
Dan seperti biasanya Lara akan menunggu di luar. Setelah menunggu 5 menit tiba-tiba dia merasa kepalanya begitu pusing ia pun berisiatif untuk menemui Khalid untuk memberitahukannya kalau saja ia akan pulang terlebih dahulu karena ia akan rehat sejenak.
Namun batapa terkejutnya Ia di saat mendengar semua percakapan yang ada di dalam sana, dengan perasaan yang sangat kecewa, Lara pun mengurungka niatnya untuk masuk, setelah memastikan apa yang didengarnya tidak salah, Lara pun segera beranjak hendak pergi, namun tiba-tiba saja.
Ceklek. Suara pintu terbuka.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini,?" "Memangnnya kenapa,? Apa kau takut jika kebohonganmu itu terbongkar?" Ujarnya dengan wajah yang sudah geram.
"Ya!, Ap-apa jadi kau kau, sudah mendengar semuanya,?" kejut Khalid membulatkan mata. "Menurutmu?" tanya Lara kesal balik bertanya.
"E-e-d-Dengarkan Aku aku akan menjelaskan semuanya padamu,"
"Sudah cukup! dan sekarang urus dirimu sendiri Biarkan Aku Pergi!" ucap Lara menepis tangan Khalid yang berusaha menahannya dan ia pun membalik tubuhnya namun tiba-tiba saja Lara sempoyongan dengan catatan Khalid menahan tubuh Lara agar tidak terjatuh membentur lantai.
"Lara bangunlah, aku mohon Maafkan Aku, Aku mohon Buka matamu Lara maafkan atas semua kebohonganku Aku melakukan semua ini awalnya hanya ingin membalasmu tapi aku tidak bisa Lara, karena aku…" Khalid menjeda kalimat nya.
"Kau tahu, aku tidak bisa melakukan itu semua itu setelah melihat ketulusanmu Lara, untuk itu aku mohon Buka matamu!"
Khalid yang panik terus saja mengguncang tubuh Lara ia menatap wajah pucat wanita itu.
Sedangkan hatinya pun kini dipenuhi dengan rasa bersalah dokter-dokter tolong aku dokter teriaknya lalu mengangkat tubuh Lara para pegawai di Rumah Sakit itu pun segera berlarian memberikan pertolongan.
"Anda tidak usah khawatir, Dia baik-baik saja. Hanya saja dia mungkin akhir-akhir ini kurang istirahat dan tidak makan dengan cukup dia hanya kecapean" ucap sang dokter setelah selesai memeriksa keadaan Lara.
"Baiklah, terima kasih Dokter sudah melakukan yang tebaik" ucap Khalid kemudian.
"Sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu, jika Anda butuh sesuatu Anda bisa menghubungi pegawai kami, atau Anda bisa mencet tombol merah itu." Ucap sang dokter lagi, lalu melangkah pergi meninggalkan Khalid yang masih setia menatap wajah pucat Lara.
"Lara aku benar-benar minta maaf padamu, sungguh. Maafkan aku, Tapi tolong bukalah matamu Aku tidak bisa melihatmu kesakitan seperti Lara, aku mohon cepatlah bangun Kau jangan membuat aku takut, dan maafkanlah semua kesalahanku padamu, kau juga boleh menghukumku, apapun itu aku akan menerimanya, Tapi aku mohon bangunlah Buka matamu."
Khalid terus saja berusaha membuat Lara terbangun bahkan tangannya terus saja menggenggam erat tangan Lara seolah-olah takut kehilangannya wanita itu, kembali rasa sesal terus menyelimuti hati nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar lenguhan dari Lara.
"Hmmm…Eng…"
"Lara kau sudah bangun?" cicit Khalid merasa lega saat Lara berusaha membuka mata nya. "Aku kenapa,? Kepalaku sakit sekali,? Lara mencoba untuk membuka matanya sedangkan kepalanya masih saja terus berdenyut.
"Kau Apa yang kau lakukan di sini? Pergilah! aku tidak Sudi melihatmu. Dasar pembohong, kau sudah membodohiku selama ini, kau laki-laki brengsek yang pernah aku kenal, sekarang pergilah, Keluarlah dari tempat ini sekarang!."
