Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 32


__ADS_3

"Sya, maafkan aku karena telah membuatmu dalam masalah seperti ini, Aku harap kau mengerti akan keadaannya." Ucap Jhony menatap tasya.


"Aku akan mencoba percaya kepadamu," ujar Tasya membalas tatapan Jhony.


"Terima kasih karena kau mau percaya padaku lagi, sekarang kau bersiap-siaplah karena kita akan menuju masjid." Ajak nya.


"Tapi aku takut, apa yang kau takutkan ada Allah dan aku bersamamu, juga ada Ibu ucap Jhony yang berusaha menenangkan perasaan Tasya.


"Tapi bagaimana kalau ternyata kita jadi menikah? kau tahu kan aku dan Darandra sudah bertunangan dan akan segera menikah?" ucap Tasya.


"Jika kita Sampai menikah, maka kau boleh membenciku, dan tidak percaya padaku lagi bagaimana,?"


"Oke, baiklah kalau begitu aku siap-siap dulu, lbu, ibu juga harus ikut dan anak-anak juga," Ucap Jhony pada Bu Maya.


"Tapi Nak, Mereka takut karena kejadian tadi," "Justru karena itu aku ingin mengajak mereka bu aku berjanji pada ibu akan menjaga panti ini dengan segala kemampuanku."


"Aku percaya padamu Nak...!" ucap Bu Maya mengelus dengan lembut lengan Jhony.


...****************...


Kini semua orang pun berkumpul di dalam masjid sambil menunggu Arya yang akan datang.


"Di mana b******* itu? aku akan membunuhnya teriak Arya begitu turun dari mobil bersama seorang pria yang tak layanan adalah Darandra, calon suami Tasya.


Dasar laki-laki brengsek kau sengaja kan menjebak adikku, Katakan padaku kalau semua ini tidak benar? katakan Brengsek jangan diam saja,!" sergah Arya yang begitu esmosi.


"Jika kau mengatakannya maka di tempat ini juga aku akan menikahkan Darandra dan juga Tasya persamaan dengan itu satu pesan masuk di gawainya, Jhony pun membaca pesan tersebut dengan kening yang berkerut lalu ia pun menatap Darandra, Arya, dan yang terakhir la menatap Tasya.


"Kenapa kau diam saja pengejut!" geram Arya lagi mencengkram kerah kemeja putih yang di pakai Jhony.


"Tunggu kak Dengarkan Aku Jhony akan menjelaskan, sejelas-jelasnya apa yang terjadi pada kami benarkan John... tanya Tasya menatap pada Jhony.


Johny yang masih bingung setelah menerima pesan masuk di pegawainya, hanya memilih untuk tersenyum tipis.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengatakan semuanya padamu ucapkan setelah menarik nafas panjang.


"Maafkan Aku, karena aku melakukan itu pada Tasya, dan semua itu bukan Salah Tasya, itu semua adalah salahku aku khilaf, Maafkan aku Tasya kalau aku tidak jujur padamu aku hanya ingin berkata jujur di depan kakakmu karena Aku sangat mencintaimu, untuk itulah aku melakukannya, karena aku tak ingin ada orang lain yang memiliki kesucianmu kecuali Aku dan aku yakin setelah kita menikah kita akan bahagia bersama,"


"A-apa yang kau katakan Jhony,?" ucap Tasya yang terkejut, dan kini mulai memberikan tatapan tajamnya, saat apa yang di katakan Jhony jauh berbanding balik dengannya kenyataan nya.


"Bagaimana ini Apakah akad nikahnya akan dilanjutkan atau tidak karena saya sedang ada undangan pernikahan lagi di beberapa tempat?" ujar Ustadz Ja'far.


"Ya,,..tidak,,...!" Sahut Jhony dan Tasya bersamaan, membuat sang Ustadz bingung.


"Tentu saja Ustadz ayo sayang kita masuk ucap Jhony sambil menggandeng tangan Tasya sedangkan Darandra dan Arya tidak bisa berbuat apa-apa karena apa yang dikatakan oleh Jhony tadi sudah didengar semua orang yang berada di tempat itu,"


Flashback off.


