Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 31


__ADS_3

"Ya,, tentu saja tidak. Apa kau kira aku akan serendah itu, aku juga tahu kalau aku sudah menikah, hanya saja waktu itu aku masih bingung dengan perasaanku sendiri, Di saat rasa benciku dan rasa cintaku begitu besar dan melebur jadi satu di dalam hatiku yang pernah terluka, membuatku jadi bimbang, dan kau tahu. Aku kadang berfikir, aku harus terus menimbang dan menimbang, meski terus dalam kebimbangan membuatku mengambil keputusan, bahwa aku harus mencobanya untuk memulai Semuanya dari awal, dan ternyata apa yang aku takutkan itu salah, ternyata Jhony benar-benar jauh berubah dari sebelumnya. lya benar-benar telah membuatku jatuh cinta terlalu dalam, dan yang membuatku terluka kau tahu apa?"


Tasya menatap ke arah Amara yang kini balik menatapnya dengan bersama sebuah gelengan.


"Kau tahu, aku marah pada diriku sendiri karena tidak bisa menerima keadaan, dan kenyataan.


"Kenyataan bahwa Aku Masih Mencintainya, meski keadaannya kami menikah karena terpaksa, dan aku menyesalinya saat mengingat aku pernah menghianati dirinya, dalam keadaan aku sudah menjadi istrinya."


"Kau tidak perlu khawatir, aku dan Andra Tak pernah melakukan apapun kecuali sebatas berpelukan untuk saling menguatkan," ucap Tasya.


"Lalu apa yang kau dengar di dalam ruangan itu adalah suaraku yang berteriak mengaduh kesakitan karena saat itu Darandra sedang mengobati kakiku, Karena pada saat itu kakiku terkilir dan tidak bisa berjalan untuk itulah Darandra memberikan pijatan refleksinya, Maafkan aku yang sudah membuatmu salah sangka,"


"Aku juga minta maaf padamu, karena telah berburuk sangka," Timpal Amara.


"Semua istri yang mencintai suaminya pasti akan merasakan yang seperti yang kau rasakan, untuk itu mungkin sekarang sebaiknya kita lupakan semua kejadian buruk masa lalu kita mari kita menyongsong kebahagiaan kita masing-masing," ucap Tasya penuh semangat.


"Kau benar sekali Sya, tapi maaf, kalau


boleh aku tahu bagaimana ceritanya kalian bisa menikah,? sedangkan aku berpikir kau dan Andra yang sebenarnya menikah waktu itu denganmu,"


Flashback on.


Tok...tok...tok...


"Keluar kalian, kalian apa-apaan berbuat mesum di tempat kami! kaluar cepat sebelum kami mendobrak pintunya!"


Mendengar teriakan para warga membuat, Jhony yang saat itu berada di dalam kamar bersama Tasya, terkejut,"


"Jhon, apa yang kau lakukan? Kenapa kita berdua dalam satu kamar, bahkan kau, jangan bilang kau sudah melakukannya,? Dimana bajuku,?" Tasya nampak terlihat panik.


"Dengarkan aku dulu, dan aku mohon Tenangkan dirimu dan jangan panik, semalam aku tidak melakukan apa-apa kecuali hanya memelukmu, aku melakukan itu karena kau sedang kedinginan jika aku tidak melakukannya maka itu akan berakibat fatal untuk dirimu.


Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa, hanya itu saja aku tidak melakukan yang lebih daripada itu Percayalah padaku."


"Baiklah aku akan mencobanya percaya," padamu ucap rasa meski ia masih ragu.


"Jangan pergi,! jangan tinggal kan aku, aku takut." cicit Tasya, saat kembali mendengar ketukan pintu dan teriakan para warga

__ADS_1


"Tenangkan dirimu, aku akan keluar menemui mereka, kau boleh memakai bajuku dulu, yang ada aku simpan di dalam lemari." Ujar Jhony kembali.


Sedangkan di luar para warga masih saja berkumpul, menunggu Tasya dan Jhony agar segera keluar, mereka terus berteriak, dan bahkan menggedor-gedor pintu, membuat para anak panti juga sangat ketakutan, bagaimana tidak pagi-pagi buta sekali, para warga datang mengamuk.


"Maaf Ada apa ini? apa yang kalian lakukan disini,?" tanya Jhony begitu keluar, dengan langkah yang mantap.


"Kami mendengar kalau kau, berbuat mesum di dalam kamar, sakarang ikut kami kerumah pak Rt.!" Ketus seorang warga dengan wajah tak bersahabat.


"Ada apa ini,? kenapa kalian ribut-ribut?" Sela seorang lelaki yang nampa berwibawa saat tiba di tempat berkumpulnya para warga.


