Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Honeymoon


__ADS_3

Pagi yang cerah, sinar mentari menyinari bumi masuk ke celah jendela kamar pengantin baru itu.


Suara kicau burung yang riang terdengar merdu di balik jendela. Seakan sebagai alarm yang membangunkan mereka pertanda hari telah terang.


Calysta terbangun dari tidurnya.


Matanya menyipit karena silaunya pancaran sinar matahari yang mengenai matanya.


''Selamat pagi,'' Ucapan pertama yang di dengar Calysta saat bangun tidur.


Wajah tampan berseri memberikan senyuman penuh cinta di hadapannya.


Ciuman di kening juga di dapatkan olehnya.


''Selamat pagi.'' Calysta tersenyum membalas ucapan suaminya.


''Mau mandi!'' Ajak Justin.


''Mm. males, rasanya seluruh tubuh ku sakit semua.'' Calysta menggeliatkan tubuhnya dan menjawab dengan manjanya.


Mereka berdua tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


''Mau aku gendong ke kamar mandi?'' Ujar Justin memanjakannya penuh dengan kelembutan.


Calysta menggelengkan kepalanya.


''Ow. atau mau kita bertempur lagi!'' Justin menggoda nya dan menimpa tubuhnya Calysta kembali.


''Kyaaaaa... nggak mau.'' Calysta berteriak dan mendorong Justin, lalu dengan bersusah payah melarikan diri ke kamar mandi.


Justin tersenyum gemas melihatnya.


*


Mereka berdua akhirnya tengah bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya Calysta.


Untuk mengemas barang-barang miliknya.


Tiba di sana, Papi dan Mami nya Calysta menyambut mereka dengan senangnya.


''Angel...'' Mami nya menyambut Calysta dengan pelukan penuh kasih sayang.


Calysta membalas pelukan hangat Mami nya.


Begitu juga Justin memberi salam dan mencium tangan kedua mertuanya.


''Kalian ko pagi-pagi sudah kesini aja. Harusnya di rumah saja dulu beristirahat, kalian pasti lelah dan...'' Mami Calysta tidak melanjutkan perkataannya.


Karena yang ingin dia katakan adalah


'dan cepat-cepat lah kalian memberikan kami cucu' Tetapi itu mungkin takut nya terlalu mendesak mereka.


''Aku mau mengemasi barang-barang aku Mi,'' Ujar Calysta.


''Iya. padahal tadinya biar Mami aja yang bereskan dan nanti suruh supir mengantarkan nya kesana kalian pokus saja....'' lagi-lagi Mami nya tidak melanjutkan perkataan nya.


''??'' Justin


''Gak apa-apa Mi, Justin akan bantuin aku nanti.''


Kemudian Calysta dan Justin pergi ke kamar atas untuk mengemasi barang-barang nya.


Mami nya mengikuti mereka pergi ke kamar atas untuk membantu.

__ADS_1


''Oh iya Calysta, Mami udah pilihkan beberapa tempat untuk kalian pergi Honeymoon. Mami pastikan kalian juga pasti menyukainya!''


''Gak perlu ke berbagai tempat lah Mi.


cukup satu tempat aja.'' Ujar Calysta.


Mami nya terdiam.


'benar juga, nanti bisa-bisa mereka terlalu kelelahan' pikir Mami Calysta dalam hatinya.


''Iya kamu benar. satu tempat. cukup satu tempat. Kalian tidak boleh terlalu kecapekan nanti akan sulit untuk membuat cucu.''


Justin tersedak mendengar ucapan


mertuanya itu.


''Sekarang kamu tinggal pilih tempat nya dan soal penginapan juga pasilitas nya nanti biar Papi kamu sendiri yang urus semuanya.'' Mami Calysta masih dengan antusias nya ingin melakukan yang terbaik agar segera memiliki cucu.


''Ya, terserah Mami saja.'' Ujar Calysta yg tidak bisa menolak keinginan Mami nya.


Usai berkemas dan makan bersama.


Mereka beranjak kembali ke rumah Justin.


Di perjalanan pulang.


''Sayaang.'' Justin memulai pembicaraan ketika di dalam mobil.


''Hmm.'' Calysta menjawab nya dengan singkat.


''Sepertinya aku harus berusaha lebih keras lagi untuk memberikan mereka cucu.'' Celetuk Justin dengan sedikit senyuman penuh arti


''Kamu diam, jangan pikirkan ucapan


Tiba di rumah Justin.


Mami mertua Calysta yaitu Mami Justin berlari menghampiri mobil mereka untuk


menyambut nya.


'Padahal baru tadi pagi mereka berpisah'


Justin dan Calysta turun dari mobilnya dengan koper besar di bagasi.


''Sayang, sudah sini biarkan pelayan yang membereskan nya.'' Ujar Mami Justin sambil menarik tangan menantunya untuk tidak terlalu banyak beraktivitas.


