Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 23


__ADS_3

Sementara itu Tasya sedang bertanya-tanya di buat oleh Jhony, bagaimana tidak. Sudah satu minggu belakangan la dibuat bingung oleh suaminya itu, yang tak kunjung ada kabar, Bahkan ia juga sempat mendatangi panti asuhan, di mana kalau Jhony selalu aktif karena ia adalah Donatur tetap Panti itu, apa lagi semua Anak-anak panti sering memanggilnya dengan nama Kak Adam, karena ia sangat dekat dengan mereka.


Bahkan lbu panti sendiri tidak mengetahui kemana perginya Jhony, nomor teleponnya pun tidak bisa di hubungi.


Benar-benar membuat Tasya gelisah, meski Ia masih malu untuk mengakui kalau sebenarnya dia juga begitulah khawatir pada Jhony semenjak Oma pulang dari rumahnya Semenjak itu pula dia pergi tanpa kabar berita membuat Tasya berfikir kalau Jhony sedang menyimpan sesuatu, ia takut jika Jhony akan kembali ke Club dan sejenisnya, seperti saat ia masa pacaran dulu, Ntah perasaan sayangnya pada Jhony kembali muncul saat merasa lelaki itu benar-benar memperlakukannya dengan baik, bahkan selalu ingin membuatnya bahagia.


Tasya yang kecewa tak mendapatkan kejelasan tentang dimana keberadaan Jhony akhirnya memilih pulang setelah sebelumnya ia pamit dan sempat bermain dengan anak-anak Panti sejenak, di sana dia banyak tahu siapa suaminya itu sebenarnya.


Tasya turun dari mobil dan melangkah dengan gontai saat menapaki halaman rumahnya, dan tiba-tiba ua di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang nampak seperti ia kenal.


"Riri sedang apa kau disini sendiri? kau tau darimana rumah Kakak, dan bagaimana dengan lbu panti nanti dia mencarimu,? Riri kenapa kau tidak menjawab Kakak? Apa kau tidak mendengar pertanyaan kakak Riri,?" Tasya terus saja kembali menghujani Riri dengan pertanyaan, bahkan dengan sedikit menyentaknya, karena Riri masih saja diam seribu bahasa, bahkan kini ia menatap kedepan dengan tatapn mata yang sudah berkaca-kaca, membuat Tasya sedikit khawatir, dan binggung.


"M-maafkan Aku, kalau Aku Sedikit kasar,'' ucap Tasya pada akhirnya.


''Ayo,, Aku akan mengantarkanmu pulang, aku tidak mau lbu panti nanti kerepotan mencarimu." Tasya menyentuh tangan Riri namun di luar dugaannya Riri malah menghempaskan tangannya begitu kuat, membuat Tasya membulatkan matanya la terkejut dengan kelakuan anak kecil itu.


"Aku tidak mau pulang, Aku hanya ingin pulang jika Kak, Adam mengantarkan ku pulang," sahutnya dengan tangis yang sudah mulai terisak.


"Baiklah ayo ikut kakak masuk, kita akan menunggu Kak Adam datang untuk menemui mu" ucap Tasya pada akhirnya, mengalah.


Sedangkan Riri Mengikut langkah Tasya masuk dengan kangkah kaki kecilnya itu.


"Duduklah, apa kau ingin sesuatu? Kakak akan mengambilkannya untuk mu,"


"Aku hanya ingin tidur di kamar Kak, Adam, apa boleh?" pintanya menatap pada dengan tatapan memohonnya, dan itu membuat Tasya semakin binggung, namun akhirnya mengizinkannya masuk.


"Baiklah Ayo Kakak akan mengantarkan mu kekamar.'' Ajak Tasya.


Semenjak Oma pulang Tasya dan Jhony pun memang kembali tidur terpisah, seperti biasa nya.


"Ini kamar Kak Adam silahkan masuk, sebaiknya kau cuci kaki tangan lalu tidur, atau kau ingin aku temani? aku akan menemanimu di sini," Tanya Tasya sambil duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Baiklah, Kakak boleh menemaniku malam ini, tapi kalau Kak Adam datang dia harus tidur bersamaku." Ucap Riri memasang wajah masamnya.


"Kau tidak boleh tidur dengan laki-laki dewasa, sebaiknya kau tidur bersamaku saja," ucap Tasya.


