Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Acara Lamaran Farrel


__ADS_3

Di tengah-tengah keramaian Farrel menarik tangan Rossa dan menuntun nya ke luar aula dan pergi ke taman di samping gedung.


Duduk berdua di kursi taman.


''Ada apa, mengapa kita ke sini?.'' Tanya Rossa.


Tanpa berbasa-basi Farrel memegang kedua tangan Rossa dan berlutut di hadapan nya.


''Aku tidak ingin menunda nya lagi. Rossa aku cinta sama kamu, maukah kamu menerima ku dan menjadi pendamping hidup ku,'' Dengan penuh keseriusan Farrel menyatakan perasaannya.


Rossa merasa bahagia karena kata-kata yang selama ini dia tunggu akhirnya telah di ucapkan.


''Aku mau.'' Rossa mengangguk dan tersenyum.


Meski tidak mempersiapkan kejutan atau tempat yang romantis, Farrel tau kalau Rossa wanita yang suka dengan kesederhanaan.


Namun Farrel berencana melamarnya dengan rasmi.


Di pasangkan nya cincin di jari manis Rossa.


''Besok malam aku akan ke rumah mu bersama dengan orang tua ku untuk melamar kamu.'' Ujar Farrel.


''Aku tunggu'' Jawab Rossa dengan senyum di bibirnya.


Mereka berpelukan dengan sangat bahagia di taman itu.


''Ayo kita kembali ke aula, waktunya pesta dansa.'' Ajak Rossa.


Farrel mengikutinya kembali ke aula.


''Mari semuanya kita buka acara pesta dansa nya dan di awali oleh Direktur Justin dan tunangannya.'' Pembawa acara mengarahkan alur pesta.


Drrap...


Semua lampu padam dan hanya ada satu lampu yang menyinari Justin dan Calysta yang sedang berdansa. Mengikuti ke sana kemari seiring gerakan mereka.


Mereka saling bertatapan mesra dengan senyuman di bibir.


''Calysta aku bahagia sekali.'' Bisik Justin sambil menatap Calysta yang berada di pelukannya.


Pasangan yang sangat sempurna, semua orang mengagumi mereka dengan ke indahan mereka membawakan tarian pada saat mengawali pesta dansa itu.


Lampu kembali di nyalakan yang artinya pesta dansa di mulai dan semua di persilahkan untuk berdansa bersama.


Berpasang-pasangan berdansa dan bersenda gurau dengan pasangan masing-masing.


''Aku tidak perlu berdansa, pasangan ku terlalu banyak.'' Celetuk Febi yang setengah mabuk karena terlalu banyak minum. Meski begitu dia tidak pernah melakukan hal yang kelewat batas.


Malam ini adalah malam yang membahagiakan untuk sebagian orang yang telah menemukan cintanya juga sebagian orang yang bahagia bertemu dengan rekan bisnis yang saling menguntungkan.


Usai pesta berakhir.


''Si gila ini selalu merepotkan, mabuk berat seperti ini memangnya dia kira siapa yang akan peduli padanya.'' Aldo yang kesusahan memapah Febi yang mabuk berat.


''Melisa maaf ya aku tidak bisa mengantarkan kamu pulang.'' Aldo yang tidak enak karena mengabaikan Melisa.


''Tidak apa-apa, kamu urus saja dia dulu.'' Melisa tersenyum.


''Terimakasih.''


Aldo membawanya pulang ke rumah dan menggulingkan nya di sofa.


''Hei jangan sembarang kamu tidak tahu siapa aku, aku adalah cowok yang paling tampan, kalian ingat itu yaa.'' Febi mengigau saat mabuk.

__ADS_1


''Ah benar-benar menjengkelkan, mengigau saja masih terlalu narsis menyebut dirinya paling tampan. Aku akan pergi mandi dan beristirahat.'' Aldo berbicara sendiri karena memang Febi sudah tidak sadar dan tertidur.


Aldo hanya tinggal sendirian di rumah nya, kedua orang tuanya berada di kota lain. Maka dari itu Febi sering menginap dan biasanya mereka selalu berempat dengan Danu dan Beni.


Pagi itu Febi terbangun,


''Sshhh.. pusing sekali. Eh? aku sudah di rumah? '' Febi menyadari bahwa dirinya pasti di bawa oleh Aldo.


''Yo, sudah bangun. Cepat bersiap kita ada pekerjaan.'' Ujar Aldo yang sudah mengenakan Jas dan siap untuk berangkat.


''Pekerjaan? Tidak bisakah aku berlibur lebih panjang.'' Keluh Febi.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


''Nanti aku ganti dengan berlibur ke sebuah pulau.'' Justin langsung berbicara begitu saat panggilan nya di angkat oleh Febi. Seolah tau apa yang akan di keluhkan oleh karyawan sekaligus sahabatnya itu.


''Kamu harus menepati janji mu.'' Tegas Febi.


Justin mematikan telepon nya.


Febi dan Aldo telah siap dan segera pergi untuk melakukan pekerjaan nya.


...***...


Sementara itu Justin telah pergi ke rumah nya Calysta.


''Pagi Mi Pi,'' Sapa Justin dengan wajah ceria.


''Eh Justin tumben pagi-pagi sudah kesini?'' Tanya Papi Calysta.


''Maklum lah Pi namanya juga anak muda tidak bisa berpisah walau sedetik pun.'' Mami Calysta bantu menjawabnya.


