
''Tidak usah Mi, aku bisa ke kamar sendiri kok. Justin biar menemani Mami makan.'' Ujar Calysta.
''Aih, baiklah. Nanti kalau merasa tidak nyaman panggil saja Mami ataupun Justin, jangan menahannya sendirian.'' Mami Justin yang merasa khawatir.
''Iya Mi jangan khawatir.''
Calysta tengah berada di dalam kamarnya.
''Piuhh, untung saja Mami percaya. Padahal sebenarnya aku berpura-pura sakit, kalau tidak entah apa yang akan di rencanakan nya lagi. Aku lelah ingin beristirahat.'' Gumamnya bicara sendiri di dalam kamar sembari berbaring di atas tempat tidurnya.
Justin dan Maminya sudah selesai makan malam. Setelah itu Mami Justin duduk di sofa di depan televisi.
''Aihh, padahal ingin sekali rasanya menonton televisi bersama Calysta.'' Gumamnya sembari menonton Drama kesukaannya.
''Justin, coba kamu cek keadaannya Calysta. Mami khawatir.'' Ujarnya menyuruh Justin.
''Tapi Mi, mendingan Mami saja yang melihat keadaan Calysta. Kalau aku yang melihatnya takutnya Calysta malah tidak nyaman.'' Jelas Justin mengingat waktunya juga sudah malam.
''Hmm, baiklah. Tahu batas juga kamu.'' Maminya mengacungkan jempol.
''Kalau aku yang pergi melihat Calysta, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku.'' Gumam Justin dalam hatinya.
Kemudian Maminya pergi ke kamar Calysta.
''Calysta, kamu baik-baik saja kan sayang?'' Tanyanya khawatir sambil memeriksa suhu badannya Calysta.
''Aku nggak apa-apa kok Mi, badan aku juga sudah segar.'' Jawabnya sambil berlagak kuat, dan berpura lemah.
''Syukurlah, kalau begitu cepatlah tidur dan beristirahat. Agar besok badan kamu benar-benar sehat.''
''Iya, sebentar lagi. Sekarang aku belum mengantuk.'' Ujar Calysta sembari tersenyum.
''Oh, kalau begitu temani Mami nonton drama yuk! Kamu suka nonton Drama Korea gak?'' Mami Justin berbicara sangat senang karena merasa ada harapan untuk menonton drama kesukaannya bersama Calysta.
''Boleh, aku juga suka nonton Drama Korea.'' Calysta mengangguk dan menyetujui permintaannya.
''Bagus, kalau begitu ayo kita nonton Dramanya. Mami senang sekali karena kamu mau menemani Mami nonton.'' Ujarnya merasa bahagia.
Calysta tersenyum dan mengikutinya pergi ke ruang keluarga.
Nampak Justin masih di sana tengah duduk di sofa. Karena dia menunggu kabar dari Maminya. Takut kalau Calysta ketahuan berpura-pura.
Namun Justin bertanya-tanya mengapa Calysta ikut bersama Maminya. Dia berpikir kalau Maminya memaksa Calysta untuk menemaninya nonton, dan mengetahui kalau Calysta berpura-pura sakit.
''Ehemm, Calysta kamu nggak apa-apa?'' Justin bertanya, berpura-pura tidak tahu apa-apa.
Calysta tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
''Calysta bilang dia belum mau tidur, jadi dia mau menemani Mami nonton.'' Tegas Maminya bantu menjawab.
''Calysta kan tidak enak badan Mi, dan lagian ada aku juga yang menemani Mami nonton.'' Ujar Justin.
Maminya mendelik dan acuh tak acuh.
''Memangnya kamu suka nonton Drama? Nonton televisi saja jarang apalagi nonton Drama.'' Sindir Maminya kepada Justin.
__ADS_1
''Jarang bukan berarti tidak pernah kan! Aku sesekali juga menonton televisi.'' Ucap Justin membela dirinya.
''Yang kamu tonton itu berita bukan Drama.'' Ujar Maminya dengan nada yang meledek.
''Ck. Memang apa bagusnya menonton Drama.'' Gumamnya pelan.
''Hei, Mami mendengarnya. Kalau begitu ikut saja menonton bersama, agar kamu tahu. Jangan hanya pekerjaan saja yang ada di dalam pikiranmu itu, karena hidup itu perlu warna.''
Mendengar Mami nya mengoceh terus, lalu Justin memutuskan untuk ikut menonton Drama bersama mereka. Pada akhirnya mereka bertiga duduk di sofa yang sama dan Calysta duduk di posisi tengah-tengah di antara mereka. Yang berarti Calysta juga bersebelahan dengan Justin.
''Mami matiin lampunya dulu ya! biar makin seru serasa nonton di Bioskop.'' Ujar Maminya sembari mematikan lampu.
Drama Korea kesukaannya pun di putar.
''Kyaaaa.. Mami tuh suka banget kalau lihat Lee Min Ho. Calysta kalau bias kamu siapa?'' Mami Justin berteriak senang melihat aktor kesukaannya.
