Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 61


__ADS_3

Setelah Riri di bawa pulang Tasya kembali duduk di samping ranjang milik lelakinya itu di usapnya kepala lelakinya dengan begitu lembut dan penuh cinta.


"Sayang bangunlah, kau tahu aku sangat merindukanmu, bahkan sangat mencintaimu, Untuk itu bangunlah." ujarnya dengan suara yang lirih.


"Mmm…Eeng…" terdengar suara lenguhan dari Jhony yang berusaha membuka matanya, ia membuka matanya dengan pelan saat merasakan sebuah tangan yang sudah tidak asing lagi untuk dirinya kini tengah menggenggam tangan nya.


"Sayang…kau sudah bangun,? Bagaimana perasaanmu saat ini,? kau tunggu aku dulu ya aku akan panggilkan dokter" Tasya pun segera bangkit berdiri dan memencet tombol merah yang berada di di ruangan rumah sakit tersebut.


"Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Aku tidak apa-apa aku baik-baik saja tutur Jhony.


"Bohong sampai kapan, Sampai kapan kau harus menyembunyikan semua ini dariku? Apakah kau berharap akan pergi meninggalkanku begitu saja dari dunia ini,? kau jahat, kau tega padaku kau tidak pernah mencintaiku, kau tidak pernah mencintaiku isak tangis Tasya kembali pecah sedangkan Jhony meraih tangan istrinya dan menggenggamnya begitu erat.


"Maafkan aku sayang ini semua salahku," Jhony pun mendekap tubuh istrinya itu.


"Apa kau tau ini lah yang paling aku takutkan selama ini aku tidak ingin memberi tahu mu semua nya karena aku tak ingin kau mengasihani ku."


"Sebaiknya kau jangan banyak bicara dulu, kau harus istirahat karena sebentar lagi dokter akan datang memeriksamu."


"Riri ke mana apa Kau melihatnya?"


"Riri sudah Aku suruh pulang karena tidak baik baginya berlama-lama di rumah sakit." "Maafkan aku sekali lagi karena sudah menyembunyikan semua ini darimu,"


"Kau memang jahat, kau tega menyembunyikan semuanya dariku, Aku ini istrimu kau anggap aku apa,?"

__ADS_1


"Untuk itulah aku minta maaf padamu, karena aku tidak ingin kau ikut terbebani dengan semuanya,"


"Dan aku tidak akan pernah merasa terbebani" "Tapi hidupku sudah tidak lama lagi, Aku harap kau dan Riri bisa bahagia aku sudah mengalih kan semua hartaku atas namamu kau bisa membesarkan Riri dengan semua itu"


"Apa kau kira kami bahagia dengan hartamu itu,? Tidak suamiku, kami akan bahagia jika kau berada di samping kami dan tetap berada di sisi kami," ucap Tasya dengan hati yang mulai bergemuruh.


"Hai dengarkan aku sayang setiap orang yang berjumpa pasti akan berpisah pada akhirnya, dan yang hidup pun akan mati, pergi meninggalkan semuanya jika aku pergi kau jangan bersedih, karena cintamu selalu di hatiku Sampai aku Tiada,"


"Sudahlah diam, Aku tidak mau mendengar ucapanmu itu lagi, Aku tahu semuanya pasti akan pergi tapi setidaknya kau berusaha untuk sembuh demi Kami sayang, demi aku dan Riri Apakah kau tidak ada keinginan untuk sembuh,"


"Apakah kau kira selama ini aku tidak berusaha untuk melakukan itu, aku sudah berusaha tapi itu sia-sia saja.


"Jadi sekarang kau berputus asa atas semuanya, Aku tidak pernah berputus asa, tapi setidaknya dengan begini kita harus bisa menerima kenyataan, pasrah bukan berarti kita harus menyerah ikhlas tidak berarti kita harus lemah dan sabar bukan berarti kita harus putus harapan, dokter mengatakan aku bisa sembuh jika Aku melakukan pencangkokan tulang sumsum sedangkan kau tahu sendiri Pencangkokan bisa dilakukan oleh keluarga terdekat sedang aku hanya punya Oma yang sudah tua, dan juga Opa yang sudah lanjut usia,"


"Selamat malam maaf mengganggu istirahat Anda Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien dulu," ucap seorang dokter yang baru saja masuk menyela perbincangan mereka.


