Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Olahraga Malam


__ADS_3

Malam kedua saat Honeymoon


Kala itu Calysta baru selesai mandi dan tengah duduk di depan cermin untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Sementara Justin yang sudah menanti-nantikan malam ini karena kegagalan malam kemarin. Kemudian memeluk pinggang Calysta dari belakang.


Lalu mengecup pundaknya yang putih dan mulus,


"Harum." Bisik Justin lirih di telinga Calysta.


Mengecup menyusuri setiap lekuk lehernya


hingga ke telinga hembusan nafasnya membuat Calysta merasakan sensasi yang berbeda.


"Emhh." Suara lembut dan lirih tak terasa keluar dari mulut Calysta.


Tanpa menunggu lama, Justin menggendong Calysta ke tempat tidur. Di baringkan nya di atas kasur lalu menindih tubuh langsingnya yang seksi dan mengurungnya dengan kedua tangan.


Justin menatapnya dengan lembut dan penuh gairah.


"Aku akan membuktikan nya, sampai kamu benar-benar mengakui kehebatan ku." Bisik Justin di telinga Calysta.


"O Ya?" Nada Calysta sedikit menantang suaminya.


Justin langsung mencium bibirnya dan ********** dengan penuh kelembutan.


kelembutan yang membuat mereka semakin memanas hingga ciuman Justin semakin buas dan liar. Menciumi lekuk leher Calysta tanpa terlewatkan sedikitpun.


Turun dan semakin turun hingga di atas dadanya Calysta yang berisi.


******* pu*ing nya dengan lembut.


"Ahh.. Emhh." Calysta mendesah dengan kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan.


Entah apa yang di lakukan Justin sehingga membuat Calysta mengeluarkan suara ******* seperti itu


( pikirkan lah sesuka kalian guys :))


Olahraga malam Justin sepertinya baru saja di mulai dan malam itu menjadi malam yang sangat panjang untuk kedua pengantin baru itu.


...***...


Seperti biasanya pagi itu sangat cerah.


Cahaya matahari masuk menyusuri celah jendela membuatnya silau dan terbangun dari tidurnya.


"Sudah bangun." Sapa Justin saat melihat Calysta membuka matanya.


Lalu kemudian Justin mengecup kening istrinya.


"Aku mau mandi dulu" Ujar Calysta.


"Aw.. ssshh." Rintihan Calysta ketika hendak bangkit dari tidurnya.


Mendengar Calysta kesakitan Justin kaget dan langsung menanyakan keadaannya.


"Pake nanya lagi, ini semua gara-gara kamu semalam." Gerutu Calysta dengan bibir yang mengerucut.


Justin tersenyum,


"Sini aku gendong dan bantu kamu


mandi ya?" Ujar Justin.


Calysta agak sedikit ragu-ragu,


"Tapi kamu jangan macam-macam, cuma bantuin aku mandi doang." Tegasnya, karena mengingat apa yang di lakukan oleh suami nya itu semalam, membuat ia kelelahan.

__ADS_1


"Iya." Jawab Justin terkekeh.


"Jangan yang lain-lain, kamu harus sayang sama aku, nanti kalau aku sakit gimana?"


Calysta tak henti-hentinya mengomel.


"Iya aku janji cuma bantuin mandi aja."


Ucap Justin meyakinkan nya.


Akhirnya Calysta setuju untuk Justin membantu nya mandi.


...***...


Hari-hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan hingga tidak terasa satu Minggu telah berlalu. Waktunya mereka kembali dan pulang. Beraktivitas seperti biasanya, bekerja dan mengurus perusahaan.


Beberapa hari tidak masuk kantor, suasananya kali ini berbeda. Seperti wajah-wajah yang terlihat ikut berbahagia atas bersatunya Justin dan Calysta.


Kini semua karyawan memberi salam kepada Calysta dengan sebutan "Nyonya CEO"


sambil menundukkan setengah badan mereka.


"Cie.. cie... Memang berbeda ya, wajah pengantin baru lebih berseri dan bercahaya." Celoteh Febi saat menyambut kedatangan Justin.


"Tutup mulutmu."


"Ah aku jadi iri." Lagi-lagi Febi masih menggoda Bos nya.


"Makanya cepat-cepat menyusul." Sambung Farrel sambil menghampiri mereka.


"Selamat pagi Bos." Ucap Farrel kepada Justin.


"Pagi."


"Oh, aku tidak akan menanyakan kabar


karena sepertinya sudah terlihat sangat jelas dari wajahnya." Ujar Farrel sedikit menggoda Justin.


Justin tersenyum,


"Saya baik bos seperti yang anda lihat." Jawab Farrel. "Tetapi sepertinya anda harus memberikan saya libur panjang untuk kompensasi." Lanjut Farrel berbicara.


"Ck. baiklah."


"Oh ya, bagaimana apakah sudah ada kemajuan?" Lanjut Justin bertanya pada Farrel.


"Apa?" Farrel kurang paham sebenarnya persoalan apa yang di tanyakan Justin.


