Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 24


__ADS_3

"Menyadari kalau ia sedang berteriak Tasya pun menutup mulutnya, saat mengingat di kamar tersebut ada Riri yang sedang tertidur pulas.


Tanpa banyak tanya Tasya pun segera menarik tangan orang yang mengagetkannya itu dengan emosi yang memuncak.


Setelah ia masuk di kamarnya ia pun segera mengunci pintu.


"Kenapa kau harus mengunci pintu? ada apa ini?"


"Kau bertanya pada ku ada apa? lalu kau? dari mana saja, kau beberapa hari ini tidak pulang bahkan teleponmu tidak aktif jangan bilang kau keluar dengan wanita-wanita itu, dan Menghabiskan malam bersama mereka karena selama ini__" Tasya menjeda kalimatnya ia merasa canggung untuk mengatakan apa yang ada di dalam otaknya saat ini.


"Apa,?''


tanya lelaki yang sebenarnya adalah Jhony Tasya masih terdiam dengan wajah yang sudah bersemu merah, Ia pun menunduk malu tak berani bersitatap dengan Jhony yang kini menatapnya begitu lekat, Jhony pun menyentuh dagunya perlahan lalu mengangkat wajah wanitanya tersebut.


"Berbicaralah, Kalau kau ingin berbicara," ucap Jhony saat melihat wanitanya hanya diam, seperti malu-malu dan Jhony sangat menyukai perubahan mimik wajah istrinya itu. Tasya menurunkan tangan Jhony dari wajahnya.


"Baiklah, Hari ini aku ingin marah padamu, ke mana saja kau selama ini,? Bahkan aku sampai harus mencarimu ke panti, namun kau tidak berada di sana, tapi Riri mengatakan seminggu yang lalu kau mengajaknya keluar jalan-jalan,''


"Riri? kau bertemu dengannya?''


''Iya bahkan sekarang dia tidur di kamarmu," ucap Tasya.


"Apa dia di sini dan tidur di kamarku? Tapi kenapa kau membawanya kemari,?"


"Dia sendiri yang datang kemari saat aku baru saja pulang dari panti dan aku tidak tau kenapa dia tau alamat rumah ini."


"Aku yang memberitahunya, maaf kalau aku melakukannya tanpa seizinmu,"

__ADS_1


"Sekarang katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya,?"


"Bisa tidak Aku minta lagi, Aku harap kau sabar menunggu hingga 6 bulan berlalu,?"


"Sudah cukup Jhon... Aku tidak mau mendengarkan kata-kata itu lagi, Aku hanya ingin penjelasanmu sekarang bukan tentang hal itu, Apa kau tak berpikir bagaimana perasaanku selama kau tiada! maksudku setidaknya sebagai istri aku pun mempunyai, maksudku, aku pun mengkhawatirkanmu.


Tapi ternyata kau tidak menghargai itu, kau selalu mengecewakan aku Jhon, Aku membencimu kau selalu menyakitiku,!" teriak Tasya menggebu.


"Sya dengarkan aku, Aku tidak bermaksud seperti itu Sya, justru aku tidak ingin membuatmu merasa khawatir.


Maafkan Aku Jika aku bersalah padamu, aku pergi dan tidak memberi Kabar karena Aku tidak ingin kau memikirkan semuanya, Percayalah padaku aku di luar sana tidak melakukan apa-apa, dan tidak ada wanita di hatiku bahkan di hidupku Selamanya hanya kau hanya kau wanitaku, wanita yang sangat aku cintai, dan cinta ini akan kubawa mati hanya untukmu Sya," ucap Jhony panjang lebar membuat Tasya sejenak berfikir dalam diamnya.


"Baiklah jika Kau ingin aku percaya padamu maka, Lakukanlah sesuatu untukku sekarang juga. Buktikan kalau kau sangat mencintaiku!"


"Tapi Sya, bagaimana caranya aku membuktikan kalau aku sangat mencintaimu karena aku bingung kau ingin aku berbuat apa,?" tanya Jhony kembali.


