
Satu bulan Tak terasa telah berlalu.
"Apa kau yakin nak ingin kembali lagi ke rumah kontrakanmu itu," tanya Nyonya Bianca, pada pada Amara.
"Insya Allah Mah Amara yakin ingin kembalian"
"Tapi Amara, Mama takut Kalau suamimu itu akan tambah..."
"Sudahlah,, Mama tak perlu khawatir, karena Amara tahu apa yang akan Amara lakukan jika kedatangan Amara kali ini tidak membuat Darandra berubah maka Amara janji pada Mama benar-benar akan memutuskan menjauh selama-lamanya Mah, dari Darandra,"
"Baiklah sayang, jika itu sudah menjadi keputusanmu, tapi kau harus bicarakan dulu sama Papa dan juga kedua mertuamu karena mertuamu lah suamimu itu bisa seperti sekarang ini karena berkat permohonanmu yang meminta kepada kedua orang tuanya untuk menyuruh papamu memberikan rumah sakit itu pada suamimu."
Flashback on.
"Kau siapa Dan atas dasar apa kau datang kemari,?"
"Maafkan saya Om...eh,, Tuan, kalau saya lancang datang ke rumah Anda, tanpa membuat janji terlebih dahulu. Bahkan Penjaga di depan mengatakan kalau Anda sedang sangat sibuk, tapi saya memaksa masuk. Mungkin kehadiran saya tidak begitu penting buat Anda, tetapi ini sangat penting buat saya Tuan," Ucap Amara setelah sebelumnya la di persilahkan duduk di ruang tamu.
"Baiklah jelaskan, dan apa maksud dari tujuanmu datang lalu masuk secara paksa kedalam rumah orang lain," tegas lelaki yang sudah tidak muda lagi itu.
"Begini Tuan, maksud kedatangan saya meminta Anda untuk menyerah kan rumah sakit yang Anda miliki untuk suami saya,"
Mendengar apa yang dikatakan Amara Dokter James mengerutkan alis la menatap dengan seksama.
"Suami saya seorang Dokter dia bernama Darandra Anthony William Gosal." mendengar nama seseorang yang dikenalnya disebut oleh wanita di depannya itu dokter James menetap wanita yang mungkin seusia dengan almarhum putrinya.
"Kau bilang kalau suamimu Dokter Darandra? sedangkan dia tidak pernah mengaku bahkan menjelaskan kepadaku kalau Kau adalah istrinya, Aku pikir wanita yang bersamanya tempo hari itu adalah istrinya," Ucap lelaki tersebut dengan seringai tipisnya.
"Tapi beruntung aku segera mengetahuinya karena seseorang telah memberitahuku kalau suamimu itu adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab." Lanjutnya lagi dan itu mampu membuat Amara terhenyak karena terkejut.
"Itu semua tidak benar Tuan, Siapa orang memberi informasi yang tidak benar kepada Anda Tuan?" Timpal Amara cepat namun begitu gugup.
__ADS_1
"Aku,, Aku adalah orangnya,"
"O...Om A-Anthony,?"
"Kenapa kau memanggilku Om..? Bukankah aku adalah Ayah mertuamu?" tanya Anthony menimpali.
"Benar sayang seperti apa yang dikatakan Daddy mu, bukankah kau memanggil Mami dengan sebutan Mami lalu Kenapa Daddy kau panggil Om,?" sela Cleo yang baru saja muncul, menambah keterkejutan Amara.
"Tapi Om, memaksud Amara tapi Mami Kenapa kalian berada di sini dan bagaimana kalian saling mengenal,?"
"lya sayang, Mami ke sini untuk menjenguk istri Om James beliau sedang sakit, Dokter yang kau panggil Tuan adalah rekan Daddy mu, dan sekarang untuk apa kau ke sini,? malam-malam begini, kemana suamimu itu,?"
"ltu,, Mam... maksud, Maksud Amara, Amara datang sendiri dan ingin..." Amara tertunduk tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena merasa begitu canggung.
"Amara kemarilah Nak,!" Panggil Anthony, Saat melihat sang menantu hanya tertunduk diam.
"Dad,," lirihnya pelan sambil mengangkat wajahnya.
"Daddy sudah tahu semua tentangmu tanpa kau bercerita pada Daddy Apa yang dilakukan Darandra padamu, Daddy sudah mengetahui semuanya, dan sekarang Apa tujuanmu ke sini untuk menemui James? apa dia yang menyuruhmu datang kemari?" liriknya pada dokter James.
