Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 26


__ADS_3

"Kau tak perlu bertanya jika kau sudah mengetahui jawabanya," ucap Tasya, la pun menyentuh punggung tangan suaminya dan mengeratkan pelukan suaminya itu di tubuhnya.


"Maafkan Aku dan terima kasih atas cintamu padaku," ucap Tasya membalas pelukan lelakinya itu.


Mendengar kata maaf dan terima kasih yang keluar dari mulut Tasya membuat Jhony mengerutkan, keningnya karena ini untuk pertama kalinya istrinya itu mau minta maaf dan mengucapkan terima kasih kepadanya Tasya pun menatap menghadap ke arah suaminya itu.


"Kenapa kau tak menjawab kata maaf ku,?" tanya nya sambil mengecup bibir suaminya itu, sedangkan Jhony menikmati dan meresapi apa yang dilakukan Tasya pada dirinya saat ini.


"Apa kau tidak akan memaafkanku, istrimu ini,?" tanya Tasya dengan mata yang kembali berkaca-kaca, apa lagi saat melihat Jhony hanya memejamkan mata saat ia mencium bibirnya.


"Hei...lihat aku sayang, suami Mana yang bisa tidak memaafkan istri sepertimu aku hanya terlalu bahagia hari ini, Untuk itulah aku tak bisa berkata apa-apa, selain menikmati dan merasakan kenyataan ini memang ada benarnya,"


"Benarkah kau merasa bahagia hanya karena kata maaf, dan terima kasihku,?"


"Tentu saja aku bahagia bisa memilikimu di masa-masa akhir hidupku.


Deg.


"Apa maksudmu dengan masa-masa akhir hidupmu,?" Tasya pun menatap lekat suaminya itu berharap mendapat jawaban yang membuatnya tenang.


"ltu...tidak...maksudku Aku ingin kau adalah wanita yang terakhir dalam hidupku, di saat kita berpisah nanti tetaplah berbahagia,"


"Tidak aku tidak akan berbahagia jika hidupku harus tanpamu karena kau adalah laki-laki yang pertama yang aku cintai, dan yang mengenalkan aku apa arti cinta, dan kau juga adalah laki-laki yang pertama membuatku terluka dan kecewa, namun semuanya hilang saat aku melihat besarnya rasa cintamu padaku, membuat luka hatiku seketika hilang meski tersisa sedikit ketakutan, namun aku sedang berusaha meyakinkan hatiku saat mengetahui kalau kau sangat mencintaiku, bahkan kau sudah banyak berubah, Kau membuatku menjadi istri yang paling bahagia walau aku sering menghina dan mencacimu, namun kesabaran yang kau miliki menawan perasaanku kembali. Maukah kau memulai Semula kisah kita dari Awal,?" Jhony kembali terdiam saat menyimak dengan serius ungkapan perasaan Tasya yang sesungguhnya, dengan panjang kali lebar itu, namun bukan kalimat panjangnya yang membuat dia terdiam, tapi kalimat pertanyaan terakhir tadi.


"Apa kau tidak ingin kita memulai kisah kita dari awal suamiku,?" tanya Tasya lagi dengan bimbang karena belum mendapat respon dari suaminya yang nampak masih diam seribu bahasa itu.

__ADS_1


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Tasya, bahkan ia mengulangi pertanyaan nya membuat Jhony benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya air mata haru kebahagiaannya yang luruh pada wajah tampan nya yang terlihat sedikit pucat dan tirus itu.


"Hei kenapa Kau diam saja suamiku,?" tanya Tasya lagi dalam kebinggungannya.


"Benarkah kau ingin kita memulai Semuanya dari awal?" ujarnya dengan ibu dari yang mengelus lembut wajah wanitanya.


"Ya,, tentu saja, kenapa tidak? apa kau meragukan ucapanku?" ucap Tasya cepat


"Tak pernah ada keraguan di hatiku untukmu, hanya saja Bagaimana hubunganmu dengan__"


"Kak, Randra maksudmu,? sela Tasya menjeda kalimat Jhony, dan Jhony hanya menjawab dengan sebuah anggukan.


