Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Daffa & Arumi


__ADS_3

Mami dan Papi Justin telah kembali dari luar negeri. Calysta juga sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.


Kini mereka tengah berkumpul di rumah, rasa bahagia di rasakan oleh mereka dengan bertambahnya satu kehidupan lagi.


"Eh, kita belum kasih nama ya?." Ujar Mami Justin.


"Iya, ya? Mau di kasih nama apa ya!." Sambung Mami Calysta.


Semuanya seperti sedang berpikir untuk memberikan nama kepada si bayi.


"Bagaimana kalau Daffa !?." Ujar Calysta.


"Daffa?." Mami tampak berpikir.


"Daffa Alfarizi Gull." Timpal Justin.


Semua orang tampak setuju dan mengangguk.


"Nama yang bagus."


"Mulai sekarang nama panggilannya Daffa."


"Di panggil Al juga bagus."


Sekarang yang mereka perdebatkan adalah nama panggilan.


"Sudah... sudah" Tukas Justin.


"Mami sama Papi terserah mau memanggilnya Daffa ataupun Al , sama saja."


"Ya, baiklah Al cucu Opa." Papi Justin dan Papi nya Calysta memutuskan untuk memanggilnya Al.


Sedangkan Mami Justin dan Mami nya Calysta memutuskan untuk memanggilnya Daffa.


Mereka tampak asyik bermain dengan


cucu mereka.


Hingga tidak terasa satu bulan kemudian, kondisi badan Calysta yang sudah pulih juga Daffa yang beratnya sudah bertambah.


Justin dan Calysta memutuskan untuk pindah rumah.


"Sayang, rumah ini kan besar, cukup untuk kita semua tinggal, jangan pindah ya!." Rengek Mami Justin.


"Mi, sudah waktunya kita untuk mandiri, Mami dan Papi juga butuh waktu menikmati hidup di masa tua kalian, lagi pula Mami sama Papi bisa sering mengunjungi kami." Ucap Justin membujuknya.


"Baiklah, Mami tidak akan menghalangi kalian." Dengan nada sedih dan terpaksa mengikuti keinginan putranya.


...***...


Justin dan Calysta tengah pindah ke rumah barunya. Mewah nyaman dan indah, dan berlokasi sedikit jauh dari kota juga belum tercemar udara.


Sesekali, setiap sebulan sekali, orang tua mereka berkunjung untuk bermain dengan cucunya.


Banyak barang dan mainan yang selalu mereka bawa setiap berkunjung.


Kini usia Daffa sudah menginjak 2 tahun, waktu dimana sang anak sedang aktif-aktifnya, dan semakin gemas untuk di ajak bermain.


Sangat tentram kehidupan mereka bukan.


Hari-hari mereka jalani seperti biasanya.


Justin bekerja mengurus Perusahaan,


sedangkan Calysta kini hanya di rumah saja karena ingin mengurus putranya dengan baik.


Meski di bantu oleh dua orang pelayan rumah, Calysta tetap memprioritaskan anaknya.


Driing... ring... ring


Suara ponsel Calysta berdering


Ternyata itu telepon dari sahabatnya yaitu Rossa, yang baru saja memberikan kabar kalau dia telah melahirkan.


"Iya aku akan segera ke sana, setelah Justin pulang kantor, sekali lagi selamat yaa! aku ikut bahagia." Ucap Calysta.


"Aku tunggu ya!." Ujar Rossa dan lalu mengakhiri panggilan nya.


Justin pulang dari kantor, Calysta menyambutnya mencium tangan dan mengambil tas yang di jinjing suaminya. Begitu juga Justin mencium kening istrinya, dan dilihat Daffa yang juga ikut menyambutnya meminta untuk di gendong.

__ADS_1


Rasa lelah, penat, seketika hilang setelah melihat keluarga kecilnya yang bahagia.


"Oh iya sayang, Rossa sudah melahirkan, kita harus menjenguknya." Ujar Justin.


"Iya, tadi Rossa sudah memberi kabar." Sambil berjalan masuk ke dalam rumah mereka berbincang.


"Kamu mau mandi dulu atau makan dulu?." Ujar Calysta lagi.


"Mmm... bau makanan nya enak! tapi aku mandi dulu biar makannya lebih nikmat." Jawabnya.


Selesai mandi Justin turun untuk makan,


Calysta sudah berada di bawah menunggunya dan menyiapkan makanan.


Mereka tengah duduk bersama di meja makan, sedangkan Daffa bersama pengasuhnya dulu.


Justin mencicipi makanannya,


"Ini yang masak pasti bibi, aku lebih suka masakan kamu." Ujar Justin.


Calysta tersenyum "Iya sayang, tadi aku gak sempat masak soalnya Daffa gak mau di tinggal, besok aku masak buat kamu ya! sekarang makan ini dulu."


Justin sangat hapal dengan rasa khas masakan istrinya.


Setelah itu mereka bersiap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Rossa dan bayinya.


*


"Hei bro, selamat yaa!." Ucap Justin kepada Farrel sambil tangan mereka tos.


"Thank you bro."


