Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 65


__ADS_3

"Tapi sayang…" tut…tut…tut…sambungan pun terputus. Nyonya Bianca menatap telponnya sambil menggeleng kan kepala.


"Dasar anak keras kepala, kebiasaannya tidak pernah berubah selalu saja mematikan telpon saat orang sedang berbicara." Gerutunya kesal.


"Mama kenapa pagi-pagi mukanya cemberut seperti itu?" tanya dokter James pada Nyonya Bianca.


"Biasalah Pa Putri Papa yang manja itu selalu membuat Mama kesal," gerutunya lagi.


"Mah...diakan anak Mama juga"


"Iya sih tapi, sifatnya persis seperti Papa" tuding Nyonya Bianca. Sedangkan dokter James hanya terkekeh melihat wajah istrinya yang semakin cemberut.


"Sudah lah Mah...memang putrimu ngomong apa?" tanya dokter James mulai serius.


"Itu Pah…Katanya dia mau pulang kemari kangen katanya, sama Mama,"


"Ya bagus dong, kalau dia mau pulang kangen sama Mama."


"Pulang kangennya sih tidak apa-apa Pah...tapi dia juga sekalian ingin menikah dan menyuruh Mama mencarikannya calon suami" terang nyonya Bianca lagi.


"Apa? menikah, calon suami,? apa Mama tidak bohong?"


"Untuk apa Mama berbohong Pah...untuk itulah Mama pusing." Nyonya Bianca terlihat memencet bangkal hidungnya.


"Sampai kapan Pah,? samapai kapan kita akan membiarkan nya untuk tidak dekat dengan lelaki, setahun yang lalu Papa melarang nya dekat dengan Khalid, untuk itu Papa mengirimnya ke Singapura dan bekerja di sana, lalu sekarang Pah..? apa kah kita akan melarangnya kembali mendekati lelaki lain atau kita akan mengikuti permintaan nya?" tanya nyonya Bianca bingung.


"Ntahlah Mah Papa akan memikirkannya dulu, atau bagaimana kalau kita menjodohkannya dengan__"


Tok...tok…tok…


Suara ketukan pintu menjeda kalimat dokter James.


"Siapa Masuk!?" teriak Nyonya Bianca dari dalam.


"Ada apa Bi...?" tanya Nyonya Bianca pada maidnya yang masih menunduk memberi hormat.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, Tuan, mengganggu Anda, tapi di luar ada tamu, dan orang nya ganteng banget, Nya, Tuan."


"Orang dari mana Bi?"


"Ntahlah nya seperti nya orang dari luar negri, Nya,"


"Kalau begitu suruh saja dia menunggu sebentar,"


"Baiklah Nyah…" cicit sang Bibi lalu meninggalkan kedua tuannya dan segera menemui tamunya tadi.


*


*


"Khalid…?" cicit nyonya Bianca saat melihat siapa orang yang datang bertamu ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum…" Ucap uluk salam dari Khalid.


"Waalaikumsalam…" balas nyonya Bianca dan juga dokter James yang baru saja muncul dan mengikuti istrinya itu berjalan mendekati Khalid.


"Bagaimana kabar Tante dan Om?" tanya Khalid pada kedua nya di saat ia bersalaman.


"Ada apa kau kesini tumben?" tanya dokter James heran, karena sudah setahun lelaki itu menghilang tanpa kabar, semenjak ia melarang putrinya untuk dekat dengan nya, dan sekarang dia tiba-tiba saja muncul, membuat kedua nya bertanya-tanya.


"Maaf Om dan Tante kalau kedatangan saya sudah mengganggu." Ucap Khalid terlihat begitu canggung.


"Silakan duduk…!" Ujar Nyonya Bianca tersenyum ramah.


Khalid pun duduk meski ia merasa masih kaki berada di bawah tatapan Dokter James, yang masih saja memberinya tatapan Datar seperti setahun lalu.


"Sekarang ceritakan apa tujuanmu untuk datang kemari,?" tanya Dokter James kembali, Dan tentu saja masih sama dengan wajah yang itu-itu saja.


"Maaf Om dan Tante kedatangan Khalid kesini hanya ingin melamar Lara untuk menjadi pendamping Khalid, dan Khalid pun akan tinggal di Negara ini jika Lara menginginkannya."