"Semenjak Kakak, tinggal dengan Kak Adam dia sudah melupakan ku, dia hanya menemui ku seminggu yang lalu, dan mengajakku jalan-jalan, Kak Adam waktu itu bilang, jika suatu saat Kak Adam tiada di samping Kakak, maka Riri di suruh mejaga Kakak dengan baik, apa sekarang waktunya aku menjaga Kakak dengan baik?"


Ucapnya dengan wajah yang serius, membuat Tasya sebenarnya ingin tertawa dengan tingkah lucu anak yang di depannya itu, namun hal tersebut di urungkannya di saat, wajah Riri yang serius kembali sendu, seperti ingin menangis, apa lagi saat Riri mengatakan jika seminggu yang lalu Jhony datang menemuinya.


"Lalu setelah bertemu dengan Kak Adam, apa Kak Adam bilang jika dia mau kemana,?" selidik Tasya.


"Dia tidak mengatakan apapun kepadaku," ucap Riri memberikan keterangannya,


"Oke baiklah, kalau begitu lebih baik kau tidur cuci tangan dan kakimu dulu setelah itu tidurlah,"


"Baiklah," ucap Riri kemudian Ia pun segera beranjak menuju kamar mandi untuk segera mencuci tangan dan kakinya Tak lama kemudian Riri pun keluar dari kamar mandi. "Apa kau yakin tidak ingin makan sesuatu terlebih dahulu,!"


"Tidak Kakak cantik, aku tidak ingin apa-apa" "Baiklah kalau begitu kalau kau ingin sesuatu, tanya kakak ya, jangan sungkan-sungkan," ucap Tasya pada Riri.


"Kakak cantik...!"


"M..Iya ada Apa?"


"Aku ingin bertanya?"


"lya tentang apa bertanyalah," ujar Tasya ikut membaringkan tubuhnya miring di samping Riri.


"Apakah benar Surga itu sangat indah dan orang yang tinggal di surga tidak akan pernah kembali lagi bertemu dengan kita?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Karena Kak, Adam pernah mengatakan kalau kak Adam akan segera ke surga, jika Riri sedih maka Kak Adam akan mengawasi Riri dari surga, Aku tidak mau diawasi sama Kak, Adan dari surga, Riri ingin ikut kemana Kak Adam pergi, Riri ingin ikut bersamanya,"

__ADS_1


Deg.


Mendengar ucapan Riri Tasya pun terkejut.


"Apa ada sesuatu yang aku tak tahu yang sedang Jhony sembunyikan dariku?" lirihnya dalam hati, dengan perasaan yang mulai berdebar.


"Baiklah sekarang lebih baik kau tidur karena ada sesuatu yang akan Kakak kerjakan,"


''Tapi Kakak belum menjawab pertanyaan Riri


"Sebaiknya katakan itu pada Kak, Adam, sekarang tidurlah,"


"Baiklah Kakak cantik, Terima kasih karena aku sudah diizinkan tidur di sini,"


"Sama-sama sayang tapi tunggu dulu Apakah lbu Pantai tidak akan gelisah mencarimu," "Kakak jangan khawatir, aku sudah menulis surat kepadanya,"


"Ya,, sudahlah, kalau begitu sekarang tidurlah biar Kakak yang akan menghubungi lbu Panti" lanjut Tasya lagi, la pun melangkah ke luar untuk memastikan lagi kemana dan apa yang di sembunyi kan Jhony dari dirinya.


"Hanya enam bulan Sya"


Enam bulan kata-kata itu kembali terngiang-ngiang di fikiran nya. Ditambah lagi apa yang dikatakan Riri tadi yang mengatakan kalau Kak Adam akan ke surga.


'Apa ada sesuatu yang terlewatkan aku harus mencari tahunya sebelumnya, tapi aku harus menghubungi ibu panti dulu agar ibu Panti tak khawatir tentang Riri'


dan benar saja begitu Tasya memberitahukan kabar tentang Riri pada Ibu panti, ibu panti merasa lega karena ia sudah mencari Riri kemana-mana.


'Sekarang saatnya aku harus mencari tahu apa yang kau sembunyikan dariku.?' gumamnya lalu segera melakukan pencarian, namun setelah lama pencarian Tasya tak menemukan apa-apa, hingga ia memilih duduk karena lelah, hingga matanya tertuju pada sebuah kotak kecil di atas lemari, Tasya pun segera mengambil sebuah kursi dan ingin mengambilnya.


''Apa yang kau lakukan di sini?"


"Aaaaaaaa...!"

__ADS_1


__ADS_2