Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Baikan


__ADS_3

Malam sunyi sepi menyelimuti hati Calysta yang gundah dan gelisah, entah apa yang di pikirkan nya. Meski memejamkan mata di atas kasur yang empuk, namun Calysta hanya berguling-guling tidak bisa tidur.


''Aduhh... benar-benar tidak nyaman banget, kenapa aku kepikiran Justin terus sih.'' Sambil mengacak-acak rambutnya.


''Atau mungkin aku sudah jatuh cinta sama Justin? nggak, gak mungkin, ini pasti karena aku merasa bersalah padanya.'' Tidak mengerti apa yang di rasakan nya.


Semalaman Calysta berpikir untuk meminta maaf kepada Justin sampai Justin bisa benar-benar memaafkan nya.


''Atau aku chat aja, tapi dia sudah tidur belum ya?.'' Pemikiran yang sangat bimbang.


Di sisi lain Justin juga sama sedang memikirkan nya dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, tanda notifikasi Chat masuk.


''Sudah tidur?.'' Isi chat tersebut.


Membaca chat itu, Justin sedikit terkejut.


''Tumben dia chat duluan.'' Pikirnya.


Yang mengirim chat tersebut adalah Calysta.


obrolan chating


''Aku belum tidur.'' Tulisnya membalas chat itu.


''Aku juga, aku nggak bisa tidur'' C


''Ada apa?'' J


''Justin kamu masih marah sama aku? sekali lagi aku benar-benar minta maaf.''


''Sudahlah, jangan bahas lagi.''


''Justin, aku kangen.''


Membaca chat itu, Justin tersenyum dan sedikit terkejut, tidak biasanya Calysta berinisiatif.


Namun Justin tidak segera membalas.


''Ada apa dengan nya?.'' Justin bergumam sambil memegang ponselnya dan tersenyum.


Sementara itu,


''Iihh... tuh kan Justin nggak balas chat nya, kenapa susah banget sih maafin orang.'' Calysta berpikiran sembarangan karena Justin belum juga membalas chat nya.


Diingg,


Nada notifikasi chat masuk.


''Aku juga.'' Justin membalas nya.


Calysta terbelalak membaca balasan dari Justin.


''Hah, serius dia balas seperti ini, aku nggak nyangka kalau Justin juga kangen sama aku, jadi dia udah gak marah sama aku kan?'' Matanya berbinar saking senangnya.


''Aduh aku balas apa lagi ya.'' Kebingungan membalas chat.


''Besok jemput aku berangkat kantor.'' Akhirnya membalas chat.


''Radit gimana?.'' Justin.


''Kamu cemburu!?.'' Calysta membalas nya sambil senyum-senyum.


''Nggak.'' Justin.


''Ck, masih gak ngaku?'' Calysta.


''Kalau aku cemburu, memang kamu peduli?.'' Justin.


''Iya.'' Calysta.


''Sudah sana tidur.'' Justin.


''Masih kangen.'' Calysta.

__ADS_1


''Gombal dikit gapapa lah yaa.'' Gumamnya Calysta.


Dalam pikiran Justin (''ini orang salah minum obat atau apa, manis banget kata-katanya sekarang, aku kerjain ahh'') dengan seringai jahilnya.


''Kalau kangen cium dong.'' Balas Justin.


''Dasar mesum.'' Calysta.


''aku mau tidur.'' Calysta.


''Good Night.'' Justin membalas di sertakan emoticon kiss.


Membaca itu, Calysta merasa senang dan tidak lama dia terlelap tidur dengan nyenyak.


Ke esokan harinya, pagi yang cerah awan yang redup tapi tidak mendung ataupun panas. Membuat orang merasakan kenikmatan yang sejuk dan nyaman, dengan di temani secangkir kopi membuat hati terasa tentram.


''Hoam... nyenyak banget aku tidur.'' Teringat chat tadi malam dia senyum-senyum sendiri.


Calysta bersiap mandi dan berdandan.


''Eh kenapa aku berdandan tidak seperti biasanya, ini berlebihan nggak yaa? Jangan sampai aku terlihat aneh di mata Justin, APA? kok aku peduli banget tentang pendapat Justin, jadi aku berdandan seperti ini semuanya hanya tidak ingin terlihat jelek di mata Justin?.''


''Astaga, sadar Calysta sadar, nggak mungkin kamu jatuh cinta sama dia.'' Calysta berdebat dengan pikiran nya sendiri.


Akhirnya selesai berdandan Calysta turun dari kamar nya.


''Pagi Mi Pi,'' Berjalan menuju meja makan.


''Pagi." Mereka menjawab.


''Sepertinya ada yang berbeda dengan Angel nya Mami hari ini.'' Ucap Maminya dengan senyum manis.


''Apa sih Mi, biasa aja kok.'' Calysta menyangkalnya.


Tin... tin...


Suara klakson mobil di depan rumah nya.


''Ah?.'' Maminya bertanya-tanya siapa yang datang.


''Selamat pagi.'' Salam Calysta dengan senyuman manis di bibir nya.


''Selamat pagi.''


''Ayo masuk sarapan dulu.'' Ajaknya Calysta.


