Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 67


__ADS_3

Satu bulan kemudian Lara yang tengah asyik berjalan di sebuah pusat perbelanjaan tidak memperhatikan orang yang berada di depan nya karena ia fokus melihat sebuah baju yang membuatnya jatuh hati, sedangkan orang tersebut sibuk dengan gawainya.


Bugh.


"Aaauuw…!" pekik Lara dan lelaki di depanya tersebut di saat keduanya saling bertabrakan, Lara pun menyentuh kening nya begitu berdenyut terkena oleh dada bidang lelaki tersebut. Dan begitu keduanya mengangkat wajah.


"Kau…! kau…! Ucap keduanya bersamaan setelah saling mengenal, lalu Lara membuang wajah kesalnya, dengan lelaki yang ada di depannya tersebut. Karena tidak menyangka akan bertemu Khalid secara tiba-tiba.


"lkut aku sebentar," ucap lelaki itu menarik tangan Lara.


"Aku tidak mau, lepaskan aku, Dasar laki-laki brengsek…lepaskan! Kalau tidak aku akan Berteri__" kalimat Lara terjeda Di saat mulutnya dibungkam dan dibawa masuk ke dalam lift. Bahkan kini ia pun diseret masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan aku brengsek…!" ketus Lara.


"lkut aku sebentar.!"


"Aku tidak mau…!" Lara pun memberontak dan dan mengigit tangan Khalid.


"Aaw…Sit…!" Khalid pun melepaskan Lara saat merasakan nyeri ditangannya akibat gigitan dari wanita tersebut. Dan Lara pun berhasil membuka pintu mobil. Ia pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur melarikan diri.


"Tunggu dengarkan aku dulu!" Lara tidak memperdulikan teriakan lelaki tersebut Ia terus saja berlari hingga dirinya menyeberang sebuah jalan.


"Awas...!"


"Aaaaa…!" Lara berteriak histeris di saat menyadari sebuah mobil akan menabrak namun tiba-tiba sebuah tangan menariknya ketepi hingga membuatnya jatuh di pinggiran aspal.


"Aaaw…!"


Bugh.


Lara yang sempat terkejut menutup matanya. dan sudah dapat ya bayangkan bagaimana sakitnya tubuhnya terkena benturan aspal di pinggir jalan tersebut.


Namun Sedetik, dua detik, Lara tak merasakan apapun hingga dia membuka matanya cepat.


"Bangun bodoh…! Apa kau tidak melihat kalau aku sedang kesakitan seperti ini!" sentak suara Bariton tepat berada di bawahnya, suara orang yang menolongnya tadi, dan Lara pun menyadari bagaimana ia tidak merasakan sakit di tubuhnya Karena posisinya saat ini ada di atas tubuh seorang lelaki yang ingin di hindari nya.

__ADS_1


"Ka-kau,?" Lara pun segera bangkit dari atas lelaki itu dan buru-buru ingin pergi meninggalkannya, namun tiba-tiba saja matanya melirik ke arah kening lelaki tersebut.


"Ka-kau berdarah? kau berdarah, Cepatlah bangun," Gugup Lara, Ia pun segera membantu lelaki di depannya untuk segera bangkit untuk duduk, la pun tiba-tiba merasa bersalah.


"Maafkan aku ucapnya lembut sambil menyeka darah yang terus keluar dari pelipis Khalid dengan sapu tangan miliknya.


Darah segar terus saja keluar dari pelipis lelaki yang sebenarnya yang super tampan itu. Sejenak Kalid tertegun melihat sikap wanita yang ada di depannya itu.


"Dia benar-benar cantik, dan sangat manis."


Gumamnya hanya dalam hati menatap begitu dalam.


"Kita harus segera ke dokter, karena luka mu harus dijahit." Ucap Lara namun Khalid masih masih saja menatapnya dan tidak mendengar apa yang dikatakan Lara padanya.


"Apa Kau mendengarku,?" tanya Lara kembali saat dirinya tak mendapatkan jawaban.


"A-Apa yang kau katakan tadi? A-aku tidak mendengarmu?" gugup Khalid memutus tatapannya dari wajah Lara ia pun Pura-pura membuang wajah kesamping Pura-pura tl tidak melihatnya.


"Ck, Aku berbicara dari tadi, tapi kau tidak mendengarku. Sia-sia saja aku berbicara padamu, atau jangan-jangan kau itu selain menyimpang kau juga…" Lara menjeda kalimatnya dan mempraktekan dengan tangan seolah mengatakan kalau Khalid itu tidak bisa mendengar.


