
"Farrel, apakah sudah ada hasil tentang mencari tahu tujuan Manohara yang sebenarnya! untuk apa dia kembali kesini?."
"Iya, ada kabar kalau perusahaannya di ambang kehancuran dan sepertinya dia ingin memanfaatkan perusahaan kita untuk membantunya bangkit kembali." Jelas Farrel.
"Hmm. sudah kuduga!"
"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" Ujar Justin menekankan.
"Saya mengerti." Jawab Farrel yang telah mengerti apa yang harus dilakukan olehnya.
"Yups' buat perusahaannya benar-benar hancur dan tidak ada harapan lagi." Aura dingin muncul dari Justin saat itu juga.
"Baik Bos." Jawab Farrel tegas.
"Kalau di saat seperti ini, Dia benar-benar kembali menjadi macan yang bangun dari tidurnya, terlihat sangat menakutkan hingga membuat ku merinding merasakan hawa yang mencekam. Tetapi bisa-bisanya di depan Nona Calysta dia berubah menjadi kucing yang manja." Gumam Farrel di dalam hatinya.
Tidak butuh waktu yang lama untuk menghancurkan perusahaan milik Manohara.
Saat fajar terbit, berita tentang kebangkrutan nya pun tengah menyebar. Sehingga itu benar-benar membuat Manohara sangat geram dan perusahaan nya benar-benar bangkrut.
"Brengs*k. ini semua adalah perbuatan mereka, lihat saja aku tidak akan
tinggal diam sebelum aku kembali keluar negeri aku akan membuat perhitungan dengan kalian dan membuatnya hancur bersama-sama." Manohara sangat murka, Karena rencananya yang gagal dan perusahaannya benar-benar telah bangkrut.
Saat itu, entah apa yang di rencanakan oleh Manohara. Lagi-lagi dia menuju ke perusahaannya Justin.
"Ya, keberuntungan ada di pihak ku." Manohara menyeringai. Melihat Calysta sedang berada di tepi jalan yang kebetulan sepertinya akan menyebrang.
Manohara bersiap dan kemudian menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Melaju kearah Calysta dan mencoba untuk menabraknya. Tetapi untung saja rencananya tidak berhasil, karena kebetulan ada Radit di sana yang menarik tangan Calysta untuk menyelamatkan nya dan berhasil menghindari mobil itu.
Namun sayangnya mobil yang di kendarai Manohara terjadi kecelakaan. Mobilnya oleng dan menabrak tiang listrik dengan sangat keras. Kecelakaan yang cukup parah, mobilnya yang hancur dan wajah Manohara terbentur sangat keras. Sehingga wajahnya rusak dan mungkin akan menjadi cacat.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Radit kepada Calysta dengan tatapan khawatir.
"Aku nggak apa-apa. Makasih ya! untungnya ada kamu yang menyelamatkan aku." Ucap Calysta.
"Hmm sama-sama. Tetapi sepertinya itu bukan hanya kecelakaan biasa, tetapi sudah di rencanakan untuk menabrak mu." Ujar Radit.
"Entahlah, aku juga tidak tahu, tapi dia juga terkena imbasnya sendiri. Ayo kita lihat keadaan nya dan siapa dia?" Ucap Calysta sambil menuju kearah mobil yang hendak menabraknya tadi.
Setelah Calysta melihatnya dan mengetahui pelakunya, saat itu juga Manohara di larikan ke rumah sakit.
Justin yang tengah mendengar kejadian itu
segera bergegas menghampiri istrinya.
Terlihat wajahnya yang khawatir dan panik saat menuju ke tempat Calysta berada.
__ADS_1
Melihat Calysta yang masih berdiri bersama Radit, Justin berlari menghampirinya dan memeluknya erat.
"Sayang kamu nggak apa-apa?" Tanya Justin khawatir sambil memeriksa badan Calysta, takut ada yang terluka.
"Aku nggak apa-apa! jangan khawatir." Jawab Calysta tenang.
Kemudian Calysta menceritakan apa yang telah terjadi padanya, sampai di selamatkan oleh Radit.
"Makasih." Ucap Justin kepada Radit, meski sedikit kaku.
Kemudian mereka bertiga pergi ke sebuah restoran untuk makan dan berbincang.
"Sebenarnya aku hendak menghampiri Calysta, ada yang ingin aku sampaikan. Waktu bertemu saat itu belum sempat aku katakan." Ujar Radit membuka pembicaraan.
"Oh apa itu?" Tanya Calysta penasaran.
Tanpa basa-basi Radit menceritakan nya.
"Sebelumnya aku minta maaf karena waktu itu aku tidak hadir di acara pernikahan kalian.
Jujur, waktu itu aku tidak bisa merelakan mu, Calysta Aku menyukaimu."
