Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Honeymoon (part 2)


__ADS_3

Beberapa menit penerbangan tiba di tempat tujuan yaitu Pulau Dewata. Wajah berseri dan senyum bahagia tampak terlihat dari kedua pengantin baru itu. Berjalan menuju hotel yang telah di pesan dan persiapkan oleh orang tuanya.


Setelah kartu kamar di dapatkan, mereka melanjutkan langkahnya menuju kamar yang telah di tetapkan.


Cklek! pintu kamar terbuka


Kamar VIP yang mewah, luas, dan bersih benar-benar membuat hati merasa fresh dan perasaan yang sangat nyaman. Sejauh mata memandang tampak terlihat pemandangan yang begitu indah terlihat dari luar jendela.


Tempat tidur yang tengah di taburi bunga mawar membuat ruangan itu bertambah harum.


Persiapan yang sangat sempurna. Sejenak segala urusan pekerjaan dan perusahaan telah terlupakan, kini hanya perasaan bahagia yang mereka rasakan.


"Ah... aku ingin istirahat dan tidur dulu sebentar baru nanti membereskan pakaian nya." Ujar Calysta sambil mengangkat kedua tangan nya meregangkan badan bersiap untuk menjatuhkan badannya di atas tempat tidur.


"Ya, istirahat lah. biar aku yang membereskan nya." Timpal Justin dengan senyum nya yang lembut.


Istrinya yang cantik tampak terlelap di atas ranjang yang penuh dengan bunga mawar.


Tidak lama Justin telah selesai membereskan barang-barangnya, di lihat istrinya yang masih tertidur lelap, dia pun tersenyum dan menghampirinya lalu mengecup kening Calysta.


Tiba-tiba Calysta terbangun dan membuka matanya, tampak di lihatnya wajah Justin yang tampan berada tepat di depan wajahnya.


Justin tersenyum


Cup!. Kemudian kembali mencium bibir Calysta yang merah dan indah itu.


"Apakah tidurnya nyaman?" Tanya Justin.


"Hmm." Calysta mengangguk.


"Ya sudah aku mandi dulu. Tadi aku udah pesan makanan mungkin sebentar lagi datang." Ujar Justin yang kemudian pergi mandi.


Calysta yang masih mengumpulkan kesadarannya karena baru bangun tidur masih terdiam di tempat tidur nya.


beberapa saat kemudian


tok..tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar nya. Calysta tersadar dan membukakan pintu nya, ternyata itu pengantar makanan yang telah di pesan oleh Justin.


Kemudian Calysta menyiapkan makanan nya di atas meja sambil menunggu Justin selesai mandi.


Seketika Calysta tersenyum melihat makanan yang di pesankan Justin semuanya adalah makanan kesukaan istrinya.


"Pengertian banget sih, tau apa yang di sukai istrinya." Gumam Calysta dengan senyum di bibirnya.


"Sayang." Suara Justin memanggil.


"Iya sayang." Calysta menyahut sambil menengok ke arah Justin memanggil.


Ekspresi wajah Calysta seketika berubah


ekspresi kagum dan rasa ingin menerkam


saat melihat suaminya yang setengah bertelanjang dada.


"Astaga kenapa pesona suami gue makin hari rasanya semakin menggairahkan, padahal bukan pertama kali melihat dan merasakan nya. *s*adar..sadar Calysta jangan tunjukkan kelemahan lo." Gumamnya dalam hati

__ADS_1


masih dengan keadaan memandangi suaminya.


"Makanan nya udah datang?" Lanjut Justin bertanya.


"Tuh, udah aku siapin." Jawab Calysta sambil melirik kearah meja, mencoba menutupi apa yang sedang di pikirkan nya.


"Ya udah pakai baju dulu sana."


"Oh! tadinya aku pikir istri ku bakalan terpesona." Ujar Justin menggoda Calysta. Karena sebenarnya dia juga merasakan tatapan istrinya yang menggemaskan itu.


"Ck, maaf ya sudah terbiasa." Dengan sok Calysta menjawab.


Padahal faktanya adalah kebalikannya.


Mereka berdua kemudian makan bersama dengan keharmonisan dan keromantisan nya.


Selesai makan mereka memutuskan untuk berjalan-jalan keluar dan menikmati keindahan alam sana.


Pakaian bikini ber motif bunga


mereka kenakan. Dengan penuh kebahagiaan mereka bermain bersenang-senang di pinggir pantai, saling memercik air berlari-larian, kejar-kejaran, bercanda, bersenda gurau


hingga lupa waktu sampai matahari pun tengah tenggelam.


Melihat indahnya Sun set di tepi pantai.


Kemudian beranjak untuk kembali ke hotel dan beristirahat.


