Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Senang dan Bahagia


__ADS_3

Lesu, lemas dan tidak bersemangat itulah yang dirasakan Febi saat ke kantor tidak lagi bersama Danu dan Beni, hanya dirinya dan Aldo saja.


''Haishh... separuh jiwaku pergi.'' Ujar Febi lebay.


''Sudahlah, kita kan masih bisa hubungi mereka dengan video call.'' Aldo mencoba menghibur nya.


''Mulai drama.'' Ucap Farrel yang kebetulan melewati mereka.


Mereka berdua tidak memperdulikan nya.


''Sudah, sudah jangan sedih terus nanti aku traktir beli es krim.'' Cara Aldo menghibur Febi.


Febi mengangguk dengan bersikap manja.


Sementara itu Farrel akan terang-terangan mengejar Rossa, ternyata sudah mempersiapkan dirinya untuk lebih romantis.


Juga terinspirasi dari kejadian Justin dan Calysta tadi malam.


Farrel menghampiri Rossa yang sedang duduk di kursi kerjanya,


''Selamat pagi Rossa.''


''Eh? selamat pagi.'' Rossa agak heran melihat sikap Farrel yang sekarang.


''Bunga yang cantik, untuk wanita yang paling cantik.'' Kata-kata Farrel sembari memberikan rangkaian bunga mawar yang indah.


Rossa tersenyum dan menerima bunganya,


''Terimakasih.'' Sembari mencium harumnya bunga itu.


Justin dan Calysta yang baru datang, mereka masuk dengan bergandengan tangan layaknya pasangan yang harmonis.


''Ada kemajuan juga Farrel.'' Ujar Justin melihat Farrel yang memberi bunga kepada Rossa.


''So Sweet.'' Calysta tersenyum melihat mereka.


Tiba-tiba di momen yang romantis itu,


''Aaarrghhh... Hancur benar-benar hancur hatiku melihatnya... Huhuhuuhu.'' Febi berteriak dan nangis-nangis.


''Cup... cup.'' Aldo menghiburnya.


Semua orang yang berada di sana melihat ke arah nya.


''Nggak, pokoknya aku gak terima, mereka semua berpasangan sedangkan aku..., Wwuuaaaa'' Febi berpura-pura menangis.


''Cup... cup sayang masih ada aku, aku tidak akan meninggalkan mu.'' Aldo menepuk-nepuk bahu nya dan masuk dalam dramanya.


''Iihh... Naj*s, sorry gue masih normal.'' Seketika mimik wajah Febi berubah.


''Hahahaaha....'' Semua orang yang melihat tingkah konyol mereka menertawakan nya, karena memang mereka juga sudah tahu sikap konyolnya Aldo geng. Meskipun kini hanya ada mereka berdua.


''Ck, aku harus menghubungi Danu segera, agar dia cepat mengirimkan cewek bule padaku.'' Celoteh Febi.


''Iya, iya.'' Aldo sambil cekikikan.


Tadinya kalau suasananya memungkinkan Farrel akan langsung menyatakan cintanya kepada Rossa, namun karena kejadian seperti ini dia merasa waktunya kurang tepat. Dia berpikir akan memilih waktu dan tempat yang lebih romantis lagi.


Semuanya kembali beraktivitas karena memang sudah waktunya untuk bekerja.


''Kamu dari tadi melihat ku terus, apa kamu sungguh tidak ada kerjaan?.'' Ucap Calysta kepada Justin yang dari tadi menatap nya terus.

__ADS_1


''Suka-suka aku dong, aku kan bos nya.'' Merasa bangga.


''Baiklah, kau adalah bos nya JUSTIN GULL.'' Ucap Calysta.


Justin berdiri dan menghampiri nya,


mengangkat dagu Calysta,


''Kamu orang ke dua setelah orang tua ku, yang berani memanggil ku seperti itu.'' Ucap Justin yang mendekatkan wajahnya kepada Calysta.


''Berhenti bercanda Justin, aku sedang bekerja.'' Calysta mengabaikan nya.


Cup...


Justin mencium bibir nya,


''Itu hukuman.'' Pergi dan kembali duduk di kursi kerjanya.


''Ck, melakukan nya sesuka hati, lain kali aku tidak akan lengah.'' Gumam Calysta pelan.


Justin hanya tersenyum melihat wajah Calysta yang kelihatan kesal.


Tok... tok...


Suara orang mengetuk pintu.


''Masuk.'' perintah Justin


Wanita dengan pakaian yang minim dan sexy, membuat lekukan tubuh nya sangat menonjol. Berjalan lenggak-lenggok memasuki ruangan Justin dan Calysta.


''Selamat siang pak, saya karyawan baru datang untuk melapor.'' Memberi salam dengan agak membungkuk, sehingga belahan dada nya semakin terlihat.


