Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Orang ketiga


__ADS_3

Hari berikutnya Justin dan Calysta kembali lagi masuk ke kantor, setelah melaksanakan foto prewedding hari itu.


Dan menginap satu malam di rumah Justin.


Meski saat itu ketika Justin mengantar Calysta pulang, dia hanya mendapatkan wajah kesal dari calon istrinya. Jangan kan cium selamat tinggal, senyum pun tidak terlihat dari bibir Calysta.


''Maaf, apakah ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Melisa kepada seseorang yang menyelonong masuk tanpa permisi.


Seorang wanita dan ia menoleh setelah Melisa menyapanya dan kemudian menghampirinya.


''Saya mau bertemu dengan Justin.'' Ujarnya arogan.


''Apakah sudah ada janji?'' Tanya Melisa memastikan.


''Apakah itu perlu! Kamu tidak tahu siapa saya,'' Berbicara dengan keras seakan dia adalah bos di sana.


Dia adalah Manohara,


wanita yang selalu mengejar-ngejar Justin meskipun tidak pernah di pedulikan.


Kini dia kembali lagi ke tanah air setelah beberapa tahun tinggal di luar negeri.


Melisa benar-benar tidak tahu siapa wanita itu,dan dengan sikapnya yang seperti itu.


''Baiklah, mohon tunggu sebentar saya akan memberi tahukan kepada Pak Justin tentang kedatangan anda,'' Ucap Melisa sambil memegang telepon untuk menghubungi Bos nya.


Manohara terlihat kesal dan tidak sabaran, dia pikir itu tidak perlu untuk dirinya ijin terlebih dahulu untuk bertemu dengan Justin.


Justin tidak menghiraukan suara panggilan teleponnya, karena dia sedang sibuk menggoda Calysta.


''Maaf, mungkin Pak Justin sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu.'' Ujar Melisa setelah panggilannya tidak juga di jawab.


Manohara yang tidak sabaran bergegas pergi dan menaiki lift untuk pergi ke lantai atas ke ruangan dimana Justin berada. Tanpa ijin dan persetujuan dari siapapun seperti seorang penyusup.


Cklek!


Suara pintu terbuka, dan Manohara memasuki ruangan Justin yang di dalamnya juga ada Calysta.


''Justin, aku sangat merindukanmu.''


Bergegas menghampiri Justin dengan gaya berjalan nya yang berlenggak-lenggok dengan tangan yang merentang hendak memeluknya.


Justin yang tengah berdiri di depan meja Calysta. Langsung sigap dan menghindar dari nya.


Melihat Justin yang seperti itu sebenarnya ini bukan kali pertama dia di perlakukan seperti itu. Namun dia tetap tebal muka untuk mengulangnya lagi dan lagi.


Terlihat senyuman palsu di wajahnya yang menghalangi kekesalan nya. Mendelik ke arah Calysta dengan tatapan penuh persaingan.


Sebenarnya dia sudah tahu dan mendengar tentang hubungan Calysta dan Justin. Namun dengan ketebalan mukanya dia tetap bersikeras mendekati Justin. Padahal sudah sangat jelas dengan kelakuannya yang bermuka dua.


''Ada perlu apa ya anda memasuki ruangan direktur! Tolong kalau tidak ada kepentingan jangan mengganggu dan membuat keributan disini.'' Ujar Calysta dengan nada menekan dan menunjukan ketidak sukaan nya.


''Justin bagaimana Cake nya kamu suka kan!'' Ucapnya dengan senyuman yang di buat-buat. Tanpa memperdulikan perkataan Calysta dan malah mengabaikannya.


Calysta semakin terlihat kesal melihat tingkah wanita itu yang sudah melebihi batas.


''Kalau tidak ada hal yang penting, tolong segera keluar.'' Perkataan Justin yang dingin dan mencekam, dengan tegas mengusir Manohara untuk segera keluar dari ruangannya.


''Farrel,'' Teriak Justin memanggilnya, saat melihat Manohara yang masih tidak bergerak untuk pergi.

__ADS_1


Teringat kalau Farrel masih dalam cutinya.


Karena biasanya Farrel yang selalu mengurus segalanya. Jadi terbiasa untuk mengandalkannya, ingin Farrel untuk segera mengusir Manohara dari sana.


Lalu kemudian dia menghubungi petugas keamanan untuk mengusirnya dengan paksa.


''Jangan sentuh aku. Aku bisa keluar sendiri.'' Tegas Manohara memberontak saat para petugas berniat untuk menyeretnya.


Calysta sangat kesal terlihat jelas dari wajahnya yang cemberut.


''Ck, jadi ini laki-laki yang katanya hanya nyaman saat berada di dekatku. Lalu siapa wanita itu?'' Gerutunya dalam hati. Seperti seseorang telah menaburkan bara api.


Justin melihatnya dan menyadarinya bahwa Calysta sedang kesal. Namun tidak tahu apa yang harus di perbuat untuk meredam kekesalan nya.


Aku akan mencoba untuk menjelaskannya terlebih dahulu. pikirnya Justin.


''Dia Manohara, dulu teman seangkatan di Universitas xxx. Entah apa yang membuatnya kesini, tapi aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengannya.'' Justin mencoba menjelaskan dengan nada yang lembut bercampur dengan rasa was-was dan cemas.


Calysta tetap diam tak bergeming.


Membuat Justin semakin gundah dan apalagi yang harus di lakukan untuk meyakinkan Calysta.


