
Waktu berganti waktu dan hari berganti hari. Radit semakin sering menemui Calysta, entah itu main kerumahnya, mengajak nya jalan-jalan dan mengantar jemput Calysta untuk bekerja.
Hingga hampir tidak ada kesempatan untuk Justin bersama Calysta.
''Calysta nanti malam kamu ada waktu? aku mau ngajak kamu dinner.'' Tanya Justin.
''Mmm... iya aku ada waktu kok.'' Jawab Calysta setuju.
''Nanti malam aku jemput ya!.''
Calysta mengangguk.
Justin merasa senang karena akhirnya ada kesempatan untuk nya berkencan dengan Calysta.
Malam pun tiba, Justin sudah siap untuk pergi menjemput Calysta.
Postur tubuhnya yang gagah dengan pakaian yang pas di tubuhnya membuat terlihat bentuk Otot-otot tangan dan otot perut nya, juga tidak lupa parfum di badan nya yang membuat Justin semakin Cool.
Melaju dengan menggunakan mobil mewah untuk menjemput Calysta.
Sementara itu Calysta yang kebingungan memilih pakaian yang cocok untuk di kenakan nya.
Sudah berserakan pakaian yang sudah dia coba namun masih belum menemukan yang cocok menurut nya.
''Angel,'' Maminya memanggil sambil nyelonong masuk ke dalam kamarnya.
''Ya ampun, kamu lagi ngapain, kok baju-baju berserakan begini?.'' Heran melihat baju yang berserakan di kasur nya.
''Mi gimana yang ini cocok nggak?.'' Tanya nya minta pendapat, mengenakan dress merah muda itu.
''Bagus.'' Maminya mengangguk.
''Jadi dari tadi kamu berantakin ini baju cuma nyari baju yang cocok?.'' Ucap Maminya.
Calysta mengangguk dan tersenyum.
''Aahh... Mami mengerti, kamu pasti mau jalan sama Justin ya!.''
''Ihh, Mami udah ah keluar dulu aku mau dandan.'' Ucap Calysta dengan manja dan malu.
Maminya keluar dari kamar Calysta, nampak di bawah sudah ada Justin sedang mengobrol dengan suaminya.
''Eh, Justin sudah datang, sebentar Calysta masih siap-siap.'' Ujarnya.
''Iya Tante aku juga baru datang kok.'' Dengan penuh sopan santun, Justin menjawab.
''Haishh, Tante lagi, sudah di bilang panggil Mami, lain kali harus di biasakan memanggil Mami sama Papi ya.'' Tegasnya.
Dia mengangguk, menyetujui.
Tidak lama kemudian Calysta turun dari kamar nya. Senyuman di wajah nya dan riasan nya yang cantik dan pakaian nya yang anggun, membuat dirinya semakin mempesona.
Justin semakin ingin memiliki nya dan tak seorangpun bisa merebut darinya.
Mereka yang di bawah menyambut nya dengan senyuman.
''Justin kamu tahu nggak, dari tadi Calysta berantakin kamar nya cuma nyari baju yang...,'' Perkataan nya terputus karena Calysta buru-buru menutup mulut Maminya.
''Mami, aku langsung pergi saja ya.'' Sambil tersenyum canggung berusaha menahan Maminya untuk tidak melanjutkan perkataannya.
''Ya sudah sana hati-hati.''
''Kita pamit ya Mi Pi.'' Pamit Justin sambil mencium tangan mereka, begitu juga dengan Calysta.
Mereka pergi dan duduk berdampingan di depan, sesekali Calysta melirik Justin. Berpikir bahwa hari ini Justin terlihat sedikit berbeda, entah dari penampilannya juga sikapnya.
Sampai di sebuah restoran dengan bernuansa romantis karena memang Justin sudah merencanakan nya, membuat suasana dan pemandangan yang romantis di restoran tersebut.
''Indah sekali,'' Calysta terpana melihat keindahan nya.
''Kamu suka?.''
__ADS_1
''hmm aku suka!.'' Mengangguk dan tersenyum.
Dengan penuh kelembutan Justin menuntun nya ke meja yang telah dia persiapkan.
Mereka memesan salah satu makanan dalam menu.
Saat menikmati itu, tiba-tiba ponsel Calysta berdering, di lihatnya dan ternyata yang menelpon adalah Radit.
''Hallo.'' Calysta menjawab telepon nya, takut ada sesuatu yang penting.
''Hai Angel lagi ngapain? sudah makan?.''
''Iya ini lagi makan.''
''Ohh, aku main ke rumah kamu ya!''
''Nggak usah aku juga lagi makan di luar.'' Jawabnya.
''Kalau begitu kamu dimana? aku susul kamu deh.'' Ujar Radit.
Seketika Justin langsung menggenggam tangan Calysta, dan menggelengkan kepalanya yang berarti jangan sampai Radit menyusulnya.
''Nggak perlu, lain kali saja, udah ya aku tutup telepon nya.'' Calysta mengakhiri panggilan nya.
Kembali menatap Justin yang masih menggenggam tangan nya.
''Aku mohon kali ini aja, kasih aku kesempatan untuk bersama mu, tidak ada orang lain diantara kita.'' Justin memohon dengan tulus dan mata yang sedikit sendu.
Calysta mengangguk dengan perasaan bingung, dia bergumam di dalam hati nya,
''Aduh Justin kenapa sikap nya seperti ini, mungkin karena akan segera menikah dengan ku jadi dia mencoba menjalin hubungan yang baik dengan ku, tapi ini, kenapa hati aku jadi deg-degan?.''