Mendengar perkataan itu Justin kaget dan seketika hatinya merasa kesal, namun dia tetap menahannya. Calysta juga demikian, dia tidak menyangka mendengar pernyataan Radit di depan suaminya.
"Maka dari itu aku pergi untuk menenangkan diri. Sulit ku jalani semuanya tapi sekarang aku akan mencoba membuka lembaran baru, ada seorang wanita yang baik dan dia menyukaiku, aku akan mencoba menerimanya. Meski perasaan ku masih tersisa untukmu." Radit melanjutkan perkataannya.
Meski merasa kesal Justin mencoba mengerti keadaan nya.
"Jadi aku akan berpamitan dengan kalian.
Mmm, Justin tolong jaga Calysta dengan baik bahagiakan lah dia dan jangan membuatnya kecewa." Radit berpesan kepada Justin.
"Pasti." Justin mengangguk.
"Tapi kamu di sana harus sering menghubungi aku ya! Jaga juga dirimu baik-baik." Pesan Calysta kepada Radit, dan tidak terasa Calysta meneteskan air matanya.
Setelah berpamitan akhirnya Radit pergi meninggalkan negara ini.
"Sayang kamu pasti lelah, ayo kita pulang dan beristirahat." Ajak Justin kepada istrinya.
"Iya."
"Apakah sungguh tidak apa-apa? tidak ingin pergi ke rumah sakit?" Tanya Justin.
"Iya aku nggak apa-apa, cuma butuh istirahat sebentar." Jawab Calysta dengan senyumannya yang menenangkan.
Kemudian mereka pulang untuk beristirahat.
Mami Justin yang telah mendengar kabar itu merasa sangat cemas, begitu Calysta sampai di rumah ia langsung menanyakan keadaannya. Juga nampak di sana Mami dan Papi nya Calysta tengah berada disana.
__ADS_1
"Angel, kamu tidak apa-apa kan sayang?" Mata yang berkaca-kaca itu terlihat sangat khawatir.
"Aku nggak apa-apa Mi Pi, cuma butuh istirahat sebentar." Ujarnya mencoba menenangkan kedua orang tuanya.
"Ah syukurlah Mami merasa lega, kalau begitu kamu lebih baik istirahat dahulu." Ujar Maminya.
"Justin, kamu harus menjaga menantu Mami dengan baik." Ujar Mami Justin tegas.
"Baik Mi, aku akan berusaha menjadi suami yang lebih baik lagi." Ujarnya.
Calysta dan Justin menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Justin begitu telaten melayani istrinya, menyelimuti nya, dan mengelus kepala Calysta hingga tertidur lelap.
"Cup! Selamat beristirahat sayang." Justin mencium keningnya.
...***...
Beberapa jam berlalu, Calysta terbangun di tengah malam. Justin yang terus menjaganya dan siap siaga menyadari istrinya terbangun.
"Kenapa sayang, apakah merasa tidak enak?" Tanya Justin.
"Aku haus." Ujar Calysta dengan suara yang sedikit lemah.
Justin bergegas dan segera mengambilkan nya segelas air. Memberikannya kepada istri tercinta.
"Aku mau Jus Jeruk." Ucap Calysta.
"Hah? Iya aku suruh bibi bikin dulu ya?" Justin bermaksud untuk keluar dan memerintahkan pelayannya untuk membuatkan jus jeruk.
"Aku mau kamu yang bikin sendiri buat aku." Ucapnya lagi dengan wajah datar.
"??. Baiklah tunggu sebentar aku akan membuatnya." Justin pergi ke dapur untuk membuat Jus Jeruk yang diinginkan istrinya, meski dengan rasa sedikit heran dengan keinginan istrinya.
'Mungkin istri ku ingin memulihkan diri dan butuh asupan yang segar, ya mungkin begitu'
Pikiran Justin yang masih merasa heran.
Selesai membuat Jus, dan lalu di berikan kepada Calysta. Kala itu Calysta meminumnya sampai habis hanya dengan satu tegukan.
'Ah istriku sepertinya juga merasa lapar' pikir Justin.
"Sayang apakah kamu merasa lapar'? mau makan sesuatu?" Tanya Justin kepada istrinya.
"Aku ingin makan belut dengan bumbu kencur yang sangat pedas." Ujarnya.
"Hah?" Lagi-lagi Justin di buatnya heran karena makanan yang dia inginkan tidak seperti biasanya.
"Iya aku akan menyuruh pelayan untuk membelinya." Ujar Justin menuruti kemauannya.
Mendengar Jawaban Justin yang mau menuruti keinginannya, wajah Calysta terlihat sangat senang dan seperti menantikan makanannya ingin sekali untuk segera memakannya.
__ADS_1