
Sementara itu Darandra kini menatap tajam dan marah kepada wanita yang tak pernah ingin mendengar perkataannya.
"Kenapa, Kenapa kau selalu membantahku Amara,?"
"Aku bukan ingin membantahmu, hanya saja aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan kalian berdua, Berbahagialah," ucap Amara, mendengar kata wanitanya itu membuat hati Darandra jadi tersentuh, dan menyesal.
"Katakan Kau ingin makan apa? bilang padaku aku akan membawakannya untuk mu, kau beritahu aku kau untuk dan sekarang kamu jangan kemana-mana aku akan mencarikan taxi untukmu,"
"Tidak perlu Kak, aku bisa mencarinya sendiri sekarang Pergilah tinggalkan aku," usirnya secara halus.
"Kau lihat calon ibu dari bayimu kasihan mereka sudah kelaparan sebaiknya kau kembali ke mobil temui mereka," ucapnya lagi. "Baiklah,, aku akan pergi. Tapi ingat, kamu juga harus cepat sampai di rumah, aku akan membelikan makanan untukmu," Dara Andra kemudian berbalik meninggalkan Amara namun sejenak la terlihatlah diam berdiri, dan berbalik mendekati Amara.
"Ada ap__?" namun kalimat Amara terjeda saat Darandra mengecup kening dan mengelus wajahnya dengan begitu lembut.
"Tunggu aku di rumah aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu," bisiknya begitu mesra, Amara pun Terkesima dengan ucapan dan perlakuan suaminya yang sejenak berubah semanis madu itu, sedangkan dengan berat hati dan terpaksa Darandra meninggalkan istrinya di tempat tersebut, kini Amara hanya bisa menatap kepergian suaminya itu dengan tetapan Sendunya.
'Sebaiknya aku segera pergi dari sini,' gumamnya begitu sadar ternyata ia sudah sendiri apalagi suasana di situ memang sangat ramai dengan para lelaki yang mencari mangsa Amara dengan cepat Mengayunkan langkah kakinya meninggalkan tempat terkutuk itu.
Tin..tin..tin...
Amara begitu terkejut mendengar suara klakson mobil di belakangnya, Ia semakin mempercepat langkah kakinya karena ia takut akan diikuti oleh lelaki yang berniat jahat pada dirinya, dan ia merasa sedikit lega karena sekarang klakson itu sudah tidak terdengar lagi di telingnya.
"Masuklah ke mobil, kenapa kau harus berjalan sendiri di tempat seperti ini? kau tau ini sudah pukul berapa,? Dan kau hanya sendiri, Apa kau sengaja melakukan nya?"
Ucap seorang lelaki yang kini menggenggam pergelangan tangannya mengajaknya untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Kau,, kau kak Danu?" kejut Amara merasa lega, kerena ia mengira tadi adalah lelaki jahat.
"lya apa kau mengira aku penjahat?"
"lya...Kak aku takut"
"Ayo cepatlah naik aku akan mengantarmu pulang,"
Amara pun mengiya kan saja tanpa ingin menolak apa yang di perintah kan Danu kepadanya.
__ADS_1
"Kau darimana? dan untuk apa kau keluar dan berjalan di tempat seperti ini,?" tanya Danu menatap lekat wanita yang di cintainya itu, namun kini sudah menjadi milik orang lain.
"Aku lapar dan ingin mencari makanan, tapi__"
"Apa kau sedang bertengkar dengan suamimu itu,?" tanya Danu menjeda kalimat Amara.
"Tidak hanya saja aku yang kesal padanya lalu meminta di turun kan di tempat ini." Ucap Amara memberikan jawabannya.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang," ucap Danu selanjutnya.
"Tapi Kak apa kita boleh singgah sebentar untuk membeli sesuatu,?" tanyanya dengan ragu.
"Boleh, kau mau apa,?"
"Aku ingin membeli beberapa cemilan, tapi__" Amara menggantungkan kalimatnya saat tau betul makanan yang sangat di inginkan nya kali ini, membuat Danu binggung mengerutkan alisnya.
"Kau kenapa diam,? Katakan saja apa yang kua ingin kan kali ini aku akan mentraktirmu,"
"Benar Kakak mau mentraktir ku,?" ucapnya dengan penuh semangat dan wajah yang berbinar.
