
"Untuk apa kau datang kemari, kemarin-kemarin kau kemana saja? apa kau tahu perjuangan putraku selama ini untuk mendapatkan mu dan itu semua untuk mu!"
"Ma…!"
"Diam Khalid, biarkan Mama bicara, mama tidak mau dia membawamu kembali sebagai laki-laki yang tidak benar seperti mantan kekasih mu itu!"
"Tapi Ma…!"
"Khalid…! apa kau akan melawan mama hanya karena wanita yang masih belum resmi menjadi istri mu ini?" sentak Sarah kepada sang putra semata wayang nya itu.
"Maafkan jika saya mengganggu, saya kesini hanya ingin melihat keadaan Khalid karena, saya benar-benar tidak tau kejadiannya, tapi jika kehadiran saya tidak di inginkan saya akan pergi," Ucap Lara dan hendak berbalik meninggalkan ruangan itu.
"Tunggu…! aku merindukan mu, apa kau akan meninggalkan aku sebelum kau memelukku?"
Lara menatap ke arah Nyonya Sarah.
"Ma…sebaiknya Mama pulang biar Lara yang akan menemaniku di sini." Ucap Khalid sedikit mengusir lembut sang Mama.
"Jadi kau mengusir Mama hanya karena wanita ini!"
"Ma…Please…!" Pinta Khalid hingga membuat sang Mama mengalah, karena ia tahu sifat sang Mamanya, meski tegas tapi dia akan luluh jika soal sang Putera.
"Baiklah, Mama akan pulang. Dan kau! jaga dan awasi putraku dengan baik dan benar." Tegas Nyonya Sarah.
"Baiklah Tante saya akan menjaganya dengan baik Tante tak perlu khawatir, saya akan menjaganya."
*
"Katakan padaku kenapa bisa terjadi hal seperti ini?"
"Aku yang memulai semuanya, Karena aku tidak ingin dia merampasmu dari ku, dia adalah teman yang paling brengsek yang pernah aku kenal, kenapa harus dia laki-laki yang harus di jodokkan denganmu, apa di dunia ini tidak ada lelaki lain selain diri nya,?"
Lara hanya tersenyum melihat kekesalan yang terpancar dari tatapan mata lelaki yang kini memilih duduk di sisi ranjang, sedangkan tangannya menarik Lara untuk duduk di sampingnya.
"Apa kau tak merindukan kekasihmu ini, sudah satu minggu dia mengurungmu, untuk itulah aku memberikan nya pelajaran,"
"Kau_,,Kenapa kau harus melakukannya? lagi pula dia hanya membuatku bosan karena sudah mengurungku seorang diri,"
__ADS_1
"Jadi kau hanya di tinnggal sendiri disana?"
"lya..." jawab Amara.
"Oh ya! kapan kau bisa pulang?"
"Mungkin besok, aku baru bisa pulang Ada apa kau menanyakannya?" tatap Khalid begitu intesn.
"Tidak_A-aku, Aku hanya merasa bosan berada di rumah sakit." Ucapnya terbata karena salah tingkah dengan tatapan Khalid.
"Yang sakit Aku Kenapa kau yang merasa bosan?" Ujar Khalid mengerutkan keningnya."Aku merasa bosan jika harus menunggu lama di rumah sakit." Ucapnya dengan suara manja.
"Kau benar sekali, Aku pun begitu merasa bosan, tapi kau tenang saja, setelah aku keluar dari sini, aku akan segera melamar dan kita akan segera menikah aku ingin mempercepat pernikahan kita dan semoga bisa berjalan dengan lancar.
"Terserah kau saja. Urus saja semuanya." "Kenapa kau berkata seperti itu? seolah kau tidak bersemangat untuk menikah dengan ku?" tatap Khalid penuh selidik.
"Kau jangan menatapku seperti itu, bukanya aku tidak bersemangat hanya saja Aku_"
"Kau kenapa?" tanya Khalid bingung di saat Lara tidak melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya memikirkan apa yang Darandra katakan padaku,?"
