Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 40


__ADS_3

Seminggu sudah telah berlalu, setelah malam itu, Amara dan juga Darandra tak ingin saling bicara, bukan karena Amara yang pergi begitu saja, Namun Darandra yang pergi meninggalkan Amara, padahal malam itu ia berjanji ingin menginap dan menghabiskan malamnya bersama Amara. Darandra hanya sedikit kesal dan tersinggung karena Amara yang berkata tidak akan mencintainya lagi padahal dia sangat tau kalau wanita itu begitu mencitainya, hingga akhinya malam itu Darandra memilih pergi dari rumah dan menginap di rumah sakit, bukannya menyelesaikan masalah, tapi ia sengaja membiarkan masalahnya mengggantung begitu saja, tanpa ada ke inginan untuk meminta maaf, atau bahkan menenangkan hati sang wanitanya.


Sedangkan Amara juga memilih acuh meski rasa rindu dan cintanya semakin menggebu apa lagi semenjak dia hamil, perasaan nya semakin kuat, ia hanya bisa memeluk foto dan baju Darandra yang di ambilnya di dalam lemari pakaian milik Darandra.


Seminggu sudah ia menunggu dan menunggu jika Darandra akan datang menemuinya namun tetap saja lelaki egois itu tak menampakkan batang hidung nya.


Untung Nyonya Bianca selalu bertanya tentang keadaannya, bahkan mengirimkan susu lbu hamil untuk ia konsumsi. Jadi ia tidak akan susah untuk keluar membeli susu untuk dirinya.


Sudah satu minggu ini la sendiri namun yang membuatnya binggung setiap pagi ia akan mencium bau farmum yang mirip dengan apa yang di bakai Darandra ia sempat berfikir kalau Darandra pulang tapi kalau di lihat dari posisi bantal masih pada tempatnya.


Seperti pagi ini ia kembali mencium bau aroma tubuh suaminya, namun disaat ia meraba tempat tidur di sampingnya tetep saja kosong.


'Apa karena aku sangat merindukan nya hingga membuat diriku berhalusinasi seperti ini.? Sayang apa kau rindu juga,? kamu yang sabar ya! hari ini kita jalan-jalan saja bagaimana apa kau setuju?' la terus berbicara pada perutnya yang sambil mengelus dengan lembut perutnya yang masih rata itu.


"Sayang bagaimana kalau kita hari ini jalan-jalan kepusat perbelanjaan, dari pada kita suntuk di rumah," Ucapnya kembali pada perutnya yang masih rata itu.


*


*


Amara berjalan menelusuri pusat perbelanjaan yang kini di kunjungi nya itu, lama ia berputar-putar untuk mencari kebutuhan nya itu, dan kini tujuannya adalah tempat penjualan baju untuk lbu hamil.


"Aku ingin yang ini juga sayang, dan yang ini juga, bagaimana,?"


"Cantik kok sayang kau boleh mengambil dua-dua nya kalau kau menyukainya" ujar Darandra pada Caterine yang tengah memperlihatkan baju hamil yang nampak begitu ****.


"Yang benar sayang aku boleh mengambil dua-duanya?"


"lya kau boleh mengambil dua-duanya," timpal Darandra lagi.


Caterine pun begitu gembira hingga tanpa sadar memeluk bahkan mencium Darandra di depan umum membuat semua orang berdecak kagum dengan kemesraan keduanya.


Namun tidak dengan seseorang yang melihat semuanya dari tadi.


"Pantas saja kau pergi tanpa pernah ingin mencariku Kak, ternyata kau begitu terlihat bahagia bersamanya."

__ADS_1


Gumam Amara saat menyasikan semuanya.


Yah...Amara melihat semua apa yang di lakukan suaminya dengan wanita yang bernama Caterine, yang menurutnya telah memonopoli Darandra darinya.


"Sebaiknya aku ketempat lain saja, daripada mataku sakit melihat kemesraan pasangan terlarang itu."


