Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
part 69


__ADS_3

"Rumi... Arumi..." Sarah berteriak mencari keberadaan sahabatnya setelah ia masuk kedalam penginapan.


Namun tidak ada jawaban atau suara apapun, itu membuat Sarah semakin khawatir dan segera bergegas menuju ke kamar tidurnya.


"Arumi..." pekik Sarah ketika membuka pintu kamarnya.


Mata Sarah terbelalak saat melihat Arumi berada di atas tempat tidurnya, sedang tidur nyenyak dengan terlentang dan gaya yang barbar tidak karuan.


Sarah menghela napasnya panjang, "Sia-sia aku mengkhawatirkan mu." Ia kembali keluar dan masuk kedalam kamar lain.


"Malam ini aku akan tidur terpisah dengan mu." Ujarnya meski Arumi tidak mendengar itu.


**


Sore hari, Arumi terbangun dari tidurnya. "Hoam..." menguap sambil meregangkan tubuhnya.


Berjalan keluar mencari keberadaan Sarah sahabatnya. "Apa dia belum juga pulang?" gumamnya sambil celingukan.


Arumi melanjutkan langkahnya menuju keluar, dengan rambut yang acak-acakan dan baju yang sangat santai, tetapi tentu saja itu tidak mengurangi kecantikan nya.


"Aku lapar... cari makan dulu ah. Entah kemana Sarah belum pulang juga, mungkin pergi berjalan-jalan sama pacarnya." Celotehnya sembari pergi berjalan kaki.


Arumi telah berjalan lumayan jauh dari tempat penginapannya. Ia menemukan banyak pedagang di pinggiran jalan.


"Mm... Kelihatannya itu enak!" ia berjalan menuju penjual bakso bakar.


Melihat penjual cilor di sebelahnya, tentu saja ia juga membeli itu. Melanjutkan langkahnya sembari menengok kanan dan kirinya yang begitu ramai, apalagi di waktu sore seperti ini.


Ia duduk di kursi yang ada di sebrang jalan, melihat banyak orang berlalu lalang sembari menikmati camilan yang di belinya.


Menikmati sejuknya udara di sore hari tanpa polusi yang berlebih.


"Memangnya ada apa di taman itu?" gumam Arumi bertanya-tanya, saat mendengar banyak orang yang berlalu lalang membicarakan tentang indahnya dan nyamannya taman di sebelah sana.


Tanpa terasa ia berdiri lalu pergi mengikuti beberapa orang yang katanya hendak pergi ke sebuah taman.


Cukup lama Arumi berjalan, terlihat dari jarak yang sedikit jauh lampu-lampu cantik dengan berbagai bentuk berkelap-kelip menggoda matanya.


Sampai ia di taman yang banyak di bicarakan oleh orang-orang, "Memang benar disini sangat indah," ia menghirup udara di sana.


Melihat sekeliling ternyata tamannya begitu luas, pohon-pohon yang di bentuk dengan sedemikian rupa berjejer layaknya seperti pagar.

__ADS_1


Arumi berjalan mengitari taman yang entah dimana ujungnya. Semakin dalam ia berjalan dan semakin minim lampu yang menerangi nya.


Tetapi tidak mengurangi keindahan di tempat itu. Sebenarnya ini lebih cocok untuk orang berkencan, karena sedari tadi Arumi berjalan ia melihat pasangan sedang berkencan di setiap sudutnya, atau di kursi-kursi yang ada di sana.


Lelah Arumi berjalan, ia memutuskan untuk berhenti dan duduk di kursi taman yang tidak terlalu banyak orang.


Ia menikmati keheningan malam yang dingin dan suara jangkrik yang menemaninya. Arumi hanyut dalam pikirannya sendiri. Entah apa yang sedang di pikirkan olehnya, namun ia sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


**


Sementara itu Sarah yang berada di penginapan sedangkan mondar-mandir seperti setrikaan.


Dengan wajah yang bingung, sedih, dan juga panik. Melihat beberapa kali ponsel yang sedang di genggamnya.


Sarah sedang menunggu kabar dari seseorang, entah dari orang lain ataupun dari Alex dan Daffa.


Karena ia telah menghubungi mereka, memberi tahunya bahwa Arumi telah hilang dan entah hal mengerikan apa yang akan di lakukan olehnya.


