Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Manohara kembali


__ADS_3

"Sialan. Aku jadi tidak bisa menggagalkan pernikahan Justin waktu itu, karena keadaan kantor yang kacau saat itu aku terpaksa kembali ke luar negeri". Manohara menggebrak setir mobilnya yang sedang melaju menuju ke perusahaan Justin.


"Aku tidak bisa menundanya lebih lama lagi, atau perusahaan ku akan benar-benar hancur." Gumamnya dengan wajah yang terlihat sangat kesal, sambil menginjak gas menambah kecepatan mobilnya.


Tetapi di tengah perjalanan, tiba-tiba dia menginjak rem mobilnya sekaligus.


Pandangannya tertuju melihat kearah sebuah Cafe yang ada di pinggir jalan.


"Ck. tertangkap kamu rubah licik." Ucapnya dengan seringai di bibir.


Kemudian Manohara mengeluarkan ponsel dari saku kemejanya, dan mengarahkan kamera ponsel kepada seseorang yang ada di Cafe itu.


"Berani sekali berduaan dengan laki-laki lain di belakang Justin. Aku tidak akan melewatkan kesempatan yang baik ini." Ujarnya Manohara merasa puas saat melihat Calysta yang sedang berada di Cafe bersama dengan seorang laki-laki.


Setelah berhasil mengambil beberapa foto


kemudian Manohara melanjutkan perjalanannya menuju ke perusahaan Justin.


Sampai di kantor.


Turun dari mobilnya hendak masuk ke dalam, namun sekuriti menghadangnya dan melarangnya untuk masuk ke dalam perusahaan. Karena memang itu adalah perintah dari Justin.


"Kamu ya, jadi sekuriti aja belagu.


Awas aku akan membalas mu nanti." Gertak Manohara sangat marah kepada sekuriti itu.


Kebetulan Farrel yang melihat keributan itu, kemudian menghampiri nya.


"Ada apa ini?" Tanya nya.


"Ini Pak. Saya sudah mendapat perintah dari Bos kalau orang ini tidak boleh masuk ke dalam perusahaan, tetapi dia memaksa dan membuat keributan." Jawab Bp Sekuriti itu menjelaskan.


"Ada yang saya ingin sampaikan sama Justin, ini sangat penting." Manohara menjawab dengan serius, dan menatap Farrel.


Melihat dari ekspresi wajahnya, akhirnya Farrel membiarkan Manohara masuk dan mengantarkannya ke ruangan dimana Justin berada.


Mulai dari pintu masuk dan melewati lobi menuju lift, tidak seorang pun karyawan yang menghiraukannya, apalagi menyapanya.


Malah sebaliknya tatapan tidak suka yang mereka perlihatkan kepada Manohara.


"Ck. Awas saja kalian semua yang memperlakukan aku seperti itu, tiba waktunya nanti kalau aku sudah memenangkan hatinya Justin. Kalian semua akan aku pecat dan tidak akan pernah menginjakkan kaki kalian di perusahaan ini lagi." Gerutu nya di dalam hati Manohara yang sangat kesal.


Sampai di ruangan tunggu.


"Nona tunggu saja dulu di sini, Pak Justin sedang ada rapat." Ujar Farrel dingin tanpa ekspresi.


"Hmm." Jawab Manohara mengangguk.


"Termasuk kamu juga Farrel, aku akan memecat dan membuat mu menyesal karena telah memperlakukan aku seperti itu". Gumam Manohara saat Farrel tengah pergi.


Setengah jam kemudian Justin telah selesai rapat, dan kembali ke ruangannya.


Manohara pun keluar dari ruang tunggu


dan pergi untuk menghampiri Justin.


Tok. tok. tok


Manohara mengetuk pintu ruangan Justin.


"Masuk." Ujar Justin dari dalam ruangan.


Manohara membuka pintu dan masuk dengan gaya dan tingkah sok alim. Melangkah berjalan kearah Justin


dengan gemulai. Justin menengok kearah nya. Namun setelah melihat itu adalah Manohara, seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi lebih dingin dan acuh tak acuh.

__ADS_1


"Justin apa kabar?" Ucap Manohara dengan bersikap ramah.


"Hm. baik." Jawabnya dingin.


"Kalau tidak ada hal lain yang akan di sampaikan, silahkan kamu keluar." Ujar Justin dengan ketus.


Manohara merasa tidak senang dengan sikap yang di tunjukkan Justin, tetapi ia tetap bersikap sok lembut dan menahan emosinya.


"Ya sudahlah aku tidak akan basa-basi lagi." Pikir Manohara dalam hatinya.


"Mm. Justin maaf sebelumnya aku akan bilang sesuatu yang kasar untuk istrimu.


Dia itu adalah wanita ****** yang telah berselingkuh di belakang mu." Ujar Manohara menyampaikan niatnya.


Mendengar perkataan kasar itu, Justin tidak terima dengan apa yang di katakan Manohara. Sontak Justin berdiri dari duduknya dan menampar Manohara.


"Jaga ya kata-kata mu itu." Ujar Justin sangat marah.


Dan kemudian mengambil sebuah tisu untuk membersihkan tangan nya yang tadi ia gunakan untuk menampar Manohara.


Manohara yang kesakitan memegang pipinya yang merah karena tamparan itu.


"Ck. Dari awal istrimu itu memang rubah licik, sampai-sampai membuat kamu buta. Aku punya buktinya kalau istri kamu berselingkuh." Manohara menyeringai sambil menunjukan ponsel miliknya, yang terpampang foto Calysta yang ia ambil tadi di Cafe.


Justin melihatnya seakan menjadi kesal.


