Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Aku akan bersabar.


__ADS_3

Setelah menenangkan fikiran dan menata hatinya dengan baik, Amara pun segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja, dia tidak ingin berlama-lama di rumah hanya untuk menangisi dan meratapi apa yang terjadi selama ini, toh semuanya akan sama seperti yang sudah-sudah pernah terjadi, tidak akan pernah ada perubahan seperti apa yang di inginkan hatinya, yaitu dicintai dan mencintai.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Tasya juga tengah bersiap-siap untuk keluar.


"Kau mau kemana lagi,? apa tidak sebaiknya kau tinggal saja di rumah, Bukankah semalam kau mengeluh kepalamu sakit,? aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu." Ucap Jhony dengan nada yang benar-benar khawatir.


"Aku sudah tidak apa-apa, kau tidak perlu Terlalu mengkhawatirkan hal kecil seperti itu, dan jangan terlalu memaksakan diri untuk peduli, Ada hal yang lebih besar yang jauh lebih penting yang harus aku urus hari ini, kau temani saja Oma karena aku akan keluar untuk bertemu__"


"Kekasihmu itu,?" sela Jhony dengan nada kecewanya, menjeda kalimat Tasya.


"Baguslah, kalau kau tahu itu, tanpa perlu aku menjelaskannya," Timpal Tasya lagi.


"Apa kau benar-benar tidak bisa melupakannya,? dan menjauh untuk beberapa saat saja?"


"Pertanyaanmu itu konyol sekali apa tidak ada pertanyaan yang lain selain itu,? Tapi baiklah aku akan menjelaskannya padamu, Bagaimana aku bisa melupakan orang yang mencintaiku sedang aku juga mencintainya,? dia datang kepadaku disaat aku sedang terpuruk dan terluka, dia yang mulai membentuk hatiku yang telah hancur berkeping-keping, Aku bisa merasakan cinta yang sesungguhnya itu seperti apa, sudahlah aku pergi dulu Walaupun aku berbicara panjang lebar padamu kau tidak akan pernah mengerti Apa arti cinta yang sebenarnya," Terang Tasya panjang lebar.


"Tapi Sya, aku meminta waktumu hanya 6 bulan saja, Apakah kau tidak bersabar hanya untuk itu,?"


"Aku akan bersabar menunggu hingga waktu 6 bulan itu selesai, tapi selama 6 bulan itu aku tidak akan mungkin bisa Terus Bersamamu saja, Aku harap kau mengerti apa yang aku maksudkan, dan juga yang aku ingin kan, lagi pula kau tidak perlu bersusah payah untuk membuktikan rasa cintamu itu padaku, karena cintaku untukmu Sudah Tak ada yang tersisa lagi Yang ada hanya kesakitan dan kenangan pahit yang kau pernah torehkan di hatiku, Jika kau benar-benar mencintaiku kau akan memahami seperti apa aku sekarang ini, dan kau akan tahu apa yang sebenarnya aku inginkan, baiklah sebaiknya Aku pergi dulu nanti aku terlambat Darandra sudah lama menunggu bye,"


"Assalamualaikum, Sya," Tasya pun terdiam tak melanjutkan langkah kakinya saat mendengar uluk salam dari sang suami.


"Waalaikumsalam," ucapnya malas sambil terus Mengayunkan langkahnya yang terburu-buru.


"Oh ya,, sebaiknya kau sendiri yang berbicara dan menjelaskannya pada Oma kalau aku hari ini keluar, terserah kau mau bicara apa tentangku," ucap Tasya kembali tanpa berbalik.


"Aku tahu yang kau inginkan dan aku akan melakukannya untukmu Apapun akan aku lakukan untukmu Sayang, agar kau bisa bahagia meskipun ini mungkin akan menyakitkan untuk orang lain setidaknya selama aku bisa aku masih bisa membantumu, Maafkan aku kalau aku kini jadi penghalang, untuk cintamu Tadinya aku berpikir Mungkin setelah menikah kau bisa memaafkanku, dan bisa mencintaiku lagi, tetapi ternyata aku salah, tapi aku berjanji padamu akan memperbaiki Semuanya dari awal,' ucapnya pada diri sendiri sambil terus menatap kepergian Tasya yang kini menghilang ditikungan jalan.


