Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
Part 36


__ADS_3

Darandra sedikit berteriak karena Amara masih jauh tertinggal di belakang.


"Cepat masuk,!" perintahnya sambil terus melirik ke arah gawainya, Entah apa lagi sekarang yang jadi masalahnya hingga pria itu nampak seperti frustasi.


Amara membuka pintu depan mobil niatnya ingin duduk di samping Darandra.


"Duduklah di belakang, karena aku mau menjemput Caterine, karena dia juga sedang merasa lapar." Ucapnya santai tanpa beban, dengan wajah yang mulai datar, sungguh Amara tak menginginkan situasi seperti ini.


"Jadi Caterine juga ikut,?"


"Untuk apa kau mengulangi ucapan ku dan menjadikan nya sebuah pertanyaan, apa kau mendengarnya jurang jelas, Catrine sedang lapar, tentu karena dia sedang mengandung, untuk itu ia memintaku untuk menjemputnya di apartemen.


"Apartemen, bukankah tadi kau membawanya kemari,?"


"lya kau benar, tapi ia meminta pindah karena tak kuat kalau tinggal di tempat seperti ini, katanya nafasnya sesak apa lagi dia baru saja keluar dari rumah sakit, untuk itu aku membawanya pindah ke sana,"


Amara hanya terdiam tak menanggapi ucapan Darandra, sementara mobil yang di bawa Darandra terus melesat meninggal kan Rumah kontrakannya.


"Apa kau sangat mengenal Catrine,?"


"Yah,, tentu saja aku sangat mengenalnya dia adalah gadis tercerdas di sekolah kami, banyak lelaki yang menyukainya tapi saat itu dia hanya dekat denganku karena aku orang yang cuek pada wanita.


Aku juga tidak tau kenapa dia begitu dekat denganku, saat itu usia kami masih 15 Tahun, tapi kami berpisah setelah berusia 17 Tahun karena Papanya di pindah tugas,"


"Lalu bagaimana kau bisa bertemu kembali dan berakhir menidurinya,?" Amara sengaja bertanya karena ingin tahu cerita yang sebenarnya dari suaminya itu.


"Waktu, itu__"


Flashback on.

__ADS_1


Damara yang merasa kesal dengan pernikahan Tasya dan Jhony bahkan pernikahannya dengan Amara yang di mulai penuh drama, apa lagi saat Dad, Anthony memilih mengambil alih rumah sakit Emergency, membuatnya menjadi frustasi, dalam kebingungan nya kini ia pun memilih pergi ke sebuah Klub, untuk menghilangkan sedikit rasa frustasinya, meski ia sadar kalau dirinya tak pernah meminum minuman beralcohol, apa lagi harus masuk ke Klub,


Darandra yang mabuk pun memutuskan untuk pulang ke apartemen nya, ia berjalan dengan langkah gontai dan bahkan sempoyongan tanpa menyadari kalau ada seseorang yang sedang membuntutinya dari tadi, Darandra berjalan dengan binggung, hingga tubuhnya pun ambruk dan jatuh ketanah.


"Amara, kenapa semuanya jadi seperti ini,? kau sudah jadi milikku, tapi Tasya meninggalkanku, Dad Anthony juga meninggalkan aku, Mommy Cleo, aku merindukan Mommy, kenapa semua orang meninggalkan aku..?" teriaknya sambil tertawa lalu menangis. Lama ia terlentang di atas tanah hingga ia berusaha berdiri kembali namun tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi la pun kembali ambruk, namun kali ini ada sebuah tangan yang menopang nya.


"Kau siapa? kenapa wajah mu banyak sekali,?" ujarnya sambil menyentuh wajah orang yang memapah tubuh nya itu.


"Apa kau Darandra,?" tanya wanita yang sedang membuntutinya dari tadi.


"lya Aku Darandra, dan kau Tasya ku kan?"


"lya aku Tasya mu, lebih baik sekarang kita pulang kau, pasti tidak tau jalan maka biarkan aku mengantarkan mu pulang.