"Dad,, maaf, maafkan Amara, tapi kalau bisa tolong bantu Amara Dad, Mam, Tuan, Amara mohon sekali pada kalian bantulah Darandra karena Aku yakin dia akan menjadi seorang dokter yang baik dan bertanggung jawab," Ucapnya tanpa ingin menjawab pertanyaan sang mertua.
"Tapi tak bertanggung jawab pada dirimu." Timpal dokter Anthony.
"Tapi Dad, seharusnya Daddy tahu sebenar nya ini semua salah paham,"
"Salah paham Bagaimana maksudmu Amara?"
"Amara lah yang mengejar Kak Andra, padahal Amara tahu kalau Kak, Randa itu tidak mencintai Amara. Mami, Daddy bisa bayangkan bagaimana rasanya kalau Daddy dan Mami menikah dengan orang yang tidak Mami dan Daddy cintai,"
"Justru Daddy dan Mamimu dulu menikah tanpa saling mencintai" ucap Cleo mengingat dimana dirinya menikah hanya karena ingin menolong temannya namun ia dan Anthony akhirnya terjebak perasaannya sendiri.
__ADS_1
Lihat Cerita Novel Awal Istri Kedua Tuan Arogant.
"Dimasa Mami mungkin berbeda Mi, karena Daddy orang yang sangat baik makanya mendapatkan wanita yang baik seperti Mami dan aku yakin kalau Daddy mencintai Mami di saat pandangan pertamanya mendengar apa yang dikatakan Amara Anthony dan Cleo saling melempar tatapan, terlihat Anthony menarik nafas panjang.
Ia bingung sendiri dengan sifat menantunya yang terlalu baik pada putranya yang telah menyia-nyiakan dirinya itu, Anthony sendiri merasa gagal telah mendidik putranya, karena ia selalu mendidik putranya untuk mencintai dan menghargai wanita, namun kenyataannya berbanding terbalik ia ingin selalu bersama wanita yang tidak ia cintai namun ia tak rela melepaskannya, sungguh Ironi memang di saat orang saling mempertahankan karena cinta tapi ini malah mempertahankan tanpa ada rasa cinta.
"Mami dan Daddy berharap suatu saat kalian bisa berbahagia bersama, tapi bagaimana dengan penyakitmu,?"
"Ap-apa? Daddy-Mami__"
"Daddy, juga sudah tahu kau tak perlu terkejut seperti itu Bukankah Daddy sudah mengatakannya padamu Daddy mengetahui apa yang kau alami selama ini, karena kau sudah ada di sini sebaiknya kita bicarakan semuanya."
"Baiklah Dad, Amara juga tidak tahu kapan Amara akan kehilangan semua ingatan Amara, tapi untuk saat ini sepertinya ingatan Amara sudah mulai berkurang, dan Amara takut kalau Darandra sampai mengetahui semua itu.
"Amara tak bisa bercerita pada siapapun Dad, Mam, Amara hanya ingin menyimpan semuanya sendiri."
"Jangan seperti itu sayang, ada Mami ada Daddy juga ada Om James yang akan membantumu keluar dari masalah ini, Daddy sudah melihat jenis penyakit mu jadi sebaiknya lebih cepat lebih baik kita akan melakukan pemeriksaan secara rutin, dan setelah itu kita akan melakukan tindakan selanjutnya yaitu operasi, kepalamu akan di operasi Kalau kau ingin sembuh maka kau harus menjauh dari Darandra."
"Maksud Daddy,?"
"Maksud Daddy adalah menjauh dari Darandra bukan berarti Daddy akan menyuruh kalian untuk bercerai dengarkan Daddy, kita akan melakukan Terapi, lalu melakukan operasi.
Setelah itu kau harus menjalani beberapa pengobatan seperti terapi untuk mengembalikan ingatanmu kembali, dan itu tidaklah mudah akan memakan waktu yang cukup lama untuk itu agar kau bisa konsentrasi dengan dirimu sendiri Kau harus jauh dari Darandra, karena kalau kau masih bersamanya Daddy yakin kau tidak akan fokus, kecuali jika kau hamil, maka kita, akan menundanya hingga kau melahirkan, Namun terapi tetap berjalan perlahan akan ada Dokter khusus yang akan menanganimu."
Mendengar penjelasan panjang lebar dari mertuanya membuat Amara sejenak terdiam.
"Baiklah Dad, aku setuju." Anthony dan Cleo tersenyum mendengar jawaban menantunya itu.
"Lara kau kah itu sayang?"
Deg.
__ADS_1