Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
PDKT


__ADS_3

Weekend, dimana semua orang menikmati hari liburnya. Namun tidak dengan Daffa, meskipun di hari libur ia selalu saja bekerja sekalipun mengerjakan pekerjaannya di rumah. Bahkan jika ia mau, ia juga bisa membuat pertemuan partner bisnisnya dihari libur.


Pagi ini Daffa tengah berolahraga di ruangan dimana banyak berbagai alat-alat olahraga di dalamnya. Memakai celana training dengan bertelanjang dada, keringat yang mengalir membasahi otot-otot di setiap lekuknya. Pemandangan yang menggugah bukan.


Alex menghampirinya juga akan ikut bergabung untuk berolahraga. "Hari ini jadwal mu seperti biasa, olahraga setelah itu bekerja?"


"Ya," Jawab Daffa dengan suara yang tertahan, karena di tangannya sedang mengangkat beban berat.


Alex menggelengkan kepalanya, "Apakah tidak ingin mencoba untuk menikmati hari libur di luaran sana? Mungkin juga mengajak jalan-jalan Arumi!" Seru Alex.


Seketika Daffa menghentikan aktifitasnya, "Jalan-jalan bersama Arumi?" Daffa mengulangi perkataan Alex. "Benar juga, kenapa tidak terpikirkan oleh ku."


"Karena kau hanya memikirkan dirimu sendiri, dan juga bodoh dalam persoalan hubungan." Celetuk Alex dengan santai.


Daffa beranjak dari sana, mengelap keringat dengan handuk kecil. Kemudian masuk kedalam bathroom yang ada di kamarnya untuk membersihkan badan.


Sembari mengeringkan rambutnya dan bersiap-siap, Daffa menghubungi Arumi dengan mengirimkan pesan chat. "Weekend ini kau kemana."


Di tempat lain, tepatnya di Apartemen Arumi ia sedang bermalas-malasan tengkurap di atas tempat tidurnya, dengan pakaian yang bagus tidak seperti orang sedang bersantai.


Wajahnya yang di tekuk, membuka layar ponselnya setelah mendengar notifikasi pesan masuk. "Daffa," gumamnya setelah melihat siapa yang mengirimnya pesan.


"Tidak kemana-mana." Balasnya singkat.


"Tadinya memang mau pergi, tapi tidak jadi," gerutu Arumi dengan dirinya sendiri "Sialan, mana udah dandan cantik begini lagi, seenaknya main batalin dengan tiba-tiba. Apa pekerjaan? selalu saja menjadi alasan." Arumi tidak henti-hentinya mengomel sendiri.


Mengingat kembali kejadian pagi tadi. Reyhan tiba-tiba menghubungi kekasihnya untuk membatalkan kencan mereka dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa di tunda. Sedangkan saat itu Arumi sudah bersiap dan sedang menunggunya untuk menjemput.


Tentu saja wanita mana yang tidak kecewa akan hal itu. Sedangkan hari sebelumnya Reyhan sudah menjanjikan untuk menjemputnya dan pergi jalan bersama.


"Mau jalan denganku? aku jemput ya!" Ajak Daffa.


"Oke."


Arumi menjawab dengan cepat tanpa berpikir lagi. Sayang jika riasan cantik di wajahnya kalau hanya berdiam diri di rumah saja.


Daffa tidak menyangka kalau ajakannya akan di setujui oleh Arumi. Jelas ia merasa sangat senang. Meskipun jika saja ajakannya di tolak sekalipun oleh Arumi, tetapi Daffa tetap akan pergi untuk menemuinya.

__ADS_1


Beberapa lama kemudian Daffa telah sampai di depan Apartemen milik Arumi. "Aku udah di bawah." Daffa mengirim pesan.


Tidak lama setelah membaca pesannya Arumi turun menggunakan lift. Tersenyum dengan manisnya ketika melihat Daffa tengah berdiri di dekat mobil miliknya, sangat gagah dan menawan. Meski mengenakan baju santai itu sama sekali tidak mengurangi ketampanannya.


Daffa membukakan pintu mobil untuk wanita yang disukainya. Setelah keduanya menggunakan sabuk pengaman, Daffa mulai menginjak gas mobilnya.


"Kita pergi kemana?" Tanya Daffa.


"Terserah kamu saja!" Jawab Arumi santai.


"Baiklah."


Mobil mewah itu melaju ke suatu tempat. Tempat dimana banyak pohon dan bunga-bunga yang berjejer indah, juga tempat yang minim polusi.


