Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 66


__ADS_3

"Aku bilang jangan mendekat...! diam di tempatmu kalau tidak__"


"Kalau tidak kau mau apa?" potong Khalid.


"A-aku akan membuatmu menyesal," ucap Yumna dengan perasaan gugup.


"Oh ya,? bagaimana mana caranya kau akan membuatku menyesal anak manis,? kau sendiri yang datang mencariku, dan Aku akan menyesal jika tidak bisa menikmati kecantikan mu ini ?" timpal nya kembali sambil terus mendekat dengan seringa tipis di wajahnya.


Membuat Lara terus berjalan mundur, hingga tubuhnya menabrak dinding. Namun Khalid terus saja mendekat hinga.


Bugh.


Tubuh Lara menabrak dinding.


Sedangkan la kini semakin bergetar ketakutan, Bahkan Lelaki brengsek itu tidak peduli sama sekali dengan ketakutan Lara. Karena baginya semua wanita yang mendekatinya akan pura-pura jual mahal, Namun setelah merasakan tidur bersamanya mereka akan ketagihan, bahkan mereka akan Selalu datang untuk menawarkan diri, bahkan


Selalu memberi tanpa di minta terlebih dahulu, dan itu yang membuat Khalid ingin terus mendekati Lara karena ia berfikir bahwa Lara tak jauh berbeda dari wanita yang kebanyakan tidur bersamanya selama ini.


Dan Entah mengapa la juga sangat menyukai wajah cantik alami yang di miliki oleh Lara tersebut.


Khalid terus saja menggoda wanita itu hingga,


Bugh.


"Aaaaaaa…Shit…Damn it," umpatnya saat sesuatu mendarat sempurna pada batang berharga miliknya di bawah sana.


"Kau…gadis bodoh, kenapa kau menendangnya? bagaimana kalau aku tidak bisa melakukannya lagi,? oh, tidak…!" Lara tersenyum puas melihat Khalid begitu kesakitan.


"Bukankah aku sudah memberimu peringatan sebelumnya,?" seloroh Lara tanpa rasa bersalah dan berlalu meninggalkan Khalid begitu saja yang masih mengerang kesakitan.


"Tunggu Aku Gadis bodoh! Awas saja aku akan membalasmu!" ucapnya sambil terus mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Coba saja kalau kamu bisa, aku tidak takut Weee..." Lara berbalik sambil menjulurkan lidahnya, Ia pun segera keluar dari kamar tersebut Lalu membanting pintu dengan begitu kencangnya, membuat Khalid yang sedang meringis kesakitan terlonjak kaget.


"Dasar sial Kenapa ada wanita seperti itu di dunia ini? dia telah menyakiti pusaka keramatku awas saja akan Aku pastikan kalau aku pasti akan membalasmu," gerutu Khalid sambil terus meringis kesakitan.


Sementara itu Lara baru saja berlari hingga ia tiba di sebuah taman kota dengan nafas yang turun naik ia pun duduk pada sebuah kursi di taman tersebut, untuk menghilangkan kekesalannya.


"Dasar laki-laki brengsek enak saja dia mau melakukan nya padaku dan Awas saja kalau aku bertemu lagi dengannya akan ku buat dia jadi rempeyek renyah,"


Kesalnya sambil mengepalkan kedua tangan.


"Bagaimana dokter?" tanyanya kepada seorang dokter sekaligus rekannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Daranda itu. Namun Darandra yang ditanya bukannya menjawab tapi malah memberikan senyuman mengejek.


"Kenapa kau tersenyum mengejekku seperti itu? bukannya menjawab pertanyaanku !" Kesal Khalid.


"Hmm...Aku baru tahu seorang Casanova bisa dikalahkan oleh seorang wanita bahkan senjatamu seperti babak belur seluruhnya seperti ini berarti wanita itu bukan wanita sembarangan," ucap Darandra sambil menatap Datar.


"Apa seluruhnya,?" kejut Khalid.


"Dasar sial brengsek, Aaaaa…aku pasti akan membalasnya, Dengarkan Aku, dia itu Bukan hanya seorang wanita, Tapi dia itu macan betina, Dan wanita itu telah beraninya bermain-main denganku," geram Khalid.


"Dan sangat disesalkan sepertinya untuk sementara waktu kau tidak akan bisa menggunakannya," ucap Darandra santai.


