Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)

Chasing My Wife'S Lost Love, (Mengejar Kehilangan Cinta Istriku.)
lngin menyelesaikan masalahnya.


__ADS_3

Daripada terus menangisi nasib percintaannya Amara memilih segera bersiap-siap untuk berangkat ke tempat kerja barunya di cafe, yang ditawarkan oleh Renata tempo hari, la memilih kerja di tempat tersebut agar terhindar dari Darandra, ya' menghindari kemesraan kedua orang yang selalu membuat hatinya pabas dan dirundung kesedihan,


Sesampainya di tempat kerja Ia pun disambut dengan hangat oleh para pegawai di tempat itu, Mereka pun tak segan-segan untuk mengajari Amara cara bekerja dengan baik cara melayani pelanggan dan sebagainya, dan Amara pun langsung akrab dengan mereka semua, karena semuanya begitu baik dan ramah.


"Hai Amara bagaimana kabarmu hari ini? semoga kau suka dan betah kereja di sini ya," sapa Renata yangvjuga terlihat nampak bersemangat.


"Hai Kak, aku berterima kasih sekali pada kakak yang telah merekomendasikan tempat kerja ini, dan aku akan berusaha untuk betah dan pasti aku akan betah kerja di sini Kak,"


"Baiklah kalau begitu ayo kita kesana," ajak Renata menunjuk sudut tempat tersebut yang masih begitu asri dan begitu indah.


"Oh, iya aku dengar, beberapa waktu yang lalu kau masuk rumah sakit,? apa kau pingsan lagi?"


"Aku hanya pura-pura pingsan kak," lalu Amara pun menceritakan semua kejadian beberapa hari yang lalu yang sempat menimpanya, Renata yang mendengar cerita Amara, hanya bisa terkekeh mendengar cerita Amara.


"Sudah-sudah perutku sakit dengan cerita lucumu itu," Renata berucap sambil terus memeluk perutnya.


Dan mereka pun kembali bersemangat melayani setiap pelanggan yang datang karena semakin siang Kafe tersebut semakin rame.


:


:


Sementara itu di sebuah Klinik nampak Darandra dari tadi sibuk dengan gawainya ntah dengan siapa ia berbalas pesan, namun wajahnya nampak serius dan datar. Darandra pun nampak membanting telepon miliknya,


lalu ia pun bangkit keluar, tak lupa dengan meraih kembali telepon yang sempat dibantingnya tadi.


'Tasya Tunggu Aku, aku akan mencari dan menjemputmu,' ucapnya pada diri sendiri dan melangkah setelah sempat menutup rapat pintu klinik karena la memang sengaja mengosongkan jadwalnya hari ini, karena Ia hanya ingin mencari Tasya untuk menyelesaikan masalahnya dan meminta maaf pada Tasya karena telah sempat berdebat dan memarahinya.


"Apa yang kau lakukan di sini,? kemarilah aku datang untuk menjemputmu,!" ujar Darandra begitu tiba di sebuah taman kota yang di tempati Tasya untuk mengusir kekesalan di hatinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Tasya, kau benar dia benar-benar sudah berbohong padaku, dan bukan hanya sekali tapi sudah berkali-kali, aku tidak tau kenapa dia yang aku anggap hanya seorang anak kecil itu begitu mempermainkanku."


"Apa kau datang ke sini hanya untuk mengeluhkan Apa yang dilakukan istrimu itu? atau kau datang ke sini untuk meminta maaf padaku jika tidak, menjauhlah dariku,!" sengit Tasya mendengar keluhan Darandra begitu tiba di tempatnya.


"Maafkan aku Tasya, aku hanya tidak mengerti dengan perasaanku sendiri, Aku begitu mencintaimu dan aku juga merasa nyaman bersamanya, dan aku tidak tahu harus berkata apa tentang semua ini, aku hanya merasa sangat kecewa untuk saat ini,"


"Apa maksudnya kau merasa nyaman dengannya,? atau kau benar-benar sudah mencintainya? jika Iya maka tinggalkan aku Percuma saja kita terus bersama jika hanya terus seperti ini tak ada titik terang dan kejelasannya dari semua hubungan ini," geram Tasya lagi.


"Tasya Dengarkan Aku, Aku tidak mungkin meninggalkannya karena aku sudah melakukan semua itu, tapi ketahuilah dia hanya istri...Maksudku aku akan menganggapnya sebagai istri simpananku saja, karena tidak Ada resepsi di antara Kami, dan aku akan menjadikanmu istri Sah ku, Bagaimana menurutmu,?"