"Itulah ceritaku, hingga aku benar-benar menikah dengannya. Dan aku tidak menyangka apa yang dilakukan oleh Suamiku itu Demi Kau dan Darandra, dan itu semua atas permintaan kakak iparmu."


"Apa,? Jadi maksudmu, Kak Jelita Di balik semua ini?" kejut Amara membulatkan mata. "Iya,, Kau benar sekali, lucu sekali bukan aku kira dia mendukungku dengan kakak sepupunya itu tapi ternyata dia malah mendukungmu."


"Maaf Amara melirik kearah Tasya yang masih serius di kursi kemudinya dengan wajah sendunya itu.


"Aku tahu, tapi kita semua sudah dibuat salah paham," timpal Amara.


"Dan jika hal itu tidak terjadi, mungkin aku tidak akan menyadari Sebesar apa cinta Jhony padaku, Aku tidak akan menyalahkan siapapun lagi, mulai sekarang aku bisa hidup bersama keluarga kecilku," Tasya pun menarik nafas lega.


"Bagaimana kalau kita makan dulu, baru aku mengantar mu pulang, karena aku lapar sekali pasti kau juga lapar kan? Hehehe" kekehnya kemudian.


"lya sih," timpal Amara.


"Ya udah, apa kau mau aku akan membawa ke sebuah tempat yang paling enak dan nyaman.


Mereka pun akhirnya singgah di sebuah tempat makan yang begitu nyaman dan asri karena tempat tersebut dikelilingi oleh pepohonan dan taman hijau yang menyegarkan mata serta udara yang menyehatkan.


"Bagaimana apakah kau menyukai tempat ini,?"

__ADS_1


"Iya tentu saja aku sangat suka sekali tempat ini seperti ini" ujarnya.


"Sekarang kau tinggal pilih kau mau makan di dalam atau di sini saja?"


"Di luar saja sepertinya itu lebih asyik."


"Okey baiklah," akhirnya mereka memilih makan di sebuah gazebo yang terbuka, Tasya dan Amara pun mulai memesan makanan dan minuman yang menjadi favorit mereka.


Setalah perut terisi Tasya pun segera mengantar Amara pulang ke rumah, 15 menit Akhirnya mereka pun sampai pada tujuannya.


"Apa kau yakin tidak akan singgah dulu,?" Tanya Amara begitu hendak turun dari mobil Tasya.


"Maafin aku ya Amara tapi lihat deh chat dari suamiku ini," timpal Tasya sambil memperlihatkan gawainya, yang memang ada chat dari Jhony yang bertanya.


[Kamu dimana istriku cepat pulang ya aku merindukanmu lLove you.]


Yang di akhiri dengan Emoj cinta.


"Dasar manusia bucin, ya sudahlah kau pulang saja, tapi lain kali aku akan menyuruh mu mampir dan kau harus mau aku tidak mau penolakan,"


"Baiklah Nyonya Darandra semoga kau sukses dan bahagia, dan Darandra akan melihat mu seorang saja, by...aku pergi dulu ya..."


"By....hati-hati..." Amara pun menatap kepergian Tasya hingga mobilnya hilang di balik tikungan di ujung jalan.


Dan kini la pun melangkah masuk, apa lagi hari sudah sore, la harus membersihkan rumah yang sudah lama la dan Darandra tinggal kan itu.


'Hah...Entahlah kenapa aku memilih harus kembali kerumah ini, meski Dad Anthony sudah melarang, sebaiknya aku segera masuk sebelum Kak Randra datang kemari'


Ia pun segera meraih handle pintu lalu membukanya dengan degup jantung yang berdebar mengingat kata-kata Tasya tadi.


Amara segera masuk dan memeriksa ruangan di dalam.


'Sepertinya semuanya masih pada tempatnya, mungkin aku akan membersihkan debu yang menempel saja,' Ucapnya pada diri sendiri dan segera bersiap-siap.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2