
"Jadi kalian ingin tinggal bersamaku ya?" tanya Darandra pada kedua bayi mungil itu, dan sontak kedua bayi itu pun tersenyum, Ada perasaan hangat yang menyentuh relung hati nya.
"Baiklah, akan Aku mempertimbangkan nya. Tapi sekarang sebaiknya kalian tidur, Tunggu Aku buatkan susu kalian dulu ya anak manis." Darandra membuka sebuah tas yang berisi perlengkapan bayi tersebut, meski tak punya pengalaman dalam mengurus bayi namun Darandra akan berusaha melakukannya dengan baik.
"Ternyata di sini ada suratnya, mungkin surat tentang kedua bayi ini, dan siapa tahu di dalamnya ada sesuatu yang bisa pergunakan untuk mencari kedua orang tua mereka,"
Darandra pun meraih sebuah kota berwarna merah lalu membukanya dengan hati-hati, diambilnya sebuah surat dengan Amplop yang berwarna putih yang sengaja diselifkan di atas kotak berwarna merah itu saat Darandra mengambil amplop tersebut tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah perhiasan di dalam kotak itu.
Jantungnya pun berdetak semakin kencang saat menyadari perhiasan itu sama seperti gelang yang pakai oleh Amara yang membedakan nya kali ini gelang itu berubah kecil dan satu buah kalung yang sama seperti miliknya.
la menatap kembali pada kedua bayi yang Tengah asik menghisap tangannya itu.
"Katakan padaku Siapakah kalian yang sebenarnya,?" tanya Darandra seperti orang bodoh pada kedua bayi itu.
Darandra pun segera membuka amplop yang ada di dalamnya itu ada sebuah catatan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dear...suamiku, *maaf**kan* atas segala kesalahan ku yang selama ini selalu menyusahkanmu, dan untuk kali ini aku akan tambah *menyusahkan**mu* lagi dengan kehadiran kedua malaikat kecil kita.
Ya...Mereka adalah buah hati kita, Aku harap kau mau menerima mereka dengan cintamu, karena saat ini yang *****dia***** punya hanyalah dirimu seorang, Aku menulis surat ini jauh-jauh hari, dan setelah surat ini sampai pada mu mungkin aku sudah tiada untuk itulah aku berharap kau bisa merawat, menjaga dan membesarkan mereka berdua dengan kasih sayang yang melimpah.
Hanya itu saja, Dan sekali lagi maafkan Aku dan setelah salah dan khilaf ku.
Dariku orang yang pernah mencintaimu begitu dalam, ibu dari anak-anakmu."
__ADS_1
Amara Puspita
Wijaya.
...----------------...
Darandra terpaku dalam diam setelah membaca Sepucuk Surat yang ternyata datang dari orang yang selama ini dia rindukan.
Tiba-tiba saja buliran bening jatuh membasahi wajah tampannya itu.
Sungguh dia tidak pernah menyangka jika orang yang ia rindukan selama ini telah tiada.Orang yang telah lama meninggalkannya kini telah pergi untuk selamanya, kini orang yang di rindukannya sudah terkubur bersama cinta yang tak pernah bisa ia miliki.
Untuk pertama kalinya Darandra begitu merasa hancur, penyesalan yang kian mendalam, rasa rindu nya, dan rasa cinta yang membuncah kini hanya bisa dilebur oleh air mata yang mengguyur wajahnya itu.
"Kenapa Amara Kenapa kau tega melakukan ini padaku sebenci Inikah Kau Padaku Amara hingga kau pergi meninggalkanku selama-lamanya,? Kenapa kau tidak bisa tinggal lama bersamaku di dunia ini, untuk mendengarkan permintaan maafku.
Tapi apa ini? hanya sebuah pesan perpisahan yang kau kirimkan lewat tulisan.
Lalu bagaimana caranya aku untuk meminta maaf kepadamu, dan Mengatakan Cinta ini hanya untukmu sekarang dan selama-lamanya." Darandra memeluk Sepucuk Surat yang ada di tangannya tanpa menyadari bahwa kedua bayi yang ada di dalam keranjang, Sudah terlelap tidur begitu nyenyak.