"Oh, pendapatan bulan ini jauh lebih meningkat di bandingkan dengan bulan lalu." Farrel menjawab, mungkin ini yang di maksud Justin.


"Ya aku tahu kalau soal itu. Maksud ku apakah kamu sudah bisa membuat istri mu hamil." Dengan wajah datar tanpa ekspresi Justin bertanya seperti itu.


"Ehemm," Farrel sedikit terkejut dengan pertanyaan Justin tadi.


"Masih belum. Ya. sepertinya aku harus berusaha lebih keras lagi." Farrel memberikan jawabannya meski sedikit canggung.


"Hm. sepertinya kamu memang harus berusaha lebih keras lagi." Dengan wajah penuh keyakinan.


"Hah? Memang nya Bos sudah bisa membuat Nona Calysta hamil?" Ujar Farrel membalikkan keadaan.


"Apa? Ya belum sih. Tapi saya yakin istri saya akan hamil lebih dulu dari pada istri kamu." Jawaban Justin dengan penuh percaya diri.


"Haish.. Baiklah Bos, saya tunggu kabar bahagia nya." Celetuk Farrel yang tidak ingin berdebat lebih jauh. Sambil pergi meninggalkan Justin begitu saja.


"Akan aku kabari secepatnya." Ujar Justin setengah berteriak dan penuh percaya diri.


Febi juga tengah kembali melakukan pekerjaan nya.

__ADS_1


Calysta juga bekerja seperti biasanya.


"Sayang, aku bilang kamu nggak usah kerja lagi. Biar aku saja yang bekerja dan memenuhi semua kebutuhan kamu ya!" Ujar Justin kepada istrinya.


Mengingat kembali tadi pagi Calysta terkekeh untuk tetap ikut dan bekerja seperti biasa nya.


"Nggak apa-apa, aku juga di rumah gak ada kerjaan kan. lama-lama juga bosan." Jawab Calysta.


"Tapi kamu jangan terlalu capek." Ujarnya penuh perhatian.


"Iya"


Waktu telah menunjukkan pukul 11:00


waktu dimana semua karyawan makan siang.


Tok.tok.tok


Seseorang tengah mengetuk pintu ruangan Justin dan Calysta.


"Iya masuk." Justin menyahut dari dalam.


Ternyata yang datang adalah Mami nya Justin, sambil membawa rantang bekal berisi makan-makanan enak dan penuh gizi.


"Sayang.. menantu Mami." Setengah berlari menuju ke arah Calysta.


"Mami ngapain kesini!" Sambut Calysta sambil menyalami nya.


"Mami bawakan makan siang buat kamu. Nih," Sambil memberikan rantang bekal yang di bawanya.


"Ya ampun, Mami gak usah repot-repot kayak gini." Ujar Calysta menerima pemberian Mami mertua nya.


"Nggak repot, lagian kamu juga jangan makan sembarangan, harus banyak makan-makanan yang bergizi biar subur dan cepat-cepat ngasih Mami cucu. Ya sudah makan gih," Ucap Mami dengan penuh kasih sayang, dan rasa bahagianya.


"Iya Makasih, Mami baik banget sih!" Ucap Calysta sambil tersenyum.


"Bekal buat aku mana Mi?" Tanya Justin yang dari tadi melihat interaksi Mami dan istrinya.


"Nggak ada jatah." Jawab Mami nya tegas.


"Ck. pilih kasih." Gerutu nya.


"Hey Mami dengar itu. Kamu juga Justin harus perhatikan makanan mu biar bibit nya bagus." Omelan Mami nya.


"Ya makanya bawain juga bekal buat aku." Ujar Justin menekankan.


"Jangan manja. cari sendiri," Lagi-lagi jawaban yang mempertegas.


Justin hanya bisa pasrah dan kemudian memesan makanannya sendiri.


Tidak lama Farrel mengetuk pintu ruangan nya Justin, dengan membawa makanan yang di pesannya tadi.


"Ini Pak makanan yang anda pesan tadi." Ujar Farrel sambil meletakkan makanannya.


dengan raut wajah yang menahan tawa.


"Kenapa kamu pasang wajah seperti itu?" Tanya Justin tegas.


"Tidak apa-apa." Jawab Farrel tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.


Justin menatapnya tajam.


Seketika Farrel mengerti dengan isyarat tatapan itu. Tetapi tetap saja Farrel masih ingin menggoda Bos nya yang masih berstatus pengantin baru itu.


"Mmm.. di lihat dari menu makanan yang anda pesan semuanya hampir makanan hijau, Sepertinya anda harus benar-benar berusaha lebih keras lagi untuk cepat-cepat membuat Nona Calysta hamil." Lagi-lagi Farrel mengatakan nya dengan raut wajah yang menahan tawa.


"Kamu meledek saya! kamu kira

__ADS_1


aku nggak mampu?" Ujar Justin agak kesal juga malu.


"Nggak Bos, saya permisi masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan." Ujarnya sambil kabur lari keluar dengan bibir yang masih tersenyum.


__ADS_2