Deh.

__ADS_1


Mendengar apa yang di utarakan Khalid membuat Nyonya Bianca dan dokter James terkejut dan saling menatap, dia tidak menyangka setelah menghilang selama setahun kini dia tiba-tiba saja datang dan ingin melamar Lara menjadi istri nya.


Dokter James nampak menarik nafas panjang lalu menatap kembali Khalid dengan tatapan datarnya.


"Apa kau benar-benar mencintai Lara,?" tanyanya kembali.


"Bukan saja mencintai Om. Tapi sangat-sangat mencintai nya, oleh karen itu selama setahun ini Khalid terus berusaha menjadi orang yang pantas untuk menjadi pendamping Lara Om." Meski sempat menciut, Khalid akhirnya merasa lega di saat ia mengutarakan keinginan hatinya untuk meminang sang pujaan hati yang sudah lama ia rindukan itu, setahun di pisahkan tidak membuat rasa cinta nya pada Lara surut begitu saja, justru apa yang di lakukan dokter James setahun yang lalu membuat nya berubah drastis ia kini sudah mengambil alih bidang bisnis Property yang di wariskan oleh Ayahnya, bahkan julukan Casanova pada dirinya kini mulai memudar. Lelaki yang keturunan lndo Arab itu memang sangat begitu sempurna ketampanannya membuat para wanita selalu ingin mendapatkannya hingga kejadian setahun yang lalu membuat nya tersadar jika Lara adalah tumpuan hatinya selama ini.


Bagaimana tidak. Lara mampu mengubah dunianya, bahkan membelenggu hatinya dengan mencintai wanita itu.


"Kenapa kau begitu sangat yakin kami akan menyetujuinya,?"


"Karena Anda orang yang selalu menepati janji Om." Ucapnya mantap sambil membalas tatapan dokter James.


"Dan Om juga pernah mengatakan, lelaki sejati itu di lihat dari ucapannya ketika dia sedang berjanji."


Flashback on.


"Aaaaaaa....aaaaaa" Lara yang buru-buru masuk toilet tidak memperhatikan toilet yang di masuknya itu adalah toilet khusus untuk Pria, beruntung pada waktu itu tidak ada yang antri hanya seorang pria tampan yang sedang mencuci wajahnya, la pun ikut berteriak saat menyadari ada seorang wanita yang masuk secara tiba-tiba.


"Hei...apa yang kau lakukan di sini anak manis!?" seru lelaki tersebut yang tak lain adalah Khalid.


Lara hanya bisa membeku melihat kesempurnaan maha karya di depannya itu, sampai-sampai dia tidak sadar kalau mulutnya menganga lebar.


"Hai...kenapa kau diam saja dan tidak menjawab ku,?" tanya Khalid bingung sambil menjentikkan kedua jarinya di wajah Lara, hingga membuat Lara terkejut dan salah tingkah.


"Hei...kalau kalian ingin mesum jangan di toilet, tapi di rumah." Sergah seorang lelaki yang baru saja masuk dan menyadarkan mereka, kedua nya pun segera beranjak pergi, sedangkan tangan Khalid masih menggenggam tangan Lara untuk segera keluar.


"Dasar anak muda zaman sekarang baru menikah tidak tahu tempat, biar toilet pun di gunakan." Gerutu orang tersebut membuat Lara menunduk menahan malu.


"Lepaskan aku" ucap Lara tersadar saat tangannya di tarik.


"Ayo ikut aku, Aku akan membawamu kesana." Dan kini Lara hanya ikut saja kemana Khalid membawanya.


"Mau apa kau membawa ku kemari?" tanya Lara binggung, saat menyadari dirinya telah di bawa ke sebuah kamar.

__ADS_1


"Kau jangan pura-pura bingung, dan bodoh. Bukankah kau sangat menginginkan ku hingga kau harus Pura-pura salah masuk toilet bahkan kau menunggu waktu yang tepat ketika tidak ada siapapun di sana,"


"Ap-apa mam-maksudmu,? dan berhenti di sana jangan bergerak!" pekik Lara saat melihat lelaki itu terus saja melangkah mendekatinya.


__ADS_2