"Beib, selamat yaa!!." Calysta memeluk Rossa yang masih berbaring di ranjang rumah sakit.


Saat itu bayi Farrel dan Rossa berada di sebelahnya di keranjang bayi, karena mereka ada di ruangan VIP jadi tidak terlalu banyak pasien.


"Ya ampun... mungil banget sih, ini kayaknya cewek ya?." Ujar Calysta gemes melihat bayi Rossa.


"Iya, cantik kan sama kaya aku." Ucap Rossa dengan bangga.


"Iya cantik, untung gak mirip Farrel." ujar Justin menggoda sahabatnya.


"hahaha." Gelak tawa keluar dari mulut Justin.


"Oh ya, namanya siapa?." Tanya Calysta.


"Nama nya, Arumi Farentina." Jawab Rossa.


"Waw, nama yang cantik, seperti wajahnya ya... cu, cu, cu gemes banget sih kamu, mulai sekarang tante panggil kamu Arumi ya!" Calysta mengobrol dengan bayi sambil memanjakan mengelus pipinya yang gemoy.


Tak. tak. tak


suara langkah kaki yang sepertinya bukan hanya satu orang, terdengar dari luar ruangan.


Cklek,


Tanpa mengetuk pintu lagi.


Febi, Putri, Aldo dan juga Melisa, langsung masuk kedalam.


Membawa keranjang buah, dan rangkaian bunga untuk memberi sahabatnya selamat.


"Sudah ku duga." Gumam Farrel.


"Tim rusuh kan." Sambung Justin suara pelan.


"Ya ampun lucu banget." Putri berlari ketika melihat bayi.


"Cantiknya..." Melisa.


Febi menyentuh pipi si bayi.


"Hei siapa bilang lo boleh pegang pipi


anak gue." Celetuk Farrel.


"Ck, awas lo ya, sebentar lagi gue juga bakalan punya." Pungkas Febi.


"Hah, maksudnya Putri lagi hamil sekarang?." Tanya Calysta penasaran setelah mendengar itu.

__ADS_1


Putri menggelengkan kepalanya, menjawab pertanyaan Calysta.


"Tidak. Tapi aku akan berusaha untuk cepat membuat istriku hamil." Jawab Febi dengan penuh keyakinan.


Calysta mengangguk dan tersenyum, "Semangat ya! Kalian juga pasti akan segera memiliki momongan."


Semua orang tersenyum dan merasa bahagia.


Kebahagiaan telah menyelimuti mereka.


Meski ada badai hujan menerpa,


yakinlah akan ada pelangi setelah itu.


"Sayang, ayo kita bikin lagi." Celetuk Justin kepada istrinya.


"Bikin apa?."


"Bikin adik perempuan buat Daffa."


"Kamu ini, kamu cuma enaknya aja nggak ngerasain melahirkan." Celoteh Calysta.


Teman-temannya menertawakan Justin,


"Berani menertawakan ku?." Justin melotot.


"Haha... sudah, sudah, lagian Daffa juga terlalu kecil untuk memiliki seorang adik." Ujar Farrel menghangatkan suasana.


"Benar apa yang di bilang Farrel." Calysta menimpali.


"Aku tau." Jawab Justin dengan bibirnya yang mengerucut.


"Sepertinya kita terlalu lama disini, tidak baik udaranya untuk bayi, lebih baik kita pulang dulu." Ujar Aldo.


"Iya benar."


"Kita berkumpul lagi setelah kepulangan kalian sambil merayakannya." Seru Febi.


"Ok, makasih kalian sudah menjenguk." Ucap Farrel.


"Ngga, ga mau pulang." Daffa merengek saat Calysta menuntunnya untuk keluar ruangan.


"Kenapa sayang?" Tanya Calysta kebingungan.


Daffa menggelengkan kepalanya.


"Ahh, sepertinya dia tidak ingin pulang," Ujar Justin.


Daffa seketika berhenti merengek dan meminta di gendong oleh Papi nya.


"Daffa gemes banget sih, mau dekat Arumi terus ya!." Ujar Rossa.


"Haha... Iya Daffa jangan seperti Papi kamu yang alergi perempuan." Celetuk Farrel.


Justin hanya mendelik kearah Farrel.


"Daffa kalem banget sih disini, biasanya kalau di rumah gak bisa diem, hihi." Calysta tertawa melihat tingkah anaknya.


"Ya ampun, jangan-jangan nanti kita bakal menjadi besan." Kata Calysta sambil tersenyum.


Rossa juga ikut tersenyum.


Sementara Justin dan Farrel saling melirik,


dan tiba-tiba mereka buang muka.


"Oh? Daffa mau salam ya sama Arumi?"


Ketika itu Calysta melihat tangan Daffa seperti ingin meraih keranjang bayi Arumi.


"Pelan-pelan ya pegang tangannya, Daffa gak boleh nakal." Ujar Calysta sambil mempertemukan tangan Daffa dan Arumi.


Kini tangan mereka berpegangan.


...Kita lanjut kisah Daffa dan Arumi ya!...


Ikuti terus Eps berikutnya.


Dukung Author Like & Vote.

__ADS_1


TERIMAKASIH😘


__ADS_2