Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Menjaga jarak.


__ADS_3

"Halo Dokter David...,"


"Iya,, Amara ada apa,? Apa kau butuh sesuatu dariku,?" tanya Dokter David dari seberang telepon.


"Kau benar sekali, Apa aku boleh minta bantuanmu dokter,? Cepatlah datang ke rumah Kak Renata, Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi, tapi sepertinya dia sangat kesakitan, aku takut terjadi apa-apa padanya," Ucapnya gugup.


"Baiklah, aku akan segera ke sana, dan kirimkan alamat lokasinya," pinta Dokter David


"Baiklah, dokter," ujar Amara lalu mengakhiri panggilan teleponnya, ia pun segera mengirimkan Alamat Renata, setelag itu ia pun bergegas pergi setelah sebelumnya ia pamit mohon izin pada Desi rekan kerjanya, 15 menit kemudian ia baru tiba di rumah Renata.


"Kak, Kakak, Kakak Kau di mana Kak,?" teriak Amara sambil berlari-lari kecil mencari Renata Bagaimana Amara apakah kamu sudah menemukannya Di mana Renata,?" tanya dokter David yang baru saja sampai saat melihat Amara hanya sendiri saja, Amara yang di tanya hanya memberikan sebuah gelengan.


"Apa Di sini ada orang,?" Ujar David yang melihat sekelilingnya memang sepi.


"Kita harus mencobanya mencari kamar Kak Renata,?"


"Kau betul sekali, kita harus mencoba mencarinya ke sana," tunjuk Dokter David ke arah sabuah kamar.


Dan benar saja, mereka menemukan di mana sebuh kamar yang masih sedikit terbuka, yang mereka duga itu adalah kamar Renata, dokter David pun segera membuka pintu, dan Betapa terkejutnya mereka saat melihat seluet tubuh wanita yang terbaring di atas lantai kamar tersebut.


"Ya ampun Kak, kau kenapa Kak,?" teriak Amara mendekati tubuh Renata yang sudah tidak berdaya itu.


"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit dokter, ada darah, Lihatlah Kak Renata berdarah," tunjuknya pada kaki Renata yang memang sudah terlihat bercak darah.


"Baiklah kau juga harus tenang okey," ujar Dokter David yang melihat Amara yang begitu panik, setelah mengangkat tubuh Renata ala brida style mereka pun bergegas membawa tubuh Renata ke mobil.


"Cepat buka pintunya,!" Seru Dokter David begitu mereka sampai di samping mobil, Tanpa mereka sadari Sepasang Mata telah mengintai mereka dari jauh.

__ADS_1


Dan di sinilah Amara di rumah sakit, sesaat yang lalu ia pun mendapatkan kabar Kalau Renata hampir saja keguguran


"Bagaimana keadaan kak, Renata Dokter,?" Amara terlihat khawatir saat mendapatkan Renata yang pingsan di dalam kamarnya,


Dan dia berusaha menelpon Dokter David, untuk membantunya dengan bantuan Dokter David akhirnya Renata segera di bawa kerumah sakit.


"Kamu tenang dulu jangan panik aku akan berusaha mengurus dan memeriksanya," Amara hanya menjawab lewat anggukan saja karena, ia juga tiba-tiba merasa pusing, la pun memilih duduk sejenak, dan di lihatnya kini malam mulai turun menyelimuti, bahkan rintik hujan mulai gemericik seperti sebuah alunan musik yang lambat laun menjadi seperti sebuah paduan suara yang di iringi oleh musik orkestra, bahkan siulan angin tak ketinggalan mengambil bagian, meniup dahan dan ranting seolah ikut menikmati suasana dengan terus meliuk-liuk bak penari latar.


📲Drt...Drt...Drt.


Suara getar telepon membuyarkan lamunan dalam kepenatan nya, namun baru saja ia ingin mengangkat, telepon genggamnya tiba-tiba saja sinyal di tempat itu menghilang.


Amara pun dengan bangkit tempat duduknya, Iya berjalan dengan langakah lesu menuju lorong rumah sakit untuk mencari sinyal, dan suara deringan teleponnya kembali terdengar, saat ini Amara berada di lobby rumah sakit.


Ia Pun kembali untuk mengangkat telepon namun ketika teleponnya kembali terangkat tiba-tiba saja teleponnya mati.


"Tapi biar saja, untuk apa aku memikirkan dia marah atau tidak? selama ini dia kan seperti itu tidak pernah berubah sekalipun, dia akan berubah baik dan manis kalau ada maunya saja menyebalkan," Gerutu Amara lalu Beranjak Pergi Kembali ke tempatnya semula, Ia pun kembali menghempaskan bokongnya lalu bersandar pada sandaran kursi.


