Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 54


__ADS_3

Sedangkan Darandra yang mendengar semua cerita dari Chatrine, benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, kerena perasaannya yang sudah mulai tidak enak, apa lagi setelah semalam mimpi masa lalunya tentang Amara kembali hadir dalam tidurnya, dan itu benar-benar seperti nyata jika Amara pergi dari hidupnya untuk selama-lamanya.


"Ceritakan padaku kenapa kau harus menjebakku dan memilihku untuk menjadikanku korban dari sebuah sandiwara mu selama ini?" Tanya Darandra begitu serius.


Ya,, Darandra kini memilih bertanya bagaimana cerita lebih detailnya dari Chatrine sebelum ia memutuskan untuk menemui Amara, dan menjelaskan semuanya pada Amara, dan mengatakan perasaan yang selama ini ia rasakan pada Amara sebenarnya adalah perasaan cinta yang sesungguhnya, dan perasaan itu sebenarnya sudah lama tumbuh, namun karena kebodohannya ia tidak pernah ingin mengakui perasaannya secara langsung, Bahkan ia selalu berusaha menutup perasaannya dengan terus berusaha menyakiti hati wanita yang selalu mencintai nya dengan penuh ketulusan dan kesabaran itu.


"Sebelumnya aku minta maaf, sekali lagi sungguh, aku tidak ada niatan buat merusak hubunganmu dengan Amara, karena aku tidak pernah tahu kalau kau dengan Amara sebenarnya sudah menikah." Ucap Chatrine kembali menatap Darandra dengan tatapan bersalah dan penyesalannya.


Chatrine menarik Nafas panjang lalu menghempaskan nya perlahan.


"Waktu itu aku sedang bingung, aku pergi dari rumah dengan kehamilan yang aku ketahui baru beberapa minggu, dan aku tidak mau Tristan tau tentang kehamilanku, meski Aurora sempat mengetahui kalau aku sedang hamil, namun ia memilih diam dan hanya bercerita pada Mami, dan mulai saat itu juga Mami berusaha membuatku ke guguran dengan berbagai macam cara.


Namun aku selalu mengetahui, apa yang akan mereka lakukan padaku, Dan mulai saat itu juga aku mencari akal agar aku dan anakku bisa keluar dari rumah tersebut.


Dan benar saja, di saat aku punya kesempatan untuk kabur maka aku benar-benar kabur dari rumah itu karena aku tidak mau calon anakku yang akan menjadi korbannya, Mereka ingin membunuh satu-satunya calon pewaris keluarga Abraham." Chatrine menjeda kalimat nya dan menatap kearah Tristan.


"Padahal aku sudah menjelaskan pada semuanya kalau Aku tidak akan mengambil Tak mereka, Aku hanya ingin anakku saja tapi mereka tidak memperdulikan nya, Hingga pada saat aku merasa putus asa tiba-tiba saja aku bertemu dengan Darandra, dan saat itu aku lihat kondisinya sedang hancur dan berantakan, Semula Aku ragu kalau itu adalah Darandra, karena sudah dua tahun kita tidak saling menghubungi meski lewat sosial media, Dan itu terjadi semenjak Papi dan Mami meninggal karena sebuah insiden kecelakaan."


"Apa,? jadi kedua orang tuamu sudah meninggal?" sela Darandra begitu terkejut. "Kau benar sekali, Dan di saat itulah aku mulai menutup akun media sosialku,"

__ADS_1


"Maaf aku turut berduka atas meninggalnya kedua orang tuamu, Dan Aku benar-benar baru mengetahuinya," Ucap Darandra penuh sesal.


"Sudah tidak apa-apa, Semuanya kini sudah berlalu, Aku sudah terbiasa dengan semuanya, bahkan Aku mampu melaluinya, meski itu membuatku hampir gila," Tristan mengusap punggung Chatrine, untuk menyalurkan kekuatannya.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Darandra kembali, Karena begitu penasaran.