Gumamnya lalu memilih pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Sepertinya baju itu sangat cantik," cicitnya saat melihat baju untuk ibu hami yang tergantung.


la pun segera mendekat dan meraih baju teraebut, namun ia terkejut saat baju itu ternyata ada yang menariknya.


"Maaf saya yang duluan mengambilnya ini milik saya!" ucapnya bersamaan dengan orang yang dia temani saling menarik.


"Kau, kau..'' ucap nya lagi bersamaan orang tersebut.


Amara berjalan mundur hingga berusaha menghindar saat melihat dan menyadari siapa yang berada di depannya itu.


"Am__" Sayang kau dimana?"


"Sayang kau ternyata disini aku mencarimu, dan kau kenapa, ada apa denganmu,?"


"Eh...Ee..Em...Sayang it-itu tadi aku hampir saja menangkap pencuri, Eh..iya dia hampir mencuri salah satu barang disini, tapi saat melihat ku dia langsung kabur.?" Bohongnya sambil terbata.


"Pencuri,? bagaimana kalau kita laporkan ke petugas ke amanan siapa dia masih ada di sekitar sini ayo!" Caterine menarik tangan Darandra.


"Tapi tunggu dulu ada baju yang sangat cantik aku menginginkan nya,"


"Sayang baju itu sobek aku sudah memeriksanya tadi nya aku mau mengambilnya untuk mu, tapi setelah aku melihatnya ternyata baju itu sudah rusak, lebih baik sekarang kita pergi yuk..!" ajak Darandra.


"Oh...ya benarkah sayang sekali padahal bajunya sangat cantik, Baiklah ayo kita pergi,"


"Kau mau kemana?" tanya Darandra saat menyadari arah tujuan Caterine melangkah.


"Aku akan memberi tahu petugas keamanan untuk menangkap pencuri itu,"

__ADS_1


"Apa,? ta-tapi sayang mungkin dia sudah keluar atau pergi dan sebaiknya kita juga pulang yuk!'' ajaknya lagi.


''Tapi aku ingin melaporkannya kalau kau tidak mau tidak apa-apa biar aku yang berbicara pada petugasnya bersama anak kita iya kan sayang,'' ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit menonjol.


Melihat hal itu Darandra hanya bisa terdiam dan menarik nafas kasar, dia tidak akan bisa berkutik jika masalah anaknya yang di bawa.''


"Baiklah Bu...nanti kami akan memantau cctv yang ada di tempat tersebut, dan akan mencari tau siapa dia," ucap sang kepala petugas keamanan di pusat perbelanjaan itu.


"Aduh..."


"Kau kenapa sayang?" tanya Caterine saat melihat Darandra seperti sangat kesakitan.


"Sayang aku tidak apa-apa aku hanya ingin ke Toilet dulu ya sebentar," pamitnya berlalu begitu cepat meninggal kan Caterine, yang masih bengong melihat kepergian Darandra.


"Baiklah Bu, terima kasih atas laporan Anda" ucap petugas itu kembali.


Caterine pun memilih pergi untuk mencari, Darandra, namun tiba-tiba saja ada notifikasi masuk si handphone nya.


["Pulanglah naik taxi aku ada panggilan mendadak di rumah sakit."]


Melihat pesan Darandra ia sedikit kesal padahal dia ingin sekali menghabiskan malam ini bersama Darandra, karena selama ini Darandra tak pernah tidur di aparten jika malam tiba dia akan beralasan tidur di rumah sakit.


"Dasar sial kenapa aku begitu susah untuk mendapatkan dirinya sih?" gerutunya barjalan tanpa melihat kedepan hingga ia menabrak seseorang.


Bruuuk.


"Kau kalau jalan lihat-lihat dong,!" kesalnya masih menunduk karena membeesihkan pakaiannya yang terkena minuman, orang yang di tabraknya.


"Hei...kau juga harus hati-hati Nona kalau jalan jangan menunduk saja,," sentak orang tersebut membuat Caterine merasa kesal.


"Kau breng__" Caterine menjeda kalimat nya di saat ia melihat siapa lelaki yang sedang menunduk di depannya itu.


"Johan kau__"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2