Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Liburan


__ADS_3

''Ahh, lelah sekali begitu banyak pekerjaan di berbagai tempat dan harus di selesaikan hari ini juga, Justin benar-benar tidak punya perasaan.'' Febi yang kelelahan setelah menyelesaikan tugas dari Justin.


''Hei apa kau tidak mandi dulu langsung tidur begitu saja!'' Tegur Aldo.


''Tidak, aku lelah aku mau tidur.'' Ujarnya sambil memejamkan matanya.


''iiyyu, awas kalau kau dekat-dekat dengan ku.'' Aldo yang geli melihatnya.


Febi tidak menghiraukan nya, dia benar-benar tertidur sangat pulas.


Esok paginya ketika dia terbangun dan membuka ponselnya ternyata sudah ada chat dari Justin.


'Untuk penerbangan mu liburan ke pulau, semua sudah di urus oleh Farrel, keberangkatan nya jam 09:00 pagi'


Membaca itu Febi langsung lompat-lompat saking senangnya.


''Yes.. yes.. yes.''


''Ada apa dengan mu bangun tidur langsung jingkrak-jingkrak seperti itu?'' Tanya Aldo heran.


''Ternyata Justin menepati janji nya, kita akan pergi liburan ke sebuah pulau dan penerbangan nya jam 09:00'' Ujar Febi.


Lalu Aldo melihat jam tangannya,


''Sekarang sudah jam 08:30 waktunya setengah jam lagi.'' Ucapnya datar.


''APA?'' teriak Febi.


''Ayo kita berangkat sekarang nanti bisa-bisa terlambat.'' Ujar Febi sembari menarik tangan Aldo untuk bergegas.


''Stop, kamu lagi-lagi tidak mandi dari kemarin, jangan sentuh aku.'' Aldo mengibaskan tangannya, merasa geli.


''Hiss.. ya sudah ayo cepat kita berangkat waktunya sudah mepet.'' Ucap Febi melanjutkan langkahnya.


Akhirnya mereka berangkat dengan tergesa-gesa dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


''Piuhh, hampir saja kita terlambat.'' Ujar Febi menghela nafasnya lega.


Aldo yang dari tadi tidak bicara dan mencoba menjaga jarak dengan Febi, merasa tidak nyaman dengan sahabatnya yang belum mandi itu. Meski sudah terbiasa dengan tingkah nya, namun Aldo belum bisa menerima joroknya Febi.


Pesawat pun lepas landas, Febi dan Aldo tengah duduk di kursi yang berdekatan.


''Kau menjauh lah sedikit, jangan dekat-dekat dengan ku.'' Pekik Aldo pelan.


''Hei, aku tidak se bau itu tau. Parfum ku juga mahal.'' Tegas Febi sambil mencium aroma tubuhnya.


''Iya, tapi semalam kau mabuk, bau mu bercampur alkohol sungguh tidak enak.'' Jelasnya.


''Hiss.. kalaupun aku mandi sekarang tapi aku juga tidak sempat membawa baju ganti tadi.'' Celoteh nya.


Banyak hal yang di bicarakan Febi namun Aldo tidak merespon nya satu pun kerena dia juga sudah terbiasa dengan tingkah laku sahabatnya yang satu ini.


Sampailah mereka di sebuah pulau yang sangat indah.


''Waww... Ini benar-benar suasana yang sangat cocok untuk bersantai.'' Febi berteriak senang.


Aldo dan Febi benar-benar menikmati liburan mereka.


Pakaian santai baju pantai, berjemur di bawah sinar matahari dengan kacamata yang menahan paparan sinarnya.

__ADS_1


Hembusan angin yang membuat hati terasa nyaman.


Notifikasi chat terdengar dari ponsel Febi.


Ternyata itu dari Danu yang mengirimkan foto-foto seorang wanita.


Seketika matanya terbelalak.


''Wow.. Beautiful, very nice.''


''Apakah itu yang akan di kirimkan kesini untuk ku?'' Febi membalas chat dari Danu.


''Yaps, apa kau suka!'' Balas Danu.


''Aku tunggu.'' Febi tidak ingin banyak berbasa-basi.


Sementara itu Aldo ada di tempat yang agak jauh dari Febi.


''Andai Melisa ada disini dan bermain bersama ku, liburan ini pasti semakin menyenangkan.'' Lamunan Aldo.


''Astaga apa yang aku pikirkan, kenapa aku memikirkan nya. Mungkin karena aku kurang istirahat.'' Gumam Aldo menyangkal pikirannya sendiri.


Di saat Febi tengah bersantai sambil meminum air kelapa muda tiba-tiba ada seorang gadis yang tidak sengaja menabrak nya.


''Tolong, tolong bantu aku.'' Gadis itu nampak tergesa-gesa dan ketakutan seperti sedang di kejar-kejar orang jahat.


Yang tadinya Febi ingin marah karena gadis itu telah merusak ketenangan nya, namun dia luluh setelah melihat gadis cantik yang begitu kasihan di depan matanya.


''Tenang, apa yang terjadi jelaskan padaku.'' Ujar Febi mencoba menenangkannya.


''Aku, aku ditipu oleh seseorang. Katanya dia akan memberikan ku pekerjaan, tapi- tapi nyatanya mereka menjual ku, jadi aku berusaha untuk kabur dari penjahat itu.'' Suara yang terbata-bata dan air mata yang mengalir di pipinya.