"Tentu saja untuk itu katakan pada ku kau mau makan apa,?"
"Martabak telur,? apa aku tidak salah ucap,?" "Tentu saja tidak,?" ucap Amara cepat.
"Tidak aku tidak ingin membelinya, Apa kau ingin segera mati cepat,? Kau pernah membuatku hampir mati berdiri karena memakanan itu, kau minta yang lain saja." tegas Danu tak ingin ambil resiko, karena ia tau betul kalau Amara tidak bisa memakan telor.
"Tapi Kak Aku hanya ingin__"
"Aku bilang tidak- Amara tidak,! jika kau ingin makan, makan saja jangan makan di depanku, setidaknya aku tidak menjadi tersangkanya." Selanya membantu kalimat Amara.
Amara hanya Tertunduk diam namun, kini yang terdengar adalah suara isak tangisnya.
"Amara,, apa kau sedang menangis,?" tanya Danu.
"Tidak, siapa bilang aku menangis,?" ujarnya cepat sambil mengelenggkan kepala, bahkan suara tangisnya kini semakin kencang, membuat Danu bingung dan serba salah.
__ADS_1
"Baiklah sekarang Apa yang kau inginkan,?" "Tapi benar Kakak ingin membelikannya untuk "Tentu saja, asalkan jangan martabak telur," Jawab Danu cepat.
"Tapi aku hanya ingin makan itu Kak,"
"Aku bisa memberikanmu makanan yang jauh lebih lezat asalkan jangan makanan yang satu itu, karena aku tak mau mati cepat.
"Tapi aku hanya ingin membeli martabak telur bukan ingin mati cepat," Timpal Amara cepat. "Lalu permintaanmu itu, apakah tidak akan membuatmu mati cepat,"
"Aku hanya akan minta itu tidak ada yang lain," "Apa kau sedang sakit,?" tanya Danu penasaran.
"Aku tidak sedang sakit, Tapi Aku sedang ngidam," ucap Amara keceplosan tanpa sadar.
"Apa,? Jadi kau hamil,?" tanya Danu terkejut membelalakkan matanya.
"T-Tidak Kak, maksudku itu Aku sekarang seperti orang sedang ngidam Anggap saja seperti itu ucap amarah segera meralat ucapannya mengalihkan dan Ia pun merugi kebodohannya yang hampir saja ketahuan.
"Bagaimana,, apa kau sangat menyukai rasanya,?" tanya Danu saat melihat cara makan Amara yang begitu lahap, dan bahkan ia sudah menghabiskan sendiri satu porsi martabak dengan ukuran jumbo.
"Aku sangat suka sekali Kak, dan ini sangat lezat," ucapnya dengan makanan yang ntah sudah beberapa kali memenuhi mulutnya itu.
Uhuk-Uhuk-uhuk.
Dengan cepat Danu menyodorkan minuman pada Amara, begitupun dengan Amara yang dengan cepat menyambar, minuman yang berada di tangan Danu dan meminumnya hingga tandas.
"Terima kasih Kak," ucapnya sambil tersenyum, sambil meletakkan kembali botol minuman yang berada di tangannya.
"Kenapa kau, tak bisa makan pelan-pelan,? lihatlah cara makanmu ini? kau hampir menghabiskan dua porsi ukuran jumbo, kau seperti orang yang sangat kelaparan," ujar Danu, yang kini bergidik ngeri melihat cara makan Amara yang menurut nya sangat aneh dan tidak seperti biasanya itu.
"Kau betul sekali Kak, aku memang sekarang ini sedang sangat merasa kelaparan, kau tau aku akan merasa sangat kelaparan hanya dalam beberapa jam saja." terang nya tanpa memperdulikan expresi wajah Danu, yang tercengang dengan mulut yang menganga mendengar ucapannya itu.
dengan susah payah Danu menelan Saliva nya, la tak habis fikir apa yang sebenarnya terjadi pada Amara sehingga nafsu makan nya begitu besar.
"Ayo Kak kita pulang Aku sudah kenyang," ucapnya bangkit berdiri.
"Kau ini makan dengan siapa Amara,? Kau menghabiskan dua porsi jumbo,?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...