
''Mi teman Papi ngajak makan nanti malam di restoran XX sekalian kita reunian sudah lama tidak bertemu, ajak juga Calysta ya.'' Ucap Papi Calysta yang mengajak istrinya.
''Oh teman Papi yang anaknya mau di jodohkan sama Calysta tapi nggak jadi?.''
''Iya.'' Jawab Papi Calysta.
''Tapi kayaknya Calysta nggak bakal setuju kalau di ajak makan malam bareng, soalnya kan dia nggak mau di jodohin.'' Jelas Mami Calysta.
''Iya Papi tahu, makanya di antara kami perjodohan itu sudah di batalkan, juga anaknya teman Papi sudah punya pilihannya sendiri. Lagian Calysta juga sama kan sudah punya pilihannya sendiri!.'' Papi Calysta mencoba menjelaskan.
''Ohh bagus kalau begitu Mami jadi nggak risau lagi soal perjodohan itu, tapi kalau nanti Calysta mau bawa pacarnya nggak apa-apa kan?.'' Tanya Mami Calysta.
''Iya nggak apa-apa Mi.''
''Ya sudah Mami nanti bilang sama Calysta.''
Di sisi lain Calysta yang sedang sibuk bekerja tiba-tiba ponselnya berdering...
''Hallo, Iya Mi.'' Calysta menjawab telepon.
''Angel nanti malam Papi ada acara makan malam sama temannya, kamu ikut ya,'' Ajak Mami Calysta.
''Tapi nggak ngurusin perjodohan lagi kan?.'' Tanya Calysta dingin.
''Nggak sayang cuma acara temu kangen, kamu datang ya.'' Bujuk Mami Calysta.
''Iya, tapi aku ajak Justin ya, Mami kirim alamatnya nanti aku nyusul sama Justin.'' Jelas Calysta.
''Iya boleh, nanti Mami kirimkan alamatnya restoran nya.'' Ucap Mami nya dengan lembut.
Percakapan telepon itu berakhir dan kemudian Calysta memanggil Justin yang ada di depan matanya, karena memang meja kerja Justin dan Calysta berdekatan.
''Justin.'' Panggil Calysta dengan nada tegas.
Sudah terbiasa tidak memanggil nya dengan sebutan Bos.
''hmm.'' Jawab Justin singkat.
''Nanti malam temani aku ke acara makan malam Papi sama temannya, kamu pura-pura jadi pacar aku lagi.'' Jelas Calysta.
''Kok lagi? bukannya sudah berakhir.'' Tanya Justin.
''Buat jaga-jaga kalau Papi nggak bakalan jodohin aku lagi.'' Jawab Calysta.
''Kenapa nggak mau?'' Calysta lanjut bertanya dengan nada ngegas.
Sejenak Justin berfikir,
''Kalau aku bilang nggak mau, siapa tahu nanti aku butuh dia lagi, terus dia nggak mau bantuin lagi,'' gumamnya dalam hati.
''Iya oke, jam berapa acaranya.'' Tanya Justin dengan wajah datar.
''Jam delapan malam kamu jemput aku kerumah.''
''Hmm iya.'' Jawab Justin.
tok...tok...
Terdengar suara orang mengetuk pintu di luar. Justin mempersilahkan masuk, dan ternyata itu Farrel yang membawa kabar untuk Justin.
Farrel pun berbisik kepada Justin,
''Pak, Tuan besar bilang nanti akan ada acara makan malam di restoran XX , katanya anda harus ikut.''
''Apa?, kok bisa kebetulan banget sih,'' gumam Justin pelan.
''Kamu bilangin sama Papi aku nggak bisa, nanti malam aku mau dinner sama Calysta, jangan lupa kasih tahu Mami juga biar ada yang belain.'' Jelas Justin.
''Baik Pak.'' Turut Farrel.
Farrel keluar ruangan dengan rasa penasaran, di pikiran Farrel ternyata hubungan Bos nya dengan Calysta sudah sejauh ini, dia tidak tahu kalau mereka hanya berpura-pura.
__ADS_1
Dan Farrel menganggap Calysta benar-benar wanita hebat karena bisa meluluhkan kutub Es itu.
''Mungkin sebentar lagi akan ada berita baik.'' Farrel berbicara sendiri sambil tersenyum.
Kemudian Farrel menghubungi Mami dan Papinya Justin dan memberi tahukan apa yang di bilang Justin tadi.
''Kyaaaa... Mami senang banget Pi,'' Mami Justin kegirangan setelah mendapat kabar dari Farrel.
''Ada apa Mi?.'' Tanyanya.
''Justin semakin perhatian sama Calysta, nanti malam katanya dia nggak bisa ikut sama kita karena mau dinner sama Calysta,
aahhh... romantis banget kan Pi anak kita.'' Saking senangnya tidak berhenti bicara.
''Sebentar lagi kita bakal punya cucu.'' Mami Justin Masih terus berbicara.
Sedangkan Suaminya hanya menggelengkan kepala melihat istrinya yang kegirangan karena senang, bukan apa-apa hanya saja menikah juga belum, masa sudah ngomongin cucu.
Matahari terbenam hari mulai malam.
Waktunya Calysta bersiap untuk pergi ke acara makan malam itu.
Dengan Gaun berwarna merah, memakai high heels hitam melekat di kakinya, rambut terurai tertata dengan indah, membuat kecantikan nya semakin terpancar.
Di genggam nya tas kecil berwarna hitam melekat, perpaduan yang luar biasa bila Calysta yang memakainya.
Di sisi lain Justin juga sedang bersiap, hanya saja dia membuat kamarnya berantakan karena kebingungan memilih baju untuk di kenakan nya.