''Baik Mi.''Ujar Calysta mengikuti mertuanya ke dalam rumah besar itu.


''Duduk, duduk.'' Sikap yang membuat anak dan menantunya merasa heran.


''Ada hal penting yang ingin Mami omongin dengan kalian!''


Calysta dan Justin menuruti nya, duduk dan bersiap untuk mendengarkan cerita Mami nya.


''Mami mau bahas tentang kalian yang harus pergi Honeymoon secepatnya. Kira-kira kalian akan pergi Honeymoon kemana?'' Bertanya dengan penuh semangat seperti yang dilakukan Mami nya Calysta tadi.


'lagi-lagi menerima desakan untuk cepat pergi Honeymoon'


''Iya Mi nanti kita pikirkan akan pergi kemana.'' Jawab Calysta sambil menengok ke arah Justin.


''Baiklah. Mami tunggu jawabannya sampai besok, kalau masih belum ada jawaban juga biar Mami yang menentukan pergi kemana.'' Ujarnya penuh penekanan.


''Lagian Mi, kita masih punya banyak waktu untuk pergi, tidak harus besok juga kan.'' Justin menimpali.

__ADS_1


''Nggak. gak bisa. pokoknya kalian harus cepat-cepat kasih kita cucu.'' Ucap Mami nya dengan lantang dan penuh penekanan.


'piuhh'..


Helaan nafas panjang dari kedua


pengantin baru itu.


Beranjak menuju ke kamar mereka untuk beristirahat. Calysta yang kelelahan melemparkan badannya ke atas kasur. Nampak wajahnya yang bingung dengan apa yang di lakukan oleh orang tua dan Mertua nya.


''Ya sudah mending kita tentukan saja tempatnya agar mereka tidak mengomel terus.'' Ujar Justin meredakan kebingungan Calysta.


''Ya! baiklah, ayo kita pergi ke Pulau Dewata.'' Ucap Calysta.


''Oke! aku akan memberi tahukan mereka.''


Mendengar permintaan Calysta ingin pergi Honeymoon ke Pulau Dewata.


''Yaps. baiklah pergi ke sana juga bagus. Mami akan segera mengurus nya.'' Dengan girang nya Mami Justin mengurus keperluan mereka termasuk pakaian yang akan mereka kenakan.


Tadinya dia pikir menantu nya itu ingin pergi keluar negri untuk Honeymoon, tetapi dia tau kalau menantunya itu tidak banyak neko-neko.


Beberapa saat kemudian.


''Calysta sayang...'' Setengah berlari dan berteriak menuju ke kamar pengantin.


Tanpa mengetuk pintu dan langsung nyelonong membuka pintu.


''Aaaww.. maaf Mami tidak mengetuk pintunya dulu.'' Menutupi matanya dengan jari-jari tangan yang celah nya melebar.


Melihat Justin yang setengah telanjang karena memang baru selesai mandi, dan sedang membantu Calysta memasang kan resleting baju belakang nya.


''Itu, Mami cuma mau ngasih tiket untuk penerbangan kalian besok.'' Memberikan tiket nya dengan senyum puas di wajahnya.


''Iya Mi makasih.'' Ucap Calysta canggung.


Esok harinya, semua barang dan keperluan untuk Honeymoon sudah di siapkan.


Calysta dan Justin juga tengah bersiap.


''Kamu nggak usah khawatir soal perusahaan, biar Papi dan Farrel yang mengurus semuanya. Kalian bersantai dan bersenang-senang lah!'' Ujar Papi nya yang terlihat bahagia.


Justin menjawab dengan anggukan.


Kedua orang tua Calysta yang juga tengah berada di sana untuk mengantarkan putri kesayangan nya.


''Kita berangkat dulu Mi Pi.''


Mereka menyalami orang tuanya dan Mertua mereka.


Doa dan harapan telah mereka panjatkan.


''Hati-hati sayang. Dan berusahalah lebih keras lagi!'' Teriak Mami Justin sambil melambaikan tangannya.


Calysta dan Justin membalas lambaian tangan mereka. Meski senyum canggung di wajah Calysta karena perkataan mertuanya mungkin saja banyak orang yang mendengar dan melihatnya.


Tetapi jelas sekali terlihat bahwa mereka adalah keluarga yang harmonis dan bahagia.


''Sayang, aku akan berusaha lebih keras lagi seperti apa yang di harapkan oleh orang tua kita.'' Bisik Justin di telinga Calysta, mencoba untuk menggoda nya.


''Baiklah sayang, lakukan itu dengan baik.'' Senyum greget di bibir Calysta sambil mencubit pinggang nya Justin.


''Aaw..'' Pekik Justin kesakitan sambil menahan tangan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2