Arumi bergegas turun setelah mobil Daffa terparkir dengan benar. Ia berlari menginjak rumput yang terhampar di tanah yang luas itu. Berputar-putar dengan tangan yang merentang, senyumnya yang manis membuat wajah itu semakin cantik.


Daffa bahagia melihat Arumi bisa tersenyum bahagia ketika bersama dengannya. Kemudian ia membuka bagasi mobilnya dan mengambil barang-barang yang telah ia bawa. Dengan susah payah Daffa membawa barang di kedua tangannya.


Ia berjalan kearah Arumi. "Apa yang kau bawa?" Arumi bertanya melihat apa yang di bawa oleh Daffa, sembari ia membantunya.


"Kau?" Arumi terkagum melihat apa yang dilakukan oleh Daffa, hingga menyiapkan semua ini untuk dirinya.


"Duduklah."


"Apa kau mau makan sesuatu?" Ujar Daffa sembari membuka kotak bekal yang ia bawa.


Arumi memperhatikan setiap isi yang ada di dalam kotak makanan itu, "Semuanya adalah makanan kesukaan ku!" Gumam Arumi dalam hatinya.


"Kau cobalah," seloroh Daffa.


Arumi mengambil sumpit dan mencicipi makanannya satu persatu, lagi dan lagi Arumi memakannya ketagihan. "Ini enak sekali."


Daffa tersenyum, "Kau suka!"


Arumi mengangguk-angguk sembari menyantap makanannya. "Hm... ini benar-benar enak, aku tidak pernah menemukan rasa yang seperti ini ketika aku membelinya."


"Benarkah? Kalau begitu aku akan menyuruh bibi Nah lagi untuk memasaknya untukmu."

__ADS_1


"Sungguh!"


Daffa hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyum dibibir.


"Kau juga harus mencobanya," Arumi menyodorkan sumpit di tangannya ke mulut Daffa, lebih tepatnya ia hendak menyuapi Daffa.


Daffa membuka mulutnya, meski tadi sejenak sempat terdiam dengan perlakuan Arumi.


Hingga tersisa sedikit makanan di setiap kotaknya. "Ah... aku terlalu banyak makan," Celetuk Arumi sembari mengelus perutnya.


"Kalau di tempat bagus seperti ini harus berfoto." Arumi berlarian ke sana kemari, berbagai pose ia bergaya, meski perutnya kekenyangan ia tetap saja energik.


"Daffa... tolong fotoin aku." Teriak Arumi di tempat yang agak jauh.


Daffa melangkah menghampirinya, dan menuruti keinginan Arumi. "Ok sudah cukup. Sekarang giliran mu, biar aku yang fotoin!" Tukas Arumi setelah puas berpose.


"Aku? aku tidak perlu." Daffa menunjuk dirinya sendiri.


"Senyum..." paksa Arumi sembari mengarahkan kamera kepadanya. Daffa pun tersenyum namun sangat kaku.


"Seperti ini," sembari ia mempraktekkan senyumannya. Arumi menghela nafasnya, karena tetap saja Daffa tidak bisa tersenyum dengan natural. Ia terpaksa menghampirinya, dan lalu mengajaknya berfoto selfy bersama.


"Pokoknya kamu harus ikutin gaya aku," ujar Arumi sembari menunjuk ke layar ponsel yang sudah tersedia kamera.


Arumi bergaya dengan senyum manisnya, Daffa pun mengikuti gayanya meski terlihat tidak natural.


Lalu berganti dengan pose mengerucutkan bibir. Pose cool. pose kocak, dan banyak pose lainnya.


Meski dengan ekspresi yang kaku, itu sama sekali tidak mengurangi ketampanan seorang Daffa, justru ia terlihat sangat lucu. Bahkan mereka menghasilkan foto-foto yang sangat bagus.


Puas mereka bermain, akhirnya duduk kembali di tikar yang tadi dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya.


Arumi melihat hasil fotonya satu-persatu di ponsel miliknya, lalu tertawa ketika menunjukan foto dengannya bersama dengan Daffa. "Lihat ini... bukankah kau sangat lucu," gelak tawa keluar dari mulutnya.


Daffa hanya memasang wajah datarnya ketika melihat itu.


"Dengar, aku akan kirimkan satu foto untukmu. Setidaknya itu akan mengingatkan mu kalau seorang Daffa bisa bergaya seperti ini," Arumi menahan tawa masih terlihat di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2