''lni Pak, lelaki ini menyimpan wanitanya, di dalam sana." Timpal salah satu warga.


"Darimana bapak melihatnya? dan jangan asal menuduh nanti bisa jadi fitnah" Ucap Pak RT, menenangkan warganya.


"Tapi Pak, wanita itu ada di dalam, kalau bapak tidak percaya ayo kita masuk dan lihat sama-sama, dan lihat saja lelaki ini hanya memakai celana keluar sedangkan wanitanya bersembunyi di dalam, kalau kau tidak mau mengaku atau ke luar aku dan para warga akan membongkar Panti ini, bagaimana bapak-bapak, apa kalian setuju?" tanya warga yang jadi provokator tersebut.


"Ya,, Kami setuju..."


Jawab semua warga dan mulai membuat kegaduhan.


"Hentikan, kalian jangan main Hakim sendiri.!" Teriak Pak RT, Membujuk warganya agar tidak main hakim sendiri.


"Itu wanitanya sudah keluar!" teriak seorang warga menunjuk ke arah Tasya yang berjalan hanya memakai baju kemeja milik Jhony.


"Sya, kenapa kau keluar?" tanya Jhony berbalik ke arah Tasya yang berjalan mendekati nya.


''Aku..aku, takut,'' Jawabnya gugup.


''Untuk apa kau takut semuanya hanya manusia sama seperti kita, lagi pula kita tidak melakukan apa-apa," tegas Jhony.


"Kalian mengatakan tidak melakukan apa-apa? kami tetap tidak percaya lihatlah dari cara wanitamu itu berjalan keluar hanya dengan memakai kemeja seperti itu?"


"Ya,, betul sekali...!" teriak para warga kembali menggema.


"Dengarkan saya para warga, wanita di samping saya ini hanya teman saya, ini dia sudah bertunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah,"


"Alaah... itu hanya salah satu alasan kalian saja sekarang juga kalian harus menikah. Karena kami tidak ingin terjadi sesuatu di sini, kami tidak ingin terjadi bala karena di sebabkan atas perzinahan kalian itu.!" Teriak warga kembali.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim... jaga ucapan bapak Adam itu tidak akan pernah melakukan semua itu, dia itu adalah orang baik, hati-hati Bapak kalau bicara," sergah Bu Maya yang ikut merasa kesal.


"Sadarlah Bu, yang terlihat baik itu belum tentu benar iya kan? bagaimana saudara-saudaranya!"


"Betul..." Teriak para warga kembali.


"Sudah-sudah, hentikan keributan ini, kita harus mencari solusinya," Timpal Pak RT.


"Dan solusinya adalah mereka harus menikah Pak, kalau tidak kami akan membuat keributan tempat ini," Ancam warga membuat semuanya tak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah kami akan menikah tapi wanita ini tidak mempunyai Wali, kalian harus memanggilnya, dan aku tidak akan menikahinya kalau walinya belum datang," sontak ucapan Jhony tersebut membuat Tasya terkejut.


"Kamu tenang saja, kita tidak akan menikah Aku hanya ingin mengulur waktu hingga Arya datang kemari," ucapnya cepat saat menyadari keterkejutan Tasya.


"Baiklah, aku ikut dengan saranmu itu ucap Tasya begitu yakin. Setelah mendengar jawaban keputusan Jhony para warga pun mulai terdiam,"


"Baiklah Bagaimana kalau pernikahan kalian diadakan di masjid," ujar Pak RT menengahi.


"Biar bapak akan memanggil kan Ustadz Ja'far untuk menikahkan kalian.


"Terserah bapak saja." Ucap Jhony.


la pun segera menarik tangan Tasya masuk yang diikuti oleh Bu Maya.


"Apa kalian serius akan menikah?" tanya Bu maya begitu sampai di dalam rumah.


"Aku tidak ada pilihan lain Bu, untuk menenangkan para warga, Ibu tahu kan Pak Djarot itu tidak menyukai Adam tinggal di sini, jadi dia mencari kesalahan Adam untuk menjatuhkan nama Adam di panti ini Bu."


Bu maya menarik nafas panjang.


"Apa benar Pak Jarot seperti itu?"


"Setahu Adam Sudah beberapa kali pak Djarot mengacam Adam tapi Adam hanya diam tak ingin meladeninya."


"lya...Kau benar sekali, dan sebenarnya dia ingin menjadi pengurus Panti ini, tapi warga tidak setuju dan memilih ibu mungkin itu lah, yang membuatnya marah dan kesal."


"Sekarang kita Hanya tinggal menunggu kedatangan Kak, Arya Kakak dari Tasya," ujar Jhony Menatap Tasya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2