"Tidak, dia tidak akan melakukan hal itu. Hanya saja, dia akan segera menceraikan aku, Aku binggung apakah aku benar-benar istrinya atau bukan, jika aku istrinya kenapa aku tak bisa mengingatnya sama sekali? dan kenapa Aku bisa berpisah dengannya padahal dia punya dua orang anak yang masih balita, Apa aku setega itu sebagai seorang lbu?"
"Etahlah, hanya yang aku tau kalau istrinya sudah lama meninggal, dan kedua mertuanya pun sudah meninggal, sedangkan kau sendiri masih mempunyai kedua orang tua,"
"Yah kau benar sekali, tapi_"
"Tapi kenapa?" Kembali Khalid menatap Lara dengan tatapan bingung saat Lara menjeda kalimatnya.
"Apa aku boleh izin untuk menemani Steven, hari ini, aku harus bertanggung dengan apa yang telah aku lakukan." Lara pun menceritakan apa yang di alami Steven.
"Baiklah kau boleh pergi, dan jika sudah lebih baik kau harus kembali padaku, kau jangan khawatir Aku baik-baik saja kok," ucapnya saat Lara menatap ragu.
"Terima kasih," ucap Lara lalu berbalik.
"Tunggu…!"
__ADS_1
"Ada apa lagi?"
"Kau lupa memberikan ini untukku." Ujarnya sambil menunjuk pipinya, dan ternyata dia ingin sebuah kecupan, Lara pun mendekat bibirnya ke pipi Khalid, namun baru saja ciumannya ingin mendarat tiba-tiba telponnya berdering.
Lara pun dengan segera mengangkatnya tanpa peduli wajah Khalid yang berubah, kecewa.
"Maaf aku harus segera pergi Stevani menangis mencariku." la pun menepuk pundak Khalid dan berlalu begitu saja, sedangkan Khalid kini hanya bisa menahan kekesalannya.
'Jika kita sudah menikah, maka aku akan segera membuatmu hamil, agar kau tida bisa kemana-mana lagi, aku hanya akan mengurungmu di kamar, tugasmu hanya melayani ku di tempat tidur' selorohnya bergumam.
*
"Maafkan Aku terlamb__" ucapan Amara terjadi di saat melihat begitu banyak orang yang tidak di kenalnya di dalam ruangan itu.
"Amara…kau Amara kami kan?!" cicit Jelita dan Damara pun mendekati sangat adik yang masih mematung dalam diamnya itu.
"Amara maafkan Kakak yang tak tahu kepergianmu saat itu, tapi kau tidak usah khawatir aku sudah membuat suami payah mu ini, babak belur, dan ternyata benar apa yang dikatakan suamimu kalau kau sudah kembali."
"S-siapa kalian? A-aku tidak mengenal kalian,"
"Mendengar Ucapan Amara semuanya menatap ke arah Darandra.
"Dengar dia bukan Amara tapi dia itu Lara, kalian tau sendiri jika Amaraku sudah pergi dan tidak akan bisa kembali lagi, dia adalah Lara yang hanya sangat mirip dengan Amara,"
"Lalu yang kakak katakan pada kami waktu itu? Kakak sendiri mengatakan kalau Amara sudah kembali?"
"Iya dia memang kembali, tapi hanya wajahnya saja sedangkan cinta dan juga yang selama ini berkaitan tentang nya di masa lalu semuanya sudah tiada."
"Kak ikut aku…!" Jelita menarik tangan Darandra keluar.
"Ada apa?"
"Kakak jangan berbohong padaku, aku tau Kalau wanita itu adalah Amara iyakan? aku bisa melihat dari tatapan mata mu yang tidak bisa berbohong."
"Jelita sebaiknya kita tidak membahas ini sekarang! aku sengaja memberitahu kalian agar kalian tau kalau Amara sebentar lagi akan menikah, dan dia berhak bahagia, karena Amara sudah benar-benar melupakanku, sekarang ini ada orang lain di hatinya sudah tak ada cinta untuk ku, untuk itu aku tidak mau merusak kebahagiaan nya."
...****************...
__ADS_1
Batas claim hadiahnya besok ya, untuk itu segera Dm ig Author kirim nomor nya kalau tidak akan hangus.