''Dulu dia memang selalu mengejar ku tapi aku tidak pernah memperdulikan nya. Setelah lulus dia pergi keluar negeri untuk menjalankan perusahaan keluarganya. Hanya itu dan aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengannya.'' Justin berharap-harap cemas melihat ekspresi wajah calon istrinya itu.


Calysta menghela nafas dengan kasar.


''Baiklah untuk saat ini aku akan percaya.'' Jawab Calysta dingin.


Justin merasa lega dengan jawaban dari Calysta. Tetapi meskipun begitu, Justin merasa khawatir akan hubungannya dengan Calysta karena kedatangan Manohara. Yang dia tau bahwa Manohara adalah wanita gila yang selalu mengejar nya, meski Justin selalu menghindar dan membentak nya berulang kali.


Justin yang tidak bisa menunda hal ini lagi,


Farrel yang membaca pesannya seakan mengerti apa dan siapa yang harus ia selidiki.


Karena meskipun dalam cutinya, dia selalu mendapatkan informasi akan perkembangan perusahaan. Juga bawahannya yang selalu melaporkan hal sekecil apapun kepada Farrel.


( Ternyata Farrel juga punya bawahan sebagai kaki tangannya yaa guys! )


''Baik.'' Farrel membalas pesannya singkat.


...***...


''Siang Melisa.'' Sapa Aldo dengan wajah datar yang baru datang ke kantor dan melewati meja kerja Melisa.


Tersenyum tipis saat telah berlalu dari hadapan Melisa, meski tadi yang berlagak so cool ( tapi memang Aldo cool sih! )


Melisa diam tidak menghiraukan nya dan hanya melihatnya berlalu hingga masuk kedalam lift.


''Ck, lihat orang itu! berlagak seperti tidak ada yang pernah terjadi.'' Gerutu Melisa.


''Mba Melisa kenapa sepertinya terlihat sedang kesal?'' Tiba-tiba Putri datang dan bertanya padanya.


''Tidak apa-apa. Aku hanya kesal tadi melihat kecoa.'' Jawab Melisa yang masih terlihat kekesalan di wajahnya.


''Ah apakah ada kecoa? Di Kantor sebersih ini.'' Putri keheranan.


''Ada. Kecoa yang sangat besar.'' Melisa menekankan perkataan nya.


''??'' Putri semakin tidak mengerti. Apakah itu benar-benar ada?.

__ADS_1


''Aishh.. sudahlah. Katakan apa yang bisa aku bantu.''


''@#//*€¥π×||£@....'' Putri menjelaskan keperluannya.


Melisa mengangguk dan mengerti apa yang harus di kerjakan nya.


''Yo. Sepertinya kawanku ini sedang terjadi hal yang baik. Wajah yang terlihat berseri ini jarang sekali terjadi!'' Febi menggoda Aldo yang baru saja memasuki ruangannya.


''Aku akan mengejarnya dan mendapatkannya. Sekarang aku tahu siapa yang aku sukai.'' Senyum percaya diri terlihat di wajah Aldo.


''Wow.. sepertinya ke jombloan mu akan segera berakhir.''


''Tentu saja.'' Jawabnya merasa puas.


''Aku tunggu. Kita akan double date.''


Febi menantangnya.


''Yups...'' Dengan penuh percaya diri Aldo menerima tantangan nya.


Waktu makan siang pun telah tiba. Dan Aldo sudah berada di depan mejanya Melisa. Dengan kebanggaan wajahnya yang tampan dan senyumannya yang menggoda.


Tetapi Melisa tidak menghiraukan nya.


kemudian beranjak dari duduknya untuk pergi makan siang.


''Eit.. eitt. tunggu- tunggu,'' Aldo menghadangnya dengan merentangkan kedua tangannya.


''Makan siang bersama ku ya! Aku mengganti semangkuk Mie tadi malam dan untuk mengungkapkan rasa terimakasih ku.'' Aldo membujuknya dengan senyum manis di bibirnya.


Mendengar ucapan itu, seakan terlintas sesuatu di pikiran nya Melisa. Tersirat senyumannya yang lagi lagi terlihat licik. Entah apa yang di pikirkan nya.


''Apakah kamu serius! Aku makannya banyak loh.'' Ujar Melisa.


''Iya. Tidak masalah, uangku cukup banyak untuk membayar makanannya.'' Jawab Aldo menyombongkan kekayaannya.


''Ok. Tapi aku tidak mau kalau hanya di ganti dengan makan siang saja.'' Lanjut Melisa dengan permintaannya.


''?'' Aldo menantikan perkataan Melisa selanjutnya.


''Nanti malam kita dinner bagaimana!'' Lanjut Melisa mengutarakan keinginannya.


Mendengar permintaan Melisa. Aldo semakin senang dibuat nya, karena memang itu yang dia inginkan juga.


''Dengan senang hati tuan puteriku.'' Aldo menantikan makan malam nya.


''Aku ingin dinner di Restoran yyy ( Restoran ternama dengan makanan yang terkenal mewah dan mahal )'' Ujar Melisa.


''Oke.'' Jawab Aldo bersemangat.


Karena yang dia pikirkan adalah dinner romantis bersama Melisa.


Aldo dan Melisa melanjutkan makan siangnya bersama.


Seakan tak sabar menunggu malam datang.


Aldo banyak membayangkan hal-hal menyenangkan baginya, Dan memikirkan hal-hal apa saja yang akan dia lakukan nanti.


( Pikirkan saja sesuka kalian guys! )

__ADS_1


__ADS_2