''Duh kenapa sih gue jadi salah tingkah gini, masa cuma gara-gara mau jalan sama Calysta harus kebingungan pakai baju.'' Justin berbicara sendiri di kamarnya dan merasa kebingungan.
Akhirnya, menemukan juga baju yang cocok, Justin pun keluar dari kamarnya hendak pergi menjemput Calysta.
Sementara itu Papi dan Maminya Calysta.
Dan juga Papi Maminya Justin sudah tiba di restoran XX dan menempati salah satu meja besar di sana.
Sampailah Justin di depan rumah Calysta, Satpam pun membuka gerbangnya.
tok... tok...
''Sebentar.'' Suara Calysta dari dalam.
cklek...
Calysta membuka pintu
Dan...
Jreng ... jreng
Justin terpana melihat Calysta saat membuka pintu, pesonanya yang cantik membuat Justin terbuai dan lupa diri menjadi tidak sadar dan bengong melihat Calysta.
''Woy, hallo...,'' Ucap Calysta sambil melambaikan tangannya di depan wajah Justin.
Justin pun tersadar dalam lamunannya.
''Eh sudah siap?.'' Tanyanya ragu.
''Iya, kamu nggak lihat apa aku sudah cantik gini.'' Jawab Calysta sambil berputar memperlihatkan penampilannya.
''Ayo berangkat.'' Ajak Justin yang masih setengah sadar dan di buatnya tidak berkedip karena melihat kecantikan Calysta.
''Oke, Eh ngomong-ngomong kamu hari ini rapi banget , nggak seperti biasanya.'' Goda Calysta kepada Justin.
''Jangan banyak ngomong cepat masuk.'' Jawab Justin ketus, menutupi kekonyolannya.
''Tapi ganteng kok.'' Calysta lanjut menggodanya sambil tersenyum.
"Memang nya kapan aku terlihat jelek." Jawabnya cool.
"Ck."
__ADS_1
deg... hati Justin seakan tersentuh mendengar ucapan Calysta tadi saat memuji nya.
Mobil itupun pergi melaju meninggalkan rumah Calysta, dan menuju tempat tujuannya.
''Jadi acara makan malam nya dimana?.'' Tanya Justin.
''Di restoran XX.'' Jawab Calysta.
Mendengar itu seketika Justin terdiam dan bergumam dalam hati nya.
''Kok bisa kebetulan banget, tadi Farrel bilang Mami ada janji di sana juga? tapi nggak mungkin ahh.''
''Kenapa?.'' Tanya Calysta saat melihat Justin yang seperti memikirkan sesuatu.
''Nggak apa-apa.'' Jawabnya.
Sampailah mereka di restoran itu.
Seperti biasannya Calysta yang turun dari mobil langsung menggandeng tangannya Justin, dengan sikap Calysta yang seperti itu terhadap nya, Justin sudah terbiasa, namun entah kenapa saat ini dia merasa berdebar.
''Dimana orang tua kamu?.'' Tanya Justin.
''Tuh,'' Calysta menjawab sambil menunjuk tangannya ke arah orang tuanya yang berbeda di salah satu meja di sana.
Di lihatnya oleh Justin, benar saja ternyata di meja yang sama yang di tunjuk oleh Calysta, orang tuanya Justin juga duduk di sana.
Namun terlambat jika ingin melarikan diri karena Justin dan Calysta sudah sampai di meja itu.
Tidak bisa berbuat dan berkata apa-apa lagi, Justin hanya pasrah dengan keadaan nya.
''Angel sudah datang, cepat duduk disini.'' Ucap Mami Calysta saat melihat anak semata wayangnya telah tiba.
Justin pun ikut duduk di sebelah Calysta dengan perasaan bimbang dan campur aduk.
''Loh?? Calysta Justin kalian datang, ternyata kalian mau dinner disini?'' Ujar Mami Justin senang, tanpa tahu apa-apa.
''Sis kamu kenal sama Calysta dan Justin?.'' Tanya Mami Calysta kepada Maminya Justin dengan penasaran.
''Ah ya ampun, ya iyalah Sis, Justin ini anak semata wayang saya dan ini Calysta calon menantu saya.'' Jawab Mami Justin dengan wajah berseri bahagia dan senang juga polos.
''HAH!?''
Mami dan Papinya Calysta melongo dan terkejut.
Apalagi Calysta juga baru tahu ternyata teman Papinya adalah Papinya Justin.
Berarti yang selama ini mau di jodohkan dengannya adalah Justin.
''Sis kenapa Sis?,'' Tanya Mami Justin keheranan.
Mami Calysta tersadar dan menjawab,
''Calysta ini anak kami.''
Gantian yang terkejut Papi Maminya Justin.
Mereka semua tidak menyangka kalau anak mereka yang akan di jodohkan itu sudah saling berpacaran.
''Kyaaaaa... ini berita baik dong, nggak perlu perjodohan ternyata sejak awal mereka sudah berpacaran dan sudah pasti berjodoh.'' Ucap Mami Justin yang kegirangan karena merasa senang.
''Kita langsung tentukan tanggal pertunangannya, Oh nggak atau langsung saja tanggal pernikahan.'' Maminya Justin yang tidak bisa berhenti bicara dan tidak sabaran.
''Iya bagaimanapun kita harus tentukan hari baiknya.'' Ujar Papi Calysta.
Mami Calysta hanya tersenyum dan merasa bergembira.
''Pi kita sebentar lagi akan punya cucu.'' Ucap Maminya Justin kepada suaminya sambil tersenyum.
''Iya Mi.'' Jawabnya membalas senyuman istrinya.
Sementara Calysta melirik Justin dan mengisyaratkan untuk langkah selanjutnya.
__ADS_1
Namun mereka berdua Calysta dan Justin, hanya bisa terdiam dan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, dan kebingungan selanjutnya apa yang harus mereka lakukan.
Next