"Sebaiknya Sekarang kita ke klinik, atau ke rumah sakit untuk menjahit lukamu, karena lumayan lebar, Aku tidak mau nanti kau terinfeksi karena tidak segera mendapatkan penanganan rerius" Ucap Lara, ada perasaan menghangat yang mengaliri di rasakan Khalid saat mendengar kata-kata dari Lara, yang menurutnya untuk pertama kali ada wanita yang memperhatikannya sejauh ini.


"Ayo please lah, aku tidak mau punya hutang budi padamu untuk itu aku akan membawamu ke rumah sakit yang terdekat dari sini," ujar Lara kembali.


"Sial, Aku kira dia tulus ternyata dia menganggap dirinya membayar hutang karena telah menolong nya."


Umpatnya dalam hati.


"Baiklah, tapi tolong kau bangun dulu dari tubuhku." Lara pun terkejut saat menyadari dirinya masih di atas tubuh Khalid.


"Oh ya maaf" ucapnya gugup dengan wajah yang memerah. Khalid yang melihatnya hanya bisa menyembunyikan senyumnya.


"Ayo cepat bangunlah," Ucap Lara kembali, memudarkan senyum di bibir Khalid. Ia Pun berusaha untuk bangkit berdiri.


"Aaakh…Kenapa kakiku sakit sekali? jangan-jangan kakiku juga patah,?"

__ADS_1


"Apa, patah?" kejut Lara menatap laki-laki itu berdiri dengan sedikit meringis kesakitan. "Apa kau benar-benar tidak bisa berjalan,?" tanya Lara kembali, ia benar-benar merasa khawatir.


"Aku akan mencobanya, Auhk…ini benar-benar sakit, sepertinya aku butuh tongkat karena aku tidak kuat untuk berjalan dan berdiri."


"Bagaimana kalau aku membantumu untuk berjalan ke mobil?" tawar Lara dengan sedikit gugup.


"Sepertinya saranmu bagus juga ucap Khalid sambil menarik sudut bibirnya, Lara pun segera menopang tubuh Khalid dan membawanya berjalan melangkah menuju mobil.


"Sebaiknya aku yang menyetir," ucap Lara begitu Ia tiba di mobil, ia pun segera membantu Khalid untuk duduk dan memasangkan safetybellt, Khalid semakin terkesima dengan paras dan aroma tubuh wanita itu, apa lagi di saat wajah Lara hampir mengenai hidung mancungnya.


"Kau cantik." Ucapnya tanpa sadar.


"Apa.?" Lara yang sadar wajahnya begitu dekat dengan Khalid segera membuang muka dan salah tingkah, membuat suasana kembali canggung.


"Ehem…Apa kau yakin bisa menyetir,?" tanya Khalid mencairkan suasana.


"Tentu saja!" jawab Lara cepat.


"Baiklah, kau boleh menyetir sekarang."


Lara pun segera melajukan mobil mewah milik Khalid dengan kecepatan tinggi.


"Kau bisa pelan-pelan tidak menyetir mobilnya! Apa kau sengaja ingin Membunuhku,? kau sudah mematahkan tulangku kakiku, apa sekarang kau sengaja ingin Membunuhku,?" Kesal Khalid yang mulai ketakutan.


"Kau bisa diam tidak kalau kita Lambat nanti darahmu bisa habis, kau lihat saja pelipismu terus saja mengeluarkan darah dari tadi, dasar bawel, bilang saja kalau kau takut?"


"S-siapa bilang aku takut, aku hanya tidak mau kau merusak mobil dan wajahku ini."


"Kalau kau tidak takut sebaiknya kau diam agar aku bisa konsetrasi membawa mobilnya, kalau tidak aku tidak bisa janji kalau kita akan selamat." Akhirnya Khalid pun memilih tdiam, begitupun dengan Lara tak berbicara sepatah kata pun hingga akhirnya mereka tiba di sebuah klinik terdekat.


"Sebaiknya kau tunggu di sini?" perintah Khalid pada Lara.


"Apa kau yakin bisa sendiri?"


"Tentu saja, Apa kau tidak lihat ini, aku sudah duduk di kursi roda dan lihatlah suster yang cantik akan membawaku masuk, benarkan suster cantik? kau begitu manis sekali," godaannya di depan Lara.

__ADS_1


"Dasar lelaki menjijikkan, sudah sakit masih saja dia seperti itu," Gerutunya Sedangkan sang suster hanya tersenyum malu-malu mendengar gombalan dari Khalid.


__ADS_2