''Ya ampun, apakah nyaman bekerja dengan pakaian seperti itu.'' Gumam Calysta dalam hatinya sambil meliriknya sinis.


Calysta tersenyum,


''Benar juga, Justin kan alergi terhadap wanita lain, tapi aku harus mengawasi nya siapa tahu penyakit nya tiba-tiba sembuh.'' Pikir Calysta dalam hati.


Justin hanya memasang wajah datar dan tidak ada reaksi apapun.


''Karyawan baru? siapa yang merekrut mu.'' Tanya Justin.


''Pak Febi yang merekrut saya.'' Jawabnya.


''Haishh... pantas saja (pelan), ya sudah saya sudah terima laporan nya, silahkan keluar dan bekerja dengan baik.'' Perintah Justin.


''Baik pak.'' Pergi meninggalkan ruangan itu dengan gaya berjalan yang sama, seakan sengaja memperlihatkan lekukan badan belakang nya.


Justin sedikit melihat dan memperhatikan nya.


''Apa yang kamu lihat?.'' Calysta tiba-tiba angkat bicara dengan nada ngegas.


''Tidak ada.'' Jawabnya sedikit kaget.


''Awas ya kalau kamu berani main mata di belakang aku.'' Tegas Calysta.


''Kamu cemburu?.'' Justin tersenyum.


''Nggak.'' Jawabnya jutek.


''Tenang sayang, cuma ada kamu yang ada di dalam hatiku.'' Ucap Justin membujuk nya.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain,


''Kamu kenapa dari tadi ketawa-ketawa sendiri?.'' Tanya Aldo heran.


''Wkwkwk... lihat saja nanti, aku yakin Justin pasti tergoda oleh karyawan baru yang ku rekrut itu.'' Ucap Febi tengil.


Seakan Aldo mengerti apa yang dimaksud nya.


''Haishh.'' Aldo menepuk jidatnya.


''Kamu tahu sendiri Justin alergi terhadap wanita lain, jadi itu nggak bakal berpengaruh.'' Lanjut Aldo menegaskan, sambil menggelengkan kepalanya.


''Aku gak percaya, sama Calysta yang berpenampilan biasa saja dia lengket sekali, apalagi sekarang aku merekrut cewek super seksi pasti dia tergoda.'' Febi yang ngeyel.


Aldo menggelengkan kepalanya, tidak mengerti kenapa dia memiliki sahabat seperti nya, namun dia juga tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang kocak itu.


''Tenang saja, aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan diantara mereka, aku hanya mau mengetesnya.'' penjelasan Febi.


Lalu beberapa saat kemudian wanita seksi itu menghampiri nya. Membuat Febi kegirangan ingin segera mengetahui reaksi Justin.


''Bagaimana? dia tergoda kan.'' Tanya Febi.


''Apanya yang tergoda, wajah datar dan dingin tanpa ekspresi, aku tidak tertarik dengan lelaki seperti itu.'' Jelas wanita itu.


''Wkwkwk... apa aku bilang.'' Aldo tidak tahan untuk menertawakan nya.


'' ??? (gubrak)'' Febi menyerah.


''Sudah, aku mau pergi bekerja, terimakasih juga sudah memberi ku pekerjaan.'' Ucap wanita itu sambil pergi.


Di tengah-tengah karyawan yang sedang bekerja, Farrel datang untuk memberikan kabar gembira.


''Dengar semuanya, karena pendapatan perusahaan kita di bulan ini meningkat pesat dan juga kita telah membuka cabang perusahaan yang baru di luar negeri, jadi perusahaan mengadakan pesta perayaan di akhir pekan.''


"Dan mengundang kalian semua untuk datang."


Semua karyawan merasa gembira dan bersemangat.


''Oh iya, dan bonus akan segera masuk ke rekening kalian.'' Lanjut Farrel.


''Asyiiikkk... gue dapat bonus, gue dapat bonus.'' Febi jingkrak-jingkrak kegirangan.


''Senangnya bisa shopping sepuasnya dong.''


''Iya, memanjakan diri sepuasnya juga.''


Kata-kata dari karyawan wanita.


''Aku bisa membelikan apa yang pacarku ingin kan.''


''Aku bisa membelikan perhiasan yang di inginkan istri ku.''


Kata-kata dari karyawan laki-laki.


Sementara itu Farrel mendekati Rossa,


''Rossa, nanti jadi pasangan aku untuk ke pesta yaa.'' Ucap Farrel mengajak Rossa.


''Oke.'' Rossa mengangguk dan tersenyum.


''Yess... nanti aku jemput kamu.''

__ADS_1


Semua orang yang ada di perusahaan merasa senang dan bergembira.


__ADS_2