Cklek!


Suara pintu terbuka.


"Sayang aku bawa makanan...," Calysta yang membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu, tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat Manohara tengah berada di sana.


Manohara tersenyum licik saat melihat Calysta. Merasa puas karena foto itu telah dilihat oleh Justin.


"Membongkar kebusukan rubah licik yang bertopeng kelinci." Manohara langsung menjawabnya dengan rasa puas, dan nada penuh penekanan.


Kemudian Justin menghampiri istrinya itu.


"Apa ini maksudnya?" Tanya Justin dingin sambil memperlihatkan foto Calysta dengan lelaki lain.


Saat melihat foto itu, Calysta terdiam dan bergumam di dalam hatinya,


"Jadi ini yang wanita itu rencanakan."


Cklek!


Lagi-lagi suara pintu terbuka tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Itu Farrel yang datang untuk menyampaikan laporan. Setelah masuk ia merasakan hawa yang sangat dingin dan mencekam.


"Cepat jawab?" Ujar Justin lagi kepada Calysta dengan nada dingin, tanpa menghiraukan Farrell yang datang.


Farrel kaget melihat sikap Justin kepada Calysta, ia tengah bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi.


"Farrel, apa menurutmu ini?" Tanya Justin sambil memperlihatkan foto itu.


Farrel terbelalak melihat foto itu, namun ia tidak berkata sepatah kata pun.


Justin melihat kearah Calysta lagi, untuk menunggu jawaban.


Sementara itu Manohara masih menunjukkan rasa kepuasan nya karena kejadian hari ini.


"Tidak bisa menjawab kan! Kamu sudah tertangkap basah rubah licik." Manohara mencoba menyudutkannya.


"Memangnya, apa yang harus aku katakan, kamu tidak lihat aku sedang minum kopi bersama Radit." Akhirnya Calysta menjawabnya.


"Iya, meskipun begitu harusnya kamu

__ADS_1


ngajak aku. Aku cemburu melihat kamu berduaan dengannya." Ujar Justin dengan mengeluh dan kata-katanya yang lembut dan manja kepada Calysta.


"Huftt.. " Farrel menahan tawa melihat tingkah laku Justin yang seperti anak kecil.


Sebenarnya dia sudah tahu saat melihat


foto itu, Justin akan bertingkah seperti itu dihadapan Calysta.


Manohara tercengang melihat Justin yang seperti itu. Bukannya marah tetapi malah sebaliknya. Suasana macam apa ini!


"Justin kamu harus tahu, dia bermesraan dengan laki-laki itu di Cafe." Ujar Manohara tidak ingin kalah, dan tetap menjelekan Calysta.


"Sudahlah Nona, itu tidak akan berhasil. Karena Bos saya akan tahu hal sekecil apapun yang di lakukan oleh Nona Calysta." Ujar Farrel kepada Manohara.


"Ck. sialan." Manohara yang menyadari itu dan tidak ada yang tidak bisa Justin lakukan. Kemudian ia pergi dengan perasaan yang amat sangat kesal.


"Mmm. ini laporan yang perlu tanda tangan anda Pak." Ucap Farrel sambil memberikan berkasnya, setelah suasananya kembali membaik.


"Tunggu." Calysta menyela pembicaraan mereka.


"Ada apa Nona?" Tanya Farrel.


"Kamu bilang tadi, bahwa Justin akan tahu sekecil apapun yang aku lakukan! Maksudnya kalian mengirim mata-mata?" Tanya Calysta agak kesal.


"Itu, sebenarnya bukan untuk memata-matai, tetapi Bodyguard untuk melindungi Nona. Tuan ini sangat khawatir terhadap anda." Farrel mencoba menjelaskannya dan menyelamatkan Justin dari omelan istrinya.


"Benar begitu?" Tanya Calysta meyakinkan sambil menengok kearah Justin.


"Iya sayang. Aku takut membuatmu tidak nyaman jadi sengaja tidak ku beritahu."


Ujar Justin membujuknya.


"Ok aku percaya. Sekarang waktunya kita makan siang." Calysta mengambil tempat duduknya.


Farrel pamit undur diri, tidak ingin mengganggu mereka.


"Tapi sayang..." Justin angkat bicara.


Calysta menengok.


"Aku benar-benar cemburu melihat kamu berduaan sama Radit." Lagi-lagi bersikap manja.


"Ya ampun, Radit kan berteman dari sejak kecil sama aku. Dan lagi aku juga sudah menjadi milikmu." Calysta mencoba menjelaskan dan menghiburnya.


"Hm baiklah, tapi lain kali kamu harus ajak aku kalau bertemu dengan Radit lagi." Ujarnya masih dengan nada yang manja.


"Iya iya. Sekarang ayo kita makan dulu." Ajak Calysta.


"Gak mau, kamu belum ngasih aku kompensasi."


Calysta tidak habis pikir dengan sikap suaminya yang manja ini.


"Astaga, apa karyawan dan para penggemarnya tahu kalau orang ini yang mereka idolakan. Yang diluar sana bersikap dingin, angkuh dan cool ternyata bersikap seperti anak kucing yang manja". Gumam Calysta dalam hatinya.


Agar tidak menunda waktu lagi, Calysta pun mencium bibirnya Justin.


Cup!


"Kok sebentar sayang! Masih kurang lah." Ujarnya.


"Justin..." Calysta melihatnya dengan tatapan menusuk.


"Hehe.. bercanda kok sayang."


Kemudian mereka makan bersama, saling menyuapi penuh kemesraan dan menikmatinya dengan hikmat. Menggelikan bukan!

__ADS_1


__ADS_2