Jhony yang tersadar kini melirik jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangan itu.

__ADS_1


'Sebaiknya aku pergi sekarang, saat ini Amara pasti sudah berada di cafe' atau aku lebih baik menelponnya saja terlebih dahulu' Gumamnya lagi, Jhony pun segera menghubungi nomor Amara Namun sayang nomor itu sudah tidak bisa dihubungi lagi. Kenapa nomornya sudah tidak bisa dihubungi lagi, apa terjadi sesuatu dengan Amara,? lebih baik aku ke Cafe' di mana tempat ia bekerja sekarang ini.'


Jhony pun segera turun dan mencari Oma nya.


"Oma, ternyata Oma di sini."


"Ada apa kau mencari Oma,?" sahut Oma yang baru saja dari taman belakang menghirup udara segar.


"Jhony ingin pamit keluar Oma mungkin sampai malam jadi Oma tidak apa-apa kan,? aku dan Tasya tinggal dulu,? lagi pula ada Salma yang akan menemani Oma," Terang Jhony berpamitan pada Sang Oma.


"Baiklah, tapi dimana cucu menantuku itu,?"


"Ada Kok, Oma di mobil tadi dia titip salam sama Oma karena tidak sempat pamit," Bohong Jhony.


"Pergilah dan hati-hatilah di jalan jangan ngebut," Nasehat Oma.


"Iya Oma Terima kasih, Jhony pergi dulu, Assalamualaikum."


"Apa kau yakin akan kesana untuk membahas masalah ini,"


"Tentu saja tidak, aku akan melihat bagaimana reaksinya ketika aku membawamu untuk berjumpa dengannya dengan alasan kita sarapan di sana."


"Tunggu, jangan bilang kau akan membuatnya cemburu, dan kau tau alasannya kenapa kau ingin dia cemburu,? karena kau sangat mencintainya kau hanya ingin mencari perhatiannya saja, iya kan,?"


"Tasya a-aku__"


"Aku tau cinta itu tak bisa kita paksakan, apa kau tau ada hal penting yang ingin aku katakan padamu,"


"Apa itu,?"

__ADS_1


"Apa kau tau untuk pertama kali jantungku berdegup begitu kencang kembali setelah sekian lama aku memendam rasa benciku padanya, aku ingin sekali membuatnya menderita, pertanyaannya adalah bagaimana jika aku jatuh cinta lagi padanya,?"


"Tidak ada yang tidak mungkin terjadi, kau adalah istrinya, dan kalian pernah saling mencintai, bahkan telah bertunangan, jika kau ingin bersama suamimu itu hakmu, jika kau jatuh cinta kembali bagiku itu tak menjadi masalah selama kau merasa bahagia,"


"Apa kau tidak akan marah kepadaku,?"


"Untuk apa aku marah padamu, tapi tunggu dulu apa ini alasannya kau meneleponku pagi-pagi dan apa ini alasannya kau menghindari suami mu itu.?"


"lya kau benar sekali aku ingin menghindari nya,"


"lya kau benar sekali, aku telah di buat binggung oleh perasaan ku sendiri, tapi bagaimana kalau kita tunjukan padanya kalau kita juga bisa bahagia bersama,"


"Apa maksudmu,?" tanya Darandra bingung, Tasya pun membisikkan sesuatu pada Darandra.


"Baiklah terserah kau saja, ayo turun kita sudah sampai, dan begitu mereka turun, mereka seolah tak perduli dengan tatapan seseorang, siapa lagi kalau bukan Amara, dan tanpa Darandra sadari kalau Jelita juga melihat apa yang mereka lakukan, dengan geram Jelita ingin melabraknya namun Amara dengan besar hati melarang nya.


Hingga tak sengaja Tasya melihat mobil Jhony yang berhenti di seberang jalan.


"Ada apa kau mencariku,?" tanya Amara begitu Jhony duduk di kursi di depannya.


"Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu,"


"Apa itu jangan membuatku penasaran to the poin saja,"


"Lepas kan Darandra,"


"Apa,?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


yuk ikuti juga cerita di bawah ini udah tamat loh...



__ADS_2