''Calysta?'' Justin memanggilnya dan Calysta pun tersadar dalam lamunannya.
''Hmm iya?''
''Mari berdansa.'' Ajaknya sambil memberikan tangannya.
Mereka beranjak dari tempat duduknya lalu berdansa. Alunan musik yang romantis mengiringi setiap gerakan mereka, tangan Justin yang memegang pinggangnya Calysta yang ramping juga sebaliknya Calysta mendekap pundak Justin.
Wajah mereka bertemu dan bertatap sangat dekat.
Senyuman manis di bibir mereka membuatnya merasa damai dan tenang, berharap waktu berhenti saat itu juga.
''Calysta andaikan kamu tahu kalau aku slalu ingin bersama dengan mu seperti ini selamanya.'' Gumamnya dalam hati.
''Ingin aku ungkapkan semua rasa ku pada mu, namun aku terlalu takut membuat mu tidak nyaman dan malah semakin menjauh dari ku.''
''Apakah ini bisa di anggap berkencan, mungkin bisa di bilang ini kencan pertama kita.'' Gumam Calysta di dalam hatinya.
Mereka hanya menatap satu sama lain tanpa bicara sepatah kata pun, meski banyak yang ingin mereka bicarakan.
Hujan pun turun dengan derasnya, seakan menyejukkan hati mereka yang sedang bahagia.
Rasanya waktu berlalu begitu cepat, saatnya mengantar Calysta pulang dan mengakhiri kencannya.
Mobil melaju meninggalkan restoran itu, tetapi di tengah perjalanan terjadi kemacetan yang sangat panjang, Itu di sebabkan pohon besar yang tumbang ke tengah jalan yang akibatnya menghambat perjalanan.
''Permisi Pak, ada apa ya di depan bisa macet seperti ini?.'' Tanya Justin kepada salah seorang yang berjalan kaki melalui nya.
''Itu pohon besar tumbang ke tengah jalan karena hujan deras dan angin kencang.'' Jawabnya.
''Mas mau kemana?.'' Lanjutnya bertanya.
''Saya mau pulang, rumah saya di jl.xxxx'' Jawab Justin.
''Oh iya saya hapal alamat itu, sepertinya sulit Mas, mungkin besok pagi baru selesai evakuasi, juga tidak ada jalan lain untuk ke arah sana.'' Jelas orang itu.
''Ah begitu ya, terimakasih pak.'' Ucap Justin.
''Iya sama-sama, mungkin Mas bisa menyewa penginapan di sekitar sini menunggu sampai besok pagi.'' Lanjut nya memberikan saran.
__ADS_1
Justin mengangguk dan menengok ke arah Calysta untuk meminta pendapat nya.
Calysta yang mendengar kan percakapan mereka tadi, juga berpikir tidak ada cara lain apalagi hujan nya masih sangat deras, juga sebenarnya Calysta sangat takut petir.
''Ya sudah kita cari penginapan terdekat.'' Ucap Calysta.
Justin menuruti nya dan memutar balik mobilnya untuk mencari penginapan.
Terdapat salah satu penginapan terdekat di sana. Justin membukakan pintu mobil nya untuk Calysta sembari memegangi payung di tangan nya. Calysta meraih tangan nya dan memakai payung berdua di tengah-tengah hujan.
Tiba di dalam untuk memesan kamar.
''Mba untuk dua orang ya.'' Pinta Justin kepada resepsionis di sana.
''Maaf pak sisa satu kamar.'' Jawabnya.
Karena memang gara-gara macet panjang itu, jadi banyak orang yang memesan kamar di sana untuk menunggu esok pagi.
Justin terdiam dan kebingungan, Calysta juga merasa kebingungan.
''Ya sudah kamu saja yang masuk, aku bisa tidur di mobil.'' Ujar Justin kepada Calysta.
Calysta menggeleng kan kepalanya, dia tidak setuju dengan usulan itu.
''Nggak mau, aku takut sendirian.'' Suara nya yang merengek kepada Justin.
Justin hanya terdiam.
Calysta seakan mengerti apa yang di pikirkan nya.
''Aku percaya kok sama kamu.'' Jelas Calysta sambil menatap Justin.
''Baiklah kalau begitu''
Mereka akhirnya memesan kamar yang hanya tersisa satu kamar itu saja.
Di dalam kamar keduanya merasa sangat canggung.
''Mmm... Calysta sebaiknya kamu kabarin dulu Mami sama Papi, takut nanti mereka khawatir.'' Justin memulai pembicaraan.
''Oh iya aku hampir lupa, aku telepon dulu ya.'' Kata Calysta.
''Hemm...'' Justin mengangguk.
Obrolan telepon,
''Hallo Mi,''
''Iya Angel.''
''Mi aku nggak bisa pulang karena.....( Calysta menjelaskan apa yang terjadi ).''
''Oh ya sudah kalau begitu, Justin ada sama kamu? Mami mau bicara.'' Ujar Maminya.
''Iya ini Mi,'' Calysta mengaktifkan sound speaker nya.
''Justin tolong jagain Angel Mami ya, dia sangat takut sama petir, biasanya kalau ada petir Mami suka menemaninya.'' Pesan Maminya.
''Iya Mi pasti.'' Jawab Justin.
''Ya sudah kalian cepat istirahat.'' Maminya mengakhiri panggilan.
''Sudah malam, kamu cepat tidur, aku akan tidur di sofa.'' Kata Justin kepada Calysta.
''Iya.'' Calysta bersiap untuk tidur.
Justin pergi ke sofa dengan satu bantal dan selimut.
Malam itu hujan yang sangat panjang dan tidak kunjung reda.
Next
__ADS_1