ku pastikan kau akan segera ingin berpisah darinya." Bisik Daffa dengan ucapan penuh arti di setiap katanya.


Daffa beranjak dan pergi begitu saja, cukup baginya untuk hari ini. Arumi menghela nafasnya dengan kasar, karena merasa sedikit emosi dan bingung dengan sikap sahabatnya itu.


Alex yang melihat kembali kedatangan Bos nya, berharap-harap cemas semoga saja tidak ada sesuatu yang akan membuatnya pusing tujuh keliling.


Ia bernafas lega setelah beberapa lama menunggu tetapi tidak ada perkataan yang keluar dari mulut Bos nya.


**


Bagaimana tidak, setiap harinya selalu ada kiriman buket bunga mawar besar ke kantornya, belum lagi setiap pagi siang dan malam, Daffa selalu mengirimkan pesan.


Entah itu ucapan selamat pagi, selamat makan siang, selamat tidur, dan selamat selamat lainnya. Meski tidak pernah sekalipun Arumi membalas pesannya.


Bahkan Arumi harus membuat alasan kepada Reyhan, tentang apa dan siapa yang mengirimnya bunga setiap hari. Bagaimana Reyhan bisa tahu kalau ada yang mengirimkan bunga kepada kekasihnya, tentu saja karena setiap jam makan siang Reyhan selalu menyempatkan dirinya untuk menemui Arumi meski hanya sebentar.


Beruntungnya waktu itu, ketika Daffa makan siang bersama Arumi. Reyhan sedikit terlambat untuk menemui kekasihnya, sebentar sesudah Daffa pergi ia baru sampai di restauran biasa tempatnya makan bersama Arumi.


"Stop Daffa, hentikan semua ini." Pertama kalinya Arumi membalas pesan dari seorang Daffa Alfarizi.


Daffa menghela nafas panjang setelah membacanya. Bingung harus dengan cara apalagi untuk merayu nya agar merasa senang dengan apa yang di lakukannya. Karena ucapannya waktu itu yang akan membuat Arumi tergila-gila padanya itu hanya omong kosong saja, dia sendiri tidak tahu harus apa dan dengan cara seperti apa.


Kenapa? karena Daffa belum pernah melakukannya. Selama ini para wanita lah yang selalu mengejar dan mencoba menyenangkannya.

__ADS_1


"Alex," tiba-tiba saja ia memanggil asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu. Alex yang sedari tadi sedang sibuk dengan pekerjaannya menoleh kearahnya menunggu apa yang akan ia katakan.


"Mm..." ragu-ragu untuk mengatakannya.


"Kalau tidak ada hal yang penting jangan ganggu aku." Ujar Alex dingin.


"Bagaimana cara mengejar dan merayu seorang wanita?" Daffa bertanya to the point.


"Kau ingin mengejar seorang wanita?" Selidik Alex meski sudah tahu sahabatnya itu sedang mengejar Arumi.


"Bukan aku, tetapi teman dari temanku." Jawabnya.


"Oh," Alex mengangguk seolah mempercayai perkataannya.


"Jadi cara apa yang harus dilakukan?"


"Kirimkan saja padanya bunga yang sangat bagus." Jawab Alex, padahal ia sendiri sudah tahu kalau selama ini sahabatnya selalu mengirimkan bunga kepada Arumi.


"Aku sudah melakukannya. Maksudku teman dari temanku sudah melakukannya, tetapi tidak berhasil." Ralat nya keceplosan.


"Kalau begitu coba kau lebih perhatian padanya secara langsung dan penuh ketulusan."


"Bukan aku, tapi teman dari temanku." Tegas Daffa.


"Ya... ya... maksudku itu." Jawab Alex malas. "Kau tau Daffa Alfarizi, saat ini kau benar-benar terlihat sangat bodoh." Alex bergumam dalam hatinya.


"Contohnya seperti apa?" Daffa lanjut bertanya.


"Seperti... ketika kamu bertemu dengannya, dan lalu membawanya ke sebuah hotel kau harus bersikap lembut." Alex malah mengerjai sahabatnya dengan ucapan yang meyakinkan.


"APA? kau gila!" Daffa terkejut di buatnya.

__ADS_1


Alex hanya mengangkat kedua bahunya dengan eskpresi wajah yang datar.


__ADS_2