"Kami berdua sudah memutuskan jika kami jatuh cinta pada pasangan kami masing-masing, maka tidak akan ada yang saling membenci atau menyakiti kami akan saling mengikhlaskan selama kami merasa bahagia dengan pasangan kami,"


"Benarkah,? kau Setuju kita mulai Semuanya dari awal,? Jadi kau mau Maafkan semua kesalahanku selama ini,?" Tanyanya dengan mata yang berbinar.


"Tentu saja sayang, Lagi pula kesalahan itu aku yang memulainya terlebih dahulu, bahkan kau selama ini tak pernah melakukan kesalahan padaku, akulah yang melakukannya hingga kau berbuat seperti itu, Aku meminta maaf kepadamu karena telah banyak melakukan kesalahan hingga membuatmu kecewa dan terluka, I love you istriku,"


"I love you too suamiku, baik Tasya maupun Jhony saling berpelukan mereka melepaskan rasa rindu yang selama satu minggu ini tidak bertemu.


"Boleh kau ceritakan kepadaku selama ini kau kemana saja,?"


"Maafkan aku jika telah membuatmu khawatir, Tapi percayalah selama satu minggu ini aku sibuk sekali jadi aku tidak sempat menghubungimu, sebaiknya sekarang kau tidur biar aku tidur di bawah,"


"Untuk apa kau tidur di bawah? bukankah kita akan memulai Semuanya dari awal,?"

__ADS_1


"Aku tahu itu, tapi aku tidak bisa menjamin kalau aku__"


Jhony menjeda kalimatnya, saat matanya dan mata Tasya saling bersitatap dan saling mengunci.


"Kenapa? Apa yang kau takutkan? apa kau akan takut tergoda denganku,? Apa itu yang kau maksudkan suamiku?" ucap Tasya sambil dengan sengaja merapatkan tubuhnya dengan Jhony, membuat Jhony dengan susah payah menelan Saliva nya.


"Apa kau tahu, aku sebenarnya sengaja ingin terus menggodamu, kau tahu kenapa karena Aku istrimu, Jadi hal yang wajar kalau aku akan menggodamu, karena aku tidak ingin kau tergoda perempuan lain di luaran sana," Tasya menyentuh wajah lelakinya lalu kemudian ia memberanikan diri untuk kembali memberikan tautan pada bibir milik lelakinya itu, lama mereka saling membalas tautan hingga Mereka pun terbawa suasana, apalagi keadaan Tasya yang sudah polos Hanya menyisakan bagian dalamnya saja membuat Jhony dengan begitu mudahnya terpancing.


"Apa boleh aku mekakukannya sekarang? Karena aku benar-benar tak sanggup menahannya," sedangkan Tasya menjawab dengan sebuah anggukan.


Sebelum melanjutkan aksinya Jhony terlebih dahulu berdoa.


la pun menanggalkan satu persatu miliknya Dan kini ia menyentuh setiap titik sensitif yang dimiliki oleh Tasya, Hinga ia melakukan sesapan demi sesapan di kedua buah favorit yang dimiliki oleh Tasya tersebut, membuat Tasya memberikan penekanan agar Jhony melakukannya lebih dalam lagi.


"John...aku... suara berat milik Tasya begitu Syahdu terdengar di telinga Jhony saat jemarinya bermain dengan indah dan lihai di bawah sana, membuat Tasya merasakan sesuatu yang akan segera meledak pada dirinya.


"Apa kita harus melakukan sekarang tanya Jhony kembali menatap pada Tasya.


"Kenapa,, apa kau masih meragukanku,?" "Tidak hanya saja, aku khawatir jika kau akan menyesalinya nanti,"


"Kau suamiku dan aku istrimu, apa yang harus aku sesali, bukankah aku akan berdosa besar jika sebagai istri aku tidak bisa melayani suamiku dengan baik?"


"Baiklah, aku akan segera melakukannya, bersiaplah," ucap Jhony membuat jantung Tasya berdetak dua kali lebih cepat, la pun berusaha menetralkan perasaannya, karena sebenarnya ia sangat takut untuk melakukan semuanya, karena menurut cerita yang di ketahuinya malam pertama itu pasti rasanya sakit.


"Aaaaaaa....!"

__ADS_1


__ADS_2