Datanglah segerombol preman-preman menghampiri gadis itu.


''Hahaha, kamu tidak akan pernah bisa lari dari kami.'' Ucap salah seorang dari mereka.


''Yo, rupanya ini si brengsek itu.'' Febi berdiri dengan lantang nya.


''Ha siapa kamu anak kecil jangan ikut campur urusan kami, kalau tidak kamu akan tahu akibatnya.'' Ancaman dari preman itu.


''Aku jadi ingin mencobanya apa yang akan kamu lakukan padaku.'' Febi sebaliknya menantang mereka.


''Ck.'' Preman itu langsung menghantam Febi, namun apa yang terjadi ternyata Febi mampu menangkis nya.


Mereka terus berkelahi dan Febi seorang diri melawan 4 orang preman itu, hingga akhirnya Febi mengalahkan nya tanpa ampun sampai-sampai mereka semua pergi lari terbirit-birit karena ketakutan.


''Terimakasih.'' Ucap Gadis itu.


''Sama-sama. Mm... sebaiknya aku antar kamu pulang untuk berjaga-jaga mereka tidak lagi mengganggu mu.'' Ujar Febi.


''Tidak perlu, sekali lagi terimakasih.'' Sekali lagi gadis itu berterima kasih, namun sangat jelas terlihat di wajah nya kalau dia sedang bersedih dan ketakutan masih tersirat di wajah cantiknya.


''Baiklah, sebaiknya kamu ikut dengan ku sebentar setelah itu kamu baru pulang.''


''Kemana?'' Tanyanya.


''Kita pergi ke pusat perbelanjaan untuk mengganti pakaian mu yang berantakan, setelah itu kita makan dan kamu boleh pulang.'' Jelasnya.


''Terimakasih.'' Ucapnya lagi, dan menyetujui perkataan Febi.

__ADS_1


''Aduhh bisa tidak kamu untuk tidak berterima kasih terus.'' Tegas Febi.


Selesai berganti pakaian, gadis itu benar-benar terlihat cantik membuat Febi menyukai nya saat memandang nya.


Lanjut membawa nya untuk makan.


Saat melahap makanannya terlihat sekali seperti nya gadis itu memang lapar.


''Sepertinya hidupnya tidak mudah.'' Pikir Febi.


''Apakah kamu tidak makan?'' Tanya gadis itu, yang melihat Febi hanya melamun.


''Tidak, melihat mu makan saja aku sudah merasa kenyang.'' Jawab Febi enteng.


''Maaf.'' Gadis itu menundukkan kepalanya.


''Tidak apa-apa aku hanya bercanda jangan di masukkan ke dalam hati. Apakah makanan nya mau nambah?'' Ujar Febi penuh perhatian.


''Tidak terimakasih, aku sudah sangat kekenyangan.'' Ucapnya.


''Baiklah aku akan mengantarmu pulang sekarang.'' Ujar Febi berdiri dari duduknya.


''Mmm.. sebenarnya aku tidak punya tempat tinggal.'' Jelasnya.


Febi mengerenyitkan dahi.


''Kedua orang tua ku meninggal dalam kecelakaan mobil, setelah itu harta yang kami miliki semuanya di sita oleh pihak Bank untuk membayar hutang.'' Ucap gadis itu menceritakan kisah hidupnya.


''Kamu benar-benar hanya sendirian?''


''Iya, awalnya aku memiliki seorang sahabat tapi dia mengkhianati ku.'' Ujarnya tak berdaya. Menceritakan semua kisah hidupnya.


Tidak menutupi kenyataan tentang keadaan dirinya, "Karena sudah seperti ini untuk apa ditutupi lagi, kalaupun berbohong mana ada yang percaya setelah apa yang mereka lihat"


pikir si gadis dalam hatinya.


''Kalau begitu ikutlah bersama ku.'' Ajak Febi tanpa ragu.


''Aku tidak mau terus-terusan merepotkan mu, terimakasih atas semuanya.'' Gadis itu menolaknya dan hendak meninggalkan Febi.


''Tidak akan merepotkan, kamu ikut bersama ku, akan aku kasih pekerjaan yang layak.'' Bujuknya.


''Pekerjaan? baiklah aku setuju untuk ikut bersama mu.'' Tersirat senyuman di bibirnya, tanpa berpikir panjang dia menyetujui nya. Gadis itu pikir dengan sifat yang di tunjukkan Febi dia adalah orang yang baik.


"Setelah mendapatkan pekerjaan dan gaji, mungkin nanti aku bisa membalas kebaikannya." Gumamnya dalam hati.


''Aku disini hanya sedang berlibur, besok lusa aku akan kembali.'' Jelas Febi.


''Entah karena simpatik ataupun karena kasihan, tapi aku merasa ingin selalu melindungi nya'' Gumam Febi di dalam hati nya.


''Gadis yang polos.'' Ucap nya pelan dan tersenyum.


''Kamu bicara apa?'' Gadis itu samar-samar mendengar nya.


''Gapapa, aku bilang siapa nama kamu?'' Febi mengalihkan perhatian nya.


''Oh iya aku lupa kita belum berkenalan, namaku Putri, kalau kamu?''


''Aku Febi.''

__ADS_1


Putri tersenyum dengan manisnya membuat Febi gemas melihat nya.


__ADS_2