"Ahh, cukup melelahkan. Bermain sampai-sampai lupa waktu." Ujar Calysta sembari membanting tubuhnya ke atas kasur.


"Hei mandi dulu." Perintah Justin dengan lembut.


Beberapa saat kemudian Calysta selesai mandi dan bergantian kini Justin yang tengah memasuki bathroom.


Calysta hendak berpakaian dan membuka lemari bajunya memilih-milih yang akan ia kenakan.


tiba-tiba,


"Sayang." Calysta berteriak memanggil Justin.


"Ada apa sayang?" Justin bergegas keluar dari kamar mandi dengan wajah panik, takut, khawatir terjadi sesuatu.


"Pakaian-pakaian aku cuma itu aja?" Tanya nya sambil menunjuk lemari.


"Astaga aku kira ada apa Yang, aku sampai panik. Iya, cuma itu aja tadi aku yang beresin." Jawab Justin sedikit lega tidak terjadi apa-apa.


"Haish, harusnya aku jangan percaya gitu aja sama Mami. Mempercayakan semuanya sampai baju yang aku bawa di urus olehnya." Gerutu Calysta.


"Aku kira itu ide kamu sama Mami, agar membuat aku tergoda." Canda Justin sambil tertawa kecil.


"Diam."


"Ini gak ada pakaian tertutup sama sekali. Baju tidur pun transparan begini, ini juga kalau aku keluar pakai baju kaya gini bisa-bisa aku masuk angin. Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran Mami tuh." Keluh Calysta sambil mengacungkan satu-persatu baju-bajunya.


"Ya udah, kita beli ya. Aku suruh pelayan hotel beli baju buat kamu." Ujar Justin yang juga merasa khawatir, bagaimana mana kalau istrinya masuk angin dan jatuh sakit gara-gara baju yang di pakainya.


Calysta menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Lagian sayang, kan ada aku jadi kamu jangan khawatir takut masuk angin nanti aku bakal peluk kamu dengan erat." Justin menggoda istrinya.


Calysta hanya diam dan masih cemberut.


Dengan terpaksa dia memakai baju tidur yang transparan, gaun malam lingerie seksi satu set dengan ****** ***** dan bra.


Beberapa lama kemudian pelayan yang di minta untuk membelikan baju telah datang.


"Terimakasih." Ucap Justin kepada pelayan itu sambil memberinya uang tip.


Justin memberikan tas belanja berisi pakaian itu kepada Calysta.


Setelah Calysta membukanya tiba-tiba,


"JUSTIN..." Calysta berteriak kesal.


"Ada apa sih?"


"Coba kamu lihat, ini sama juga bohong.


Lagi-lagi yang kamu pesan gaun tidur sexy." Sambil mengacungkan bajunya Calysta terlihat agak kesal. Ya baju Lingerie yang sama dengan apa yang di pakainya sekarang, hanya berbeda motif dan warna.


"Masa? kok bisa?" Justin yang juga tidak tahu kenapa yang datang baju seperti itu.


"Memang kamu pesan nya gimana." Tanya Calysta dengan nada yang masih kesal.


"Mba tolong belikan baju tidur buat istri saya." Jawab Justin datar penuh kejujuran. Mengulang apa yang ia katakan kepada pelayan wanita untuk membeli baju.


"Udah gitu aja?" Calysta memastikan.


Justin mengangguk dengan polosnya.


"Kamu tuh ya selalu kaya gitu, kalau pesan tuh ngomong nya yang jelas kalau perlu sedetail mungkin." Calysta tidak habis mengerti dengan sifat suaminya. Dalam berbisnis dia memang nomor satu, tapi untuk urusan ini jangan di tanya lagi.


"Kok aku yang di salahkan, aku juga gak bermaksud pesan baju kayak gitu. itu mah pelayannya aja yang pikiran nya mesum." Justin mencoba membela dirinya.


"Kamu tuh yang otak mesum." Calysta kesal.


Langsung tidur dan menutupi dirinya dengan selimut.


"Sayang jangan marah dong, maafin aku yaa! janji deh lain kali gak bakal gini-gini lagi." Justin mencoba membujuk istrinya.


Calysta diam tak bergeming.


"Sayang..." Justin.


"Jangan dulu tidur dong, kamu kan belum makan."


Calysta masih terdiam.


Lalu Justin dengan pelan mencoba membuka selimut yang menutupi wajah istrinya itu.


Ternyata Calysta sudah tertidur dengan sangat pulas.


"Hmph.. pantas saja nggak menyahut udah pulas kayak gitu." Justin mendengus.


"Ah, tapi gimana dong jadi gagal kan olahraga malam nya. ini semua gara-gara si pelayan yang pikirannya mesum itu." Justin terus menggerutu karena gagal untuk berolahraga malam.

__ADS_1


Sabar ya Justin!


__ADS_2