Sementara itu Darandra Arya dan Dokter David sedang berkumpul bersama untuk membahas masalah Jhony.


"Apa kau yakin akan melakukan operasi itu Sedangkan kau sendiri tahu resikonya itu seperti apa," Ujar Dokter Arya.


"Dan kalau kita membiarkannya itu sama saja kita menyerah sebelum bertindak, aku akan bertugas mencari tahu pendonor yang cocok dengannya." Ucap Darandra selanjutnya, "Baiklah mulai sekarang kita harus berbagi tugas, Aku kira apa yang aku sampaikan ini sudah selesai Dan kita harus bergerak cepat."


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, Oh ya aku salut padamu karena telah bisa melewati masa keterpurukan mu, Aku fikir kau akan selamanya menjadi stres dan gila," kelakar Dokter Arya.


"Kau…awas saja kau akan ku sumpahi, Aku akan menyumpahi mu di Jodohkan dengan wanita yang menutupi wajahnya." Kesal Darandra.

__ADS_1


"Doamu itu tidak akan manjur karena aku sudah punya pujaan hati."


"Ya aku tahu, tapi kau gagu mengucapkan kata cinta di depannya kan." Darandra pun kembali terkekeh melihat tingkah Arya yang seperti nya mati kutu dengan ucapan Darandra, trlihat ia memilih pergi meninggalkan kan nya.


Dokter Arya adalah tipe lekaki yang setia hanya dengan satu cinta baginya satu untuk selamanya. Dan kini hatinya terpaut pada seorang wanita yang di jumpa nya di masa lalu, meski ia sudah dekat dan meminta maaf tapi tetap saja dia tak bisa mengungkapkan rasanya.


"Aku turut prihatin dengan kepergian Amara, tapi percayalah suatu saat kau pasti akan berjumpa dengan nya, hanya saja di saat itu kau harus berjuang." Sela dokter David.


Dan apa pun itu aku akan melakukan nya" Lirih Darandra.


"Oh ya aku juga pamit, karena aku ingin berjumpa seseorang," pamit Darandra.


"Dan kini tinggal dokter David sendiri di dalam Cafe tersebut, ia pun membuka galeri Handphone nya, lalu ia pun tersenyum sendiri.


"Aku tidak menyangka terjebak cinta satu malam dengan mu" ucapnya saat menatap foto seorang wanita yang telah mengikuti nya selama tiga tahun belakangan ini.


Dua bulan kemudian.


Sementara itu di Negara padang pasir tepatnya di Al'ain Abudabi seorang wanita dengan perut buncit nya tengah melakukan pemeriksaan secara intensif, dia tidak lain adalah Amara.


"Bagaimana dengan Nyonya saya Dokter tanya Susan pada sang dokter yang setelah selesai memeriksakan Amara.


"Kita tidak punya jalan lain selain mengeluarkan janinnya karena dia tidak akan bisa melahirkan normal kita tahu sendiri keadaannya semakin hari semakin melemah, karena dia sudah mulai lupa dengan Orang-orang di sekeliling nya." Terang Dokter Ahmed yang bertugas menangani penyakit yang di miliki oleh Amara.


"Tapi resiko ini sangat besar pasien bisa saja kehilangan nyawanya, tapi jika tidak kedua nyawa Bayi nya dan juga ibunya tidak akan bertahan, oleh sebab itu kita harus menyelamatkan salah satunya.

__ADS_1


"Apakah tidak ada jalan lain dokter,?" kejut Susan saat mendengar penjelasan secara detail dari dokter Ahmed.


"Satu-satunya jalan hanya itu" ucapny lagi yang membuat Susan hanya bisa terdiam dalam kebingungan nya.


__ADS_2