Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
HAPPY END


__ADS_3

Tiba dimana waktunya pernikahan Daffa dan Arumi di laksanakan. Hari yang biasanya begitu di nantikan oleh pasangan kekasih yang ingin mengikat janji seumur hidupnya.


Di ruangan yang berbeda, kedua mempelai pengantin telah memakai baju sakralnya, baju pengantin berwarna putih. Dimana Daffa dengan gagah tengah mengenakan jas berwarna putih hingga sepatu yang di kenakan nya pun berwarna putih. Jam tangan branded yang melingkar di pergelangan tangannya, melengkapi ke tampanan Daffa.


"Apa kau gugup?" tanya Alex kepada Daffa yang sedari tadi tidak bisa diam terlihat mondar mandir seperti setrikaan.


"Tidak." Jawab Daffa singkat. Ia mengusap keringat yang ada di pelipisnya menggunakan tisu.


"Ck, apa tingkah mu itu tidak cukup untuk menunjukan kegugupan mu itu." Alex menarik kedua sudut bibirnya melihat Daffa yang seperti itu.


Daffa meneguk air minum yang ada di atas meja, dengan sekali tegukan.


.....


Sementara itu di ruangan yang berbeda, dimana ruangan yang di tempati oleh mempelai pengantin wanita.


Melekat gaun pengantin yang indah di tubuh Arumi. Dengan banyak manik-manik berkelap-kelip di sekeliling gaunnya. Tubuh langsing dan dada yang berisi, terlihat sangat indah mengenakan gaun itu.


"Apakah aku cantik?" Arumi berputar memperlihatkan gaunnya yang menggembung.


"Ya," jawab Sarah dengan malas.


"Bukankah gaun ini cocok di tubuhku?" Arumi tersenyum, masih dengan berlenggak-lenggok.


"Ya. Kau sudah menanyakan ini yang ke lima belas kalinya." Sarah sudah lelah menjawab pernyataan yang sama dari sahabatnya yang sebentar lagi akan menikah itu.

__ADS_1


Terdengar suara dari mikrofon, mempersilahkan mempelai pengantin wanita dan pria, untuk saling bertemu dan berjalan di tengah aula menyusuri karpet merah yang sudah tergelar di sana.


Tamu undangan yang hadir semuanya melihat ke arah pasangan pengantin yang terlihat sangat serasi. Semua mata tertuju pada mereka, bahkan dengan tatapan kagum dan merasakan ikut bahagia di hari itu. Namun tidak sedikit para gadis yang iri terhadap Arumi, karena telah bisa menjadi pasangan dari seorang Daffa Alfarizi yang tampan, mapan, dan juga sukses.


Setelah saling mengucap janji suci, kini akhirnya mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.


Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar meriah di dalam aula, semua orang ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan kedua pengantin baru itu.


*


*


Ruang istirahat dimana kedua pengantin baru sedang bersandar di sofa saling berhadapan.


"Ada apa?"


"Apakah pernah sedikit saja kamu menyukaiku sebagai lelaki?" Tanya Daffa tanpa basa-basi.


"Mengapa tiba-tiba menanyakan itu?" Arumi sedikit heran.


Daffa terdiam sejenak dan merenung, "Sudahlah lupakan," ia mengibaskan tangannya.


"Sebaliknya aku ingin bertanya, apakah kamu juga pernah mencintai ku ?" Arumi kembali bertanya kepada lelaki yang telah menjadi suaminya itu.


"Pertanyaan macam apa! Jelas aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang." Tidak bertele-tele apalagi ragu ragu, Daffa menjawabnya tanpa dipikir lagi.

__ADS_1


Mendengar itu Arumi tersenyum puas.


"Maksud ku, aku... " Daffa ingin menarik kata-katanya namun ia tidak tahu harus menyangkalnya bagaimana.


"Itu sudah cukup" Jelas Arumi masih dengan senyumannya yang cantik. "Aku juga mencintaimu." ungkap nya.


"Apa?" Daffa terkejut mendengarnya, karena yang selama ini ia pikirkan berbeda dengan apa yang di katakan Arumi.


"Kau sendiri tidak pernah menyatakan cinta padaku. Aku tidak mau kalau hanya aku yang menyukai mu, jadi aku berusaha buang jauh-jauh perasaan itu." Jelas Arumi dengan santainya.


"Astaga, aku benar-benar pengecut!" Daffa mengusap wajahnya, namun dengan bibir yang tersenyum. Ia menghampiri Arumi dengan perasaan bahagia. "Jadi, apakah aku boleh melakukannya sekarang tanpa harus menunggu malam?"


"Apa maksudmu?"


"Malam pertama kita!!"


"Dasar mesum." Arumi menutup mata suaminya dengan tangannya.


Tidak menunggu jawaban dan persetujuan dari istrinya, Daffa langsung menggendong istrinya dan membawanya ke kamar pengantin.


...END...


Terimakasih kepada readers, yang selalu mendukung. MAAF atas segala kekurangan author, karena masih pemula. Semoga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.


SAMPAI JUMPA🤗

__ADS_1


__ADS_2