Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 57


__ADS_3

Satu bulan berlalu, semenjak kepergian Amara kehidupan Darandra pun berubah 180 derajat, rasa menyesal, dan bersalah membuatnya begitu tersiksa, dan yang paling membuatnya terpukul tentang kehamilan wanita yang ia sia-siakan, Namun tanpa la sadari Amara telah membuatnya jatuh Cinta terlalu dalam...


"Sayang apa keputusan kita benar untuk melakukan semua ini pada Darandra?" tanya Cleo pada Anthony yang tengah asyik memeriksa sebuah kertas yang di keluarkannya dari sebuah file.


"Apakah kau masih ragu pada suamimu ini,? keputusanku itu sudah bulat, dan tidak bisa diganggu gugat" tegas Anthony.


"Tapi sayang kasihan Andra, dia itu sudah seperti orang gila, apa kau tega membuatnya tambah menderita?" ucap Cleo duduk tak jauh dari suaminya.


"Kau bilang tega,?" Anthony menatap tajam.


"Kenapa kau tidak tanyakan itu, di saat hal itu di lakukan oleh putra kesayanganmu, yang sudah lebih begitu tega melakukan kebodohan dengan menyia-nyiakan anak dan istrinya, yaitu menantu kita dan juga calon cucu kita," Cecar Anthony.


Cleo sejenak terdiam mendengar apa yang di katakan Anthony yang menurut nya ada benarnya juga.


"Apa kau masih ingat, di saat kau salah faham tentang hubunganku dengan Anggun waktu itu,? jika salah faham saja membuatmu tak bisa Terima, lalu bagaimana dengan Amara yang melihat kelakuan Suaminya sendiri yang terang-terangan melakukan hal bodoh itu, dan bahkan sudah berkali-kali." Lanjut Anthony lagi.


"Dan menantumu itu sudah di bodohi oleh rasa cinta nya pada Darandra," Anthony mendesah sambil menyandarkan menyandarkan tubuhnya, pada kursi kebesarannya itu.


"Hanya orang bodoh yang mau jatuh ke dalam lubang yang sama," Cleo kembali hanya bisa terdiam mendengar kekecewaan Anthony terhadap putra mereka.


"Sayang maafkan aku karena telah salah mendidiknya, mungkin selama ini ia ingin merasa Bebas, tapi akulah yang tidak membuatnya bebas karena dia harus mengikuti jejakmu sebagai seorang Dokter."


"Itu semua bukan salahmu," Anthony menatap Cleo yang kini duduk di sebelah kanannya, Lalu la pun meletakkan kertas yang tengah di pegangnya di atas meja.


"Kemarilah..." Panggilnya kemudian menyuruh Cleo lebih dekat dengannya, Cleo pun menuruti ke inginkan Anthony untuk lebih dekat, bahkan Anthony kini menarik pinggang sang istri hingga Cleo jatuh tepat di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang kau apa-apaan...malu kita sudah berumur..." Cicit Cleo yang terkejut bahkan dia reflek memukul dada bidang suaminya itu.


Sedangkan Anthony mengerutkan Alisnya saat mendengar ucapan Cleo.


"Untuk apa kau malu,? mesti kita sudah berumur buatku kau masih sangat cantik dan cinta ku padamu semakin hari semakin besar" Ucap Anthony mengelus wajah wanitanya yang memang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Kau tahu sayang, sebagai orang tua kita sudah memberikan yang terbaik buat anak-anak kita, mereka sudah dewasa dan bisa menilai mana yang salah, dan mana yang benar. Untuk itu berhentilah untuk menyalahkan diri sendiri, jika Anak-anak kita yang bersalah kita harus menegurnya jika teguran tidak mempan makan berikan pengajaran yang akan membuatnya jera, bukan dengan menyalahkan didikan orang tuanya, karena tidak ada orang tua yang ingin anak-anak mereka berbuat salah. Semua orang tua ingin yang terbaik untuk Anak-anak mereka, Kerena itu kita memberikannya pendidikan yang layak, bahkan kita juga mendidiknya di rumah.


