Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 35


__ADS_3

"Kenapa kau tak menemani kekasih gelapmu itu?" tanya Amara saat Nafasnya sudah mulai teratur, ya dia mengatakan kalau Catrine adalah kekasih gelap suaminya, wajar saja kan karena memang mereka belum ada ikatan.


"Kau tahu sendiri jawabannya kan,? yang pertama aku menginginkanmu dan yang kedua dia belum resmi menjadi istriku." ucap Darandra begitu santai nya sambil menatap kearah wanitanya, yang nampak terlihat semakin gembul.


"Kenapa kau tidak segera menikahi nya,"


"Seperti yang aku katakan aku hanya ingin menikahinya setelah dia melahirkan dan diapun setuju, dengan syarat aku harus memberikan perhatian lebih padanya, karena dia sedang mengandung anak ku. Sudahlah jangan banyak bertanya, aku ingin mengulangi lagi permainan panas kita tadi," seringainya di telinga Amara.


Amara yang kesal mendorong tubuh kekar itu agar menjauh darinya, dan ia segera bangkit berdiri.


"Hei...kau mau kemana...!?" teriak Darandra.


"Aku mau mandi, aku lapar." Jawab Amara tanpa berbalik karena kini ia sudah berada di pintu kamar mandi.


"Amara Puspita Wijaya Entah mengapa jantungku selalu berdegup kencang saat bersamamu, dan aku tidak ingin kehilanganmu, kau harus selalu mencintaiku, dengan keinginanmu atau dengan paksaanku, karena aku tak ingin kau di miliki oleh lelaki manapun, kau selamanya adalah milikku,"


Monolognya dalam hati.


Ceklek.


Amara bergegas keluar dari kamar mandi seperti biasa ia akan memakai sebuah handuk untuk di jadikan kemben.


Sedang Darandra menatap nya dengan tatapan yang tak berkedip ntah mengapa wanita di depannya itu nampak tambah terlihat cantik dan **** dengan tubuh yang semakin padat berisi, la pun segera bangkit berdiri, dan berjalan mendekati Amara.


Glek.


Dengan susah payah ia menelan Saliva nya.


saat melihat leher putih jenjang milik Amara itu yang masih meninggalkan sisa air yang di pakainya mandi.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu menggoda ku,?" Ucapnya berbisik di telinga wanitanya itu.


"Pergilah bersihkan dirimu karena aku akan keluar untuk makan," ujar Amara berusaha menghindari aroma nafas Darandra yang selalu bisa membuatnya terlena itu.


"Kenapa,? kenapa Amara? kenapa kau selalu berusaha menghindari ku, Aku ini suamimu Ra,!"


"Aku tau kau suamiku dan kau juga harus tahu cara bersikap seperti apa sebagai suami, sekarang menyingkirlah, aku hendak memakai pakaian ku,!" ketus Amara.


"Amara Puspita Wijaya dengarkan Aku, kau tak boleh menghindari ku seperti ini, aku tidak suka caramu menolak ku, Aku menginginkan mu, dan kau harus mengikuti keinginan ku." ucapnya penuh penekanan, dengan Seringainya kembali.


Sedangkan handuk yang di pakai Amara terbang ntah kemana dan dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh polos wanita nya itu ala bridal style, merebahkannya lalu mengungkungnya dalam kuasanya.


Amara terus saja memberontak dengan memukul dada bidan tersebut, ia terus berusaha untuk tidak terlena dengan permainan Darandra yang kini semakin agresif untuk menyentuh nya.


"Aku ingin mendengar ucapan cintamu padaku Amara,"


"Tidak aku tidak akan mengucapkan nya Aku akan mulai melupakan mu," ucapnya jujur.


"Katakan kau mencintaiku dan sangat menyangiku," ucapnya dengan terus memberikan gesekan lembut di bagian inti wanitanya itu.


Namun dengan cepat Amara menggelengkan kepala sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


"Baiklah kita akan lihat bagaimana kau akan mengatakan nya,"


Dan benar saja la memulai kembali permainan nya dengan terus memberikan tekanan yang membuat tubuh Amara kembali bergetar hebat.


Amara sendiri kini tak kuasa menahan gejolak yang ada pada tubuhnya itu, ntah mengapa permainan Darandra kali ini sangat jauh berbeda, ia terus meliuk-liukkan tubuhnya yang sesekali akan menggelinjang.


"Auhk....ahk...Kak...An...dra...Aku...aku..."

__ADS_1


Akhirnya Amara terus saja meracau tak karuan dengan sikap Darandra yang terus mempermainkan nya tanpa ingin menuntaskan sesuatu yang akan segera meledak dalam dirinya itu.


"Kak...Andra...Aku...mencintai mu, dulu, sekarang dan untuk selamanya," ucap Amara pada akhirnya meski dengan suara yang masih terbata, dan bersamaan dengan itu ia pun merasakan kalau dirinya yang sejak tadi tertahan kini hilang seketika bersamaan ambruknya tubuh Darandra di atas tubuhnya.


Namun Amara segera mendorong turun tubuh kekar itu, karena ia tak ingin calon bayi di dalam kandungannya kenapa kenapa.


Berbeda dengan Amara yang menampakan mimik wajah yang kesal, meski telah mengucapkan kata cintanya untuk Darandra.


Darandra sebaliknya tersenyum penuh kemenangan dengan ucapan cinta dari Amara meski dia memaksa, namun dia sangat begitu yakin kalau Amara masih memiliki rasa cinta yang dalam untuk nya karena ia bisa melihat itu semua dari tatapan mata wanitanya tersebut.


"Kak, Aku sangat lapar..." rengek Amara karena dari tadi ia memang, sangat ingin mengisi perutnya apa lagi semenjak hamil ia selalu merasa lapar.


"Kau mau makan apa, Ayo aku akan menemani mu," Darandra pun bangkit dan menyambar tubuh Amara, hingga membuatnya terkejut.


"Aaaaa Kak, apa yang akan kau lakukan?!" pekik Amara saat merasakan tubuhnya melayang di udara.


"Tadi,, Kau bilang kau lapar, sekarang untuk menghemat waktu kita mandi bersama,"


"Ta-tapi Kak_" Amara menjeda kalimatnya saat mendapat tatapan tajam dari Darandra, bahkan mata Darandra bukan saja menatapnya tapi menatap sesuatu yang menonjol di dadanya itu, dengan cepat Amara menyembunyikan nya dengan menghilangkan tangan di dada nya.


"Kau tidak usah menutupi nya karena itu semua adalah milikku dan aku sudah merasakan bahkan selalu melihatnya." Dan tanpa sadar Amara memukul, dada bidang yang milik suaminya itu, ia tak habis fikir kenapa Darandra yang selalu acuh padanya sekarang berubah mesum, sedangkan Darandra sendiri hanya bisa terkekeh dengan tingkah istrinya yang masih saja malu-malu kucing, bahkan kini wajah wanita itu sudah bersemu merah semerah tomat. Dan itu mampu membangkit kan kembali sesuatu yang ada dalam dirinya.


Kalau saja dia tidak mengingat jika Amara saat ini sedang lapar maka ia akan melakukan kembali semuanya di kamar mandi.


Setelah berpakaian Amara dan Darandra pun kini keluar bersama.


"Cepat sedikit bisa gak sih,?!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2