"Saat itu aku melihatmu keluar dari sebuah Bar, dan berjalan sempoyongan, Aku tahu kau itu orang yang yang tidak pernah minum- minuman beralkohol, Dan aku berpikir mungkin kau sedang berada dalam masalah besar apalagi di saat kau menyebut nama seseorang saat itu, aku merasa kalau kau sedang patah hati, meski perasaanku sangat sakit saat menerima kenyataan kalau kau mencintai wanita lain, padahal aku dari dulu sebenarnya mencintaimu dalam diam, Tapi lagi-lagi aku menyadari statusku.


Aku adalah seorang istri dari seorang laki-laki, Apalagi di dalam perutku ada nyawa yang sedang berkembang, itu semua membuatku kembali sadar, namun aku tidak punya pilihan lain Aku harus bisa menyelamatkan anak yang ada dalam kandunganku dan satu-satunya jalan adalah__"


"Dengan kau meniduriku,?" sela Darandra dengan wajah datarnya.


"Kalian jangan menyela cerita ku, dengarkan dulu sampai selesai biar tidak ada kesalahpahaman lagi, Di antara kita semua" Kedua lelaki tersebut pun terdiam setelah mendengar teguran dari Catherine.


"Aku lalu membawa Darandra pulang pada saat dia sedang mabuk, Dan Aku meminta pada petugas hotel untuk memberikan aku Cairan tinta merah dan cairan itu aku tumpahkan di atas sprei berwarna putih pada tempat yang telah ditiduri oleh Darandra, Aku dan Darandra tidak melakukan apapun.


Dan pada saat aku Menyadari kalau Darandra waktu itu hendak terbangun, maka dengan cepat aku pun segera berbaring di sampingnya dengan pura-pura membalikkan wajahku, dan itu berhasil ia memberikanku secarik kertas dan berjanji akan bertanggung jawab jika suatu hari aku benar-benar hamil.


Dan aku menggunakan kesempatan itu untuk terus melanjutkan Rencanaku. Namun sayang aku kehilangan jejaknya, karena secarik kertas tersebut tiba-tiba saja menghilang, jadi aku tidak tahu kemana aku harus mencarinya di mana.

__ADS_1


Sedangkan Melisa terus saja mencariku, Hingga suatu saat aku mengetahui kalau Darandra bekerja di sebuah rumah sakit dan aku memulai sekenarioku kembali, dengan berpura-pura untuk bunuh diri dan aku menyewa seorang dokter untuk mengatakan semua yang ku alami kepada dokter Darandra tentang kandungan dan keadanku."


"Dan Saat aku bertanya siapa yang telah menghamilimu? kau langsung menjawab dengan menyebut Namaku?" Timpal Darandra


"Kau benar sekali, dan pada saat itu aku langsung memelukmu dan menceritakan siapa diriku sebenarnya, bahkan kau langsung mempercayai semua apa yang kukatakan, berbeda dengan suamiku yang tidak pernah percaya akan setiap ucapan yang aku katakan padanya" Chatrine melepaskan tangan Tristan yang mengusap punggungnya.


"Untuk itulah aku memintamu untuk menikahiku setelah aku melahirkan."


"Baiklah aku sudah merekam semua cerita dan penjelasanmu disini dan aku akan memberikannya pada Amara," Ucap Darandra kembali memperlihatkan gawainya.


"Aku akan panggilkan dokter untukmu, karena aku ingin segera pulang, untuk menemui istriku, Dan meminta maaf padanya, kalau perlu aku akan berlutut di kakinya?" Darandra pun segera berbalik meninggalkan Chatrine dan juga Tristan.


"Andra apa kau marah padaku?"


"Tentu saja aku marah padamu! tapi ini bukan saatnya untuk berdebat, ada yang jauh lebih penting di bandingkan semua itu, yaitu mengatakan llove you buat istri ku." Timpal Darandra.


Darandra pun kembali kembali mengayunkan langkah kakinya keluar dari ruangan tersebut, Dan kini tujuannya untuk menemui Dokter yang akan memeriksa Chatrine.


*

__ADS_1


Dan kini ia pun berada di depan halaman rumah kontrakannya, Dan jantungnya jangan di tanya, jantungnya kini berdegup begitu kencang.


__ADS_2