"Lara aku mohon dengarkan penjelasanku dulu!"
"Sudah Cukup! aku tidak ingin mendengarkan apapun darimu, karena sekali Pembohong kau akan tetap menjadi seorang pembohong sekarang keluarlah, keluar…!" usir Lara pada Khalid.
Khalid pun terpaksa keluar menuruti keinginan wanita itu, ia tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada Lara, entah mengapa hati kecilnya begitu mengkhawatirkan wanita tersebut.
"Bagaimana keadaan saya dokter?" tanya Lara begitu seorang dokter yang masuk untuk memeriksanya.
"Anda sudah diperbolehkan pulang kok, tapi anda harus beristirahat dengan cukup karena tubuh Anda masih lemah.
"Sama-sama," timpal sang dokter, lalu pergi meninggalkan Lara, Lara pun memilih untuk segera berkemas karena ia memilih untuk pulang, mulai hari ini ia tidak ingin bertemu dengan lelaki Brengsek itu.
Karena lelaki brengsek itu telah begitu tega membodohinya, dan membohonginya, selama ini. Ia begitu geram saat mendengar semua perkataan Khalid.
"Ada apa lagi tuan? Kenapa Anda terlihat begitu khawatir."
"Bagaimana aku tidak khawatir kalau Lara hampir saja mengetahui kebohongan kita selama ini."
"Maksud Tuan?"
"Ya! Lara mulai curiga mengenai kakiku yang sebenarnya tidak pincang. Aku melakukan ini karena ingin membalasnya saja atas apa yang pernah ia lakukan padaku sewaktu itu."
"Jadi apa yang ingin Tuhan lakukan sekarang,?"
__ADS_1
"Katakan saja padanya kalau kakiku sudah mulai agak membaik,"
"Baiklah Tuan nanti saya akan mengatakan apa yang Anda katakan kali ini."
ltulah kata-kata yang didengarnya dari percakapan Khalid beberapa saat yang lalu hingga membuatnya sangat membenci lelaki itu.
Kenapa ia begitu tega membohonginya dan membodohinya, dia juga merutuki dirinya sendiri kenapa secepat itu harus percaya dengan orang yang baru dikenalnya.
Lara pun bergegas keluar sambil menengok kiri dan kanan dan ternyata tidak ada siapapun di sana.
"Sebaiknya aku cepat pergi dari sini sebelum si brengsek itu kembali," gerutunya lalu melangkah keluar meninggalkan tempat di mana ia sedang dirawat.
Setelah itu Ia pun segera memesan taksi online dan bergegas meninggalkan Rumah Sakit tersebut.
Sedangkan Khalid sendiri baru saja tiba karena tadi dia pergi menebus obat untuk Lara, namun begitu Ia membuka pintu Betapa terkejutnya ia saat tidak mendapatkan siapapun di dalam kamar itu.
"Lara Kemana? kemana perginya? jangan-jangan…" Khalid pun menjeda kalimatnya dan menjatuhkan obat yang di bawahnya itu, ia pun bergegas berlari mencari kemana Lara pergi, namun setelah berkeliling mencari Lara dia sama sekali tidak bisa menemukan dimana wanita itu.
Ahkirnya dia pun memutuskan untuk pulang karena ia pikir pasti Lara akan kembali ke rumahnya.
Sementara itu di dalam sebuah mobil, Lara yang masih mengingat Apa yang dilakukan Khalid kepadanya terus saja menangis dan terisak Karena ia merasa dibodohi.
Ia sudah Lama sekali meninggalkan kedua orang tuanya hanya untuk lelaki yang pernah menyelamatkan nyawanya itu, Bahkan ia akan merasa binggung harus menjelaskanny seperti Apa.
"Non, kita sekarang mau kemana? dari tadi kita hanya berputar-putar di tempat saja." Tanya sang Sopir taxi yang sudah mulai kebingungan dengan penumpangnya.
"Ah…oh ya, maafkan saya Pak!" ucap Lara merasa tidak enak, pada sang Sopir.
"Kitabke jalan xxxx ya pak!"
"Baiklah Non."
__ADS_1