Seolah mereka menyadari kalau Darandra sedang berduka Untuk itulah mereka tertidur pulas Entah berapa lama Darandra tanpa sadar terus meratapi kabar kepergian sang istri yang membuat dunianya terasa runtuh hingga pikirannya kembali mengingat kedua bayi kembar tadi.
Daranda pun tersentak kaget saat menyadari kalau ia ingin membuat susu untuk kedua bayi tersebut namun di saat dia berbalik didapatinya kedua bayi tersebut sudah tidur pulas dengan menghisap ibu jari mereka masing-masing Seperti mendapat energi kekuatan kembali Darandra pun merekahkan senyumnya meski di wajahnya Masih di liputi kesedihan dan matanya masih Membekas dengan air mata kepiluannya.
"Maafkan Daddy sayang karena Daddy tidak mengenal kalian, karena Daddy terlalu bersedih jadi melupakan kalian juga.
__ADS_1
Terima kasih karena kalian sudah lahir ke dunia ini dan terima kasih untuk Moms kalian yang terus berjuang meski dalam kesakitannya untuk mempertahankan kalian.
Daddy berjanji akan menjadi Daddy yang baik untuk kalian, sekaligus menjadi Mamy untuk kalian, kalian tidak perlu takut sayang, Daddy yang akan mengajari kalian
Bagaimana caranya menghadapi dunia. Amara sayang aku berjanji akan menjaga buah hati kita.
Dan aku berjanji padamu mereka tidak akan kekurangan cinta dan kasih sayang dariku, Aku akan membawa mereka kemanapun aku pergi."
Terima kasih sayang kau telah meninggalkan hadiah terindah untukku Darandra pun mengangkat kedua Putri dan putranya untuk segera dibawa ke kamar.
Dan tak lupa Ia pun segera menelpon Mamy Cleo dan Dad Anthony untuk mengabari mereka, karena selama ini hubungan Ayah dan anak itu kembali akur.
Juga tak lupa pula Darandra mengecek CCTV. Siapa sebenarnya orang yang membawa kedua bayinya, dan menyimpannya di depan teras rumah. Orang itu pasti tinggal bersama Amara selama ini, Jika Amara sudah meninggal la ingin mengetahui Di mana letak kuburannya setidaknya dia bisa datang berziarah untuk meminta maaf meski kata maaf itu terlambat la ucapkan.
Namun tetap saja tidak membuahkan hasil orang itu menutup wajahnya menggunakan masker.
Kini 3 tahun telah berlalu perpisahannya dengan Amara mampu membuat hatinya membeku tanpa pernah biaya terlihat dengan wanita lain ternyata ia memilih mengubur cinta nya bersama Amara yang juga terkubur untuk selama-lamanya.
Kedua putra putrinya pun tumbuh dengan penuh kasih sayang, bahkan Damara dan semua keluarga besarnya sangat menyangi keduanya.
Steven dan Stevani akan ikut kemanapun dirinya pergi kecuali ketika ia akan melakukan operasi besar ia hanya akan meninggalkan kedua putra-putrinya kepada Cleo seperti hari ini Iya juga menitipkan buah hatinya itu karena ia akan pergi ke luar negeri dalam waktu 1 minggu.
Sementara itu di sebuah negara seorang wanita dengan tubuh seksi dan rambut panjang tergerai hingga ke panggulnya berjalan sambil menelpon seseorang.
"Mama tunggu aku pulang, aku sangat merindukan kalian ucapnya dengan sang mama dari seberang telepon, tapi sayang Apa kau yakin ingin kemari bagaimana pekerjaan mu yang ada di Singapura sayang?"
__ADS_1
"Ma...usiaku sekarang sudah 25 tahun apa Mama mau Aku tidak menikah seumur hidup ku, Carikan aku Calon suami ya Ma...By"