Semua itu di lakukan demi mereka, sebab itulah seorang suami jika ia bekerja untuk menfkahi istri dan anak-anak nya maka setiap langkahnya di hitung menjadi kebaikan" Cleo memeluk tubuh kelar Anthony yang juga masih sangat tampan dan terlihat bugar, karena ia memang selalu menjaga gebugarannya dengan rajin berolahraga dan tentunya dengan makanan yang menyehatkan.


"Maafkan aku sayang," Ucap Cleo.


"Dan Terima kasih karena kau sudah membuktikan bahwa kau adalah Ayah dan suami yang terbaik untuk kami,"


"Cleo lebih mengeratkan kembali pelukannya


"Kamu jangan khawatir sayang, setelah semua berlalu pasti Darandra akan baik-baik saja, biarkan dia belajar kembali agar bisa tahu arti kehilangan, penyesalan dan cara menghargai orang lain, dan semua itu adalah proses, untuk mendewasakan sikapnya, agar dia bisa menjadi Pria yang lebih bertanggung jawab lagi atas apa yang pernah terjadi,"


Cleo hanya mengangguk lembut, Mendengar kalimat suaminya itu.


*


"Maaf Tuan, Anda ini sudah minum terlalu banyak, kami khawatir jika Anda tidak akan bisa pulang." Tegur salah seorang Bartender yang begitu cantik dan sexy yang kebetulan bertugas untuk menuangkan minuman di dalam gelas milik Darandra.


Yah,, Darandra akan selalu seperti itu setiap malam nya, ia akan selalu mabuk karena hanya dengan minum ia bisa melupakan wajah Amara, meski ketika terbangun, la kembali akan mengingatnya kembali.

__ADS_1


"Mari Tuan, saya akan mengantarkan Tuan keluar dari tempat, ini" ucap body guard yang melihat Darandra yang masih bergeming. Hingga mereka memyeret tubuh yang sudah tidak berdaya itu untuk keluar.


"Hei...kalian...! kenapa membawaku kemari aku ingin minum cepatlah ambilkan aku minuman nya!" Darandra terus saja meracau sambil berusaha untuk bangkit untuk berdiri, Namun ia sudah tidak punya kekuatan lagi untuk menopang bobot tubuh nya.


Lagi-lagi ia berusaha bangkit namun tetap saja sama, hingga sebuah tangan menjulur tepat di depan nya. Dia pun berusaha untuk meraih tangan tersebut hingga kini ia berhasil untuk berdiri.


"Ya Allah Darandra kenapa kau kacau balau seperti ini?" Tanya Jhony saat melihat keadaan Darandra yang saingat memilukan itu.


"Kau itu siapa?" Aku adalah Jhony apakah kau masih ingat aku adalah temanmu,?"


"Kau bukan temanku tapi kau orang yang selalu membawa nya pergi sekarang kembalikan dia padaku," Ucapnya sambil menitik kan air mata.


"Baiklah sekarang kau ikut aku, Aku akan membawamu berjumpa denganNya,"


"Benarkah kau akan membawaku untuk berjumpa dengannya?" tany Darandra sedikit berbinar.


"Pasti kau akan bertemu dengan nya, ayo masuklah kemobil ini sudah larut malam apa kau mau di tangkap petugas keamanan yang sedang lewat,?" Darndra pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Jhony untuk segera masuk ke dalam mobilnya, sebaiknya kau berbaring untuk menghilangkan rasa mual mu itu.'' Ucap Jhony kembali, 15 menit kemudian Jhony pun tiba di rumahnya. Ia memapah tubuh Darandra lalu membantunya untuk turun.


"Ayo aku akan membantumu untuk berjalan," Jhony pun kembali memapapah tubuh Jhony yang masih oleng kiri dan kanan akibat terlalu banyak minum itu.


"Apa kau yakin aku akan bertemu dengannya di sini,? tanya Darandra kembali.


"Dengarkan Aku sebaiknya kau istirahat dulu, sebelum itu bersihkan tubuhmu, aku akan membuatkan minuman hangat untuk menghilangkan rasa mual pada perutmu itu" Jhony pun segera mengetuk pintu.


Tok.. tok.. tok.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian seorang wanita cantik muncul di balik pintu.


"Sayang kenapa baru pul__,?"


__ADS_2