"Baiklah Tasya sayang temani aku malam ini," ujarnya terus meracau tak karuan." Sang wanita tersebut pun hanya menyeringai tipis, ia pun segera membawa tubuh Darandra ke dalam mobilnya, sedangkan Darandra yang sedang merasa pusing memilih untuk memejamkan mata nya, hingga ia benar-benar tertidur pulas.


"Aku di mana?" bingung Darandra saat membuka mata dengan kepala yang masih tersa terus berdenyut.


"Siapa wanita ini?" bingung nya membuka mata lebar, apa lagi di saat dirinya melihat ada bercak berwarna merah yang berceceran di tempat tidur.


"Wanita ini,? oh...tidak apa yang aku lakukan padanya,? Aku harus segera pergi dari sini, oh Amara kenapa aku bisa melupakannya ini sudah jam berapa, sebaiknya aku cepat pulang, tapi wanita ini,? bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya,? dan kenapa aku harus melakukannya,? GrrrAaaaaa..."


Darandra terus saja merutuki kebodohan nya yang harus meniduri wanita lain disaat malam pengantinya.


Darandra mencari sebuah kertas dan pulpen untuk dipakai menulis sesuatu dan Ia pun segera menulis sebuah pesan di atas kertas tersebut.


"Cari aku jika di kemudian hari terjadi sesuatu padamu, aku berjanji akan bertanggung jawab,"


Setelah menuliskan sebuah pesan Ia pun bergegas pergi dan segera mencari taksi untuk pulang ke apartemennya.

__ADS_1


flashback off.


"Kenapa kau lama sekali, Apa kau tidak tahu kalau aku dan anakmu sudah lama menunggu, kami sudah sangat lapar, apa kau sengaja ingin kami mati kelaparan!" Kesal Catrine dengan terus merengek manja.


Sedang Darandra hanya tersenyum melihat Catherine dan ia pun membuka pintu mobil untuknya.


"Maafkan aku sayang, Bukankah kau tahu kau mengirimkanku pesan secara tiba-tiba, tadi aku sudah ingin segera menyusulmu ke apartemen tapi ada permasalahan yang harus aku urus terlebih dahulu.


"Oke,, Baiklah, aku akan memaafkanmu hari ini. Tapi kenapa wanita ini ikut dengan kita maksudku pelayanmu ini kenapa dia harus ikut dengan kita sih?" Kesalnya kembali. "Sebenarnya dia tidak ingin ikut hanya saja tadi dia juga hendak keluar mencari makan, tidak mungkinkan dia aku biarkan sendiri berjalan diluar dan aku hanya kasihan padanya, Untuk itulah lebih baik dia ikut dengan kita saja, lagi pula sudah malam tidak baik untuknya berada di jalan sendiri apa lagi dia seorang wanita.


"Terserah kau saja, yang penting aku tidak mau tau jangan sampai dia mengganggu makan malam kita, aku mau kau turunkan dia di warung atau penjual pinggir jalan.


Agar anak kita tidak merasa terganggu,


dengan kedatangan orang Asing,"


Ucap nya angkuh memberikan sindiran.


"Turunkan saja saya di sini Tuan,?"


"Tapi Ra' di sini bahaya banyak lelaki hidung belang di sini, aku tidak mau kau kenapa-kenapa." Timpal Darandra dengan Nada datar nya.


"Tapi aku juga mau turun di sini, jika tidak aku akan teriak,!" ucapnya balik mengancam tanpa ada rasa takut untuk membantah suaminya itu. Hingga membuat mobil yang di bawa Darandra berhenti mendadak.


Darandra pun turun dari Mobil dan membuka pintu belakang.


"Kua,, wanita benar-benar keras kepala, sekarang keluarlah dari sini, cepat?!" Darandra menarik paksa tangan Amara, sedangkan Catrine sendiri menelan susah payah salivanya saat melihat kemarahan Darandra, namun ia juga berbahagia karena tidak akan ada yang akan mengganggu dirinya makan berdua bersama calon suaminya itu.


'Kau beruntung sekali telah hadir di perutku.' ucapnya menyerigai sambil mengelus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2