"Apa? ka-kau bilang Apa? tidak bisa digunakan,? Huh… Yang benar saja,? Bagaimana kalau mereka datang dan menganggapku bukan pria sejati." Ucapnya mulai panik.


"Bukankah itu bagus,? Anggap saja ini adalah hukum karma untukmu karena selalu mempermainkan banyak wanita, tanpa ingin menikahinya." Sindir Darandra.


"Kau…,kau benar-benar melukai perasaanku, bukannya memberi dukungan tapi kau malah menjatuhkan, menyebalkan sekali."


"Kapan kau akan menikah agar tidak ada wanita lagi yang menjadi korban?" tanya Darandra karena merasa kesal dengan temannya yang satu ini, sejak dulu ia hanya menjadi pemain wanita tanpa ingin ada ikatan.


"Menikah,? Hahahaha…apa Aku tidak salah dengar dengan pertanyaan mu itu? atau kau yang salah bertanya,? bukankah kau tahu aku itu siapa jadi mana mungkin aku akan menikah?"

__ADS_1


"Terserah kau saja semoga kelak wanita yang kau cintai menikah dengan pria lain." Kutuk Darandra kesal.


"Kau…jahat sekali, Tapi tunggu dulu__ sepertinya aku tidak akan menikah sebelum membalas wanita itu dan kau tahu aku akan membalasnya seperti apa lihat saja nanti."


"Terserah kau saja, sebaiknya sekarang kau beristirahat saja dulu, aku mau pulang."


"Ya sudah pulang saja!" usir Khalid.


"Ini obatnya minum obatnya agar kau cepat pulih dan untuk satu minggu ini kau tidak boleh kemana-mana harus istirahat di rumah,"


"Oh ya…Ampun,,Yang benar saja, apa kau akan membuat nya benar-benar tidak bisa terbang mencari sarangnya barunya? bisa mati aku di sini,"


"Aku tidak peduli kau mau mati atau tidak," Timpal Darandra lalu segera memilih pergi keluar dari ruangan tersebut.


"Dasar si wajah kaku, kau sendiri Kenapa tidak menikah lagi? Bukankah wanitamu itu sudah lama Tiada dan kasihan putra putrimu pasti mereka membutuhkan kasih sayang seorang ibu, dan kau Apa kau tidak menginginkan belaian seorang wanita,"


"Tutup mulutmu kalau kau tidak ingin aku buat selamanya tidak bisa bermain wanita lagi" tegas Darandra menghentikan langkah nya.


"Kau tahu dia wanita ku yang tidak akan pernah tergantikan, tidak akan pernah.


Kaubtahu bagaimana besar cintanya padaku,? dan kau juga tidak akan pernah tahu bagaimana besarnya cintaku padanya, karena kau tidak pernah merasakan jatuh cinta apalagi dicintai wanita.


Yang mendekatimu semua hanya ingin harta yang kau miliki Dan ketampanan yang melekat pada dirimu itu. Tapi semua itu tidak ada artinya karena kau tidak mempunyai cinta yang sesungguhnya, bahkan kau Memiliki segalanya, kau bisa membeli segalanya dengan uang tapi tidak dengan sebuah Cinta.


Cinta yang bisa membuat merasa bahagia bahkan harta pun tak ada gunanya Tanpa Cinta dari wanita yang sangat tulus mencintaimu, dan sangat mencintaimu.


Hah…Sudahlah untuk apa juga aku berbicara panjang lebar pada laki-laki brengsek sepertimu ini, karena laki-laki sepertimu ini tidak akan pernah mengerti apa itu cinta sejati yang sesungguhnya" Ucap Darandra panjang kali lebar, pada akhirnya ia pun segera memilih keluar dari tempat tersebut, meninggalkan Khalid yang sedang mencerna ucapannya tadi.


"Cinta? Cinta sejati itu sebenarnya seperti apa sih?" gumamnya pelan.


"Ah,, sudahlah, untuk apa coba aku pusing-pusing memikirkannya, aku sudah punya banyak wanita dan aku tidak akan membutuhkan cinta Karena bagiku wanita itu semuanya Sama saja, mereka itu menyebalkan, dan merepotkan, dan yang paling tidak aku sukai dari wanita adalah ketika dia menangis dan manja, Aku tidak suka wanita seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2