
Mobil itu melaju menuju tempat tujuannya, kemana lagi kalau bukan untuk bertemu dengan Mami dan Papinya Justin.
Karena memang Justin dan Maminya sudah janjian di sebuah restoran ternama di kota itu.
''Ingat ya akting yang bagus.'' kata Justin sedikit berbisik.
''Ck, lihat saja nanti.'' Calysta menjawab dengan penuh percaya diri.
Mereka berdua turun dari mobil dan Calysta langsung menggandeng tangannya Justin.
Terkejut dengan apa yang di lakukan Calysta sampai membuat hatinya deg-degan...
''Aduh apaan sih nih cewek akting sampai segitunya bikin aku salting aja.'' Gumam Justin dalam hatinya.
Berjalan bergandengan menuju meja yang sudah di pesan orang tuanya Justin.
Semua mata tertuju pada mereka berdua, terlihat seperti pasangan muda yang serasi dan harmonis dengan pesona wajah mereka Cantik dan Tampan.
''Justin sebelah sini.'' Panggil Mami Justin sambil melambaikan tangannya.
Kemudian mereka berdua menghampiri nya.
''Mi maaf telat, agak macet tadi.'' Ujar Justin.
''Hmm, nggak apa-apa, Mami juga belum lama disini, kalian pesan makanannya dulu Mami sudah pesan tadi.'' Sambil memberikan menu makanan nya.
Calysta memberi salam kepada kedua orang tuanya Justin sembari tersenyum.
Orang tuanya Justin pun menyambutnya dengan senyuman di wajah mereka.
Apalagi Mami Justin yang sangat mendambakan seorang menantu, dia sangat bahagia melihat anak semata wayangnya membawa seorang gadis.
Tampilan Mami Justin yang modis juga wajahnya yang berseri penuh keceriaan, berbeda dengan Papinya yang dingin dan kaku tidak jauh berbeda seperti Justin, namun sangat terlihat kewibawaannya.
Selesai pesanannya datang, mereka lalu mulai makan sambil berbincang-bincang.
''Nama kamu siapa cantik?,'' Tanya Mami Justin ramah.
''Calysta tante.'' Jawabnya.
''Calysta Dewi Kencana.'' Justin memperjelas.
''Nama yang bagus dan cantik seperti orangnya seperti Dewi dari khayangan, sudah berapa lama kalian berpacaran?.'' Pujian dan pertanyaan dari Mami Justin.
Sempat mereka berdua kebingungan untuk menjawab, akhirnya yang menjawab hanya Justin,
dan Calysta membenarkan ucapan Justin.
Orang tua Justin pun percaya.
Sambil makan mereka bersandiwara seolah mereka pasangan yang sesungguhnya dan terlihat harmonis.
''Sayang, makannya ko belepotan gitu!!'' Sambil Justin mengusap bibir Calysta dengan lembut.
Melihat tingkah anaknya yang lembut terhadap wanita Mami dan Papi Justin merasa senang.
''Hmm... Ok Papi sudah selesai, sekarang masih ada meeting jadi Papi duluan ya.'' Ujar Papi Justin.
''Kamu itu baru juga ketemu sama calon menantu sudah mau pergi lagi.'' Omelan istrinya.
__ADS_1
''Iya nanti kan kita bisa ketemu lagi.'' Jawab sang suami.
''Ya sudah sana, hati-hati di jalan.'' Jawab istrinya agak kesal.
''Calysta Papi pamit duluan ya, nanti kapan-kapan kamu main ke rumah Papi ya.'' Ucap Papi Justin kepada Calysta.
''Iya, hati-hati di jalan - Pi,'' Ucap Calysta dengan canggung karena belum apa-apa orang tua Justin sudah bersikap seperti mertua terhadap menantunya.
''Calysta sayang sehabis ini kita lanjut kemana?.'' Tanya Mami Justin kepada Calysta.
''Mmm... kita lanjut ke salon atau shopping bagaimana?.'' Usul Calysta dengan tingkah imutnya.
''Aahh... Mami juga kepikiran ke sana, oke, ke salon dulu habis itu kita lanjut shopping-shopping.''
''Duhh Mami senang banget tau gak! sekarang kalau belanja ada Calysta yang nemenin.'' Mami Justin yang kegirangan saking senangnya.
''Iya tante aku juga senang bisa belanja sama tante'' Ucap Calysta.
"Kamu kok gitu?" Mami Justin sedikit cemberut.
"Kenapa tante?" Jawab Calysta heran.
"Iih, tuh kan, tadi aja sama Papi, kamu manggilnya Pi, masa sama Mami kamu manggil nya tante, kan gak adil," jelas Mami Justin yang masih cemberut.
"Oh? iya tan-, eh Mami" Ucap Calysta belum terbiasa.
"Nah gitu dong!" Mami tersenyum senang.