''Bias aku Lee Min Ho juga, sama Cha Eun Wo.'' Jawab Calysta tersenyum.
''Iya kan, kamu juga suka. Selain tampan juga aktingnya sangat bagus.'' Berbicara sambil menonton Dramanya dengan tatapan penuh kekaguman.
''Ck. Memang apa bagusnya. Mendingan yang pasti-pasti saja, yang nampak di depan mata.'' Gumam Justin terlihat kesal karena cemburu, mendengar calon istrinya memuji aktor tampan kesukaan nya.
Maminya mendelik kearah Justin.
''Diam Justin, jangan merusak suasana.'' Omelnya.
Dramanya berlangsung sampai di adegan romantis.
Justin yang dari tadi ikut memperhatikan jalan cerita drama nya.
Sedangkan Maminya dan Calysta hanya fokus menonton filmnya.
Waktu berlalu hampir dua jam mereka menonton Drama.
''Zz.Zz.Zz'' Suara orang tidur mengorok.
Justin dan Calysta saling melirik satu sama lain, mendengar suara mendengkur itu. Ternyata Maminya yang ketiduran di sofa saat menonton film.
''Tadi berisik banget nggak bisa diam. Sekarang tidur juga masih saja berisik.'' Ujar Justin menepuk jidatnya.
''Sstt.. biarkan saja. Mungkin Mami lelah.'' Ucap Calysta melarang Justin mengganggu Maminya.
''Lebih baik kamu antarkan Mami ke kamarnya, kasian kalau Mami di biarkan tidur di sofa.'' Calysta menyuruh Justin untuk menggendong Maminya.
''Baiklah.'' Justin menuruti perkataan Calysta dan menggendong Maminya ke kamar tidur.
Setelah itu, Justin kembali kepada Calysta dan menonton film bersamanya.
Lagi-lagi ada adegan romantis lagi.
''Calysta.'' Justin memanggilnya.
Calysta pun menoleh kepadanya.
Cup,..
__ADS_1
Sekilas Justin mencium bibir Calysta.
Calysta yang tidak mengerti dan sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Justin hanya terdiam kaku.
Lagi lagi Justin melanjutkan aksinya, mencium bibir Calysta dengan lembut dan perlahan. Begitu juga dengan Calysta yang kali ini membalas ciumannya Justin.
Hingga semakin lama ciuman itu semakin panas.
Justin mendorong badan Calysta perlahan hingga kini tubuh Calysta terbaring di sofa dan Justin menimpanya sambil terus menciuminya. Itu berlangsung semakin panas dan hampir saja Justin hilang kendali.
Tiba-tiba,
''Sayang aku pulang.'' Suara Papi Justin yang baru datang dan masuk ke dalam rumah.
Mendengar suara itu Justin dan Calysta bergegas bangkit dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
''Justin. Eh ada Calysta juga?'' Ucap Papinya saat melihat mereka.
''Iya Pi, Calysta malam ini akan menginap. Karena (Justin menjelaskan apa yang terjadi).''
''Oh begitu, Mami mana?'' Tanya Papinya.
''Mami sudah tidur. Aku kira malam ini Papi tidak akan pulang lagi.'' Ujar Justin.
''Hmm, memang sebenarnya banyak sekali pekerjaan. Tetapi kalau terlalu lama tidak pulang, kasian nanti Mami kamu rindu berat sama Papi.'' Ujarnya sambil tersenyum bangga.
''Ya,ya cepat sana urus bayi besar mu.'' Celoteh Justin kepada Papinya.
''Haha. Kalian juga jangan tidur terlalu larut.'' Pesan Papinya kepada mereka berdua, sambil pergi ke kamar istrinya.
''Kamu juga sebaiknya cepat tidur. Sudah malam.'' Ujar Justin kepada Calysta sambil membelai rambutnya.
Dengan sedikit canggung karena kejadian barusan, Calysta mengangguk dan tersenyum lalu hendak beranjak dan pergi ke kamarnya.
Grepp..
Justin memegang tangan Calysta menghentikan langkahnya dan kemudian menariknya kembali.
''Aku lupa sesuatu.'' Kata Justin lirih.
''???'' Calysta yang tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan nya.
Cup.. Justin mencium keningnya Calysta.
Cup. Turun ke bawah mencium hidungnya.
Dan ke bawah lagi,
Justin mencium bibirnya perlahan namun pasti dengan lembut, melum*at nya dan memainkan bibirnya. Aksi yang semakin memanas hingga lidah mereka bertemu dan saling bertukar saliva nya.
Justin yang seperti teringat sesuatu, seketika melepaskan ciumannya.
''Good Night.'' Ucapnya sambil menyentuh wajah cantik Calysta.
Calysta menjawab dengan anggukan dan tersenyum lalu pergi meninggalkan Justin di sana.
__ADS_1
''Astaga Justin, Hampir saja kamu kehilangan kendali'' Gumamnya kepada diri sendiri setelah Calysta berlalu.