Justin tersenyum malu.


''Ya sudah masuk sana Calysta masih di kamarnya panggil saja.'' Maminya mempersilahkan Justin masuk.


''Masuk.''


Tanpa bertanya siapa Calysta langsung mempersilahkan.


Justin membuka pintu nya dan masuk. Nampak Calysta tengah tengkurap sedang memainkan game di ponselnya.


''Ada apa Mi?'' Calysta berbicara dengan menoleh ke belakang nya.


Melihat Justin tengah berdiri di belakangnya yang melihat keadaannya sekarang seperti anak kecil. Mengenakan baju santai bermotif kelinci juga bando kelinci melekat di kepalanya.


''Kamu, kamu kenapa ada di sini?'' Calysta kaget.


''Kenapa!! kamu menyuruhku masuk jadi aku langsung masuk saja.'' Ujar Justin.


''Lalu ngapain datang sepagi ini?'' Tanya Calysta.


''Kita akan pergi membeli beberapa hadiah untuk Farrel.'' Jawabnya sambil mendekat ke arah Calysta.


''Farrel ulang tahun?''


''Farrel akan melamar Rossa nanti malam, ya meskipun tidak di publikasikan tapi aku sebagai bosnya harus hadir.'' Jelas Justin.


''Apa Rossa akan dilamar? mengapa dia tidak kasih kabar kepada ku.'' Ujar Calysta memicingkan matanya.


''Mungkin belum sempat, karena acaranya mendadak juga.'' Jelasnya.


''Ya sudah aku ganti baju dulu, kamu keluar sana.'' Ucap Calysta sambil mendorong Justin untuk keluar.

__ADS_1


"Tidak bisakah aku tetap berada di sini?." goda Justin kepada tunangan nya.


"Jangan bercanda, cepat keluar." Sekali lagi Calysta mendorong Justin dengan sedikit bertenaga.


Tidak lama Calysta telah selesai berganti pakaian dan keluar dari kamarnya.


''Ayo.'' Ajak Calysta.


Mereka pergi berjalan-jalan serta membelikan sebuah hadiah untuk Farrel dan Rossa. Entah apa itu yang mereka beli kedua tangannya menenteng banyak belanjaan.


''Aah... aku lelah.'' Keluh Calysta.


''Ya sudah kita makan dulu.'' Mengelus rambut Calysta dengan penuh kasih sayang.


''Oh iya kok kamu tumben ada waktu di hari libur, biasanya kamu selalu gila kerja.'' Ujar Calysta.


''Iya kebetulan semuanya sudah di bereskan jadi aku ada sedikit waktu santai.'' Jawabnya sambil tersenyum.


Di tempat lain


''Huhuhuu... Kenapa kita yang jadi korban mengerjakan pekerjaan yang melelahkan ini, tetapi dia pasti sedang bersenang-senang bersama Calysta.'' Febi mengeluh mungkin karena dia kurang istirahat setelah mabuk.


''Sabar aku selalu setia bersama mu.'' Ujay Aldo sedikit menghibur nya.


''idih geli gue denger nya.'' Febi yang segera menjaga jarak dengan Aldo.


Sementara itu di sisi lain Farrel sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam melamar Rossa.


Kedua orang tuanya juga sangat bahagia mendengar putranya akan segera melamar seorang wanita yang dia cintai. Mereka ikut serta mempersiapkan semuanya.


Farrel yang sudah tidak sabar menantikan nanti malam merasa gugup dan deg-degan.


''Semoga semuanya di berikan kelancaran aamiin...'' Gumam Farrel.


Tiba waktunya Farrel dan keluarganya untuk pergi ke rumah Rossa untuk melamar.


Acara berlangsung dengan lancar. Kedua keluarga akhirnya akan segera menjadi besan.


''Apakah kita terlambat.'' Ucap Calysta yang baru saja datang bersama Justin.


''Bos mengapa baru datang sekarang acara nya sudah selesai.'' Ujar Farrel kepada Justin.


''Oh itu karena wanita ku ingin tampil maksimal di acara lamaran kalian.'' Jawab Justin dengan senyum menyindir.


''Maksud kamu aku berdandan terlalu lama!'' Ketus Calysta tidak terima dan melototi nya.


''Tidak sayang aku tidak bicara seperti itu.'' Justin membela dirinya dengan jawaban yang begitu lembut.


''Sudah sudah,'' Rossa meredakan perselisihan antara mereka sambil tersenyum melihatnya.


''Rossa kamu jahat nggak ngasih tau aku kabar bahagia ini.'' Calysta berkata sambil memeluk sahabatnya.


''Maaf ya, aku pikir nanti juga kalau pas waktu nya kita menikah, kita akan mengundang kalian.'' Jelasnya.


''Pokoknya lain kali kamu harus memberi tahuku apapun itu.'' Tegas Calysta.


''Iya iya.''


''Oh iya Bos kami akan melaksanakan resepsi pernikahan satu minggu lagi.'' Pukas Farrel.


''Hah berani sekali mendahului ku, ya semoga acaranya lancar ya.'' Justin memberi selamat.


''Terimakasih Bos.'' Farrel tersenyum.

__ADS_1


''Hei kalian jangan mengobrol terus, ayo kita makan malam bersama.'' Panggil Ibunya Rossa.


Mereka semua akhirnya makan malam bersama di rumah Rossa.


__ADS_2