Merekapun pergi ke salah satu Mall besar di kota itu, Justin hanya di anggap seperti supir oleh Maminya, dia hanya mengobrol asyik dengan Calysta.
Sesampainya di Mall, Calysta banyak di belikan barang mewah oleh Maminya Justin.
''Nggak apa-apa sayang ini gak seberapa , kalau kamu sudah menikah sama Justin, akan Mami kasih lebih banyak lagi daripada ini,'' Ujar Mami Justin sambil tersenyum karena merasa senang.
Calysta hanya membalasnya dengan senyum yang canggung.
''Hah, baru pertama kali bertemu sudah beneran aja aku di anggap menantu.'' Gumam Calysta dalam hatinya.
Setiap wanita memang pasti merasa senang saat mereka berbelanja.
Tetapi Mami Justin sering merasa kesepian karena jarang ada yang menemaninya belanja, suaminya yang sibuk bekerja, juga Justin yang anak semata wayangnya tidak pernah ada waktu untuknya.
''Calysta kita ke salon ya sambil spa, badan Mami rasanya agak kaku, kamu mau kan?'' Ajak Mami memastikan, kalau-kalau Calysta tidak mau karena mungkin kelelahan.
''Iya Mi aku juga sudah lama nggak ke salon,'' Jawab Calysta setuju.
Dari tadi Justin hanya melihat mereka yang keasyikan tanpa memperdulikan keberadaanya.
Waktu telah berlalu hari pun mulai sore, Calysta berpamitan kepada Maminya Justin.
Meski Mami Justin berat berpisah dengan Calysta namun apa daya karena mereka belum menikah.
Mereka sudah puas bersenang-senang. Justin pun mengantarkan Calysta pulang dengan banyak barang yang dibawanya pemberian dari Maminya Justin.
Percakapan dalam mobil
''Akhirnya pulang juga, kalau nggak entah berapa banyak lagi barang yang akan di beli Mami kamu.'' Ujar Calysta.
''Mami orang nya emang kayak gitu kalau lagi senang.'' Kata Justin.
__ADS_1
''Memangnya kenapa, bukannya cewek tuh paling suka di beliin banyak barang?'' Lanjut Justin bertanya.
''Iya sih, tapi kasian Mami kamu kalau tahu sebenarnya kita tuh pacar boongan.''
''Sudah gak usah di pikirin itu urusan nanti.'' Celetuk Justin.
''Hmm, oke.'' Jawab Calysta setuju.
Sesekali Justin melirik ke arah Calysta dan bergumam dalam hatinya ''Tapi aku merasa nyaman dekat sama kamu Kall.''
''Oh ya, emang nya benar sebelumnya kamu nggak pernah dekat sama cewek lain?,'' Tanya Calysta penasaran.
''Iya.'' Jawab Justin dingin dan jujur.
''Kenapa?,''
''Alergi, badan aku juga menolak nggak nyaman banget.'' Jelasnya.
"Mysophobia?"
"Semacam itu," Jawab Justin.
''Kok sama aku nggak?.'' Tanya Calysta lagi.
''Kamu tuh banyak ngomong ya,'' Ujar Justin dengan wajah bimbang dan mengalihkan pembicaraan.
''Cih, aku kan cuma nanya, nggak usah ngegas juga kali ngomongnya.'' Calysta memasang wajah cemberut.
Hening,
''Aku juga nggak tahu Kall, kenapa aku merasa nyaman di dekat kamu.'' Gumam Justin dalam hatinya.
Sampailah di rumah Calysta.
Satpam nya membukakan gerbang dan membantu Calysta membawa barang-barangnya.
''Kalian sudah pulang! ya ampun... Calysta banyak sekali barang yang kamu beli, sifat boros kamu itu masih saja tidak berubah.'' Maminya mengomel melihat banyak belanjaan yang dibawa Calysta.
''Nggak kok tante itu semua pemberian dari Mami.'' Justin bantu menjawab dan membelanya.
''Oh Mami kamu baik sekali, seharusnya jangan terlalu memanjakan Calysta seperti itu.'' Ujarnya.
''Tidak apa-apa tante, Mami juga merasa senang jalan-jalan bersama Calysta.'' Jelas Justin.
''Terimakasih ya kamu sudah mau bersama dengan Calysta anak manja ini.'' Sambil tersenyum merasa sangat bahagia dan beruntung.
''Iya tante, aku juga merasa nyaman bersamanya, sudah malam saya pulang dulu ya.''
''Hati-hati di jalan.''
Justin mengangguk, dan pergi.
''Hah, apa yang di katakan olehnya barusan? merasa nyaman? nggak mungkin ah.'' Calysta bertanya-tanya dalam hatinya.
"Apa yang kamu pikirkan Calysta, itu adalah sebagian dari akting nya." gumam Calysta.
Justin yang sudah kelelahan dan hari pun juga sudah gelap dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
***
__ADS_1