"Sekarang Pilihlah salah satu dari minuman ini, aku akan mengajakmu meminum minuman ini, dan aku juga sudah membubuhkan Racun di dalam salah satu gelas yang sudah aku tuangkan minuman, perhatikanlah baik-baik yang mana minuman yang sudah Aku bubuhkan racun.


"Dan Yang ini yang telah aku racun,


sedangkan yang ini tidak sama sekali, oleh sebab itu matamu harus jeli melihatnya, jika bukan kau yang akan meminumnya maka aku sendiri yang akan meminum racun itu, dan salah satu diantara kita akan mati.


"Sya,, kau apa-apaan,? Jangan melakukan permainan bodoh seperti ini Sya,! Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa!" panik Jhony.


"Jika kau tidak ingin aku kenapa-kenapa, maka lakukanlah dengan benar, selamatkan aku dengan cintamu, Jika kau benar-benar mencintaiku, Jika kau meminumnya maka kau akan Mati, Karena racun itu.


Tapi jika kau salah pilih maka cintamulah yang Membunuhku Jhony,"

__ADS_1


"Sya, hentikan kegilaanmu ini Sya, Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, Apa kau masih belum percaya dengan semuanya bukti yang aku berikan padamu, apa lagi Aku harus aku lakukan,?"


"Buktikan dengan ini gampang kan," jawab Tasya begitu santai.


"Sya,, itu sama saja halnya dengan kau bunuh diri,"


"Aku tidak akan bunuh diri karena ada kau yang akan menyelamatkanku, sebaiknya Sekarang kita mulai permainannya, kita tak perlu berdebat lebih lama lagi karena aku tak ingin membuang waktu sia-sia, perhatikanlah baik-baik karena nyawaku ada pada pilihan tanganmu," Tasya pun mulai dengan gerakan cepat menukar gelas minuman yang ada di tangannya itu sedangkan mata Jhony tetap fokus Waspada melihat di mana posisi minuman yang benar-benar Ada racunnya itu.


"Selesai," ucap Tasya sambil tersenyum.


"Sekarang Pilihlah yang mana akan kau pilih,!" ucap Tasya memberikan perintah, tanpa berpikir panjang Jhony langsung menyambar gelas yang berada tepat di depan Tasya dan itu membuat Tasya bertanya.


"Apa kau yalin dengan pilihanmu,?"


"Tentu saja aku yakin karena mataku tak terlepas dari Melihat posisi kau menukar gelasnya," Tegas Jhony


"Baiklah, kalau begitu kita akan meminum minuman ini bersama-sama," ucap Tasya lagi.


"Kita akan menghitung mundur ya, dari hitungan ketiga!" serunya bersemangat, Jhony pun hanya mengangguk sebagai jawaban sedangkan jantungnya berdegup begitu kencang bukan karena dia takut mati, namun karena dia khawatir kalau dia akan salah pilih gelas yang akan di minumnya.


"Minumlah sekarang, Ayo kita mulai menghitung mundur, tiga dua satu dengan satu kali teguk dan Jhony maupun Tasya menghabiskan minumannya.


"Bagaimana minumannya, rasa nikmat sekali bukan,?" tanya Tasya sambil tersenyum sedangkan Jhony yang di tanya hanya tersenyum kaku, karena masih khawatir kalau-kalau dia salah dengan pilihannya


''Dengarkan Aku Minuman itu akan beraksi setelah 5 menit keduanya punlihat pada jam dinding yang berada di atasnya dan 5 menit sudah lewat namun tak ada reaksi apapun yang dirasakan oleh Jhony, Jhony pun kembali menatap Tasya yang masih biasa-biasa saja, bahkan sekarang ini ia masih tersenyum dengan senyum yang lebar.


"Kenapa Kau Sya, kenapa kau membohongiku sebenarnya Minuman itu tidak ada Racunnya kan Sya,?" Tasya pun kembali tersenyum dengar pertanyaan suaminya itu.

__ADS_1


"Kau benar sekali, di dalam Minuman itu memang tidak ada Racunnya sama sekali, tapi aku sudah menyimpan obat di dalamnya,"


__ADS_2