''Oh ternyata Justin, pantas saja Calysta pagi ini sangat bersemangat sekali ternyata karena kamu mau kesini.'' Ucap Mami Calysta setelah melihat siapa yang datang.


Calysta tersipu malu karena Maminya memberi tahu kepada Justin.


''Selamat pagi Justin, ayo sarapan sama-sama.'' Ajak Papinya Calysta.


''Selamat pagi Pi.'' Sembari Justin duduk di kursi sebelah Calysta, mereka sarapan bersama.


Selesai sarapan, mereka pergi ke kantor bersama. Berjalan bersama di tengah banyak karyawan.


''Ahh... adem melihat mereka berdua akur.'' Celetuk Aldo saat melihat Calysta dan Justin berjalan bergandengan.


Yang lainnya menoleh saat Aldo mengucapkan itu.


''Allhamdulillah, terimakasih atas mukjizat mu ya Robb.'' Febi bersyukur, dan yang lainnya mengikuti.


''Aamiin....'' Bersamaan.


''Eh? ada doa bersama yaa? soal apa?.'' Tiba-tiba Rossa muncul dan bertanya-tanya.


''Bukan, kita lagi bersyukur karena akan bebas dari siksaan.'' Ucap Danu.


''Apa sih, kalau ngomong yang jelas jangan buat orang bingung.'' Rossa yang merasa agak jengkel.


''Noh lihat.'' Kata Beni sembari menunjuk ke arah Bos nya.


Rossa menoleh,


''Alhamdulillah....'' Sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


''Kita bebas dari meeting panjang.'' Lanjut nya dengan mata yang berbinar.


''Nah kan apa gue bilang.'' Celetuk Danu.


''Selamat pagi semuanya.'' Calysta memberi salam saat melewati di depan mereka.


''Selamat pagi Nyonya CEO.'' Semua orang membalas salamnya sambil setengah membungkuk.


Justin tersenyum dibuat nya.


Tiba-tiba Farrel menghampiri nya dan berbisik kepada Justin, Justin pun mengangguk.


''Pagi Rossa.'' Ucap Farrel dengan senyuman nya, sembari berjalan mengikuti di belakang Justin.


''Pagi.'' Jawabnya tersipu malu.


''Cieee....'' Aldo geng serempak menggoda mereka.


''Kalian ikut aku.'' Ucap Justin tegas dan dingin.


''Hah, ada apa, kenapa tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan lagi?.'' Ucap Danu.


''Hei Calysta, kamu tidak membuat nya marah lagi kan?.'' Febi berbisik kepada Calysta.


Calysta menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahunya yang berarti dia tidak tahu apa-apa.


Akhirnya mereka semua pergi mengikuti Justin ke ruang rapat, namun kali ini hanya mereka saja dan Farrel yang berbeda di ruangan itu.


''Ben, tiba-tiba kok aku jadi merinding.'' Ucap Febi kepada Beni.


''Iya sama.''


''Dengar semuanya. Cabang perusahaan baru di Inggris akan segera di resmikan jadi butuh orang yang benar-benar dapat di andalkan, sementara aku tidak bisa mengurus nya langsung.'' Justin berbicara dengan serius dan tegas. Begitupun semua orang memperhatikan dengan seksama.


Melanjutkan pembicaraan nya,


''Jadi aku tugaskan Danu dan Beni untuk mengurus nya di sana, besok Farrel mengurus penerbangan kalian, Aldo dan Febi kalian tetap di perusahaan, apa sudah mengerti?.'' Tegas Justin.


Semuanya mengangguk dan mengerti.


''Huhuhuhuu... aku tidak sanggup berpisah dengan kalian.'' Febi berpura-pura menangis.


''Jangan sedih, nanti aku paketan cewek bule bagaimana.'' Kata Danu.


''Kamu memang saudara ku yang terbaik.'' Mimik wajah Febi seketika berubah menjadi ceria.


''Sudah hentikan drama nya, kita harus mempersiapkan nya.'' Ucap Beni.


Di sisi lain,


''Apa yang terjadi semua orang mengobrol sepertinya sangat senang, apa yang mereka bicarakan?.'' Tanya Calysta kepada Rossa.


''Jelas semua orang pasti senang, perusahaan kita akan segera meresmikan cabang baru di Inggris, pasti akan ada bonus dan perayaan'' Jelas Rossa.


''Oh, iya aku ingat Farrel pernah mengatakan nya.''


Seketika Calysta larut dalam pikirannya.


''Cabang baru, kalau begitu Justin pasti pergi ke Inggris, dia akan meninggalkan aku?.''


''Hei, kok malah bengong?.'' Ucap Rossa.


''Ah? nggak apa-apa kok, aku ikut senang mendengarnya.'' Jawabnya.


Sedangkan Justin masih mendiskusikan rencana nya,


''Untuk menjadi perusahaan yang paling sukses dan di kenal oleh semua orang, mungkin hanya dalam dua tahun kita akan menjadi yang terdepan, untuk itu kita harus bekerja sama dengan baik.'' Tegasnya.


Semuanya sepakat dan saling menyemangati satu sama lain.


Dan rapat selesai, mereka semua keluar dari ruangan itu.


Calysta yang melihat mereka telah keluar, dia segera bertanya kepada Farrel.


Next

__ADS_1


__ADS_2