"Kau itu egois Darandra, Kau sangat egois, Bagaimana bisa Kau membiarkan aku hidup di antara dia? bukan tidak mungkin lambat laun perasaanmu akan hadir padanya," protes Tasya.


"ltu tidak akan mungkin terjadi padaku, karena aku sangat mencintaimu, hanya dia hanya dialah yang boleh mencintaiku dan aku katakan padamu aku tidak akan mencintainya setelah apa yang dilakukannya hari ini padaku, sebaiknya sekarang kita ke Klinik kita bicarakan semuanya di sana" ajak Darandra.


"Tidak aku tidak ingin ikut denganmu Pergilah biarkan aku pulang sendiri," ketus Tasya masih merasa kesal.


"Tasya dengarkan aku,!"


"Aawww...ahk...sakiiit.."


"Tasya, Kau kenapa,?" Cicit Darandra yang merasa khawatir.


"Kakiku, ahk...kakiku terkilir aku, aku tidak bisa berjalan,"


"Sebaiknya kau ikut aku sekarang kita ke klinik,!"


Darandra pun segera menggendong tubuh Tasya ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam mobil, la pun dengan cepat melanjukan mobilnya meninggalkan taman tersebut, untuk segera membawa Tasya ke kliniknya.


Sementara itu, Amara yang telah asik melamun dikejutkan oleh Renata.

__ADS_1


"Kau sedang apa, melamun saja,? ntar kesambet loh..." kelakarnya


"Eh Kakak aku tidak apa-apa Kak, Bagaimana kalau aku minta izin keluar sebentar ke klinik milik Darandra sebentar saja Kak, bagaimana?"


"Oke tidak apa-apa tapi kamu cepat kembali ya,!"


"Sip Kak, pasti aku akan kembali dengan cepat," ujarnya cepat.


"Memangnya kamu mau apa ke sana,?" selidik Renata.


"Ini kak Aku hanya ingin membawakan ini untuknya Siapa tahu saja dia belum makan," ucap tersipu.


"Eleh eleh eleh, istri yang perhatian dan baik hati, semoga suamimu bisa sadar ya, saat melihat perjuanganmu membawakannya makanan, kata orang menyenangkan suami itu dari perut dulu,"


"Okelah, Kak terima kasih semoga saja seperti itu, kakak juga semoga kelak berbahagia dengan Kak Baron, Aku pergi dulu ya Kak bye,"


"Aamiin"


Ucap Renata dalam hati.


Amara pergi meninggalkan Renata yang menatap kepergiannya dengan tatapan penuh makna, sementara itu Amara meninggalkan Cafe dengan penuh semangat sambil tersenyum bahagia, ya dia ingin menggunakan kesempatan yang ia punya untuk tersenyum sebelum ia melupakan semuanya dan ia akan berusaha memberikan perhatian penuh pada suaminya itu apapun bentuk penolakan dari Darandra urusan itu nanti dia pikirkan, la hanya ingin datang untuk meminta maaf dan mengantarkan sarapan untuk suaminya walaupun ia sadar tadi pagi Darandra sempat marah padanya dan membuang makanan yang Ia masak Bahkan Darandra sangat marah kepadanya dan meninggalkannya pergi begitu saja.


"Apa Dokter Darandra ada,? saya ingin bertemu dengannya," Tanyanya pada seorang perawat yang kemungkinan, bekerja untuk membantu Darandra.


"Ada, tapi Mbak ini siapa,? tadi dokter berpesan kalau tidak penting di larang masuk Mbak," ujar perawat tersebut memberi keterangan.


"Buat dia tidak penting tapi buatku sangat penting By," ucap Amara melangkah masuk menuju ruang pribadi Darandra.


"Mbak, Mbak... tunggu...!" teriak sang perawat namun tak di pedulikan oleh Amara.

__ADS_1


Sang perawat pun berusaha untuk mengejar, namun ia berhenti saat melihat Amara hanya diam mematung di depan pintu, dan tak lama kemudian Amara pun pergi meninggalkan pintu ruangan, tanpa masuk atau mengetuk, nampak air mata yang tertahan di pelupuk matanya membuat sang perawat bingung, apa lagi Amara memberikan rantang yang berisi makanan kepadanya.


__ADS_2