Ia merasa ini salahnya, karena semenjak ia tidur di kamar sebelah dan terpisah dengan Arumi. Arumi jadi bisa meloloskan diri darinya.


Bagaimana tidak Sarah berasumsi bahwa Arumi telah hilang dan melakukan hal-hal yang bodoh, sementara ponsel, tas dan yang lainnya ada di dalam kamar. Itu berarti Arumi tidak membawa apa-apa.


"Sarah bodoh. Harusnya tadi kau itu tidur bersama Arumi, bukannya meninggalkan nya sendirian," Sarah mengutuk dirinya sendiri.


"Harusnya otakmu itu berpikir bahwa Arumi itu tadi sedang berpura-pura tertidur." Sarah memukul-mukul kepalanya sendiri.


Sarah segera menghubungi Alex yang ke lima kalinya, "Halo, bagaimana?" tanyanya to the point.


"Aku sudah berkeliling di sekitaran pantai, dan bertanya kepada beberapa orang. Tetapi tidak ada yang melihat Arumi." Jelas Alex melalui panggilan teleponnya.


"Aduhh.. Kemana sih dia?" Sarah semakin panik tak karuan.


"Apakah belum ada kabar dari Daffa?" tanya Alex kembali.


"Tidak ada."


Ingin rasanya Sarah ikut pergi mencari keberadaan sahabatnya itu, tetapi ia di tugaskan untuk tetap di penginapan. Karena siapa tahu Arumi kembali, dan tidak ada siapa-siapa di sana.


*


*

__ADS_1


Sementara Daffa tengah mencari Arumi berlawanan arah dengan Alex.


Tidak kehilangan akal, beruntung ia memiliki teman seorang hacker. Daffa menghubungi Askar segera untuk mencari keberadaan Arumi.


"Apakah tidak ada tugas lain untuk ku, selain berurusan dengan keberadaan Arumi?" ujar Askar malas.


"Cepat kerjakan." Tegasnya dengan penuh penekanan.


Tentu saja Daffa memberi tahu lokasi mereka saat ini kepada Askar, untuk lebih mempermudah nya memantau Cctv.


Seperti biasanya tidak memerlukan waktu lama bagi Askar menjalankan misinya, apalagi menurutnya ini adalah hal yang begitu sepele.


"Terakhir kali Arumi tertangkap kamera Cctv, sedang duduk di kursi pinggir jalan tidak jauh dari tempat para pedagang." Jelas Askar memberikan informasi.


Daffa memutuskan panggilannya dan lalu bergegas ke tempat yang di sebutkan oleh Askar.


Tidak jauh ia pergi ke tempat itu, karena ia juga sedang berada di sekitar sana. Namun Daffa sedikit berfikir, setelah dari sana Arumi selanjutnya pergi kemana.


Daffa duduk di kursi yang tadi sempat di duduki oleh Arumi. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, entah harus mengambil arah yang mana untuk mencarinya.


Ia juga mendengar banyak orang yang berlalu lalang membicarakan tentang indahnya taman di ujung sana.


Daffa berfikir mungkin saja Arumi juga pergi ke sana. Ia pun melanjutkan perjalanannya, menggunakan mobil yang ia bawa.


Hanya sebentar saja Daffa telah sampai di tempat yang di tuju nya. Melewati jalan yang pernah di lalui oleh Arumi.


Sempat ragu dalam hatinya, apakah mungkin Arumi akan pergi ke tempat seperti ini. Namun Daffa tidak menyerah begitu saja.


Ia duduk sebentar di kursi taman, merenungkan bagaimana jika Arumi benar-benar pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Jika saja di dalam film, posisi Daffa sebenarnya saat ini sedang beradu punggung dengan Arumi dan hanya terhalang oleh pagar pohon yang berjejer dengan rapih.


"Aaahhh ...."


Entah takdir berjalan seperti apa, tiba-tiba saja Daffa mendengar suara Arumi berteriak tidak jauh di belakangnya.


Daffa bergegas menghampiri sumber suara itu, tanpa merusak pohon pagar yang menghalanginya.


Benar saja, terlihat Arumi sedang menghentak-hentakan kakinya seolah mengusir sesuatu dari sana.


"Arumi..." panggil Daffa.

__ADS_1


__ADS_2