Amara pun memilih untuk tidak pulang malam ini, ia memilih untuk menjaga Renata hingga Renata benar-benar di per boleh kan pulang.


Sementara itu Darandra yang kesal hampir saja membanting teleponnya, karena sejak tadi nomor yang dia tuju sedang tidak aktif.


'Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku Amara,? Aku sudah menyuruhmu pulang cepat, tapi sampai sekarang kau belum tiba Jangan pulang bahkan nomor telepon tidak aktif lagi, Awas saja kalau kau pulang aku akan menghukummu,' Geramnya kembali


Dan salama tiga hari ini, Amara sibuk menjaga Renata, ia juga sibuk untuk bekerja di Cafe' dan sesekali ia akan pulang ke rumah namun setelah Darandra pergi bekerja ia pun bahkan berusaha menghubungi Darandra namun Darandra sepertinya tidak pernah ingin mengangkat telponnya.


'Ada apa dengan Kak, Randra? apa aku ini sangat tidak penting lagi untuknya,? dan aku menghubunginya hanya ingin menjelaskan dan meminta maaf padanya tapi kenapa dia tak pernah mau mengangkat telponnya,?' monolog Amara dalam hati yang masih saja bertanya-bertanya apa yang membuat Darandra berubah.

__ADS_1


Ya, karena kejadian saat di rumah sakit itu esok paginya ia berusaha menelpon Darandra namun tidak di angkat sama sekali dan Amara pernah mencoba mendatangi klinik tapi malah kata perawat Darandra sibuk dan tidak berada di tempat, hingga ia pun mengingat sekeping bayangan di saat Darandra membawanya keluar waktu itu.


'Aku harus cari tau, apa sebenarnya yang akan mereka lakukan waktu itu aku yakin ini pasti sangatlah penting untuk Kak, Darandra tapi kenapa dia tidak pernah mengajakku terlibat? walau aku tau aku hanyalah istri yang tak pernah di anggapnya.'


Dan setelah semua urusan Renata benar-benar selesai malam harinya ia baru benar-benar bisa pulang kerumah.


"lngat pulang juga kau, aku kira kau sudah tidak ingin balik lagi kerumah ini, dan aku kira kau kau senang dengan kehidupan bebasmu itu,?"


"Kak, dengarkan aku, waktu itu sangatlah darurat telponku mati dan aku benar-benar tidak bisa meninggalkan kak, Renata sendiri kau tau kan bagaimana keadaannya? aku akan menjelaskannya padamu,"


"Untuk apa? untuk apa kau menjelaskannya padaku sekarang ini,! semuanya sudah lewat aku tidak butuh penjelasan darimu, yang lebih penting sekarang sebaiknya kita harus mulai saling menjaga jarak, itu yang kau inginkan dariku kan,?"


"Kak, kau apa-apaan, aku tidak bermaksud seperti itu, bukankah aku sering berusaha menghubungimu, namun kau tidak pernah menjawabnya bahkan aku datang ke Klinik mu juga, katanya kau sedang keluar dan sibuk, lalu kau sibuk apa? kau sibuk dengan wanitamu itu kan,?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai...sambil nunggu yuk ikuti juga karya di bawah ini....jangan lupa budayakan like komen, vote dan hadiahnya😍



Nomor 32


Fiona Valeriest Putri Buffett gadis keturunan Indonesia Eropa yang di kenal dengan Fiona tumbuh menjadi gadis yang cantik. Memilih menjadi seorang arsitek yang sekarang namanya melambung tinggi dengan hasil yang selalu memuaskan klien. Tidak hanya sukses Fiona juga menjadi incaran pria di luar sana, tapi tidak ada satu pria pun yang mampu meluluhkan hati Fiona. Hatinya seakan terkunci oleh seseorang yang bahagia di luar sana. Pria yang sudah dia sukai sejak sekolah menengah atas dan memiliki wanita lain dari pada dirinya tanpa alasan.


Sejak saat itu sifat Fiona berbanding balik dengan Fiona masih kecil, hal itu menjadi kekhawatiran semua keluarga, apa lagi Fiona sangat cuek dan lebih menyibukkan diri untuk bekerja, terkecuali hanya dengan anggota keluarga.


Mampukah pria di luar sana membuka hati yang di tutup rapat oleh Fiona?

__ADS_1


__ADS_2